Hadiah Untukmu

"Marsha... jangan asal.. papa Juan ga mungkin ada disini! Kamu salah lihat kali." Fema mulai meragukan putrinya.

"Itu... mama.. papa juga lagi nyari-nyari kita." Marsha berlari menghampiri orang yang ia lihat persis seperti papanya. Dan ternyata benar.. itu papa Juan.

"Papaaa.." Juan merasa legah, putrinya ini telah mengenalnya dari jauh.

"Marsha" Juan menyambut putrinya dengan pelukan hangat. "Nakal ya berangkat ga ngajak-ngajak papa.."

"Hehehehe." Marsha terkekeh.

"Cantik banget pake gaun ini!" Juan.

"Mama juga cantik kok papa!"

"Juan? Dia datang?" Fema menghampiri suaminya dengan perasaan dag did dug. Seperti mendapat surprise.

"Dimana mama?" tanya Juan.

Marsha menoleh-noleh mencari keberadaan mama Fema. "Tu... mama!" Menunjukk ke arah Fema yang kini menghampiri mereka.

"Benar katamu Marsha.. mama cantik.!"

Marsha tersenyum senang mendengar kalimat pujian dari Papa, untuk mama-nya.

"Juan... kamu datang?" Fema semakin mendekat dan langsung menyalami Juan dengan ciuman tangan, tanpa aba-aba atau perintah dari Juan. Pria itu merasa terkesima atas tindakan istrinya itu.

"Biasanya dia menunggu perintah dariku.!" batinnya.

"Iya.. aku datang untuk memarahimu.." ucap Juan tanpa basa basi.

"Heiii Femaaa? Ini suami kamu bukan?" tanya seorang kerabat Fema.

"Ehmm.. iya tante... dia baru saja tiba. Ya kan sayang?" Fema dengan sengaja terlihat mesra dengan suaminya. Bahkan kini dia bergelayut manja di lengan suami tampannya itu dengan tidak tahu malu. Fema tidak tahu saja bahwa jantung suaminya kini tengah berdebar tidak karuan akibat ulahnya.

"Iyya tante.. hai..." Juan tersenyum ramah.

"Sayang, apa kamu lapar? ayo makan beberapa makanan dulu," Fema terus saja berakting.

"Apa maksudmu? Jangan berlebihan seperti ini..!"

"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin memamerkan suamiku kepada semua orang."

"Bilang saja kalau kau takut aku memarahimu ya kan?"

"Memangnya apa salahku, sehingga takut dimarahi?"

"Kau tidak menyadari kesalahanmu ha?"

"Hehehehe... maaf - maaf.. nanti kita bicarakan oke, kamu makan dulu ya.." Fema memberi satu piring berisi nasi serta lauk didalamnya.

Acara resepsi telah usai. Waktunya kembali ke rumah. Kecuali pengantin baru, akan tetap tinggal di kamar hotel yang telah di siapkan untuk keduanya.

Setibanya dirumah keluarga Fema, seluruh keluarga berkupul untuk berbincang-bincang sekedar membahas keseruan di pesta tadi dan hal-hal yang tak penting lainnya.

"Tante... permisi aku antar suami ke kamar dulu ya!" Fema.

"Oh tak apa sayang.. silahkan ya Juan, jangan sungkan-sungkan, anggap saja rumah sendiri." Basa-basi Kakak dari papanya Fema itu kepada Juan.

Marsha? Jangan tanya gadis kecil itu. Dia sesang bersama para sepupunya yang lain bermain dikamar milik sepupunya itu.

"Ayo sayang.." Fema kembali melanjutkan aktingnya dihadapan seluruh keluarga.

Masuk ke kamar. "Huhhf huhhhf" Fema mengelus dadanya legah lalu melepaskan tangannya dari lemgan pria itu. "Maafkan aku Juan. Aku terpaksa melakukan ini, agar kita tidak terlihat kaku didepan mereka."

"Memangnya mereka peduli dengan pernikahan kita?" tanya Juan.

"Ah... begini. Ini semua karena Marsha. Dia dengan bersemangat menceritakan tentangmu. Jadi yang mereka tahu adalah hubungan kita layaknya suami isteri sungguhan." Jawab Fema, jujur.

"Jadi... kita berdua akan tidur dikamar ini?" Juan mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kamar.

"Emmmm.. kau jangan khawatir Juan, aku tidak akan tidur di ranjang ini. aku bisa tidur di sofa itu saja." Jawab Fema, merasa tak enak hati pada Juan karena sebelumnya mereka tidak pernah tinggal dikamar yang sama.

Juan hanya mengangguk kecil.

"Mandilah duluan.. aku akan mandi setelahmu." ujar Fema. Juan kembali mengangguk saja.

Saat Juan sudah di dalam kamar mandi, saat itu pula Fema keluar untuk membicarakan rencananya ingin meminjam uang dari sepupunya. "Ya ampun.. semoga saja kalian punya uang.." batinnya.

"Femmm ayo sini, makan kacang rebus." ucap salah seorang dari sepupu Fema. Fema pun mengambil tempat untuk duduk.

1 menit, 5 menit, 10 -menit... Fema tak kunjung mengatakan yang hendak dikatakannya.

"Fem...ada apa denganmu?" Tantenya Fema.

"Emmmm... anu tante... sebenarnya.. ada yang ingin aku bilang.. ke semua yang ada disini..

"Apa itu Fem?" tanya salah seorang sepupu Fema.

"Emmmm begini... aku... sedang kekurangan uang."

"Ap...apa? Bagaimana mungkin?

"Kau butuh berapa?"

Dua pertanyaan itu keluar bersamaan dari dua orang yang berbeda.

Fema pun menceritakan kronologi kenapa dia tiba-tiba membutuhkan tambahan uang sekita 350jt. "Jadi seperti itu.. tabunganku tidak cukup jadi aku memerlukan tambahan 350jt." ucapnya hati-hati dengan memendam perasaan malunya.

Para sepupu mulai lirik-lirikan.

"Fem... bukankah suamimu punya lebih banyak uang daripada kami?"

"Iya Fem.. mama kamu juga pernah memberitabukan kepada kami bahwa keluarga suamimu itu sangat luar biasa kayanya. Apa lagi papa mertua kamu. Orang tua itu kerjanya hanya keliling dunia. Kenapa kau tidak coba pinjam padanya?

"Emmm aku tidak yakin soal itu.. jadi... kalian tidak bisa meminjamkanku?"

"Oh tidak.. aku akan mentransfer padamu 50jt saja.

"Baiklah, aku juga 50jt.

Fema tersenyum senang, karena ke enam sepupunya ini bersedia patungan untuk meminjamkannya.

🍁

Juan yang sedari tadi mendengar semuanya dari jarak yang cukup jauh, hanya tersenyum menggelengkan kepala. Ia pun masuk ke kamar untuk mengambil sesuatu.

🍁

"Trima kasih banyak ya kak.. kalian sudah mau bantu aku!" ucap Fema tulus.

"Ah.. kamu kayak sama siapa aja." jawab mereka. Lalu sibuk masing-masing dengan hpnya untuk mentransfer dana ke Fema.

"Permisi semuanya" Juan muncul tiba-tiba, membawa sebuah amplop coklat ditangannya.

Fema sontak berdiri dari duduknya karena terkejut dengan kemunculan Juan. "Ju..ju..juan?" panggilnya gugup.

"Hah? Juaan?" kakak sepupu Fema menirukan cara Fema memanggil Juan. Pasalnya, sejak tadi Fema selalu memanggil suaminya itu dengan panggilan sayang. "Fem... bukankah sejak tadi kamu memanggilnya sayang? Kenapa sekarang hanya memanggil nama saja? Tidak sopan." protesnya kepada Fema.

"Oh... memang terkadang istriku ini memanggilku dengan nama saja saat terkejut." Juan sengaja melirik ke arah istrinya itu. Fema hanya menunduk kepala dengan bibirnya yang di gigit kecil.

"Ehm..aku membawa ini untukmu sayang." Juan mendekati istrinya itu, sangat dekat. Ia menyerahkan amplop coklat yang dipegangnya ke tangan istrinya, sengaja memanggil Fema dengan panggilan sayang.

"Em.. a.. emm.. ap.. apa ini?" Kegugupan Fema sangat terlihat.

"Buka saja sayang biar tau.."

"Di sini?

"Tersera saja, mau disini atau di kamar!"

"Baiklah, aku akan membukanya" Fema melirik sekilas ke wajah Juan yang ada disampingnya.

Para sepupu hanya dia menyaksikan.

Fema mengeluarkan beberapa lembaran kertas dari dalamnya dan membacanya dengan sangat teliti. Disana tertulis sangat jelas bahwa ruko yang kini ia tempati sudah sah menjadi miliknya, ditunjukkan dengan bukti-bukti jual beli dan surat-surat resmi lainnya menyangkut ruko tersebut sudah lengkap ada ditangannya. "Ap.. apa ini Juan? Apa maksudnya?" Fema berusaha meyakinkan apa yang sedang ia lihat.

"Maksudnyaaa, selamat! Ruko itu sudah jadi milikmu sekarang.." terang Juan.

"Iya.. tapi bagaimana mungkin kau.. melakukannya? Kau mengetahuinya? Siapa yang memberitahumu?" pertanyaan beruntun itu keluar begitu saja dari bibir Fema dengan nada bergetar. Mata istri Juan itu pun mulai berkaca-kaca. Dia merasa terharu.

"Itu hadiah untukmu.. karena kemarin sudah membuat aku merasa senang. (Yang dimaksud Juan adalah tentang Foto pernikahan mereka yang terpajang diatas meja kerja Fema).

Semua orang tersenyum mendengar menuturan Juan.

Cup cup....

Tiba-tiba Fema memberi ciuman dikedua pipi Juan, dengan tangannya yang dikalungkan ke leher suaminya itu.

"Thank you" ucapnya lagi dan memeluk Juan. Memeluk suaminya ini untuk pertama kalinya.

Juan yang mendapat serangan tiba-tiba itu hanya bisa berdiri mematung, bagian-bagian sensitive tubuhnya menegang seketika. Rasanya sangat ingin dia melahap habis tubuh istrinya saat ini juga.

.

.

Bersambung...

Yaay... 1165 kata yah gaes🤭

Terima kasih telah menunggu, membaca serta mendukung karya ini🙏

Salam sayang dariku, untuk kalian semua😇🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

gerakan reflek saat bahagia tu sungguh membuat Juan untung banyak ya pak... hahahah

2023-10-19

0

pipi gemoy

pipi gemoy

🌹
👍👍👍👍👍

2023-07-09

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

hmmm ... ada yg mulai berasa sesak ya, Juan ? 😅😅

2023-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!