Pengakuan yang Menyebalkan

Fema merasa Juan sedikit keterlaluan. Pria itu telah membentaknya didepan dua putranya. "Tega sekali dia membentakku didepan dua anak remaja ini." Batin Fema.

"Anak-anak, tolong keluar dulu. Mama ingin bicara dengan papa kalian."Pinta Fema. Dan dua remaja itu pun menuruti.

"Wah.. dia mulai berani melawanku." Batin Juan.

"Fema. Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak setuju mereka berdua mengikuti perlombaan seperti itu. Kenapa kau malah membela mereka? Kau ingin terlihat baik? Agar mereka menerimamu sebagai ibu, hah?"

"Iya... aku ingin jadi ibu mereka selamanya. Sekarang aku sedang berusaha." Fema tidak mengerti dengan kata-katanya sendiri. Apakah ini dari hatinya atau dirinya hanya sedang berbohong?

"Jangan macam-macam Fema. Waktu kita hanya 4 bulan. Dan kita sudah menghabiskan 5 minggu. Kau pikir kau sanggup?"

"Aku akan berusaha!"

"Apa maksudmu? Untuk apa menjadi ibu mereka selamanya? Jangan bilang kau ingin menolak bercerai setelah empat bulan."

"Ya... kita tidak akan bercerai. Aku ingin menjadi isteirmu selamanya."

"Apppaaa?"

"Karena aku mulai menyukaimu Juan. Aku rasa, aku jatuh cinta padamu. Ya... itulah perasaanku saat ini." Fema berbalik dan pergi dari kamar itu dengan setengah berlari.

Juan masih terpaku ditempatnya. Pria tampan itu berdiam dalam keadaan jantungnya yang berdegup kencang. Ia lalu meraba bagian jantungnya. "Apa ini? Kenapa jantungku berdebar kencang setelah mendengar perkataan wanita itu? Kenapa harus berdebar untuknya? Ahhh.. Ini pasti karena aku hanya terkejut." Juan menepis perasaannya sendiri.

Fema sedang menghujani wajahnya dengan percikan air shower dikamar mandi kamarnya dan Marsha itu. "Apa yang telah kukatakan tadi? Mulutku benar-benar mengatakan aku menyukainya? Astaga, dimana harga diriku?"

Fema memang tidak pernah berencana mengatakan hal itu. Tapi entah kenapa mulutnya mengatakannya begitu saja.

Keesokan paginya. Seperti biasa, keluarga Barata ini berkumpul untuk sarapan bersama. Namun, kali ini terasa lebih canggung dari sebelumnya. Semua orang seperti tidak ingin berbicara hari ini.

"Papaa..." panggil Marsha kepada Juan dengan ekspresi agak takut-takut.

"Hmmm?" Juan merespon panggilan Marsha.

"Hari ini Marsha pengem berangkat sekolah diantar papa." ucapnya polos, dan langsung di sambut oleh lototan mata Fema.

"Marsha,, mama yang akan mengantarmu!" ujar Fema.

"nggak, Marsha pengen diantar papa."

"Marshaaa!" Tegas Fema.

"Iya.. Marsha akan berangkat bareng papa ya," Juan tersenyum kearah Marsha. Memang, selama tinggal bersama, Juan bahkan belum dekat dengan Marsha, bahkan sekedar basa-basipun tidak.

Kakak beradik yang telah remaja itu hanya bisa saling melirik melihat papa mereka bersikap hangat kepada Marsha.

Setelah sarapan, Marsha dan Juan benar-benar berangkat bersama, diantar oleh supir tentunya.

Ferdo dan Jerry juga telah siap untuk berangkat sekolah. Demikian pula Fema, yang akan berangkat ke tempat butiknya. Mereka bertiga kini berada di dalam lift. Tanpa Suara. "Ehmmm.. nanti siang, mama yang akan menjemput kalian berdua ya," ucap Fema, memecah keheningan.

"Ga usah kurang kerjaan deh tante." Ketus Jerry. "Iya nih, jemput saja anak kecil tante itu!" Sambung Ferdo.

"Panggil saya mama. Seperti Marsha, dia memanggil papa ke papa kalian."

"Tante, kami bukan anak kecil yang polos seperti si Marsha-Marsha itu! - Jangan di sama-samain deh!" Sahut keduanya bergantian.

Fema hanya bisa mengusap dada menghadapi kejutekan dua remaja yang kini menjadi anaknya ini. "Bapak sama anaknya sama saja tidak bisa menjaga perasaan lawan bicara." Kesal Fema dalam hati.

\=\=\=\=\=\=\=

Di Perjalanan.

Juan dan Marsha sama-sama membisu. Hingga Juan merasa harus memulai pembicaraan dengan putri cantik yang kini menjadi anaknya itu. "Marsha, apa Marsha masih senang punya papa?" Tanya Juan.

"Iya.. Marsha senang." Jawab gadis itu tersenyum kearah Juan.

"Marsha, maaf karena papa selalu mengabaikan kamu. Papa selalu sibuk bekerja. Papa lupa jika papa sekarang punya anak yang masih kecil dan cantik," Juan merasa bersalah karena belum sempat berperan sebagai papa bagi Marsha.

"Ga apa-apa papa," Marsha tersenyum.

"Bagaimana kalau mulai sekarang kita teman?" Juan.

"Oke, jadi Marsha boleh temui papa kapanpun?"

"Iya.. tentu saja sayang."

\=\=\=\=\=//

Siang harinya.

Fema merasa galau karena terus saja memikirkan tentang pengakuannya tadi malam. Dia pun memutuskan untuk menghubungi Juan.

Drrrrt drrrrt drrrt..

Juan yang juga sedang melamun memikirkan Fema dikejutkan dengan panggilan telpon dari wanita itu. Juan melihat jam dan saat ini waktunya makan siang. Tanpa sadar, Juan tersenyum "Apa dia ingin mengajakku makan siang bersama? Batinnya.

"Iya Halo," Jawab Juan.

"Ha - - halo, ini saya, Fema."

"Iya.. bicaralah.."

"Em... Juan, maafkan aku."

"Maaf,? Kenapa?"

"Tentang,,,,, perkataan dan pengakuanku tadi malam. Tolong jangan dipikirkan.. aku.. mengatakannya begitu saja. Itu bukan keinginanku."

Baaaammm

Juan mengepalkan tangannya, tidak menyangka akan mendengrkan hal ini. "Oh, baiklah Fema. Kau sudah sadar bahwa tidak seharusnya kau lancang mengatakan suka dan cinta padaku.. Itu bagus. Aku memaafkanmu."

Tuut tuut tut.. Juan memutuskan sambungan telpon begitu saja. "Sial.. kenapa aku merasa perasaanku dipermainkan oleh wanita itu?" Kesal Juan.

.

.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

yummy

yummy

karakter perempuan nya, ceroboh sma gampangan

2023-09-24

3

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

asik ya, ternyata di pehape ... 😅😅😅

2023-03-19

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

cis .... ngarep.com 🤪🤪

2023-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!