Juan Kesal

Fema sama sekali tak menyangka bahwa dirinya adalah istri dari seorang dokter yang juga adalah pemilik sebuah rumah sakit terkenal.

"Ya ampun, kenapa aku merasa kagum padanya? Astaga..." gumamnya dalam hatinya.

********

Waktunya pulang sekolah.

Marsha dengan penuh semangat keluar dari kelasnya. Ya.. walaupun tadi pagi sempat bersedih karena perkataan kakak tirinya, tapi yang namanya anak kecil, akan selalu mudah untuk berdamai dengan hatinya.

Cukup lama Marsha menunggu, akhirnya mobil yang dia tumpangi tadi pagi kini sudah tiba untuk menjemputnya.

Saat pak Adi, sang supir hendak turun memebukakan pintu untuk Marsha, tiba-tiba terdengar larangan tegas dari Ferdo. "Biarkan dia buka pintu sendiri paman, tidak perlu turun." Larang Ferdo.

Marsha sedang berusaha membuka pintu mobil namun tidak bisa. " Kak... tolong buka kak. Marsha ga bisa!"

"Jalan paman!" Perintah Jerry.

"Ap--apa? Tapi nona kecil itu?"

"Saya bilang jalan."

Pak Adi hanya bisa menuruti.

"Loh... kok jalan? Marsha kan belum naik!"😔 Marsha berlari mengikuti mobil yang meninggalkannya dengan kecepatan rendah. Saat Marsha sudah ketinggalan jauh, mobil itu berhenti. Saat Marsha sudah mendekat, mobil itu kembali dijalankan. Jerry-Ferdo sengaja mempermainkan Marsha.

"Rasain kamu anak kecil!" Teriak Ferdo, puas melihat Marsha kelelahan.

"Oke paman, berhentilah! Ucap Jerry.

Pak Adi segera turun dari mobil, merasa sangat tidak enak hati pada Marsha. Marsha menangkap perasaan bersalah dari raut wajah paman Edi. Bocah itu hanya menarik napasnya dalam, tanpa mengatakan sepatah katapun.

"Bagaimana rasanya? Capek? Pengen nangis?" Ejek Ferdo setelah Marsha sudah duduk di kursi penumpang.

Marsha hanya diam. Anak itu tidak ingin mengatakan apapun. Ia marah dalam hatinya.

"Jika tidak mau disusahkan, jangan berani-berani numpang dimobil ini." Ketus Jerry.

******

Saat ini, Fema menapaki kakinya memasuki salah satu restoran ternama di kota ini. Dengan penampilan yang memukau, Fema melangkah dengan penuh percaya diri. "Dimana dia?"

Disudut ruangan, Fema melihat seorang pria yang telah menunggunya. "Ah... itu dia" Fema tersenyum manis menghampiri dimana suaminya itu berada.

"Wanita ini benar-benar suka melihatku menunggu. Lihat saja senyumannya itu. Memasang wajah tak berdosa.!" Batin Juan kesal.

"Selamat malam." Sapa Fema, sopan.

Juan hanya menatapnya dengan ekspresi sedikit tak suka.

"Maaf, karena sedikit terlambat," ucap Fema lagi, menyadari tatapan Juan.

"Baguslah jika kau sadar." Jawab Juan, singkat.

"Manusia apa ini? Apa dia tidak bisa ramah sedikit saja? Atau membalas senyumku sekali saja?" Batin Fema.

"Langsung saja. Aku mengajakmu makan malam karena kau telah menghadiri undangan di sekolah putraku. Jadi anggap ini sebagai bayarannya."

"Ya ampuuuun, demi apapun, kenapa rasanya aku ingin sekali mengomel?" Batin Fema.

"Hehe.. Iya pak. Saya mengerti." Jawab Fema.

"Tunggu! Sepertinya ada yang harus diluruskan. Kau selalu memanggilku Pak. Aku sedikit risih!" Juan.

"Oh.. Jadi, saya harus panggil apa ya?"

"Panggil saja namaku, seperti aku memanggilmu, Fema!"

"Oh, baiklah! Juuan," ucap Fema ragu - ragu.

Mereka pun menikmati makan malam bersama.

Jadi, apa kata gurunya Ferdo?" Tanya Juan, disela mengunyah makanannya.

"Oh, itu... kurang lebih satu bulan lagi Ferdo akan mengikuti Festival band antar sekolah. Jadi, dalam bulan ini mereka akan terus berlatih."

"Apa? Band?" Tanya Juan, heran. "Sejak kapan anak itu bisa bermain musik?" Batin Juan.

"Kenapa aku merasa dia tidak tahu bakat apa yang ada pada putranya?" Batin Fema

"Lalu, apa yang kau katakan pada gurunya?"

"Tentu saja saya nenyetujuinya." Tandas Fema, santai.

"Apa? Untuk apa menyetujuinya? Aku tidak setuju!" Tegas Juan.

"Jangan seperti itu! Beri kesempatan pada anak-anak."

"Sekali tidak, tetap tidak."

"Satu lagi, Jerry juga akan ikut turnamen bela diri bulan depan."

"Apaaaa? Jangan bilang kau juga menyetujuinya?"

"Iy---ya.. benar!"

"Apa sekolahnya dipenuhi dengan guru-guru ceroboh? Anak itu akan ujian kelulusan."

"Iya, dan ujiannya satu munggu lagi. Setelah itu baru dia akan fokus berlatih!"

Juan tetap saja merasa kesal karena Fema dengan senang hati menyetujui anak-anaknya ikut serta dalam perlombaan yang menurut Juan, hanyalah kegiatan konyol.

Tanpa terasa, makan malam itupun selesai.

Pukul 21.30 baru keduanya tiba dirumah. Ketiga anak itu ternyata belum tidur untuk menunggu orangtuanya pulang, lengkap dengan bi Sum yang setia menemani.

"Tumben, papa sama tante Fema pulang bersama?" Tanya kedua remaja itu dalam hati.

"Mamaaaa!" Marsha berlari kearah Fema dan memeluknya.

Ferdo-Jerry tentu saja merasa sedikit takut, kalau-kalau anak kecil itu akan melaporkon kelakuan mereka tadi siang, dadepan papa Juan.

Tapi, ternyata Marsha sama sekali tidak menyebut tentang hal itu.

"Anak-anak, apa kalian sudah makan?" Tanya Fema.

Tentu saja. Ini sudah pukul berapa!" Ketus Ferdo. Sementara Jerry, hanya diam.

"Jerry, Ferdo, ayoo ikut papa."

Setelah tiba dikamar Jerry, Pria itu langsung saja mengutarakan maksudnya.

"Apa? Jadi papa ga setuju?" Kedua remaja itu mulai kesal.

"Kalian hanya perlu sekolah yang benar bukan malah iku-ikutan hal seperti itu." Tegas Juan.

Fema mendengar nada Juan yang sedikit meninggi! Fema langsung saja masuk ke kamar dimana ayah dan anak itu sedang berdebat.

"Juan, maaf! Tapi menurut saya, kamu harus beri kesempatan anak-anak. Hargai usaha mereka selama ini." Entah, apa yang merasuki Fema, berani sekali dia ikut campur.

"Diamlah. Jangan ikut campur. Mereka anak-anakku. Kau hanya orang baru di hidup mereka." Bentak Juan, pada Fema.

.

BERSAMBUNG.

Gaes, terina kasih🥰🥰

Terpopuler

Comments

Melani Sunardi

Melani Sunardi

nanti baru tau kalo ada demo loh

2025-03-29

0

fitriani

fitriani

hadeh si juan mulutnya pedes bgt

2023-09-24

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

arogan banget nih Juan ...
liat aja ... nanti Jerry dan Ferdo bakalan lebih deket sama Fema dibanding kamu ayah kandung nya 🤪

2023-03-19

3

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!