"Paman Feng, anda hampir membuat jantungku copot..." Yao Han mengelus dadanya berulang kali, sedangkan Feng Xian hanya tertawa, seolah tindakannya bukan masalah besar, "Bagaimana caranya Paman tiba-tiba ada disini?"
"Sederhana, aku menggunakan teknik Tubuh Kedip, kemampuan alami yang dimiliki oleh kultivator Ranah Jiwa. Meski begitu, hanya satu dari sekitar tiga orang yang mampu melakukannya."
Yao Han masih sedikit bingung, tetapi dia mendapatkan satu informasi secara tidak langsung.
"Paman Feng ternyata sudah mencapai Ranah Jiwa? Apa mungkin Jiwa Agung?" tebak Yao Han.
Feng Xian mengangguk pelan, "Aku mampu hidup mencapai hampir seribu tahun, itu karena praktikku sudah mencapai puncaknya."
Yao Han mengelus dagunya, mulai mengerti, "Paman, apa mungkin ada tingkat praktik yang lebih tinggi daripada Ranah Jiwa?"
"Oh, kau anak yang cukup kritis rupanya." Feng Xian tertawa pelan, "Sebelum menjawab pertanyaanmu, kau perlu mengetahui bahwa dunia kultivator Benua Bulan Biru sudah ada sejak lama, mungkin sekitar ratusan ribu tahun. Sejak lima puluh ribu tahun lalu, ada tiga rumor yang masih menjadi misteri..."
Rumor pertama adalah Ranah Dasar tidak terbatas sampai tingkat lima belas.
Rumor pertama kemudian menghasilkan rumor kedua, yaitu ada pondasi yang lebih tinggi daripada Pondasi Langit, yang kemudian disebut Pondasi Surgawi.
Rumor ketiga berkaitan dengan jawaban pertanyaan Yao Han, ada tingkat yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa.
"Perlahan tiga rumor ini mulai diabaikan dan dilupakan karena belum terbukti kebenarannya, terutama rumor pertama dan kedua. Namun, kami para kultivator Ranah Jiwa masih meyakini ada tingkat yang lebih tinggi diatas Ranah Jiwa." Feng Xian menutup penjelasannya.
"Oh, ada banyak yang mencapai Ranah Jiwa seperti Paman?
"Cukup banyak, mereka lebih umum ditemukan di sekte kelas menengah atau besar. Sedangkan yang mencapai Ranah Jiwa Agung sepertiku, ada kurang dari dua ratus orang. Dua 'orang' ini..." Feng Xian menunjuk Hong Meirong dan She Yutian, "... sebelum mereka menjadi hewan roh, dulunya mencapai praktik yang sama denganku dan memiliki kekuatan yang besar. Itulah kenapa aku mengatakan mereka memiliki nama besar di dunia kultivator."
Yao Han baru mengetahui hal ini, tepatnya karena Hong Meirong atau She Yutian belum menceritakan tentang diri mereka lebih jauh.
"Senior terlalu memuji, jika dibandingkan dengan Anda, kami berdua bukanlah apa-apa." Hong Meirong sedikit menunduk.
Feng Xian mendengkus, "Tidak perlu merendah. Nama kalian sangat besar, bahkan memiliki julukan yang mampu mengguncang dunia kultivator."
Yao Han diam mengamati ketiga sosok dihadapannya dengan bingung, "Paman, Bibi, aku tidak paham dengan yang kalian bicarakan..."
Feng Xian melirik Yao Han sejenak, lalu menatap Hong Meirong, "Kau saja yang ceritakan."
"Ehem." Hong Meirong hanya bisa menuruti perintah Feng Xian yang bersikap seenaknya.
***
Dalam dunia kultivasi Benua Bulan Biru, kultivator yang memiliki kemampuan tinggi disebut jagoan kultivator, umumnya sudah mencapai Ranah Jiwa dan beberapa pada Ranah Inti.
Diantara banyaknya jagoan, ada enam belas orang dengan julukan yang terkenal. Enam belas orang ini dibagi menjadi empat kategori jagoan, yaitu Empat Pilar, Empat Gerbang, Empat Raja, dan Empat Penjuru.
Kecuali jagoan Empat Penjuru, jagoan tiga kategori lainnya berasal dari sekte.
"Apa maksud kategori ini, Bibi?"
"Untuk saat ini kau tidak perlu mengetahuinya."
Empat Pilar terdiri dari Pilar Cahaya, Pilar Bumi, Pilar Pedang, dan Pilar Air.
Empat Gerbang terdiri dari Gerbang Racun, Gerbang Petir, Gerbang Maut, dan Gerbang Iblis.
Empat Raja terdiri dari Raja Es, Raja Api, Raja Buas, dan Raja Harta.
Empat Penjuru memiliki julukan sesuai dengan empat arah mata angin, yaitu Angin Timur, Es Utara, Petir Barat, dan Naga Selatan.
"Dua dari enam belas jagoan itu sedang bersama kita sekarang... Ular jelek ini dan Senior Feng."
Mulut Yao Han membulat lebar dan melihat Feng Xian dan She Yutian dengan tatapan kagum. Yao Han sudah menduga bahwa ketiga sosok ini adalah kultivator hebat, tetapi setelah mendengar cerita Hong Meirong, ternyata lebih hebat daripada yang dia duga, terutama Feng Xian.
"Dulunya ular jelek ini dijuluki Gerbang Racun, tetapi sekarang sudah ada yang menggantikan posisinya, dan Senior Feng lebih dikenal sebagai Angin Timur, jagoan kultivator terkuat saat ini di seluruh Benua Bulan Biru."
Yao Han berniat mengatakan sesuatu, suara She Yutian terdengar lebih dulu.
"Masih ada satu hal yang terlewat. Ada beberapa jagoan yang mencapai tingkat praktik yang tinggi dan kemampuan hebat yang mampu menyamai enam belas jagoan ini."
"Oh, apakah Bibi Hong termasuk jagoan ini, Paman?"
She Yutian tertawa lepas, "Kau benar. Dia memiliki julukan Dewi Pedang Api, salah satu kultivator wanita terkuat yang pernah ada."
"Sampai dijuluki sebagai Dewi pasti Bibi Hong sangat cantik." Yao Han menatap Hong Meirong penuh kekaguman, melebihi kagumnya pada Feng Xian dan She Yutian.
"Terlepas dari wujudnya sekarang adalah Feniks, Rongrong adalah wanita tercantik yang pernah ada. Selama lima ratus tahun terakhir tidak ada yang mampu menandingi kecantikannya."
Bukannya senang dengan pujian tidak langsung She Yutian, Hong Meirong malah memukul kepala ular giok itu.
"Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu!"
Feng Xian menggelengkan kepala heran melihat tingkah kedua hewan roh ini. Yao Han memikirkan hal lain, lalu bertanya pada Feng Xian.
"Paman, tentang para jagoan kultivator ini... apakah memang begitu penting? Bukankah tujuan utama praktik kultivasi adalah mencapai keabadian?"
Feng Xian tertawa dengan pertanyaan lugu Yao Han, "Penting atau tidak, tergantung dari sudut pandang masing-masing yang mendengarnya..."
Bagi Feng Xian, julukan hanya sebatas julukan, tetapi sebagian besar kultivator menganggap hal itu sebagai pencapaian besar di dunia kultivasi yang luas ini.
Entah dimulai sejak kapan, dunia kultivasi berubah dari yang awalnya mengejar keabadian menjadi mengejar kekuatan. Yang kuat memangsa dan menindas yang lemah, cermin dari hukum rimba yang kemudian berlaku di dunia manusia biasa maupun kultivator.
Mau tidak mau, agar bisa bertahan hidup di dunia yang keras ini membutuhkan banyak kekuatan.
"Ternyata begitu kondisi di dunia luar... lebih keras dan mengerikan... padahal di kota asalku semua terlihat damai..." gumam Yao Han mengelus dagu. Ucapan Feng Xian membuatnya merenung banyak hal.
"Kau masih anak kemarin sore dan pengalamanmu terhadap dunia masih sedikit. Bisa aku katakan kau tumbuh dengan baik ditempat yang baik. Namun dengan pola pikirmu yang sederhana itu, kau hanya akan menjadi sasaran empuk oleh orang lain yang berniat buruk padamu. Kuberi saran, lebih baik kau ubah pola pikirmu. Dengan belajar dari dua orang ini, secara perlahan kau akan mengerti ucapanku."
Feng Xian kemudian meninggalkan Yao Han yang larut dengan pikirannya sendiri.
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Luo Zan Thian
lanjuutt
2025-02-03
0
Darwito
mmcs
2024-11-26
0
Tetap semangat dan terus berkarya
2024-01-30
0