Ke Sekolah Jerry-Ferdo

Jerry rupanya belum tidur. Entah apa maksud remaja pendiam itu bertanya tentang perasaan papanya.

"Apa maksudmu?" Bukannya menjawab, Juan malah balik bertanya pada putranya.

"Aku tau papa menolak perjodohan Papa. Aku juga tau, Papa ga tinggal dikamar yang sama dengan tante Fema."

"Kalau begitu kamu sudah tau jawabannya." Juan pergi meninggalkan kamar Jerry.

Juan menuju ke kamar Ferdo. Si periang yang belakangan ini lebih sering terlihat kusut. Setelah membenarkan selimut ABG itu, Juan kini menuju kamarnya sendiri.

Langkah juan terhenti saat mendengar percakapan Fema dan Marsha dari kamar mereka. Juan pun mendekat agar bisa mendengarkan.

"Ma... Marsha ga perlu ditemani kok tidurnya ma.. mama tidur di kamar papa Juan aja sana."

"Trus kalau mama mau temani Marsha gimana?"

"Pokoknya ga boleh. Marsha udah besar. Bentar lagi naik kelas 3. Masa masih tidur bareng mama?"

"Hmmm kalo begitu, gimana kalau mama temani Marsha sampai naik kelas 3? Mama janji deh!"

"Benar ma?"

"Hmmmmm."

Keduanya pun menarik selimut untuk tidur.

Juan yang mendengar semuanya itu, hanya berdiri mematung ditempatnya. Dia kembali teringat akan perkataan putranya, Jerry.

Pagi harinya.

Seperti biasa, berkumpul mengelilingi meja makan.

"Pa..." panggil Ferdo pada Juan.

"Hmmmm."

"Ini pah, ada surat dari sekolah." Juan membuka dan membaca. "Undangan pemberitahuan?" Juan terlihat berpikir lalu melirik istrinya, Fema. "Baiklah.."

"Papa bisa hadir kan pa?" Ferdo penuh harap.

"Diusahakan." Jawab Juan, dengan wajah datarnya.

Setelah menyelesaikan sarapan, keluarga itu lalu bubar, bersiap untuk berangkat melaksanakan aktifitasnya masing-masing.

"Marsha, hari ini sekolahnya bareng kakak ya.. soalnya mama akan diantar papa, jadi mama tidak bisa antar Marsha." Pinta Juan.

Kedua remaja itu terlihat menekuk wajah. "Kenapa sih papa nitip anak kecil itu ke kita?" Kesal Ferdo.

Ya.. selama kebersamaan mereka, seperti biasa Marsha akan diantar oleh mama Fema kesekolah dan dua remaja itu akan diantar oleh supir. Ferdi-Jerry sekolah di SMP yang sama.

Marsha mengangguk senang akan hal itu.. untuk pertama kalinya, Marsha akan berangkat bareng dua kakaknya. "Bukankah itu akan menyenangkan?" Pikirnya.

Fema merasa heran suaminya ini mengajaknya berangkat kerja bareng. "Pasti ada sesuatu." Batinnya.

\=\=\=\=\= Didalam Mobil\=\=\=\=

"Eh, anak kecil. Kenapa senyum-senyum?" Ketus Ferdo kepada Marsha.

"Kak Ferdo apaan sih, suka gitu ke Marsha?" Marsha murung.

"Lain kali jangan lagi numpang di mobil ini. Kalau kamu ga suka digitukan!" Sambung Jerry. Pak Adi, sang supir hanya bisa geleng kepala melihat tempramen buruk 2 bosnya ini.

"Yaa, tapikan papa yang minta Marsha ikut kak!" Marsha memelas.

"Eh... jangan menyebutnya papa. Dia bukan papamu." Ketus Ferdo lagi.

Marsha tertunduk sedih, memanyunkan bibir bawahnya.

...........

Diperjalanan Fema dan Juan hanya diam. "Apa maksudnya mengajakku berangkat bersama kalau hanya diam?" Batin Fema.

"Ini.. wakilkan saya untuk undangan ini." Juan menyerahkan kertas undangan kepada Fema.

"Kenapa aku? Bukankah Ferdo--" Belum lagi Fema menyelesaikan kalimatnya, juan tiba-tiba menatapnya tajam.

"Bukankah kau ibunya? Sama saja!"

Deg deg deg!

Jantung Fema terasa ingin meledak. Ada perasaan aneh dihatinya saat Juan mengatakan bahwa Fema adalah ibu dari anak-anaknya.

"Tenang saja.. anak-anakku tidak nakal. Mereka juga juara di kelas. Kau tidak akan dipermalukan disekolah." Juan dengan nada sombongnya.

"Dasar pria ini, apa dia tidak bisa meminta dengan cara yang benar?" Batin Fema.

"Baiklah.. saya akan pergi! Tapi ada syaratnya."

"Ap-apa? Kau mengajukan syarat padaku?" Heran Juan.

"Iya!"

"Apa itu?"

"Biarkan saya pindah ke kamar anda."

"Haaaa? Kau!"

"Astagaaaa apa yang aku katakan?" Jerit Fema dalam hati.

"Anak-anakmu selalu melihatku keluar dari kamar Marsha. Mereka pasti heran kenapa kita tidur terpisah."

"Mereka takkan peduli kita tidur bersama atau tidak." Dengan nada santai.

Fema terlihat menelan kasar. "Lagi-lagi aku merasa ditolak olehnya? Astaga.. ada apa denganku?" Batin Fema.

"Kenapa menatapku begitu? Kamu memakiku dalam hati?" sindir Juan, tak sengaja menangkap tatapan tajam Fema padanya.

"Hah? Siapa yang berani memakimu? Mana ada istri yang seberani itu pada suaminya?" Ucap Fema dengan nada kesal.

Pak Muji, sang supir sedikit menahan senyumannya mendengar perdebatan dua insan dibelakangnya.

"Pak Muji, antar saya lebih dulu." Perintah Juan.

Tak butuh waktu lama, mobil telah tiba di depan sebuah rumah sakit. Pak muji turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Juan.

"Inikan salah satu rumah sakit terbesar dikota ini? Dia bekerja disini? Sebagai apa dia?" Fema bertanya dalam hati.

"Saya turun!" Pamit Juan pada Fema.

"Silah--" Juan dengan sikap cueknya turun begitu saja, bahkan tidak menunggu Fema menyelesaikan satu kata saja.

"Suami macam apa dia?" Kesal Fema.

Pak Muji kembali menjalankan mobilnya untuk mengantar Fema.

"Aku jadi haus, lama-lama beradu mulut dengannya."

"Maaf bu, ibu bilang apa ya?" Pak Muji.

"Haah? Tidak, saya tidak mengatakan apapun.!" bohong Fema.

Disekolah Ferdo Jerry.

Anak-anak yang menerima undangan orangtua sedang berkumpul untuk menunggu kedatangan orangtua mereka.

Di kejauhan, Jerry Ferdo tampak melihat seorang wanita cantik berjalan memasuki halaman sekolah, bersama dengan orangtua siswa lainnya.

"Tante?" Degh..

"Wih.. itu kakaknya siapa yang datang?" Mulai terdengar komentar dari beberapa teman.

Ferdo - Jerry tidak mau menyambut kedatangan Fema. Keduanya ikut bersama dengan rombongan teman-teman masuk ke ruang pertemuan.

Didalam ruang rapat.

Fema yang baru saja tiba, mencari-cari keberadaan anak sambungnya itu. Setelah melihat keduanya, Fema melangkah dengan penuh percaya diri dan duduk ditengah-tengah Ferdo-Jerry.

"Waah Ferdo.. Jerry, ini kakak atau tante kalian?" Mulai kepo dengan wajah berbinar.

Bukannya menjawab, Jerry malah berbisik geram pada Fema. "Kenapa tante yang datang? Dimana papa?"

Sementara Ferdo, dia hanya menatap Fema yang berada disampingnya dengan kening berkerut.

Ferdo - Jerry tak kunjung menjawab pertanyaan teman-teman.

"Haiii!" Fema menyapa teman-teman anaknya dengan senyuman. "Panggil saya tante Fema!"

"O......" anak-anak itu hanya membulatkan mulut mereka. "Tumben tante yang ke sekolah, biasanya kakek Mahendra yang datang.!" Jelas anak-anak itu. Sementara Ferdo-Jerry hanya diam.

"Itu karena... tante.. adalah mamanya mereka!" Fema tersenyum dengan jantung deg-degan. Takut kalau-kalau dua remaja ini mengamuk.

"Wahhh benarkah? Asik banget sih, punya mama kayak tante! Baik, cantik lagi!" Teman-teman tak hentinya memuji Fema. Tanpa disadari, senyum kecil tersungging disudut bibir kedua remaja itu.

\=\=\=\=\=\=

Pak Muji kembali menjemput Fema.

"Pak, boleh saya tau? Pekerjaan suami saya apa dirumah sakit itu?

"Ibu belum tau ya?" Pak Muji tersenyum.

"Hehe.. Iya. Kebetulan kami tidak saling tahu tentang kesibukan masing-masing."

"Haaa? Pasangan yang aneh," batin pak Muji.

"Sebagai dokter bu."

Uhukk uhuk.. Fema tersedak minumannya sendiri.

"Ibu tidak apa-apa?"

Fema mengangkat tangannya, pertanda tidak perlu khawatir.

"Belagu amat dia, baru jadi dokter saja harus pakai supir pribadi segala! Sanggup ya, bayar 2 supir setiap bulan?" Fema tersenyum sinis membayangkan suaminya itu.

"Ibu kenapa tersenyum? Bangga ya sama bapak?" Goda pak Muji.

"Hehe.. Saya tidak menyangka saja dia seorang dokter!" Jawab Fema santai.

"Bapak boss memang luar biasa bu. Mau bekerja sebagai dokter padahal beliau adalah pemilik rumah sakit itu.

"Haaaaaaaaaa?"

Pak Muji tersenyum melihat eksperi terkejut istri bossnya ini.

"Astagaa, lalu kenapa tadi aku mengatainya? Untung saja tadi aku hanya membatin! Aman!"

.

.

BERSAMBUNG🥰🥰🥰*

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Giliran ada maunya aja deh ..... Fema "diaku" jadi ibu anak2nya ...
Lagian kalo mau minta tolong, bisa gak sih bicara nya baik2 ..
gak bapak gak anak2nya ... sama2 koplak ... 😤

2023-03-19

0

Putri Nunggal

Putri Nunggal

iiih kasian tau Marsha diomelin gitu

2023-02-23

1

Sri Pahlawati

Sri Pahlawati

lucu juga si fema.. lanjut..

2021-08-03

3

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!