Untuk memperdalam pemahaman terhadap alkemi, Yao Han tidak hanya belajar secara teori dari buku, tetapi juga belajar mengenali tanaman sihir secara langsung.
Dia sempat terpana cukup lama saat Meirong memberitahu hampir semua tanaman di Pulau Bulan Bintang adalah tanaman sihir. Dengan kata lain pulau kediaman Feng Xian adalah taman surga tanaman sihir.
Karena dipenuhi sumber daya, Pulau Bulan Bintang termasuk wilayah yang paling berharga dan mencari incaran banyak kultivator, baik yang tergabung di sekte maupun tidak.
Namun karena di pulau itu juga terdapat banyak siluman tingkat tinggi, membuat para kultivator berpikir dua kali. Keberadaan Feng Xian juga menjadi faktor utama yang membuat mereka tidak berani berbuat nekat lebih jauh untuk menguasai Pulau Bulan Bintang.
Mempelajari secara langsung membuat Yao Han mengetahui bahwa tanaman sihir disana banyak yang berusia ratusan tahun. Usia ini tidak tergantung pada usia fisik semata melainkan lebih kepada kualitas Qi yang terkandung dalam tanaman sihir.
Jika tumbuh di tempat kaya Qi, tanaman sihir yang berusia fisik beberapa bulan atau tahun pun bisa memiliki kualitas Qi tanaman sihir berusia fisik ratusan tahun.
Menurut penyampaian Hong Meirong, Pulau Bulan Biru dikenal secara luas terbagi menjadi tiga zona, berdasarkan tingkat praktik siluman yang hidup didalamnya.
Zona pertama disebut zona aman, dihuni siluman berkekuatan Ranah Dasar sampai Pondasi Fana, ada beberapa yang setara Pondasi Bumi. Di zona ini juga tumbuh tanaman sihir berusia dibawah tiga ratus tahun.
Zona kedua disebut zona awas, dihuni siluman berkekuatan Pondasi Bumi sampai Ranah Inti. Tanaman yang tumbuh disini berusia sekitar tiga ratus sampai lima ratus tahun.
Zona ketiga disebut zona bahaya, dihuni ratusan siluman Ranah Inti dan Ranah Jiwa. Tanaman yang tumbuh di zona ini tergolong langka dan berusia lebih dari lima ratus tahun sampai hampir seribu tahun.
Gunung yang menjadi tempat berdirinya kediaman Feng Xian berada di perbatasan zona pertama dan kedua.
***
"Hmm..."
Yao Han mencium aroma rumput madu dihadapannya. Tanaman ini termasuk tingkat rendah dan waktu panennya sebentar, yaitu sekitar satu bulan. Kondisi di Pulau Bulan Bintang membuat tanaman jenis ini dalam waktu satu bulan memiliki kualitas satu tahun.
Rumput madu yang dihadapan Yao Han berusia lima puluh tahun. Penasaran dengan rasanya, Yao Han mencabut rumput madu itu dan memakannya.
"Enak..."
Yao Han mengambil lagi dan lagi. Meirong dan Yutian terpana dengan tindakannya sampai lupa menegur.
"Kau memperlakukan tanaman sihir seperti camilan."
Yao Han hampir tersedak saat Feng Xian muncul disampingnya.
"Paman, apa kau ingin membunuhku? Aku bisa mati tersedak karena tindakan Paman," keluh Yao Han sambil mengelus dadanya. Raut wajah Feng Xian terlihat biasa saja.
"Kau harus terbiasa dengan ini karena tinggal bersama dengan salah satu kultivator Ranah Jiwa..."
Meirong dan Yutian menatap Feng Xian aneh sambil berpikir, 'Omong kosong apa itu? Yang ada Senior pamer kemampuan pada seorang bocah.'
"Melihatmu menjadikan tanaman sihir seperti camilan biasa mengingatkanku dengan Pak Tua Naga..."
Feng Xian menyampaikan bahwa Chen Long sang Naga Selatan memiliki kebiasaan memakan langsung tanaman sihir dan memperlakukannya seperti camilan. Yang dia tahu, kebiasaan Chen Long ini sudah dimulai sejak memasuki Ranah Inti. Tidak tanggung-tanggung, tanaman yang dimakannya berusia setidaknya dua ratus tahun.
"Aku tidak menyangka Senior Chen punya kebiasaan aneh seperti itu," komentar She Yutian.
"Bagiku dia adalah orang gila dengan kebiasaan gila. Ternyata ada bocah cilik yang meniru tingkahnya." Feng Xian menatap Yao Han. Kata-katanya penuh sindiran, membuat bocah lelaki itu sedikit salah tingkah.
Meirong dan Yutian bereaksi lain, mereka terbatuk pelan dan merasa canggung mendengar cacian yang ditujukan pada Chen Long.
'Hanya Senior Feng seoranglah yang bisa dan berani berkata demikian...'
"Aku hanya penasaran dengan rasanya, Paman. Lagipula ini aman dimakan karena bukan tanaman beracun dan berusia kurang dari seratus tahun."
"Dengan kondisi dan tingkat praktikmu sekarang, tidak masalah makan rumput madu berusia dua ratus tahun sekalipun. Tapi jangan kau lakukan hal yang sama pada tanaman lain atau kau akan mengalami masalah yang tidak perlu. Aku tidak akan mau menolongmu."
"Aku mengerti, Paman." Yao Han menyengir lebar.
Sebelum kembali ke dalam rumah, Feng Xian mengatakan satu hal yang membuat Yao Han sangat berterimakasih padanya.
"Kau boleh belajar langsung dari kebun pribadiku, tetapi ingat satu hal. Jangan berani kau mengambil apalagi memakan tanaman sihir disana."
***
Perkembangan belajar Yao Han sangat pesat. Dalam waktu tiga bulan, dia sudah mempelajari lebih dari separuh buku-buku dasar alkemi. Hal ini mengejutkan Meirong dan Yutian.
Meirong merasa sedikit malu karena sempat meragukan Yao Han yang diberi waktu singkat oleh Feng Xian. Kemudian dia menyimpulkan Yao Han sangat berbakat dalam alkemi karena terkadang beberapa pertanyaan yang diajukan Yao Han cukup sulit dijawab.
"Rongrong, sepertinya Han'er akan menjadi alkemis yang lebih baik darimu."
"Kurasa kau benar, aku belum pernah tahu ada seseorang yang mempelajari dasar alkemi yang seharusnya butuh waktu lima sampai sepuluh tahun untuk memahaminya..."
Enam bulan berlalu, Feng Xian menemui Yao Han untuk menguji bocah tersebut.
"Kau terlihat sangat siap dan percaya diri, bocah." Feng Xian berkomentar melihat Yao Han yang tersenyum lebar padanya. Wajahnya juga terlihat cerah.
Selanjutnya Feng Xian melontarkan pertanyaan demi pertanyaan tentang tanaman sihir. Mulai dari yang sederhana sampai tingkat tinggi, dari paling umum sampai paling langka.
Yao Han bisa menjawab dengan mudah dan lancar sebagian besar pertanyaan dan sedikit terbata-bata ketika menjelaskan tentang tanaman sihir tingkat tinggi.
Sekitar satu jam, Yao Han dihujani sekitar seratus pertanyaan. Setelah selesai, Feng Xian menatap Yao Han cukup lama lalu menggelengkan kepala.
"Aku yakin Xiao Rong tidak mungkin bisa mengajarimu sehingga kau mampu memahami dasar alkemi dengan cepat. Apa kau sudah mempelajari ini sebelumnya atau kau memiliki ingatan sekali lihat?"
Yao Han menggeleng, mengatakan baru mulai belajar alkemi di Pulau Bulan Bintang dan juga tidak memiliki kemampuan ingat sekali lihat.
"Mungkin ini karena aku sering latihan meditasi, jadi pikiran lebih jernih dan mudah menghapal sesuatu."
Feng Xian, Meirong, dan Yutian sulit menerima hal ini. Masih ada kemungkinan jika dikarenakan Yao Han adalah Kultivator Ranah Inti dan Ranah Jiwa yang berfokus pada penempaan pikiran dan jiwa, tetapi saat ini dia masih berada di Ranah Dasar tingkat tiga.
"Apa aku bisa dianggap lolos ujian, Paman?"
Feng Xian menghela napas pelan dan tersenyum tipis, "Ya, kau lolos."
Yao Han melompat kegirangan dan baru berhenti setelah menyadari Feng Xian memberikan tatapan aneh padanya.
"Ehem..." Yao Han berdeham sejenak, tampak salah tingkah.
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Dian Mardianto
jadi teringat li hao
2024-12-30
0
Darwito
ggghuer
2024-11-26
0
Makin menarik
2024-01-30
0