Hampir Saja

Untuk sesaat, raut wajah Fema terlihat seperti orang yang sedang bingung. Namun, wanita itu sangat jago dalam hal mengatur ekspresi wajah.

"Oh... tidak apa-apa. Hanya dari teman." Jawabnya santai.

"Oh... kalau begitu, aku akan melanjutkan pekerjaanku." Ucap Juan, dan berbalik.

Fema kembali memutar-mutar otaknya. "Apa yang harus aku lakukan?"

Kabar tak menyenangkan baru saja iya terima dari Wati, salah seorang penjaga butiknya itu.

"Ah... aku benar-benar harus membicarakan ini dengan mereka." Fema memutuskan untuk pergi ke butik miliknya itu.

Ia pun keluar dan meninggalkan Marsha yang masih tertidur.

"Ehmmm.. Juan,!"

Karena namanya dipanggil, Juan menoleh. "Ya?"

"Emmmm.. ada hal mendesak yang perlu aku tangani. Jadi, aku pergi dulu. Tapi Marsha, masih tertidur. Jadi, aku, aku tidak bisa membawanya." ucapnya.

"Pergilah." Jangan khawatirkan Marsha.

"Ah, terima kasih juan!" Tersenyum tulus.

"Tunggu dulu Fema." Juan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Halo pak, tolong bersiaplah. Dalam waktu 7 menit istriku akan turun dan tolong antar dia ke tempat tujuannya."

"Siap pak.!" Sahut Supir pribadi Juan tersebut.

"Setelah mengantarnya, bapak pulang saja. Nanti saya yang akan menjemputnya." Jelas Juan, seraya melirik Fema.

tuut tuut tuut..

"Ju--juaan, kenapa harus merepotkan supirmu? Aku bisa menyetir."

"Menurut saja. Kau pasti lelah. Tadi sudah menjemput anak-anakku. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa!" Ucap Juan dengan santai, tanpa beban.

"Juan, kau mengkhawatirkan aku?" Fema mulai kepedean.

"Siapa yang mengkhawatirkanmu? Aku hanya khawatir pada Marsha, jika terjadi sesuatu denganmu dijalan."

Jleb...

"Baru saja aku merasakan kehangatan darinya namun dalam waktu bersamaan dia seperti mendoakan supaya aku cepat mati? Pria ini sungguh berbakat menarik ulur perasaan orang" Batin Fema.

"Oh, baiklah. Aku akan pergi."

"Tunggu! Apa kau lupa tentang yang diajarkan Marsha?" Maksud juan adalah tentang mengecup tangan suami.

Fema mengerutkan keningnya. "Apa dia sedang sakit? Yang benar saja? Apa dia ingin mengerjaiku?" Lagi-lagi Fema membatin.

"Tunggu apa lagi? Bukankah kau harus sering berlatih agar terbiasa?" Juan.

"Sial... sepertinya dia benar-benar senang mempermainkanku." Fema.

"Cepatlah.. Berhenti mengumpatku dalam hati. Aku bisa mendengarnya." Ucap Juan, lalu melangkah mendekati Fema.

Jantung Fema kembali berdebar untuk Juan. Ia lalu tersenyum dan perlahan mengambil tangan Juan. Fema membuang jauh-jauh perasaan malunya untuk segera menuntaskan drama ini.

Saat Fema mengecup punggung tangan kanan milik suaminya itu, pria itu juga mendekatkan wajahnya dan memberi kecupan di kening Fema.

Degh....

Wanita itu menegang . Fema seakan merasakan terkena aliran listrik yang menjalar keseluruh tubuhnya.

Kini wajah mereka hanya berjarak 10cm. Bahkan mereka dapat mendengar deru napas mereka yang sepertinya tak beraturan. Keduanya saling menatap. Saling mengunci. Tanpa berkedip. Juan memberanikan diri memajukan wajahnya, kini matanya tertuju pada bibir menggoda milik istrinya ini.

Dekat, dan semakin mendekat. Jarak dua bibir itu kini hanya tersisa 1cm. Sudah hampir benar-benar bersentuhan.

Tok tok tok..

Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar.

"Shiit" Maki Juan dalam hati. Ia mengusap kasar wajahnya. Sedangkan Fema, kesadarannya belum terkumpul. Wanita itu masih mematung menatap suaminya.

"Masuk!" Perintah Juan.

Cklek.

Pintu terbuka, dan menampilkan sekertaris Juan disana. "Ehmmm.. maaf mengganggu pak!" Ucapnya lalu ingin keluar lagi, karena sadar waktunya sekarang sedang tidak tepat.

"Ada apa Nina? Kenapa keluar lagi? Kau kemari hanya ingin meminta maaf?" Juan.

"Ehmmm... saya pikir, bapak dan ibu lagi.... itu!" Jawab Nina terbata-bata sambil melirik kearah tangan Juan dan Fema yang ternyata saling bertautan. Saat itulah Fema tersadar dan menarik tangannya. Namun, Juan dengan erat menautkan jari-jari mereka.

"Aku dan istriku saling berpegangan tangan. Aku rasa itu tidak masalah Nina. Katakan. Kenapa kamu kemari?"

"Em... ini pak, 20 menit lagi ada pertemuan dengan para dokter yang baru direkrut minggu lalu."

"Oh iya.. baiklah. Terima kasih Nina."

"Ha? apa aku barusan salah dengar? Tumben bapak sempat berterima kasih padaku?" Nina.

"Oia Nina, tolong stay dikursi mejamu. Putriku sedang beristirahat. Apa saya bisa mempercayakannya padamu?"

"Oh.. tentu saja pak." Jawab Nina.

"Aku aka menghadiri pertemuan setelah mengantar istriku sampai ke mobil. Ingat, saat anakku bangun, kau tau apa yang harus kau katakan." Ucap Juan pada Nina.

"Baik pak" Jawab Nina patuh.

"Ayo jalan." Juan melangkah dan masik menggenggam jari jemari istrinya."

Fema hanya bisa menikmati kehangatan sementara dari permainan Juan ini.

Kini semua mata tertuju pada keduanya.

"Wah.. Ternyata dokter Juan sangat manis!"

"Lihatlah! Dia tidak rela melepas tangan istrinya."

"Aduuu, beruntung sekali punya suami kayak pak Juan."

"Istri dokter Juan pasti adalah 10 dari ribuan istri yang paling bahagia dikota ini."

"Dokter Juan terlihat sangat keren."

Seperti itulah kalimat memuja yang keluar dari mulut para staf dan karyawan yang menyaksikan saat Juan dan Fema melintas.

"Apa maksud pria ini? Adakah yang bisa menolongku? Dia ingin membuatku melayang, lalu kemudian saat sudah diatas dia akan menghempaskanku!" Fema berusaha menetralka perasaannya yang terasa diobrak abrik.

\=\=\=\=\=\=\=

Di apartemen.

Ferdo - Jerry tengah menonton televisi. Akhirnya tempat tinggal mereka ini terasa kembali normal, karena tidak terdengar suara Marsha si anak kecil itu.

"Kok tumben yah anak kecil itu belum pulang sekolah jam segini?" Ferdo basa-basi.

"Tidak pulang selamanya juga tidak apa-apa!" jawab Jerry asal.

Bi Sum yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala. "Memangnya apa salah gadis kecil itu?" Batin bi Sum.

.

.

Bersambung😍

Terpopuler

Comments

cleo_aay

cleo_aay

jerry sama ferdo pengen di sleding kayanya

2025-03-27

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

pengen selepet mulut nya Juan .. 🤪🤪

2023-03-19

0

Putri Nunggal

Putri Nunggal

huuus gak bolrh gitu juga kali ntar malah kangen dengan rengekan suara si bocil

2023-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!