Kelakuan Marsha

Setelah melewati drama padatnya lalu lintas saat mengantarkan dua remaja itu pulang ke apartemen, Fema kembali menjalankan mobilnya.

Diperjalanan, ia perpikir kira-kira apa yang sedang Maraha lakukan? Apa dia tidak mengganggu Juan bekerja? Rasanya Fema sangat ingin menyusul, dan bertemu suami dan putrinya itu.

"Tidak. Aku pasti sudah tidak punya urat malu jika muncul disana tanpa diminta."

Drrrrt.. drrŕt.. drrrt

"Juan? Dia menelponku?"

"Ha-halo Ju---"

"Maa.. ini Marsha ma.."

"Iya? Kenapa sayang?"

"Maaa.. kesini dong.."

"Haaah?"

"Ayo maa.. skali-sekali main di kantor papa Juan."

"Sayang, papa Juan sedang bekerja. Tidak baik mengganggunya nak. Itu tempat kerja. Bukan tempat bermain Sha.."

"Turuti saja kemauannya Fema.." Sahut Juan.

Byuuur..

Wajah Fema kini bersemu merah.. "Juan tidak keberatan aku kesana?" Fema bersorak dalam hati. "Ah.. baiklah, aku akan segera kesana karena kalian berdua memaksa." Sepanjang perjalanan, Fema tidak hentinya tersenyum.

***

Saat ini, Fema sudah berada di depan pintu ruang kerja yang bertuliskan dr. Juan Barata, lengkap dengan keterangan jabatannya. Fema tidak oeduli hal itu. Saat ini, jantungnya tengah berdebar tak karuan.

"Selamat siang ibu!" Sapaan seorang wanita hampir saja membuat jantung Fema copot dari tempatnya.

"Ah.. iya, selamat siang!"

"Kenapa ibu hanya berdiam disini? Tidak jadi masuk? Bapak ada didalam kok bu!" Yah, wanita ini tahu jika Fema adalah istri dari Juan. Walaupun Fema tidak berkeliaran di rumah sakit ini, tetapi semua orang yang bekerja dirumah sakit ini hadir saat Juan dan Fema menikah. Jadi mereka mengenalnya sebagai istri Juan.

"Ah.. iya, saya akan masuk!" Fema melangkah dengan sedikit pelan.

Tok tok tok.

"Masuk!"

Ceklek

Fema membuka pintu.

"Mama..." Marsha berlari menyambut Fema. Mereka pun, berpelukan. Seperti itulah yang mereka lakukan setiap hari. Saling memeluk saat berpisah dan ketika bertemu.

Juan berdiri dari duduknya, sebagai tanda bahwa dirinya menerima dengan baik kedatangan Fema.

"Hai.." Sapa Fema dengan senyuman kikkuknya.

"Hai.. silahkan" Jawab Juan.

"Maaa.. paa.. kok salamnya cuma gitu?"

"Ha? Kenapa sayang?" Tanya Fema bingung.

"Mamaa.. kata bu guru, saat bertemu kita harus salim.. Marsha lihat mama papa nya teman Marsha, kalau salam itu cium tangan mama. Mama mesti cium tangan papa Juan."

deg deg deg deg deg.

Perkataan Marsha berhasil membuat jantung kedua orang dewasa itu berpacu lebih cepat.

Marsha menarik tangan Fema mengajaknya mendekati Juan. "Ayo ma, salam yang benar!" Perintahnya lagi.

Kini, Juan dan Fema saling menatap dengan wajah canggung. Fema memberi kode dari gerakan kedua alisnya. Seakan bertanya kepada juan "bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan?"

Marsha merasa geregetan dengan mama papa nya yang terkesan sangat lemot. Dia terpaksa mengambil masing-masing satu dari tangan keduanya, membuat telapak tangan keduanya kini menyatu sempurna, untuk pertama kalinya.

Jangan tanya lagi keadaan dua jantung mereka. Beruntung bocah itu tidak meminta Fema dan Juan berpelukan. Jika iya, maka keduanya akan merasakan sendiri detak jantung lawannya yang seperti sedang berperang.

Dengan pelan, Fema menuntun tangan Juan untuk dia kecup seperti permintaan Marsha. Seiring mendekatnya tangan itu dengan bibirnya, Fema kembali menatap wajah Juan dan tanpa sadar menggigit bibir bawahnya, untuk mengusir rasa gugup. Dan itu memancing gairah Juan. Rasanya sangat ingin dirinya menerkam bibir yang terlihat seperti sedang menggodanya itu.

Tatapan Fema seolah menyirat pertanyaan apa aku boleh melakukannya? Apa tidak apa-apa? Juan mengangkat sebelah alisnya, sebagai pertanda iya.

Melihat Juan membalas tatapannya, Fema lalu merasa legah bahwa setidaknya setelah ini Juan tidak akan marah padanya.

Cup.. Fema mendaratkan bibirnya pada punggung tangan suaminya itu.

"Yeeee.." Marsha bertepuk tangan. Akhirnya, papa dan mama nya ini terlihat seperti pasangan orang tua pada umumnya.

Juan merasa sangat senang. Sedangkan Fema, wanita itu terlihat semakin kikkuk, lengkap dengan rona merah yang memenuhi seluruh wajahnya.

"Ehmmm.. kalian berdua duduklah. Aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan." Juan kembali ke kursi empuknya. Sedangkan Fema dan Maraha duduk disofa empuk yang ada diruangan itu.

Sesekali Juan melirik Fema yang sedang membantu Marsha mengerjakan PR. Fema dengan sabar mengajari putrinya itu. "Dia cantik" Juan menyebutkan dua kata itu dalam hatinya sambil tersenyum.

Drrrt.. drrrrt.. drrrrt

Fema mengambil ponselnya yang tengah berdering. Dilihatnya panggilan masuk itu atas nama butiknya.

"Halo," jawabnya pelan, agar tidak mengganggu Juan.

"Halo mbak, lagi dimana mbak?"

"Emmm.. Saya dikantor suami saya! Ada apa?"

Juan merasa senang, saat mendengar dirinya disebut suami oleh Fema. Juan pun tersenyum kecil.

"Begini mbak, kita baru dapat surat pemberitahuan dari pak Hasan, pemilik Ruko."

"Tunggu dulu. Mbak cari tempat nyaman untuk bicara."

Fema berdiri dari duduknya. "Maaf Juan, aku keluar sebentar untuk bicara ditelpon." Juan lalu memicingkan mata, memberi tatapan curiga.

"Ikut aku!" Juan berdiri lalu berjalan ke arah lemari yang ternyata bisa di geser. Dan dibalik lemari tersebut ada sebuah pintu. Juan lalu membuka pintu itu dan meminta Fema masuk.

Juan kembali ke kursi empuknya. "Memangnya apa yang mereka bicarakan? Kenapa harus menghindar?" Batin Juan.

10 menit berlalu, Fema tak kunjung keluar. "Apa dia belum selesai? Siapa yang menghubunginya?"

Mata juan tertuju pada gadis kecilnya yang tengah tertidur. "Dia ketidura. Dia pasti kelelahan" batin Juan. Diangkatnya putri sambungnya itu dan membawanya ke ruangan dimana Fema berada. Diruangan tersebut terdapat kasur empuk berukuran king size.

Saat masuk, Juan melihat Fema tengah berdiri dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Menyadari kehadiran Juan, Fema segera menirmalkan raut wajahnya.

"Dia tertidur?" Tanya Fema. Juan membaringkan Marsha.

"Kau kenapa?" Tanya Juan, merasa curiga dengan gelagat aneh istrinya.

"

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

spt nya ada masalh sama ruko butik nya Fema ..

2023-03-19

1

Putri Nunggal

Putri Nunggal

anak pinter, malah kalah sama bocil yg menuntun orang tua nya yg kikuk

2023-03-01

1

RahaYulia

RahaYulia

itu siapa sih maen siram mulu??? Basah tau!!! 😅😅😅😅❤️

2022-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!