"Pulau Bulan Bintang? Aku belum pernah dengar..." Dahi Yao Han mengerut dalam, nama pulau yang disebutkan Feng Xian asing baginya.
"Kau pasti tinggal ditempat yang jauh dan terpencil sampai tidak pernah mengetahuinya, tetapi aku maklum. Bocah sepertimu wajar saja tidak pernah mendengar nama Pulau Bulan Bintang. Namun setidaknya kau sudah pernah mengetahui tentang Danau Cahaya Bulan, 'kan?"
Yao Han diam sejenak, lalu berseru pelan. "Oh, aku tahu!
Yao Han pernah mendengar tentang Danau Cahaya Bulan. Sebuah danau luas yang terletak di tengah wilayah Negeri Hutan Hijau.
Dia juga mendengar ada pulau ditengah danau luas ini, tetapi tidak tahu namanya. Selama ini orang-orang di kotanya menyebut pulau itu sebagai pulau misterius. Akhirnya Yao Han mengetahui nama pulau itu adalah Pulau Bulan Bintang.
Yao Han manggut-manggut, sesekali melirik dua hewan berbeda jenis dan warna diatas meja batu yang juga menatap ke arahnya seperti penasaran.
"Sebentar..." Yao Han kemudian menyadari sesuatu, "Paman membawaku kemari, kan? Dimana Paman menemukanku?"
"Hm? Sebelum aku menjawab pertanyaanmu... apakah kau tahu penyebab kau tidak sadarkan diri?"
"Ya, aku tersambar petir, Paman."
Alis Feng Xian naik sebelah, "Jangan bercanda denganku, bocah. Aku belum pernah tahu ada yang masih selamat dari sambaran petir, kecuali kau adalah kultivator. Sementara dirimu... hanya manusia biasa, atau setidaknya begitu... sebelumnya."
Yao Han tidak langsung mengerti kalimat terakhir Feng Xian, dia berusaha meyakinkan Feng Xian tetapi pria itu melanjutkan ucapannya.
"Aku menemukanmu saat sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari sesuatu..."
Menurut Feng Xian, tubuh Yao Han sedang tersangkut di bebatuan sebuah sungai. Dia menyangka Yao Han sudah menjadi mayat, ternyata setelah diperiksa masih bernapas. Kondisi Yao Han saat itu aneh. Beberapa bagian pakaian atasnya berlubang seperti terbakar, tetapi tidak ada luka yang ditemukan Feng Xian.
"Sebelumnya aku tidak berniat menolongmu, tetapi karena suasana hatiku sedang baik saat itu, jadi kuputuskan membawamu kemari."
Yao Han kebingungan untuk menanggapi ucapan atau tepatnya kepribadian Feng Xian yang aneh.
"Tapi, Paman... aku memang tersambar petir. Ceritanya memang agak membingungkan bahkan tidak masuk akal. Paman mungkin tidak akan percaya dan menganggapku aneh, mengkhayal, bahkan gila."
"Bocah, aku ini termasuk kultivator dan sudah hidup sangat lama. Aku mengetahui lebih banyak hal dibandingkan kultivator lain dan sedikit yang bisa membuatku terkejut, salah satunya adalah kondisimu yang tidak biasa. Coba kau ceritakan tentangmu dan apa yang kau lakukan sebelum kau... tidak sadarkan diri atau apalah itu."
Yao Han menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu mulai bercerita. Feng Xian diam mendengarkan tanpa menyela sambil menggerakkan kuasnya ke kanvas lukis.
Dari separuh cerita Yao Han, Feng Xian kemudian menyadari bahwa tidak ada yang istimewa dari latar belakang Yao Han. Dia menaikkan alis dan menghentikan gerakan kuasnya saat Yao Han menceritakan tentang dirinya yang tersambar petir emas dan segala hal ketika dia berada di alam peralihan.
Hening cukup lama setelah Yao Han selesai bercerita. Feng Xian diam sambil mengelus janggut pendek hitamnya. Sesekali matanya melirik ke mata Yao Han dan dua hewan di atas meja batu.
Dari pancaran mata Yao Han, Feng Xian memahami bahwa bocah lelaki tiu tidak berbohong. Namun disaat bersamaan, apa yang dialami Yao Han adalah sesuatu yang pertama kali Feng Xian dengar dan itu sangat mengejutkannya.
"Alam peralihan... Bai Tian... lima akar roh murni... gelang ruang... Kitab Bintang Surgawi... Mata dan Tubuh Surgawi..." gumam Feng Xian, "Dunia kultivator memiliki banyak misteri dan kejutan, kau adalah salah satunya. Aku percaya kau tidak berbohong, karena kau mulai mengejutkanku sejak seminggu lalu."
"Apa maksud Paman?"
Feng Xian menjelaskan seminggu lalu tubuh Yao Han memancarkan cahaya terang berwarna biru keemasan. Setelahnya , Feng Xian merasakan adanya Qi yang tersimpan dalam tubuh Yao Han. Saat Feng Xian memeriksa tubuh Yao Han lebih jauh, dia dikejutkan oleh Yao Han yang memiliki lima akar roh murni dan tubuhnya termasuk tubuh khusus yang tidak dikenali Feng Xian.
"Eh, Qi?" Yao Han kaget, "Tubuhku menyimpan Qi? Tapi aku belum berlatih praktik, bagaimana bisa ada Qi dalam tubuhku, Paman?"
"Aku tidak mungkin salah memeriksa. Memangnya kau tidak merasakan ada yang berbeda denganmu?"
"Ehm, ya, aku merasa tubuhku jauh lebih kuat dari biasanya. Dan aku juga merasakan sesuatu yang tebal dari udara sekitarku..."
Feng Xian mengatakan tubuh Yao Han lebih kuat karena suatu organ dalam tubuh Yao Han yang disebut dantian menyimpan Qi. Uniknya, dantian milik Yao Han terbagi menjadi lima bagian seolah menyesuaikan lima akar roh murni miliknya. Saat ini kelima dantian Yao Han menyimpan Qi dalam jumlah yang sama.
"Dengan kata lain, sejak seminggu yang lalu kau sudah menjadi kultivator dengan praktik Ranah Dasar tingkat satu untuk kelima akar roh murni yang kau miliki."
Penjelasan Feng Xian membuat Yao Han tercengang senang.
"Sedangkan yang kau rasakan disekitarmu adalah energi alam semesta atau Qi."
"Jadi inikah Qi? Akhirnya aku bisa merasakannya juga, hehehe..." Yao Han cengengesan.
"Kepadatan Qi ditempat ini sangat tinggi. Tanpa berlatih sekalipun, praktikmu akan naik tiga tingkatan hanya dalam waktu kurang lima tahun. Jika manusia biasa tinggal di pulau ini, umur mereka bisa mencapai seratus sampai seratus lima puluh tahun."
"Woah, hebat sekali." Yao Han merasa Pulau Bulan Bintang adalah tempat luar biasa, "Oh, iya Paman, berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Yao Han penasaran
"Kalau dihitung mulai dari hari pertama kau disini... sekitar dua bulan."
"Uhuk-! D-Dua bulan?! Selama itu?!"
Feng Xian tidak terlalu menanggapi keterkejutan Yao Han tentang berapa lama waktu dia 'tidur'. Dia lebih terkejut karena Yao Han tiba-tiba memiliki Qi padahal tidak dan belum berlatih sama sekali, dan itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Melihat Yao Han yang tidak menyadari dalam tubuhnya tersimpan Qi, Feng Xian menyimpulkan bahwa pria bernama Bai Tian yang Yao Han temui di alam peralihan, melewatkan penjelasan tersebut padanya.
Namun begitu, memiliki lima akar roh murni sekaligus, Mata dan Tubuh Surgawi adalah sesuatu yang sangat luar biasa setelah mengalami kejadian mengerikan tersambar petir emas.
"Kau tahu bocah? Ceritamu yang tersambar petir emas... mirip dengan apa yang dialami dua makhluk ini." Feng Xian menunjuk dua hewan diatas meja batu yang menjadi pendengar setia percakapannya dengan Yao Han sedari tadi.
"Eh? Dua hewan ini... apakah peliharaan Paman?"
Sebelum Feng Xian menjawab, sebuah suara menginterupsinya.
"Aku bukan hewan peliharaan, anak muda."
Mata Yao Han melebar lalu menunjuk ke arah ular, "Ular ini bisa bicara-!"
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Luo Zan Thian
lanjuut
2025-02-03
0
Darwito
cgjjk
2024-11-26
0
Nice
2024-01-30
1