Yutian menggerutu pelan karena Feng Xian seolah membela Meirong dengan menunjuk sang Feniks sebagai guru kedua Yao Han.
"Kemampuan pedang Meirong memang hebat, tetapi ilmu pedangnya sebagai Kultivator Pedang wanita tidak cocok untuk Yao Han. Apalagi kebanyakan mereka tidak terlalu mahir dalam sihir..."
Yutian berusaha membujuk Yao Han agar tidak tertarik dengan ilmu pedang. Meirong mengetahui niat Yutian. Dia menatap ular giok itu dengan geram.
"Dasar ular bodoh-! Kau tidak tahu apa-apa tentang ilmu pedang jadi sebaiknya diam saja!"
Dia kemudian menatap Yao Han, "Han'er, kau tenang saja... Aku akan memikirkan cara agar kau bisa belajar ilmu pedang dengan mudah. Jangan dengarkan ular bodoh ini."
"Cih, lebih baik kau menjadi Kultivator Racun sepertiku, Han'er. Kelebihannya adalah kau bisa mengalahkan lawan yang tingkat praktiknya diatasmu."
"Ng... bukankah berbahaya belajar racun, Guru She?" Yao Han sedikit ragu dan takut.
Yutian tertawa cukup lama, "Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh orang yang tidak memahami racun, kebanyakan mereka berasal dari kalangan aliran putih. Jangan berpikiran naif dan bodoh seperti mereka..."
Aliran putih dan sebagian besar aliran netral menganggap racun sebagai ilmu tabu dan terlarang untuk dipelajari, tetapi jika pemikiran mereka lebih terbuka, mereka akan mengerti bahwa racun tidak seberbahaya yang mereka pikirkan.
"Alkemis dan racun sebenarnya saling berhubungan, perkembangan alkemimu juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya pengetahuanmu terhadap racun."
Contoh kecilnya, Alkemis mampu membuat penawar racun selain si pembuat racun itu sendiri.
"Meirong diam-diam juga belajar racun untuk membuka pengetahuan alkemi lebih luas. Karena itu dia bisa menjadi Alkemis nomor dua di benua ini dalam waktu singkat."
"Ho... menarik. Ada orang aliran putih sepertimu yang belajar racun..." komentar Feng Xian melirik Meirong.
***
Satu bulan selanjutnya, selain berkultivasi, Yao Han menghabiskan waktu untuk mempelajari dasar-dasar alkemi lebih jauh, baik secara teori maupun praktik.
Dia masih tetap memakan rumput madu sebagai camilan, sampai ketiga gurunya menjadi terbiasa dengan hobi anehnya itu.
Yao Han juga belajar tentang racun dari Yutian. Ular giok itu memberitahu bahwa kelebihan yang dimiliki kultivator dengan akar roh murni unsur racun adalah menjadi kebal terhadap berbagai macam racun.
Tubuh khusus yang dimiliki Yao Han tidak dikenali oleh ketiga guru Yao Han, ada kemungkinan ini adalah jenis Tubuh Surgawi baru, mengingat kejadian khusus yang dialami Yao Han.
Kelebihan yang dimiliki Tubuh Sembilan Bintang pun tidak main-main, yaitu mampu memanipulasi dan kebal terhadap serangan sembilan unsur.
"Kau tidak memiliki akar roh yang mengandung unsur racun, juga tidak memiliki tubuh khusus bernama Tubuh Seribu Racun, tetapi kau bisa menguasai ilmu racun karena dua hal..."
Pertama, dua akar roh murni Yao Han berunsur kayu dan air. Dua unsur ini merupakan dua unsur dasar pembentuk unsur mutasi racun. Kedua, Yutian berpikir kelebihan Tubuh Seribu Racun yang kemungkinan juga menjadi bagian dari kelebihan Tubuh Sembilan Bintang.
"Sebagai ahli racun terhebat yang pernah ada, aku berhasil menciptakan teknik racun terkuat sejak aku memasuki Ranah Inti... namanya Teknik Dewa Racun." Yutian mengangkat kepalanya tinggi, menyombongkan diri.
Yao Han tersenyum tipis melihat tingkah Yutian, berpikir bahwa guru ketiganya itu memang hebat, wajar jika dirinya menyombongkan diri. Namun pemberitahuan Meirong padanya membuat Yao Han berpikir ulang.
"Teknik racun ular jelek ini memang merepotkan, hanya sedikit orang yang masih bisa selamat dari serangan racun Yutian..."
"Guru Hong pasti salah satu sedikit orang dari orang yang selamat itu, bukan?"
"Ya, kau benar. Aku pun seringkali hampir mati terkena racun Yutian. Aku masih bisa selamat karena kemampuan alkemiku untuk membuat penawar racun..."
"Meirong bisa selamat karena dia menguasai alkemi, sedangkan beberapa orang lain masih bisa selamat karena bantuan pil penawar racun berharga dari Senior Feng," sahut Yutian.
Feng Xian kemudian muncul. Tidak peduli dengan Yao Han yang menjerit pelan karena terkejut, dia menggerutu pada Yutian, "Karena ulahmu yang membuat orang-orang itu datang padaku meminta pil."
"Meski begitu, Senior juga mendapatkan untung, bukan? Sudah menjadi rahasia umum jika Senior mendapatkan banyak harta dari mereka yang meminta bantuanmu..." balas Yutian setengah menggoda.
Feng Xian mendengkus pelan, "Aku tidak akan mengelak tentang itu, meski permintaan mereka sangat merepotkan."
Meirong dan Yutian sama-sama membatin, 'Sikap yang sungguh munafik sekali darimu, Senior...'
"Xiao Han, kuberitahu satu hal. Terlepas dari sulitnya mempelajari alkemi, selain dihormati, alkemis juga pekerjaan yang sangat menguntungkan. Menjadi alkemis adalah jalan tercepat dan terbaik untuk menjadi kaya. Dalam beberapa tahun lagi, kau bisa menikmati kehidupan kaya sepertiku."
Yao Han tidak terlalu memahami konsep harta dan kekayaan, juga tidak terlalu memikirkannya. Namun dia hanya bisa mengangguk pelan dengan ucapan gurunya.
"Ambil ini..." Feng Xian menyodorkan beberapa lembar kertas, yang saat dibaca Yao Han ternyata berisi tulisan berupa resep bubuk obat.
"Alkemis sejati adalah mereka yang bisa membuat pil, tetapi ini terlalu cepat bagimu. Kau harus memulainya dengan membuat bubuk obat terlebih dahulu."
"Baik, Guru."
Yao Han sudah diberi tahu Meirong bahwa untuk menciptakan pil membutuhkan Qi yang banyak, setidaknya mencapai praktik Ranah Dasar tingkat sembilan. Pengecualian untuk Yao Han yang mungkin bisa mulai membuat pil saat mencapai Ranah Dasar tingkat tujuh.
"Kau bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di gudang penyimpanan sebanyak yang kau butuhkan." Feng Xian menunjuk bangunan agak kecil di samping rumahnya.
Yao Han berjalan menuju gudang bersama Yutian yang melilit lengan kirinya dan Meirong yang bertengger di pundak kanannya.
"Lebih luas daripada yang terlihat," komentar Meirong. Bukan hanya dia, Yutian dan Yao Han juga terpana.
Ini adalah pertama kali ketiganya memasuki gudang penyimpanan dan melihat isinya. Selain lebih luas daripada yang terlihat, didalamnya terdapat lemari-lemari besar yang memiliki banyak laci, yang jumlahnya ratusan buah.
"Seharusnya aku sudah menduganya, alkemis hebat seperti Senior Feng memiliki penataan ruang yang sangat rapi dan baik untuk gudang penyimpanannya..." komentar Meirong lagi, setelah melihat setiap laci diberi label nama tanaman sihir.
Yao Han membuka salah satu laci untuk memeriksa isinya. Dia dan kedua gurunya menemukan salah satu laci itu tidak berisi tanaman sihir, melainkan cincin dan tas ruang. Kedua benda ini menyimpan penuh salah satu jenis tanaman sihir.
Laci-laci lain ketika diperiksa juga dalam kondisi yang kurang lebih sama, membuat Yao Han dan kedua gurunya menahan napas dan terkejut cukup lama. Jelas sekali gudang penyimpanan tersebut menyimpan jauh lebih banyak tanaman sihir daripada yang mereka duga.
Setelah mendapatkan ketenangannya kembali, Yao Han mulai membuat bubuk obat.
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Darwito
hebat
2024-11-26
0
Membuat bubuk Pil
2024-01-30
0
Kang Comen
tuh kan nm mc nya robah lgi
2022-12-03
1