Seorang pria berumur enam puluh tahun masuk kedalam private room sebuah restoran yang ada di kawasan Jakarta Selatan.
Hari ini dia akan bertemu dengan teman lamanya sekaligus partner dalam dunia hitam, mereka akan membicarakan rencana selanjutnya setelah Gael Avignon yang hampir tertangkap di Hawaii.
"Apa kabar teman lamaku?" Pria itu duduk di depan teman lamanya yang tengah minum kopi.
"Kau bilang kalau Gael Avignon itu orang yang pintar, ternyata dia sama bodohnya dengan teroriss yang selama ini kau sewa! Kalau saja aku tidak punya rencana cadangan dengan memasukkan salah satu orangku ke dalam misi itu, pasti sekarang Gael sudah ditangkap dan kita ikut terseret kedalamnya." Bambang Soesatyo menatap pria berumur enam puluh tahun itu dengan tajam.
Ya, teman lama yang bertemu dengannya adalah Bambang Soesatyo Juru Bicara Kepresidenan, dia adalah salah satu otak pelaku penculikan Paloma.
"Tidak perlu khawatir berlebihan begitu Bam, dia hanya teledor saja waktu itu hingga mereka berhasil menyergapnya. Setelah ini aku pastikan mereka tidak akan bisa menangkapnya."
Pria berumur enam puluh tahun itu tersenyum licik, dia yakin kalau para agen FBI dan CIA tidak akan bisa menemukan Gael lagi. Dia telah menyembunyikan Gael di tempatnya yang aman, yaitu pulau pribadi miliknya yang ada di Australia.
Pria bernama Sentosa Abdi Djoyo adalah Wakil Ketua MPR-RI, dia yang juga berteman dengan Kevin Hendrawan Presiden RI begitu membenci Kevin dan ingin menghancurkannya.
Berlatar belakang dendam karena Kevin pernah mengkhianatinya dengan menjebloskan anak tunggalnya ke penjara karena terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dan merugikan Negara triliunan rupiah, iapun mengajak Bambang Soesatyo untuk bekerja sama dengannya menculik Paloma dan membunuh putri Presiden itu.
Anak tunggal Sentosa divonis hukuman penjara seumur hidup, meskipun beberapa kali Sentosa melakukan banding dan peninjauan kembali namun usulannya selalu ditolak Mahkamah Agung.
Sentosa pernah datang menemui Kevin Hendrawan di Istana Negara untuk meminta tolong meringankan vonis hakim pada anaknya, berbekal mereka adalah teman lama hingga Sentosa yakin bahwa Presiden RI itu akan mau membantunya. Tapi ternyata perkiraan Sentosa salah, Kevin tidak mau membantunya karena selama ia menjabat sebagai Presiden dia sudah berjanji untuk tegas memberantas korupsi tanpa pandang bulu, sekalipun salah satu keluarganya dan anggota politik terlibat tindak pidana ini.
Dari situ Sentosa berjanji untuk membalas perbuatan Kevin, ia mulai mencari sekutu untuk bekerja sama menghancurkan Kevin Hendrawan hingga akhirnya ia bertemu dengan Bambang Soesatyo yang ternyata juga punya dendam pada orang nomor satu itu.
Bambang Soesatyo benci dan dendam pada Kevin, anaknya yang seorang anggota TNI ikut pergi berperang ke Suriah untuk membantu tentara Amerika yang saat itu sedang mengincar pemimpin ISIS di sana.
Anak Bambang Soesatyo yang berstatus sebagai seorang prajurit harus ikut pergi berperang sesuai perintah atasannya.
Bambang Soesatyo marah karena Kevin Hendrawan tidak mau membatalkan keberangkatan mereka dengan alasan kemanusiaan, Presiden ingin membantu Negara-Negara yang ikut memberantas kelompok radikal itu yang terkenal kejam dalam membantai orang-orang yang tidak bersalah.
Anak Bambang Soesatyo tewas tertembak di medan pertempuran bersama beberapa rekannya yang waktu itu sedang mengejar pemimpin ISIS yang mencoba kabur.
Mereka berdua lalu mengatur rencana untuk menculik Paloma agar Kevin Hendrawan bisa merasakan bagaimana sakitnya kehilangan anak tercinta mereka.
Sentosa menyewa seorang teroriss sekaligus pembunuh bayaran, untuk menculik Paloma dan membawanya ke Itali dan dihabisi di sana agar tidak akan ada yang bisa menemukannya jika ia mati dan menghilang di Negara itu.
Mereka bekerja sama dengan Bella anggota Paspampres yang dekat dengan keluarga Presiden untuk memantau kegiatan Paloma selama tiga bulan, dia juga bertugas untuk memberikan informasi tentang perkembangan kasus penculikan Paloma yang tengah diselidiki Agen Ronald dan Agen Cathline.
Oleh sebab itu penyergapan mereka di Hawaii dapat mereka ketahui karena Bella langsung menelepon Bambang Soesatyo untuk mengabarkan informasi yang ia dapat saat Presiden melakukan pertemuan waktu itu.
"Lalu bagaimana, apa Albert sudah menghabisi anak itu?"
Bambang bertanya kepada Sentosa dengan wajah yang masih terlihat khawatir, ia takut jika rencana mereka akan terungkap. Ia tidak mau istri dan anak bungsunya ikut terseret dengan masalah penculikan Paloma.
"Dia mengatakan padaku jika dia sudah membunuh anak itu dan membuang tubuhnya ke laut. Tapi menurut mata-mata yang aku kirim untuk mengintai Albert, anak itu masih hidup dan dia menyembunyikan keberadaannya. Secepatnya aku akan kesana untuk mengunjungi Albert secara langsung, kita sudah membayar banyak padanya untuk membunuh anak itu!"
Sentosa menggertakkan gigi, ia begitu marah saat mendapatkan informasi dari anak buahnya yang mengatakan kalau Paloma masih hidup.
Albert Hall sepertinya mengingkari kesepakatan yang telah mereka buat, Bambang dan Sentosa sudah membayar penuh pada Albert untuk membunuh Paloma begitu ia tiba di Italia.
"Baiklah, kita harus bersikap seperti biasa. Kemarin Bella memberitahuku dan berkata nampaknya kedua Agen yang menyelidiki kasus ini sudah mulai curiga ada orang dalam yang terlibat."
Sentosa menganggukkan kepala. "Katakan padanya untuk jangan bertindak apa-apa, tunggu perintah kita selanjutnya. Lakukan aktivitasnya seperti biasa bersama Poly."
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote guys
Terima kasih 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
LA
ganti nm dong thorr nanti jdi bermasalah
2021-11-22
0
dewi
jadi prajurit TNI kalo gak mau terjun ke medan perang yo alih profesi dodol rujak cingur ae
2021-11-18
0
Zarida Jennifer
paloma dungu !! bpk hana muduh presiden koq berteman? udh pasti akan tendang lo ke neraka !
2021-07-17
0