Beberapa hari selanjutnya Yao Han menghabiskan sebagian besar waktu meracik bubuk obat dan keberhasilannya mengejutkan Meirong dan Yutian.
Dia mengalami gagal sepuluh kali sebelum akhirnya berhasil membuat bubuk obat pertamanya. Peracikan bumbu obat selanjutnya juga sempat mengalami beberapa kegagalan, tetapi semakin lama semakin berkurang tingkat kegagalannya.
Belajar dari pengalaman, Yao Han selalu mengulang sebanyak sepuluh kali percobaan untuk pembuatan setiap bubuk obat. Hal ini dia lakukan untuk menekan jumlah kegagalan, sehingga dalam waktu relatif singkat dia sudah berhasil meracik lebih dari separuh daftar resep bubuk obat yang diberikan Feng Xian.
Yutian juga tidak ketinggalan, dia membimbing Yao Han untuk bisa juga meracik bubuk racun ringan beserta penawarnya. Berkat kumpulan pengalaman sebelumnya, Yao Han kembali berhasil dan menghapal langkah pembuatan bubuk obat maupun racun diluar kepala.
Yao Han berencana dalam waktu kurang dua bulan, dia harus bisa menghapal proses dan membuat racikan baru dari bubuk obat, serta bubuk racun dan penawarnya.
"Dia baru saja mulai mendalami alkemi tidak sampai satu tahun dan sekarang dia sudah memastikan diri sebagai orang yang pantas menyandar gelar Alkemis Perunggu..."
Feng Xian yang mengamati dari kejauhan sambil melukis hanya bisa menggelengkan kepala heran.
"Meski aku bukan guru Alkeminya, tapi tetap saja..." Feng Xian sedikit mengeluh karena fokusnya terganggu melihat pencapaian Yao Han yang melebihi dugaannya.
Di waktu istirahat, Yao Han biasanya bermeditasi atau mendengarkan cerita Meirong dan Yutian mengenai dunia kultivator lebih banyak. Dia tertarik dengan konsep uang di dunia kultivator.
"Koin perunggu, perak, dan emas sangat berharga bagi manusia biasa, tetapi bagi kultivator itu tidak lebih dari rumput liar yang tumbuh di pekarangan..."
Dunia kultivator sepakat menggunakan batu bundar kristal unik yang mengandung Qi, yang disebut sebagai batu roh. Dibagi menjadi empat kelas kualitas, yaitu rendah, menengah, tinggi, dan super.
Untuk mengetahui jenis batu roh berdasarkan kualitasnya sangat mudah karena memiliki warna dan ukuran yang berbeda, sehingga penyebutan batu roh lebih mudah disebutkan dengan warnanya, yaitu yang terendah batu roh kuning, lalu batu roh biru, kemudian batu roh merah, dan yang terbaik adalah batu roh ungu.
Meirong mengeluarkan masing-masing satu batu roh kuning dan biru. Dia meminta tolong Feng Xian menunjukkan batu roh merah dan ungu, karena dengan alasan yang tidak diketahui, dia maupun Yutian tidak bisa mengeluarkan harta tingkat tinggi, seperti dua jenis batu roh lainnya.
Melihat batu roh didepannya, membuat Yao Han menjadi lebih paham. Ukuran batu roh kuning adalah yang terkecil dan kandungan Qi nya juga yang paling kecil, sedangkan ukuran dan kandungan Qi batu roh ungu adalah yang terbesar. Secara ukuran perbandingan ukuran batu roh adalah satu banding tiga banding enam banding sembilan.
"Batu roh kualitas yang lebih tinggi bisa ditukarkan ke batu roh kualitas yang lebih rendah, tetapi tidak dengan sebaliknya. Hanya beberapa kultivator yang mungkin bersikap longgar tentang hal ini..."
Satu batu roh ungu sama dengan seratus batu roh merah, atau sama dengan sepuluh ribu batu roh biru, atau setara dengan satu juta batu roh kuning.
"Hm... perbandingannya mirip dengan uang koin. Apa batu roh bisa ditukar dengan koin logam?"
"Ya, bisa, tetapi cukup sulit karena kultivator manapun lebih menghargai batu roh daripada koin emas sekalipun."
Jikapun ada yang mau melakukannya, satu batu roh kuning dihargai sekitar sekitar tiga puluh sampai lima puluh koin emas.
"Wah, mahal sekali..." Yao Han mengelus dagunya. Dia mengambil batu roh ungu dan mengamatinya sejenak, merasakan pancaran Qi yang besar dari benda itu.
"Batu roh mengandung Qi... berarti bisa digunakan sebagai sumber Qi untuk menaikkan praktik juga, kan?"
Ketiga guru Yao Han tertawa, membuatnya bingung, "Apakah aku salah, Guru?"
"Tidak, kau benar. Namun, tidak ada orang gila yang mau melakukannya, kecuali kau memiliki batu roh sebanyak buih di lautan. Meskipun aku punya banyak batu roh ungu, tetapi tidak pernah menggunakannya sebagai sumber Qi," kata Feng Xian.
Yutian mengatakan batu roh merah dan ungu umum ditemukan di sekte besar. Sementara sekte menengah paling tinggi hanya memiliki batu roh biru, dan sekte kecil jelas hanya memiliki batu roh kuning.
"Bagaimana sebuah sekte dikatakan besar atau kecil, Guru?"
Penggolongan sekte dibagi berdasarkan jumlah bintang yang tersemat pada sekte. Jumlah bintang dipengaruhi oleh jumlah kultivator ranah praktik tertentu yang dimiliki suatu sekte.
Sekte bintang satu sampai tiga tergolong sekte kecil, sekte bintang empat sampai enam tergolong sekte menengah, dan sekte bintang tujuh sampai sepuluh tergolong sekte besar.
"Selama ratuan tahun terakhir hanya ada sembilan sekte bintang sepuluh dan semuanya adalah sekte asal para jagoan yang pernah kuceritakan. Tiga dari empat Raja berasal dari sekte bintang sembilan yang sedikit lagi naik tingkat menjadi sekte bintang sepuluh."
Sekte asal Meirong dan Yutian termasuk dari sembilan sekte terbesar saat ini dan termasuk sekte kultivator paling tua yang berdiri di Benua Bulan Biru.
Yao Han merenung sejenak sambil mengelus dagu, "Aku sedikit penasaran... apakah tinggal di sekte itu menyenangkan?"
"Jawabannya tergantung dari siapa yang kau tanyai dan kondisi sekte yang ditempati," ujar Yutian.
Secara keseluruhan, hidup di sekte aliran putih dan netral lebih aman dan cukup menyenangkan, sementara di sekte aliran hitam, hidup hampir tidak bisa tenang karena nyawa bisa terancam setiap waktu.
"Untuk beberapa orang, hidup disekte besar dan menduduki jabatan tinggi itu bagus, tetapi bagiku cukup merepotkan karena aku terpaksa menjadi pejabat penting sekte, yaitu Tetua Agung..."
"Soal merepotkan... aku setuju dengan Yutian," sahut Meirong.
Posisi Meirong disekte asalnya cukup rumit dipahami, karena struktur kepengurusan sektenya berbeda dengan sekte lain.
Secara umum, sekte terbagi menjadi dua anggota, yaitu pengurus dan murid. Pengurus adalah para tetua dengan segala urusannya, termasuk Ketua Sekte dan Tetua Agung. Pengurus utama sekte besar biasanya terdapat jabatan atau posisi khusus.
Sedangkan murid adalah mereka yang masih 'belajar', biasanya dibawah usia tiga puluh tahun. Terbagi menjadi Murid Luar, Murid Dalam, dan Murid Inti. Pembagian ini bukan hanya menunjukkan status murid, tetapi juga mempengaruhi distribusi sumber daya.
Umumnya di sekte aliran putih dan netral, ada istilah Murid Pewari atau Murid Utama, yaitu Murid Inti yang mempelajari teknik terbaik dan mendapatakan sumber daya paling melimpah.
"Hm..." Yao Han sedikit banyak mendapatkan gambaran tentang sekte kultivator, tetapi dia bingung dengan keanggotan sekte, "Jika memang tujuannya meraih keabadian, mengapa di sekte harus ada pembagian murid? Bukankah ini tidak adil karena sumber daya tidak terbagi secara merata?"
Meirong dan Yutian tidak bisa menjawab langsung, sementara Feng Xian tertawa keras.
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Darwito
sgdh
2024-11-26
0
Nurul Pky
jelas terpercaya /Good/
2024-02-06
0
Cerdas juga....
2024-01-30
0