"Xiao Han, meski kau sudah menjadi muridku, aku tidak akan mengajarimu alkemi secara langsung."
"Apa maksud Guru?" Yao Han kebingungan, begitu juga dengan Meirong dan Yutian.
"Mengajarkanmu alkemi secara langsung kemungkinan bisa membuat bakatmu sulit berkembang dengan cepat..."
Mau tidak mau, Feng Xian harus mengakui penyerapan ilmu Yao Han terhadap dasar alkemi tergolong baik. Sebagai pemula, dia bisa memahami dasar-dasar alkemi dalam waktu enam bulan.
"Dimasa lalu, aku membutuhkan waktu sekitar waktu satu setengah tahun untuk benar-benar memahaminya." Feng Xian tertawa seolah mengejek dirinya sendiri.
Meirong dan Yutian terpana karena dua hal. Pertama, pujian yang mustahil sekali diucapkan oleh seorang Feng Xian pada orang lain. Kedua, waktu yang dibutuhkan Feng Xian untuk memahami dasar alkemi menunjukkan bahwa dia memang terlahir sebagai jenius alkemi.
Tidak heran, berkaitan dengan hal kedua, Feng Xian dijuluki sebagai Dewa Alkemi, Alkemis nomor satu dunia kultivator Benua Bulan Biru.
"Aku akan menyediakan semua keperluanmu untuk mendalami alkemi lebih jauh. Disisi lain, aku akan mengajarkanmu Dao Melukis."
Dahi Yao Han sedikit mengerut, "Ada juga Dao Melukis?"
"Bukankah sudah kubilang jenis Dao ada banyak? Hampir semua hal yang kita jalani dan lakukan dikehidupan ini berdasarkan Dao. Melukis adalah salah satunya."
"Kupikir itu hanya sekedar hobi Guru untuk mengisi waktu luang..."
Feng Xian tertawa pelan, "Yah... bisa dikatakan begitu. Akan kutunjukkan bahwa Dao Melukis juga tidak kalah menarik dipelajari."
Sebuah lukisan dikeluarkan Feng Xian, mata Yao Han melebar melihat lukisan tersebut. Lukisan air terjun yang terlihat sangat nyata. Yao Han dan dua hewan roh didekatnya bisa melihat air terjun itu bergerak dan mengeluarkan suara.
"Ini... lukisan ajaib apa ini?! Bagaimana Guru bisa membuatnya?"
Feng Xian terkekeh pelan, "Jika kau meraih pencapaian yang cukup tinggi dalam Dao Melukis, kau akan bisa membuat lukisan nyata seperti ini juga..."
Membuat lukisan nyata sudah bisa dikatakan kemampuan yang tinggi dalam Dao Melukis, tetapi ada pencapaian yang lebih tinggi dan bisa dikatakan sebuah kemampuan legenda, yaitu membuat dunia baru dalam lukisan.
"Guru Feng, tolong ajari aku-! Ajari aku-!"
Yao Han kesulitan menahan antusiasnya membuat Feng Xian tertawa bangga karena berhasil menarik perhatian Yao Han pada seni melukis.
"Senior Feng, aku tidak menyangka Anda memiliki kemampuan tinggi seperti itu. Kupikir menjadi ahli Alkemis nomor satu sudah luar biasa..." ucap Yutian.
"Memangnya apa yang kau tahu tentangku?" Feng Xian mendengkus pelan, "Terlepas dari penampilanku, selain Dao Melukis, aku juga mendalami Dao Musik."
"Dao Musik juga-?! Tiga Dao sekaligus-?!" Meirong dan Yutian menjerit kaget. Biasanya kultivator paling banyak mendalami dua jenis Dao, seperti Meirong yang mendalami Dao Pedang dan Dao Alkemi.
Mendalami banyak Dao akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, oleh karena itu kebanyakan kultivator setidaknya mendalami satu Dao saja sepanjang hidupnya.
Melihat pandangan tidak percaya dua hewan roh itu padanya, membuat Feng Xian tertantang, "Kalian seolah meragukanku. Baik, akan kutunjukkan."
Dengan satu jentikan jari, Feng Xian memunculkan sebuah benda. Kecapi berwarna perak dengan tali senar berwarna emas. Tangan dan jari Feng Xian bergerak cepat untuk menyetel kecapi itu dan tanpa aba-aba mulai memainkannya.
Alunan musik merdu kecapi mengisi udara. Yao Han dan dua hewan roh itu terlena, merasa terlempar ke dunia lain dan hanyut didalamnya. Perasaan mereka diaduk-aduk selama suara kecapi yang indah terdengar. Baru setelah Feng Xian selesai, Yao Han dan dua hewan roh itu menyadari mereka lupa bernapas.
"Apa aku baru saja bermimpi? Aku seperti berhalusinasi..." Napas Yao Han sedikit terengah-engah.
Feng Xian tersenyum bangga "Pencapaian tinggi dalam Dao Musik mampu melempar kesadaran seseorang ke dunia mimpi atau ilusi, bahkan melukai jiwa. Bagaimana? Kau juga mau mempelajari Dao Musik?"
Yao Han jelas terpana dengan kemampuan Feng Xian, "Tentu saja, Guru. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."
"Semangat yang bagus."
Meirong kemudian buka suara, "Senior, kurasa Han'er masih perlu bimbingan beberapa waktu sebelum bisa belajar alkemi sendiri..."
"Hm? Ada kau yang bisa membimbingnya, bukan?"
"Eh, tapi itu tidak patut. Dia adalah murid Senior. Meski aku juga memahami alkemi, kemampuanku masih kalah dengan Senior."
"Hmph, kau juga dijuluki sebagai Dewi Alkemi, kemampuanmu satu tingkat dibawahku dan kau pikir aku tidak tahu itu?" Feng Xian sedikit melotot, "Kalau kau merasa tidak patut, kenapa kau... dan Xiao Tian tidak menjadikannya murid kalian juga?"
"Kami-?!"
Dua hewan roh itu seolah tersambar petir dan hening cukup lama. Yao Han diam memperhatikan keduanya sambil sedikit berharap Meirong dan Yutian mau mengangkatnya sebagai murid. Menurutnya, belajar dari banyak guru sangat berguna untuk perjalanan kultivasinya.
"Rongrong, apa aku tidak salah mendengar? Senior Feng baru saja mengatakan dia ingin berbagi murid dengan kita?"
"Yah, kau tidak salah mendengarnya, ular bodoh."
Feng Xian berdecak pelan, "Aku ijinkan kalian mengangkat Xiao Han menjadi murid kalian juga. Mau atau tidak, kalian yang memutuskan... Andai tiga orang tua itu ada disini, aku juga berniat menyuruh Xiao Han belajar dari mereka."
***
Keesokan harinya, di pagi yang cerah.
Yao Han duduk berhadapan dengan Meirong dan Yutian, disampingnya ada Feng Xian yang sedang melukis.
"Aku, Hong Meirong mengangkatmu, Yao Han sebagai muridku."
"Aku, She Yutian mengangkatmu, Yao Han sebagai muridku."
Yao Han menangkupkan tangan dan membungkuk dalam, "Murid Yao memberi hormat pada Guru Hong dan Guru She..."
Senyuman Yao Han tampak sangat lebar, dia sangat senang memiliki tiga guru sekaligus dan hampir menangis terharu. Feng Xian melirik pada ketiganya, mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
Sudah hidup selama lima ratus tahun dan menjadi anggota senior sebuah sekte, faktanya mereka belum memiliki penerus. Kurang dari satu hari, kedua hewan roh itu mengambil tawaran Feng Xian dan mengangkat Yao Han sebagai murid mereka juga.
Mereka sempat cekcok karena memperebutkan posisi kedua sebagai guru Yao Han. Feng Xian menghentikan pertikaian konyol mereka, lalu menunjuk Meirong sebagai guru kedua Yao Han.
"Kalau begitu Xiao Rong, kau yang akan menjadi guru Alkemi Xiao Han."
"Baik, Senior. Terima kasih sudah berbesar hati berbagi murid dengan kami." Meirong dan Yutian menunduk hormat.
"Tidak masalah. Sebaiknya kalian menjadi guru yang baik untuk Xiao Han. Kalau tidak, aku akan melemparkan kalian ke zona bahaya agar menjadi pengganjal perut Raja dan Ratu Siluman disana."
Keduanya tidak bisa menebak apakah Feng Xian serius dengan ucapannya atau tidak. Meski begitu, mereka menganggap serius 'peringatan' Feng Xian.
Mereka tidak ingin berakhir menjadi makanan Raja dan Ratu Siluman yang berkekuatan pada Ranah Jiwa. Jika ingin melawan, kekuatan mereka sama sekali tidak cukup karena masih berada di Ranah Dasar.
"K-Kami mengerti, Senior."
---
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Darwito
gsgsdh
2024-11-26
0
Kebanyakan Typo Thor
2024-01-30
0
Putra_Andalas
typo melulu nih namanya...kdg Xio Han , kdg Yao Han 😵
2023-12-13
1