Perubahan Sikap

"Sha.. berangkat bareng kakak yah sekolahnya! Soalnya. Papa Juan bareng mama turun kerjanya."

Marsha mengangguk mengiayakan.

Memang, akhir-akhir ini Marsha selalu berangkat bareng papa Juan. Pulang sekolah pun, selalu dijemput oleh supir untuk mampir ke kantor papa Juan.

Berangkat bareng kedua abangnya itu sih, tidak buruk. Akan tetapi kedua remaja laki-laki itu selalu menatap tak suka padanya.

Akhirnya, Fema tiba di butiknya dengan diantar aleh Juan dan supirnya.

Juan sedari tadi hanya diam saja. Sikapnya sangat tidak jelas. Istri yang datang bulan, malah mood dia yang kayaknya gangguan.

Fema pun berpamitan kepada Juan untuk turun dari mobil. Tidak seperti sebelumnya, Juan sekarang tidak lagi meminta istrinya itu menyalami tangannya.

Fema yang melihat perubahan sikap suaminya ini pun merasa canggung. Fema bahkan tidak berani berinisiatif menyalami tangan seperti biasa. Ia hanya turun begitu saja dari mobil, membawa banyak pertanyaan di hatinya.

Juan pun tiba di rumah sakit tepat waktu. Kini ia duduk di kursi empuknya sembari memijat pelipisnya.

"Dia benar-benar tidak peka. Bukannya membujukku atau semacamnya, dia malah cuek saja."

Yaa... mood Juan memang merasa sedikit terganggu lantaran hal yang diinginkannya dari istrinya tadi malam, gagal total.

Ia berpikir, mungkin saja Fema sengaja beralasan datang bulan, sebagai penolakan secara halus terhadap dirinya. Akhirnya, Juan memutuskan untuk tidak lagi meminta hal itu kepada istrinya. Menurut penilaian Juan, istrinya itu belum membuka hati untuknya. Juan juga tidak ingin melakukan hubungan suami istri jika tidak ada perasaan cinta diantara mereka.

"Sepertinya, dia belum menyadari sepenuhnya perasaan apa yang ada dalam hatinya terhadapku. Baiklah, aku akan menunggu. Aku tidak akan memaksanya. Aku akan menunggunya. Biarlah dia yang menghampiriku. Tentang yang telah kami lakukan malam itu, anggap saja itu kesalahan karena dalam pengaruh obat-obatan!" demikiankah pemikiran Juan.

🍁🍁🍁🍁

Di sekolah! Jerry Ferdo sedang menikmati makanan sehat di kantin.

Jerry: "Sepertinya.. kau sudah menerima mama Fema mu itu?"

Ferdo: "Ha? Apa terlihat seperti itu? Ku rasa, aku mulai menyukainya."

"Aku sudah menduganya Fer! Kau bahkan memeluknya tadi pagi! Dia pasti merasa senang!"

"Kak Jerr... aku menyukainya bukan berarti aku telah menerimanya sebagai mama kita. Aku hanya senang karena dia membantu kita untuk mendapatkan izin mengikuti lomba dari papa. Cuma sebatas itu."

"Kau yakin?" Jerry merasa penasaran.

"Tentu saja kak Jerr. Tenang saja.. aku mengikutimu kak. Kalau kakak belum menerimanya, aku juga tidak akan menerimanya!"

"Oke, aku senang mendengarnya" ucap Jerry.

Belakangan ini, setelah kemunculan Fema disekolah, Jerry Ferdo selalu diteror dengan aneka pertanyaan yang berujung pujian untuk ibu tiri mereka itu. Semua siswa/i yang mengenal keduanya, tahu bahwa Jerry-Ferdo tidak memiliki ibu. Jadi, ketika Fema datang dan mengatakan bahwa dirinya adalah ibu dari dua remaja jutek itu, sontak membuat teman-teman mereka merasa gemes.

Banyak diantara teman-teman yang mengatakan bahwa betapa menyenangkan punya mama muda, ramah, cantik seperti mama mereka.

Hal itu sangat mengganggu bagi keduanya. Padahal, memiliki mama tiri seperti Fema tidaklah memalukan. Entahlah, kedua bocah remaja itu hanya tidak suka diketahui sebagai anak tiri seseorang.

"Hai Ferdo.. Jerry.. jadi beneran tante cantik yang waktu itu adalah mama kalian?" Tanya seorang siswi dengan wajah berbinar. Dia adalah Vivian, yang biasa dijuluki dengan nama Ratu kepo disekolah ini.

Pertanyaan ini benar-benar memuakkan bagi keduanya🙄🙄.

Ferdo: "Emangnya kenapa sih, kalau iya?"

Vivian: "Waaaaah jadi ternyata bener! Selamat ya... kalian akhirnya punya mama. Mama yang sekeren itu bisa masak nggak?" Masih kepo.

"Benar-benar minta di keplak kepalanya" batin Ferdo.

"Ya bisa masak lah.. kenapa? Masih penasaran mau rasain masakan mamaku juga?" ketus Ferdo.

Jerry sih, hanya diam saja. Biasa.... mode hening diaktifkan.

"Nggak gitu juga kali Ferr.. ah tapi kalo kamu mau, kamu boleh bawain sedikit buat aku cicip." Vivian mengedip-ngedipkan matanya genit.

Ferdo: "Mimpi"

Beruntung, waktu istirahat segera berakhir dan berakhir pula sesi kekepoan Vivian hari ini.

🍁🍁🍁

Fema tengah menatap Foto keluarga yang memang sengaja ia pajangkan diatas meja kerjanya.

Matanya tertuju pada senyuman putri kecilnya pada foto tersebut. Sangat jelas sekali wajah bahagia Marsha.

"Sha.. saat ini kamu memang sangat bahagia sayang. Mama senang bisa mewujudkan salah satu keinginanmu. Akhirnya, kamu punya seseorang yang bisa kamu panggil papa. Bahkan tidak hanya papa, kamu juga punya dua kakak yang sangat ganteng. Mama yakin, suatu saat mereka berdua akan menyayangimu sebagai adik mereka.. Marsha yang sabar ya sayang!" Fema menyentuh wajah kecil Marsha pada foto itu.

Beberapa detik kemudian, matanya bergantian menatap gambar kakak beradik yang sudah remaja itu dan mengusap wajah keduanya.

"Hei... kalian berdua.. aku tidak pernah menyangka akan memiliki dua putra remaja sekaligus. Tapi aku sangat senang, kalian memberi warna dalam hidupku. Jerry... Ferdo... lihatlah adik perempuan yang ada ditengah-tengah kalian ini.. dia sangat manis. Dia sangat menyukai kalian berdua sebagai kakaknya. Terimalah dia di hati kalian. Dia akan menjadi adik yang baik untuk kalian berdua. Percayalah!'

Terakhir, Fema menatap dalam wajah tampan dari pria yang berpose disebelahnya. Pria yang telah sah menjadi suaminya itu, yakni Juan Barata.

"Kita telah menikah selama 2 bulan. Aku tidak tahu, akan seperti apa pernikahan ini setelah 4 bulan. Apakah seperti kesepakatan awal? Atau seperti katamu, kita akan bertahan! Sejujurnya, aku ingin bertahan. Juan... aku benar-benar ingin bertahan denganmu sampai maut memisahkan. Semogaa.. kamu juga begitu."

Fema meletakkan kembali bingkai foto tersebut setelah puas mengatakan apapun yang dia inginkan kepada orang-orang yang ada bersama dengannya dalam foto itu.

"Lebih baik aku pulang lebih awal untuk menyiapkan makan malam kesukaan anak-anak dan suami." Fema beranjak keluar dari ruang kerjanya itu, dan berpamitan kepada karyawan tokonya.

Karena tidak membawa mobilnya sendiri, maka Fema pulang dengan taxi.

🍁

Tiba di apartemen. Tampak Bu Sum sedang sibuk di dapur.

"Sore bu Sum!"

"wahh... ibu sudah pulang? Selamat sore bu..!"

"Bu Sum lagi apa?"

"Ini bu, bapak minta saya masak untuk makan malam."

"loh... biasanya kan saya yang masak.."

"Hehe.. ini bu, kata bapak, biar ibu tidak kecapean!"

"Hah!? Suami saya bilang gitu?"☺

"Iya bu.. baru saja 10 menit yang lalu bapak menghibungi saya."

"dibalik sikap cueknya tadi pagi, dia masih memikirkan tentangku? Astagaaaaa.. kamu sesuatu banget sih sayang!! haaah? Apa kataku? Sayaaaang? Ah... tapi, kira-kira gimana yah reaksi suamiku jika aku memanggilnya sayang?" Fema tersenyu sendiri, membuat bi Sum geleng-geleng.

"Sepertinya, nyonya boss ku ini haus akan perhatian suami. Lihat saja mukanya sekarang, senang sekali" batin bu Sum.

Fema pun berpamitan pada bu Sum untuk ganti baju.

Tok tok tok..

Ada yang mengetuk pintu kamar Marsha.

Fema bertanya-tanya dalam hati, siapa gerangan.

Cklek.

Pintu dibuka, dan menampakkan wajah tampan milik putra kedua keluarga ini, siapa lagi jika bukan Ferdo. Masih dengan seragam sekolah lengkap, sepertinya dia baru pulang sekolah.

Ferdo: "Selamat Sore tante..."

Fema: "Iya Ferr!?"

Ferdo menyerahkan sebucket bunga yang sebelumnya ia sembunyikan di balik tubuhnya. "ini hadiah buat tante, karena telah membuat papa memberiku izin lomba. Aku sangat senang."

Fema? Wanita itu (Melongo),

.

.

.

.

Bersambung🥰🥰

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

parah nih Juan ....
moso' gegara si tamu bulanan sikapnya jadi kek gitu ...
apalagi dia dokter ....
childish ih ....

2023-03-19

0

Kecombrang

Kecombrang

🤣🤣🤣🤣🤣

2023-03-14

0

RahaYulia

RahaYulia

AMIIIIN klo perlu smp bucin dan posesif abis saking sayangnya ma Masha😁

2022-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!