Sedang Menginginkanmu

Menerima pelukan yang sangat tidak biasanya dari papa ini membuat suasana hati Jerry Ferdo lebih bersemangat. Mereka berpelukan sangat lama.

Fema tersenyum kecil melihatnya. Wanita itu lalu meletakkan barang bawaannya, lalu mengeluarkan beberapa ole-ole dari sana untuk kedua putranya itu, yang berupa snack Malaysia.

Marsha, gadis kecil itu juga tersenyum melihat senyuman kedua abangnya itu. Mungkin, baru kali ini Marsha melihat kedua kakaknya itu menampilkan senyum yang tulus.

"Kakak... Marsha disini.. peluk juga dong!" Marsha dengan tingkah imutnya yang sama sekali tidak disukai kedua ABG itu.

"Sha.... Sha... mimpi aja yah dapet pelukan dari mereka!" Fema menggeleng-geleng setelah melirik Marsha.

"Eh anak kecil.. Peluk mama mu saja sana. Kami tidak akan mau memelukmu!" Ketus Ferdo, Jerry hanya diam dan melangkah menuju Sofa dan duduk disana.. Ferdo pun menyusulnya.

Fema dan Juan juga mengambil posisi duduk bersama dengan anak-anak itu.

Marsha dengan tiba-tiba memposisikan duduknya ditengah-tengah dua kakaknya itu. Sudah pasti dua ABG itu risih dan melototi Marsha, menatap sinis kearah gadis kecil yang adalah adik mereka itu.

"Kakak, kata bu guru.. keluarga itu, harus hidup rukun. Saling sayang, saling menghormati. Mulai sekarang harus baik sama Marsha ya kakak, biar kita hidup rukun sampai besar nanti." Marsha menatap dua kakaknya itu bergantian.

Kedua ABG itu masih menatap Marsha. Kali ini bukan dengan tatapan sinis, tetapi entahlah, tatapan apa itu. Tidak dapat terkatakan.

Marsha lagi-lagi bertingkah sesukanya. Ia memeluk Jerry yang tengah menatapnya. Jerry menjadi salah tingkah dan menoleh kearah papa dan mama Fema yang juga tengah melihat kearahnya.

"Kak Ferdo.. ayo sini! peluk kita!" Yang dimaksudkan Marsha adalah berpelukan bertiga. Anehnya, Ferdo hanya menuruti.

"Sha.. sudah.. jangan lama-lama!" Ucap Fema, takut kalau-kalau kedua remaja itu kembali badmood.

Mereka pun menikmati snack bersama. Namun, tidaklah dalam suasana akrab dan saling berbicara.. keluarga ini masih merasa canggung.

🍁

Malam harinya.

Juan mendatangi kamar Marsha.. sebenarnya, Juan menginginkan Fema untuk pindah ke kamar yang ia tempati. Namun, Juan belum tahu cara memberitahukannya.

Oke, bahkan mereka telah melakukannya malam itu. Akan tetapi, belum berlanjut. Pasalnya, malam berikutnya Fema memilih tidur di kamar tantenya itu dengan alasan malam terakhir sebelum berpisah karena harus kembali ke Jakarta.

Ceklek..

Pintu kamar Marsha terbuka.

Marsha telah tertidur, sedangkan Fema masih merapikan kamar itu.

"Ehmmm.. Fem.. kau sedang sibuk?"

"Oh.. seperti yang terlihat Juan.. ada apa?"

"Aku ingin bicara denganmu!"

"Oh iya.. aku hampir lupa Juan. Kita memang harus membahas hal itu!"

"Ayo duduklah! Fema mempersilahkan.

"Fema.. silahkan bicara terlebih dahulu!"

"Juan, begini.. Aku.. tidak... sepertinya, ada masalah dengan teh yang kita minum malam itu.. percayalah.. aku sama sekali tidak bermaksud melakukannya seandainya tidak dalam pengaruh teh itu.."

"Kau mungkin melihatku seperti orang gila saat itu. Tapi percayalah, itu tidak aku lakukan atas dasar hati. Kau jangan khawatir.. aku tidak akan melupakan perjanjian 4 bulan itu karena hal yang sudah kita lakukan."

Blasss.

Perasaan Fema sangat sakit mengatakan ini. Sesungguhnya, hatinya mengatakan yang sebaliknya. Mulutnya, telah menghianati hatinya sendiri.

Fema yang mengatakannya saja sakit hati, apalagi Juan yang mendengarnya. Pria itu rasanya ingin menyambar bibir lancang istrinya saat ini juga. Enak Sekali mulut istrinya itu mengatakan itu tanpa perasaan.

"Silahkan kau yang gantian berbicara Juan.."

"Oh... aku hanya ingin bilang, selamat karena kau telah memiliki Ruko mu sendiri."

"Aaaa.. Juan.. terima kasih lagi ya... karena kau menyebutnya, aku jadi ingat. Apaa maksudmu mengatakan aku membuatmu senang?" tanya Fema penasaran.

"Hanya hal kecil." jawab Juan.

"Ya.. apa? jangan membuatku mati penasaran. Perasaan, aku belum pernah melakukan sesuatu untukmu." Fema berpikir kemana-mana.

"Mungkin, karena kau terlihat tulus pada putraku, meskipun mereka selalu jutek terhadapmu!" jawab Juan asal.

"Oh... jadi karena itu? Iya... aku tidak tahu kenapa aku merasa harus benar-benar jadi ibu mereka. Padahal, waktu kita sangat singkat, tapi aku ingin mereka menyukaiku sebagai mama.." Fema tersenyum getir.

"hati kecilku berharap, mungkin saja mereka berdua akan menyukaiku, sehingga saat bulan ke 4 itu tiba, mereka akan menjadi orang yang membuat hubungan pernikahan sementara ini akan berlanjut. Mungkin saja aku akan mendengar mereka mengatakan mama, tetaplah bersama kami. Atau.. mama jangan tinggalkan kami. Hehe Itu adalah harapan kecilku Juan.."

CUP...

Juan tiba-tiba menyerang Fema dengan mencium bibir istrinya itu. Sungguh, mendengar penuturan istrinya itu, membangkitkan hasrat Juan untuk membuat istrinya ini bertahan dengannya.

"Ada apa ini? kenapa dia malah memciumku?"

"Fema... ayo... kita buat pernikahan ini tetap bertahan. hmmm? Setelah berusaha, kita akan tahu, apakah kita lanjut atau tidak. Setidaknya, sebelum bulan ke 4 habis, kita sudah tau perasaan masing-masing." jelas Juan, dengan menatap lekat istrinya itu.

Fema memgangguk pelan. Sungguh, dia merasa syok atas tindakan suaminya.-

"Mulai sekarang, sama-sama belajar menerima satu sama lain. Saling membuka hati. Kau mau?" bisik Juan dengan nada serak.

Fema lagi-lagi mengangguk.

"Bagaimana kalau pindah ke kamarku mulai malam ini. hm?" Sepertinya Juan sudah tidak tahan ingin melancarkan aksinya.

"Tidak Juan, aku tidak bisa pindah ke kamarmu, sebelum anak-anak menerimaku sebagai mama! Aku takut, mereka akan semakin illfeel padaku!" Tolak Fema halus.

"Tapi aku sedang mengingikanmu! Bagaimana ini?" Juan kembali berbisik dan mendekatkan tubuh mereka.

Fema memggigit bibirnya, malu.

"Ayolah.. kita pergi ke kamarmu!" Ia sedikit menarik tangan Juan.

Dikamar Juan.

"Selamat datang di kamar kita!"

"Ini masih kamarmu sendiri. Aku belum pindah kesini." Ucap Fema.

"Tapi, mulai hari ini, kamar ini akan menjadi saksi disetiap perjuangan kita untuk bertahan. Kau mengerti? hmmm?"

Fema menunduk kepala, tersenyum.

.

.

Cukup dulu yah Gaes...

Terimankasih😁

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

akhirnya Juan ngomong jugaaa .... begitu donk ... 👏👏👍👍
cuma itu soal 4 bulan nya gosah ikut di omongin napah .... bikin ilpiiiillll ....
lagian 4 bulan mah .... terlalu terburu-buru ateeuuuuhh ... kan banyak pihak yg musti adaptasi ... gak cuma Juan dan Fema, tapi juga Jerry dan Ferdo ..
kalo Marsha sih dari awal juga emang no problemo. justru yg jadi masalah kalo malah sesudah 4 bulan trus pisah ... Marsha orang yg paling hancur..
kepikiran gak sih sama Juan dan Fema ???? 🤔😕

2023-03-19

2

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

tuuuuh ... Jerry dan Ferdo .... dengerin dan lakukan yaaaa ...

2023-03-19

2

Umi Nabila

Umi Nabila

ketagihan ya bang Juan😀😀

2022-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!