Taruhan Takhlukkan Papa

"Oh, baiklah Fema. Kau sudah sadar bahwa tidak seharusnya kau lancang mengatakan suka dan cinta padaku.."

Kata-kata juan yang baru saja didengar oleh Fema itu rasanya sangat mengganggu. "Juan memang tidak berperasaan." Batin Fema.

*****

Ceklek.

Pintu ruang kerja Juan terbuka. Ia pun menoleh kearah pintu. Tak lama, muncullah seorang gadis kecil.

"Papaaaa" Marsha berlari kearah Juan.

"Selamat datang diruang kerja papa Marsha." keduanya berpelukan.

Marsha sangat senang, karena papa Juan meminta supirnya untuk mengantarnya ke kantor papa.

"Pa, kita telpon mama yuk, kan mama ga tau kalau Marsha ke kantor papa."

"Hmmm.. baiklah sayang." keduanya pun berjalan menuju sofa yang ada di dalam ruangan itu, dan duduk disana. Juan mencari nomor ponsel Fema dan menghubunginya.

drrruuut..... drruuut....

"Ya...." jawaban singkat dari Fema.

"Halo mama..."

"Sha....? Ini kamu sayang? Kamu sama papa? Dimana kaluan?" Pertanyaan beruntun terdengar dari mulut Fema.

"Dikantor papa ma."

"Di kantor? Kamu ngapain kesana? Gangguin papa Juan kerja aja deh."

"Gak kok mah, papa yang minta supir antar Marsha ke kantor."

"Jadi begitu?" Fema merasa legah, sekaligus merasa tidak enak pada Juan.

"Shaa. Bilang ke mama, supaya ke kantor papa jika tidak sibuk." Bisik Juan. Marsha pun mengerti.

"Ma... mama lagi dimana?"

"Di jalan sayang. Mama mau jemput kakak."

"Jemput Jerry Ferdo maksudnya? Batin Juan.

"Kok mama yang jemput kakak? Bukannya ada pak Edi?" Tanya Marsha seolah mengerti akan ekspresi papa nya.

"Emmm mama yang mau jemput mereka. Dan kami akan makan siang bertiga." Jawab Fema. Terlihat senyum kecil tersungging dari bibir Juan.

"Kalau begitu, mama hati-hati dijalan ya.."

"Oke sayang! mana papa? mama pengen ngomong ke papa dong!"

Byyyuuurrr... wajah Juan bersemu seketika. "Halo ada apa? Aku mendengar."

"Ohhh, ini... Juan... kamu sama Marsha jangan lupa makan siang ya."

"Iya.. kamu tenang saja. Kami berdua pasti makan. Iya kan sayang?" Marsha mengangguk.

"Terima kasih Juan."

"Iya.. tidak masalah.

"Uuuuuu.. kenapa aku merasa saat ini suamiku saat ini sangat berbeda? Dia bersikap hangat pada Marsha? Ah.. syukurlah" Batin Fema.

"Ehmmm... ya sudah, aku tutup dulu ya Juan."

"Hmmm.." jawab Juan.

*****

Fema tiba di sekolah menengah untuk menjemput kedua remaja itu. Kebetulan, para siswa-siswi tampaknya sudah waktunya pulang. Tidak butuh waktu lama, Fema sudah mengenali dua putranya itu diantara banyaknya siswa dan siswi. "Ah... kalian berdua memang terlihat lebih tampan daripada yang lain." Fema bergumam memuji kedua ank sambungnya itu.

Terlihat Ferdo sesekali melihat jam. "Pak Edi kok lama sih?" gumamnya.

Tin tin..

Sebuah mobil Honda Jazz berhenti tepat didekat keduanya. Terlihat mama Fema dengan senyuman hangatnya. Tidak lupa, kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya yang tidak pesek. "Ayo naik!" Perintahnya dengan sedikit berteriak.

Kedua bocah itu hanya diam dan tidak menurut. Benar-benar menguji kesabaran ibu tiri baik hati seperti Fema.

Tidak ingin membuang waktu, Fema pun turun dari mobil, membuat dua remaja itu gelagapan. Keduanya menoleh ke sekeliling, takut menjadi pusat perhatian. Dan benar saja, para orangtua dan supir yang menjemput siswa/i lainnya tampak menatap ke arah ibu tiri mereka dengan tatapan kagum.

"Anak-anak... ayo masuk ke mobil. Kalian berdua jangan lama-lama. Macet nih.."

"Masuk atau mama akan berteriak disini mengumumkan bahwa kita adalah anak dan ibu sambung." Fema mengancam. Tak disangka kedua remaja itu takut dan langsung masuk ke mobil.

"Eit, tunggu. Jerr, duduk di depan. Mama bukan pak Edi supir kalian." Jerry nampak mengdengus kesal. Tapi dia hanya bisa menurut.

Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, Fema berhenti didepan sebuah rumah makan. Dari luar sih, tempatnya nampak menarik.

"Kita ngapain sih singgah disini tante?" Ferdo.

"Tentu saja untuk makan siang Ferr." Jawab Fema.

"Ayo. Mama tahu, kalian pasti lapar kan." Fema keluar dari mobil, kedua bocah itu pun turun. Memang benar. Keduanya sudah lapar. Apalagi melihat menu-menu yang terpajang disana. Manggil banget.

5 menit menunggu, makanan akhirnya datang. Tanpa basa-basi lagi, ketiganya memulai makan setelah berdoa mensyukuri makanan tersebut.

Tidak ada obrolan.

Hanya keheningan.

Tidak butuh waktu lama. Makanan habis dilahap tanpa sisa. Fema tersenyum, kedua anaknya itu makan dengan lahap. "Sebentar lagi, kalian berdua pasti akan menerimaku." Batin Fema.

Entahlah, apa Fema benar-benar care pada dua bocah ini, atau hanya sekedar perasaan simpati. Fema merasa bahwa sua anak sambungnya ini haus akan kehangatan keluarga. Sementara papa mereka sepertinya tidak tahu cara menyayangi anak dengan benar.

Fema sadar, pernikahannya ini tidaklah mudah. Namun, selagi masih bersama, apa salahnya untuk merasa bahagia? Dia memutuskan untuk memperhatikan dua bocah itu secara tulus. Dari kisahnya sih, anak-anak sambungnya ini tidak mengingat kenangan bersama ibu kandung mereka yang sudah lama meninggal. Mereka tidak tahu rasanya kasih sayang seorang ibu. Sama seperti Marsha yang tidak pernah ingat akan ayahnya.

Di perjalanan.

"Gimana? Enak makanannya tadi?" Fema berusaha memecah keheningan.

"Lumayan" jawab Jerry singkat dengan wajah datar.

"Enaklah, karena laper." jawab Ferdo cuek.

Fema hanya menggeleng dan tersenyum kecil, mulai mengganti topik. "Emmmm jadi, gimana persiapan festival Fer? Kapan mulai latihan?"

"Udah deh tante, ga perlu basa-basi. Kami ga jadi ikutan."

"Hah? Kenapa? Karena papa?" tebak Fema.

"Hmmmm."Jawab Ferdo, hambar.

"Kamu gimana Jerr? Sama juga?"

"Ya iyalah tante." jawab Jerry.

"Tapi mama pengen kalian ikutan. Kalian tetap ikut ya.. Mama janji akan buat papa kalian akan setuju sepenuhnya, tanpa marah dan mama pastikan paoa juga akan hadir saat perlombaan." Tegas Fema panjang lebar.

Kedua remaja itu tampak terkejut, lalu kemudian tersenyum sinis. "Tante ga akan bisa takhlukin papa." Ketus keduanya.

"Begitukah? Bagaimana kalau kita taruhan?" Tantang Fema.

Jerry yang biasanya hanya dengan mode datar, tiba-tiba tersenyum. "Taruhan? Boleh, memangnya apa yang tante inginkan kalau tante yang menang bisa nakhlukin papa?" Tanya nya meremehkan.

"Gak banyak. Kalian berdua cukup hilangkan kebiasaan buruk kalian dengan panggilan tante itu. Ubah panggilannya jadi mama. Berani?"

Setelah berpikir, dua bocah itu menjawab:

"Cuma itu? Oke, siapa takut," jawab Ferdo. Jerry juga terlihat menganggukkan kepala.

.

.

BERSAMBUNG

🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

dijamin kalian berdua bakalan kalah total .. 🤪🤪

2023-03-19

0

nanasilly🍁🌼

nanasilly🍁🌼

s fema gk ada harga diri nya, kliatan bnget kurang belaian nya, iuh, klogue sih akan prthanin ego

2022-12-27

0

Icha Kuswanda

Icha Kuswanda

Suka 👍👍👍💪💪💪

2021-11-20

1

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!