"Paman, bagaimana ular ini bisa bicara?!" Yao Han kaget mendengar suara pria dewasa dari ular tersebut. Dia bahkan tidak menyadari ular giok dan burung merah itu memancarkan Qi.
"Ceritanya sama tidak masuk akalnya dengan ceritamu. Garis besarnya, mereka berdua ini sebelumnya adalah manusia, tetapi setelah tersambar petir emas, wujud mereka menjadi seperti yang kau lihat. Mereka bukan hewan biasa, melainkan hewan roh," jelas Feng Xian.
"Petir emas? Manusia menjadi hewan roh? Apa mungkin mereka ini dikutuk langit?" Yao Han bertanya polos, yang dibalas tawa lantang Feng Xian.
"Mungkin," sahut Feng Xian enteng.
Yao Han memperhatikan dua hewan roh itu lebih teliti. Keduanya memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar. Ular giok itu memiliki panjang tubuh sekitar satu meter, disekitar matanya ada corak berwarna ungu, dan diatas kepalanya ada dua tanduk kecil.
Sementara pada burung merah, paruhnya berwarna keemasan, bulu merahnya tidak seperti bulu merah pada burung lain yang diketahui Yao Han. Ekor panjangnya yang hanya berjumlah lima helai membuatnya tampak unik.
Singkatnya, Yao Han belum pernah mengetahui jenis kedua hewan ini.
"Paman Feng, aku tahu sedikit tentang siluman, tetapi tidak dengan hewan roh, apa bedanya?"
"Akan menghabiskan tenaga untuk menjelaskan itu, tanya saja pada mereka berdua. Aku ingin melanjutkan melukis."
Feng Xian tidak lagi peduli dengan Yao Han dan fokus pada kegiatan melukisnya.
'Bilang saja Paman tidak mau menjelaskan,' gerutu Yao Han dalam hati. Dia melihat burung merah dan ular giok sedikit canggung, bingung memulai percakapan.
"Tanyakan apa yang membuatmu bingung, anak muda," kata ular giok.
"Hm, kata Paman Feng kalian ini manusia, siapa nama kalian?"
"Benar sekali. Namaku She Yutian, senang bertemu denganmu, anak muda." Ular giok memperkenalkan diri.
Yao Han menoleh ke burung merah, "Namaku Hong Meirong. Ini mungkin sebuah takdir kita dipertemukan seperti ini. Ngomong-ngomong, kami belum mengetahui namamu..."
Yao Han mematung sejenak mendengar suara burung merah, seperti suara wanita dewasa, merdu dan memanjakan telinga.
"Ehem, namaku Yao Han."
"Salam kenal, Yao Han. Apakah aku boleh memanggilmu Han'er?
"Boleh, salam kenal juga."
"Kau bisa memanggilku Bibi Hong, dan ular jelek ini Paman She. Untuk sekedar kau ketahui, usia kami setidaknya lima ratus tahun."
"Lima ratus tahun-?! Setua itu-?! Mustahil-!"
"Kenapa mustahil? Kami dulunya adalah kultivator dengan tingkat praktik tinggi. Sudah sewajarnya mampu hidup selama itu. Namun, karena kami 'terlahir' menjadi hewan roh, usia kami sekarang sekitar lima belas tahun. Senior Feng yang kau panggil Paman Feng ini bahkan lima ratus lebih tua daripada usia asli kami."
"Maksudnya seribu tahun?!" Yao Han menjerit tertahan, melihat Feng Xian dengan pandangannya berbeda. Di kota asalnya pun manusia paling tua berusia tidak sampai seratus lima puluh tahun, "Aku harusnya memanggil Paman Feng sebagai leluhur..."
Meirong dan Yutian menahan diri untuk tidak tertawa, sementara Feng Xian berdecak kesal.
"Aku berusia hampir seribu tahun, tetapi tidak setua itu sampai dipanggil leluhur," gerutu Feng Xian sedikit melirik Yao Han.
"Hm, benar juga, Paman Feng terlihat sangat muda untuk orang berusia seribu tahun." Yao Han mengelus dagu, "Bagaimana caranya aku bisa mencapai usia setua Paman Feng?"
Feng Xian menjawab tanpa menoleh, "Tentu saja yang utama adalah dengan rajin berlatih kultivasi."
Yao Han mengangguk pelan, tidak ingin mengganggu kegiatan melukis Feng Xian lebih jauh lagi.
"Baiklah, Paman She, Bibi Hong... aku penasaran jenis hewan roh apa kalian ini..." Yao Han berusaha terbiasa memanggil dua hewan roh didepannya ini sebagai Paman dan Bibi.
"Sebaiknya kau mengetahui terlebih dahulu tentang perbedaan antara siluman dengan hewan roh."
"Baiklah, aku siap mendengarkan." Yao Han tersenyum lebar dan memasang telinga baik-baik.
***
Dalam dunia kultivator, ada dua jenis hewan yang mampu menyerap dan menyimpan Qi ke dalam tubuh seperti kultivator manusia, yaitu siluman dan hewan roh.
Siluman adalah hewan buas yang mampu menyerap Qi dari alam atau dari hasil memakan makhluk lain yang mengandung Qi. Wujud siluman adalah hewan buas dengan bentuk yang cenderung aneh, sifatnya buas, hidup di alam liar, dan membenci manusia. Dalam tubuh siluman terdapat kristal bundar merah yang disebut permata siluman.
Hewan roh cenderung lebih bersahabat dan lebih suka hidup sesama jenis mereka. Memiliki akar roh, sehingga lebih ahli dalam menyerap Qi dibandingkan siluman dan memiliki kemampuan menggunakan sihir seperti kultivator manusia.
Hewan roh lebih cerdas daripada siluman yang lebih mengandalkan insting buasnya. Tergantung jenisnya, baik siluman dan hewan roh bisa mencapai tingkat praktik kultivasi tertentu. Pada tingkat praktik yang sama, dua jenis hewan roh ini lebih kuat dibandingkan kultivator manusia.
"Wujudku sekarang adalah Ular Penguasa Langit Giok, sedangkan burung merah jelek ini adalah Feniks, burung api abadi." Yutian mendapatkan pukulan dari Hong Meirong menggunakan salah satu sayapnya.
Mulut Yao Han membulat, "Feniks? Burung abadi dalam legenda itu?" Yao Han kemudian teringat dengan buku-buku legenda yang pernah dibacanya yang menjelaskan tentang Feniks. Setelah melihatnya secara langsung burung merah yang merupakan jelmaan Hong Meirong lebih indah daripada yang dijelaskan di buku.
"Tunggu sampai kau melihat wujud manusiaku, kau pasti akan kagum dan terpana dengan ketampananku." Yutian tertawa lepas dan baru berhenti karena Meirong kembali memukul kepalanya.
Yao Han menggaruk pipi canggung, "Kagum dengan ketampanan laki-laki lain itu terdengar aneh, Paman She."
Ucapan Yao Han polos disambut tawa puas nan merdu Meirong, sedangkan Yutian mendumel pelan. Feng Xian yang berada disamping mereka, diam-diam menyeringai seolah mengejek Yutian.
Secara umum, baik hewan roh maupun siluman mampu berubah wujud dan memiliki kecerdasan seperti manusia saat mencapai tingkat praktik tertentu.
Dalam wujud manusia, hewan roh memiliki penampilan seperti manusia biasa pada umumnya sehingga sulit untuk dibedakan. Sedangkan siluman yang mampu berubah wujud menjadi manusia akan menunjukkan satu bagian tubuh asli mereka, seperti tanduk atau ekor.
Yao Han mengangguk pelan, mencoba mengingat, mencerna, dan memahami informasi baru yang dia dapatkan. Mengenai tingkat praktik, Yao Han masih belum terlalu paham karena masih baru menjadi bagian dunia kultivator.
"Bocah, kau sudah sadar dari tidur panjangmu, apa rencanamu selanjutnya? Kau ingin pulang?" tanya Feng Xian mengalihkan perhatian dari lukisannya.
Yao Han kemudian teringat dengan pesan Bai Tian, " Paman, kalau tidak keberatan, bisakah aku tinggal sementara disini? Setidaknya sampai aku cukup kuat untuk pulang dan melindungi diri dengan kekuatanku sendiri."
Catatan:
Ada perubahan dua nama tokoh, yaitu Hong Mingzhu menjadi Hong Meirong dan She Yanyu menjadi She Yutian.
Hong (merah) Meirong (wajah indah cantik) saya rasa lebih cocok dibandingkan Hong Mingzhu (mutiara terang berkilau). Saat ini dia berwujud Immortal Flame Bird, Phoenix (Burung Api Abadi, Feniks).
She Yutian, She artinya ular, Yu artinya giok, dan Tian artinya langit. Wujud lainnya adalah Jade Sky Sovereign Snake (Ular Penguasa Langit Giok).
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Darwito
nona
2024-11-26
0
Nurul Pky
lanjutkan
2024-02-05
0
Kampung Pekerja
jelasin jelasin kultivasinya dari awal harus biar kaga kek gw njirr percepat pen liat rana kultivasi konyol
2024-02-04
0