Feng Xian tertawa keras cukup lama, membuat Yao Han bingung sekaligus berpikir bahwa kalimat yang dia ucapkan salah dan mungkin menyinggung Meirong dan Yutian.
"Xiao Han, kau tahu? Pertanyaan lugumu itu mungkin akan menampar keras wajah seluruh anggota sekte di benua ini, terutama sekte besar," ujar Feng Xian.
"Kenapa begitu, Guru?"
"Hm? Karena kalimatmu barusan seolah mencoba mengingatkan mereka para anggota sekte itu bahwa apa yang mereka jalani semakin jauh dari tujuan awal mendirikan sekte."
"Maksudnya mengejar kekuatan selain keabadian?"
"Benar. Pembagian golongan sekte dan murid itu hanya akan berakhir pada unjuk kekuatan, menentukan siapa yang terhebat. Bagus jika bersaing secara sehat, tetapi pada kenyataannya tidak sesederhana itu..."
Feng Xian berpikiran sama dengan Yao Han tentang berapa anehnya sistem yang dijalankan sekte.
"Menurutku, semua anggota sekte itu bodoh dan melakukan hal-hal bodoh. Bagus jika dua gurumu ini bisa lepas dari sistem sekte yang bodoh itu..." Feng Xian melirik Meirong dan Yutian yang diam menunduk, "Itulah kenapa aku tidak menyukai orang-orang sekte, terutama dari aliran putih."
"Ng... apa itu artinya Guru Feng membenci Guru Hong?"
Feng Xian berdecak pelan, "Bukan itu maksudku, dan jika benar, aku sudah lama mengusir Xiao Rong dari pulau ini..."
Feng Xian mengatakan dunia kultivator tidak akan damai selama masih ada putih dan hitam di dunia ini.
"Guru, sepertinya sulit untuk mendamaikan putih dan hitam, ya?"
Feng Xian tertawa keras, jauh lebih keras dari sebelumnya, "Kau ingin melakukan itu? Sungguh mulia, tetapi sulit bahkan nyaris mustahil dilakukan, kecuali tidak ada lagi putih dan hitam di dunia ini."
"Apa maksud Guru?"
"Tidak ada putih dan hitam berarti semua saling memahami dan mementingkan kepentingan bersama." Pandangan Feng Xian mendadak serius, "Namun, jika itu tidak bisa terjadi dan dunia semakin kacau... maka satu-satunya cara adalah melenyapkan semua orang bodoh itu."
Napas Yao Han tertahan, sedangkan Meirong dan Yutian terbatuk-batuk keras.
"Senior-! Pikiranmu terlalu berbahaya!" protes Meirong.
Feng Xian tampak santai lalu membalas, "Tidak juga. Lagipula ini hanya kemungkinan terburuk jika konflik hitam dan putih tidak kunjung selesai..."
Kata-kata Feng Xian mungkin terdengar sangat berbahaya dan Yao Han cukup takut dengan jalan pikiran gurunya tersebut.
"Aku sudah hidup begitu lama, daripada dianggap berbahaya, kenapa kalian tidak menganggap hal yang kukatakan merupakan bagian dari kebijaksanaan pengalaman hidupku?" Feng Xian menyeringai tipis.
"Apakah putih selalu dianggap suci? Apakah hitam selalu dianggap buruk? Lalu, apakah menjadi netral selalu dianggap lebih baik?" Feng Xian tersenyum sinis, "Mendapatkan kekuatan hanya demi menunjukkan siapa yang terhebat... itu omong kosong. Katakan aku naif, tetapi kebanyakan orang melupakan bahwa hanya ada baik dan buruk di dunia ini."
Tidak peduli putih, hitam, atau netral, selalu memiliki kebenaran menurut mereka sendiri, sehingga tidak ada kebenaran mutlak.
"Cukup sulit untuk memahami kata-kataku dengan kemampuan berpikirmu yang belum seberapa terbuka, jadi aku akan membantumu lebih memahaminya..."
Yao Han tidak sempat bereaksi saat Feng Xian menempelkan ujung jari telunjuknya ke dahinya. Hanya sekitar lima hitungan sebelum Feng Xian menarik kembali jarinya dan Yao Han mendapatkan beberapa gambaran yang terlintas dalam pikirannya.
"Senior Feng-! Apa yang kau lakukan pada Han'er?!" jerit Meirong melihat Yao Han jatuh dalam posisi duduk. Wajahnya pucat, seperti ketakutan. Napasnya sedikit tidak beraturan dan tubuhnya agak gemetaran.
"Hm? Hanya menunjukkan beberapa sisi gelap dunia kultivator." Feng Xian menjawab seolah tanpa beban sama sekali. Meirong dan Yutian hampir mengumpat dibuatnya.
Meirong menyentuh tangan Yao Han dan mengalirkan Qi untuk menenangkan Yao Han.
***
Selama beberapa hari berikutnya Yao Han menghabiskan waktu untuk bermeditasi, merenungkan banyak hal tentang dunia kultivator dari 'penglihatan' yang diberikan Feng Xian.
Dia mulai mengerti bahwa tidak ada putih, hitam, atau bahkan netral. Yang ada hanya baik dan buruk. Semua kembali kepada kepribadian seseorang bukan aliran pemahamannya.
Meirong sempat khawatir mental Yao Han menjadi terganggu karena ulah Feng Xian, tetapi dua minggu kemudian Yao Han muncul dengan senyum lebar seperti tidak pernah mengalami tekanan pada pikirannya.
"Guru Feng, terimakasih atas petunjuk yang Guru berikan. Sekarang aku lebih memahami cara dunia kultivator bekerja." Yao Han mendatangi Feng Xian, memberi hormat dalam posisi setengah bersujud.
"Baguslah... aku tidak akan menanyaimu lebih jauh." Feng Xian mengangguk pelan, "Lanjutkan latihanmu dalam alkemi, atau kau bisa belajar hal lain dengan dua gurumu."
"Kapan Guru mengajariku tentang melukis atau musik?"
"Belum saatnya kau belajar dariku. Untuk beberapa waktu ke depan kau belajar dari Xiao Tian atau Xiao Rong dulu."
Feng Xian terlihat tidak ingin dibantah lebih jauh, Yao Han menggaruk pipinya canggung, merasa guru pertamanya ini hanya mengangkatnya sebagai murid sebatas nama tanpa berniat mengajarinya.
Yutian mengatakan bahwa dirinya akan mengajari cara bertarung menggunakan ilmu beladiri saat Yao Han menemuinya.
"Selain ahli racun, Guru She juga ahli beladiri?"
"Akar roh murni unsur logam yang kumiliki membuatku mampu mempelajari teknik penguatan fisik. Ini hal yang umum dilakukan karena dengan memperkuat fisik mengatasi kelemahan sebagai Kultivator Racun."
Yutian menambahkan kultivator yang mendalami teknik penguatan fisik lebih mengandalkan cara bertarung dengan ilmu beladiri. Mereka yang sudah berhasil meningkatkan kekuatan fisik lebih tinggi tidak akan takut tubuh mereka terluka oleh senjata tajam.
"Oh, bisakah aku mempelajarinya teknik penguatan fisik ini?"
"Bisa karena kau terlahir dengan bakat fisik yang kuat. Namun, kau harus mencapai Ranah Dasar tingkat sembilan lebih dahulu. Sekarang aku akan mengajari jurus dasar beladiri."
Yutian meminta Yao Han bersiap dalam posisi kuda-kuda. Dari arah samping dia memberikan arahan bagaimana Yao Han harus bergerak.
"Arahkan tanganmu begini... gerakkan kakimu begitu... iya terus putar badan..."
Jurus yang diturunkan Yutian bernama Tinju Besi. Yutian memberikan arahan sepuluh kali dan setelahnya Yao Han bisa mengingatnya. Gerakan awal masih kaku dan pelan, semakin lama semakin lancar.
Pada dasarnya gerakan Tinju Besi mengandalkan kelincahan dan setelah dikuasai dengan baik tangan si pengguna akan berwarna abu-abu dan bisa sekeras besi. Yutian juga mengajarkan cara mengalirkan Qi untuk memperkuat pukulannya dan beberapa hal lainnya.
Yao Han terus mengulangi gerakan Tinju Besi puluhan kali kemudian berhenti sejenak untuk bermeditasi, kemudian mengulanginya lagi. Beberapa jam kemudian dia sudah mengulang gerakan sebanyak lebih dari seratus kali.
Yao Han merasa antusias, tangannya belum bisa berwarna abu-abu tetapi setiap pukulannya menghasilkan suara keras, seolah pukulannya mampu menggetarkan udara.
Yutian tertawa keras melihat pencapaian Yao Han dalam waktu kurang dari satu hari. Dia berpikir bukan tidak mungkin bagi Yao Han dapat menggunakan jurus terbaik miliknya saat mencapai Ranah Pondasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Darwito
xjjx
2024-11-26
0
Terus berlatih saja
2024-01-30
1
Mahmud
Semangat
2023-02-22
1