Dalam dunia kultivator, ada banyak jenis, bentuk, dan fungsi dari suatu pusaka. Salah satunya mampu menyimpan barang, seperti tas dan cincin ruang.
"Kapasitas penyimpanan pusaka penyimpanan tergantung tingkatan itu sendiri. Semakin tinggi tingkatan, maka semakin luas ruang penyimpanan. Gelang ruang ini... memiliki ruang penyimpanan sekitar sepertiga daratan tempat asalmu."
"S-Sepertiga Benua Bulan Biru?!" Yao Han tersedak napasnya sendiri dan terbatuk pelan beberapa kali, "Luas sekali..."
"Ya sekitar itu, bisa lebih bisa juga kurang." Bai Tian menyahut enteng.
Bai Tian meminta Yao Han memakai gelang ruang. Gelang itu bercahaya sejenak kemudian berubah warna menjadi cokelat gelap. Gelang yang tadinya seperti perhiasan mewah, tidak ada bedanya dengan gelang kayu mainan.
Bai Tian menjelaskan bahwa cahaya terang itu menunjukkan bahwa gelang itu menerima Yao Han menjadi pemiliknya, sedangkan warnanya berubah agar tidak menarik perhatian banyak orang yang mengincar pusaka sebagus gelang ruang milik Yao Han.
"Aku akan menyimpan manual praktik ini dalam pikiranmu." Bai Tian menyentuhkan Kitab Bintang Surgawi ke dahi Yao Han, tidak lama manual praktik itu bercahaya biru keemasan dan tersimpan dalam pikiran Yao Han.
Yao Han bisa membaca manual praktik itu hanya dengan memejamkan mata dan membolak-balikkan halaman dengan kekuatan pikirannya. Jika ingin mengeluarkannya, cukup dengan menyentuh dahi.
"Sedikit informasi tambahan, pada dasarnya petir emas yang menyambarmu mengandung energi yang sangat besar. Energi ini 'membangun ulang' tubuhmu, sehingga kau akhirnya memiliki akar roh. Memang sebuah keajaiban memiliki akar roh setelah tersambar petir, tetapi itu bukan hal utama."
"Maksud Paman, masih ada tambahan lagi pada tubuhku?" Yao Han kaget, penasaran sekaligus antusias.
Bai Tian tersenyum tipis, "Selain membuatmu memiliki akar roh, petir emas itu mengubah mata dan tubuhmu menjadi bagian dari Mata dan Tubuh Surgawi."
Yao Han diam cukup lama, asing dengan kedua istilah tersebut.
"Tambahan utama yang kau miliki adalah Tubuh Surgawi, ini adalah sebutan tubuh khusus yang dimiliki beberapa calon kultivator saja dan memiliki suatu kelebihan tertentu. Ada beragam banyak jenisnya, milikmu bernama Tubuh Sembilan Bintang..."
Kelebihan tubuh khusus ini adalah pemiliknya mampu memanipulasi dan menggunakan sihir sembilan unsur alam, yang terdiri dari lima unsur dasar dan empat unsur mutasi.
Sebelum akar rohnya diubah Bai Tian atau tanpa memiliki jenis tubuh khusus ini, Yao Han bisa saja memanipulasi dan menggunakan sihir sembilan unsur, tetapi untuk menggunakan satu sihir unsur tertentu, contohnya unsur api, akan membutuhkan usaha sepuluh kali lipat dari mereka yang memiliki akar roh unsur api.
Setelah akar rohnya diubah ditambah memiliki Tubuh Sembilan Bintang, usaha Yao Han dalam memanipulasi dan menggunakan sihir kesembilan unsur menjadi jauh lebih mudah.
Jenis Mata Surgawi milik Yao Han sendiri disebut Mata Tembus Pandang.
"Kurasa aku tidak perlu menjelaskan lebih rinci tentang mata khusus ini, bukan?"
Yao Han mengangguk pelan, dia menahan diri untuk tidak melompat kegirangan karena mendapatkan beberapa keuntungan terlepas sebelumnya mengalami kejadian mengerikan.
"Paman Bai, sekarang aku mengerti. Tersambar petir emas tidak seburuk yang aku kira..."
Bai Tian tertawa lepas mendengar jawaban Yao Han yang cenderung naif dan polos.
"Dua kelebihan ini tidak bisa kau rasakan langsung meski kau sudah kembali ke tubuh fisikmu. Mata dan tubuh khusus milikmu ini baru akan aktif setelah kau mencapai tingkat praktik tertentu. Di tempat asalmu adalah pada saat kau mencapai Ranah Dasar tingkat sembilan. Kurang lebih seperti itu. Lalu sebagai tanda dua hal ini aktif, kau akan tersambar petir lagi."
"A-Apa?! Tersambar petir?! Lagi?!"
Sebelum Yao Han berbicara lebih jauh, Bai Tian melanjutkan, "Ya, tetapi hanya petir biasa, bukan petir emas. Petir ini tidak akan melukai apalagi membunuhmu, justru akan meningkatkan kekuatanmu. Penjelasan ini akan membuatmu semakin bingung. Kau akan mengerti setelah kembali dan mulai terbiasa hidup sebagai kultivator."
Ucapan Bai Tian terdengar santai, sehingga Yao Han tidak bisa langsung menerimanya.
"Anggap aku bercanda, tetapi hidupmu tidak akan lepas dengan petir." Bai Tian tertawa lepas, sementara Yao Han menggaruk pipi dan tersenyum canggung.
Merasa cukup, Bai Tian berniat mengirimkan kembali Yao Han pada tubuh fisiknya, "Sudah saatnya kau kembali."
"Paman, aku hanya bisa berterimakasih atas semua yang Paman bantuan dan pemberian padaku." Yao Han menangkupkan tangan dan setengah membungkuk.
"Tidak perlu sungkan. Pesanku, dalam dunia kultivator akan selalu ada risiko kematian, kau masih belum mengalami atau menemuinya. Suatu hari kau akan melihat betapa luasnya dunia ini. Setelah kembali, kau akan menemukan dirimu sangat jauh dari kota asalmu. Sebaiknya kau tinggallah bersama dengan orang yang menemukan tubuh fisikmu, Han'er."
"Aku mengerti, Paman."
Tangan Bai Tian bercahaya putih terang, lalu dia menyentuh dahi Yao Han. Cahaya putih itu perlahan menyelimuti tubuhnya, terasa hangat.
"Mungkin... suatu hari nanti kita akan bertemu lagi, tetapi disebabkan faktor yang berbeda. Jika saat itu tiba, aku harap mendapatkan kejutan dari hasil latihan praktikmu, Han'er."
Yao Han tersenyum lembut, "Aku akan berusaha yang terbaik, Paman."
"Sampai jumpa lagi, Han'er."
Dalam tiga hitungan, Yao Han menghilang dari pandangan Bai Tian menjadi butiran-butiran cahaya putih.
Bai Tian menarik napas dalam, masih dengan memasang senyuman lembut.
"Yao Han... anak yang menarik.'
Lalu dia menoleh ke sebelah kiri, sedikit jauh darinya ada tiga sosok nyaris transparan menghadap ke arahnya.
"Kalian sudah melihatnya sendiri. Yao Han tumbuh dengan sangat baik."
Salah satu sosok itu agak membungkuk dan memberi hormat, "Terima kasih sudah mengabulkan permintaan kami."
"Bukan masalah besar, ini sudah menjadi tugasku. Aku juga menyukai sifatnya. Selain itu, sebelum benar-benar mengirimnya kembali, aku sedikit memberikan hadiah kecil. Itu akan membantunya dalam menyerap ilmu sehingga kehidupannya sebagai kultivator menjadi lebih mudah."
Bai Tian tersenyum tipis sambil menatap langit, "Mari kita kembali." Bai Tian menjentikkan jari, dirinya bersama tiga sosok itu menghilang dari tempat tersebut.
***
Di tengah-tengah wilayah Negeri Hutan Hijau, ada sebuah danau sangat luas bernama Danau Cahaya Bulan. Ditengah danau terdapat pulau bernama Pulau Bulan Bintang.
Ditengah pulau ini ada sebuah gunung yang sekaligus menjadi gundukan tanah paling tinggi di pulau tersebut. Dengan kata lain, gunung itu adalah pusat geografis Negeri Hutan Hijau. Gunung itu tidak berbahaya, dalam artian bukan termasuk gunung vulkanik.
Pada puncak gunung, ada sebuah kediaman sederhana berukuran besar. Di salah satu ruangan kediaman besar itu, terbaring seorang anak lelaki diatas sebuah ranjang empuk.
Dialah Yao Han, sang tokoh utama cerita ini. Secara perlahan, matanya terbuka dan mengerjap beberapa kali agar penglihatannya lebih jelas.
Langit-langit berwarna coklat gelap adalah yang pertama kali Yao Han lihat, kemudian dia menyadari berada dalam sebuah kamar.
"Akhirnya kau sadar..." Suara berat seorang pria mengagetkan Yao Han, "Aku bertanya-tanya, mau sampai kapan kau tidur?"
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
@rt
di negara konoha...ini nama partai politik 🤭🤭
2024-12-10
0
@rt
waduh...pikiranku meliarr.../Drool//Drool/
2024-12-10
0
@rt
woww....sama aja dg unlimit 👍
2024-12-10
0