Keesokan harinya Paloma dibawa ke Kota Roma menuju Mansion Utama milik Alano Lodovico bersama Albert Hall. Dia ingin langsung mengantarkan Paloma kesana sekalian mengunjungi adik perempuannya yang buta.
Selama 5 tahun Albert tidak pernah bertemu dengan adiknya, Alano membatasi siapa saja yang ingin masuk ke mansion utama termasuk Albert Hall paman kandung Alano.
Alano Lodovico dan Angelina Hall ibu kandungnya dulu tinggal di Mansion Apple, salah satu Mansion milik Keluarga Lodovico di Milan. Namun karena beberapa penyerangan yang terjadi akibat ulah Albert, Alano pun memutuskan pindah ke Mansion Utama di Kota Roma, dengan pengawalan yang lebih ketat dan berada ditempat yang sedikit terpencil.
"Jangan lupakan kesepakatan yang sudah kita buat Nona Paloma, ingat nyawa ayah dan bundamu ada di tanganku!" Albert menatap Paloma dengan seksama, dia tidak ingin rencana yang sudah dia susun dengan baik akan berantakan.
"Aku tahu apa yang akan aku lakukan!"
Paloma berbicara tanpa mau menatap Albert Hall yang duduk disampingnya, dia hanya melihat keluar jendela menikmati pemandangan yang ada dengan pikiran yang melayang.
Flashback On
"Kesepakatan apa yang Anda inginkan?" Paloma masih duduk ditempat tidurnya menahan amarah.
"Aku ingin kau menikah dengan keponakanku dan membunuhnya!"
"Apa kau gila?! Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal, dan apa tadi kau bilang aku harus membunuhnya? Lelucon macam apa ini, apa kau sedang bermain drama Pak Tua?!"
Paloma meneriaki Albert yang duduk di depannya, ia tidak habis pikir untuk apa Albert repot-repot menculiknya jika hanya ingin menikahi dan membunuh keponakannya, diakan bisa menyewa pembunuh bayaran untuk melakukan itu.
"Ternyata selain berani, kau cerewet juga Nona Paloma. Kau tidak perlu banyak bertanya, lakukan saja apa yang aku perintahkan padamu, jika tidak aku akan membunuh kedua orang tuamu. Kau bisa memilih mengikuti kemauanku atau orang tuamu yang mati!" Albert tersenyum licik menatap Paloma, gadis itu tidak akan bisa menolak permintaannya.
"Kau memang tidak waras, keponakanmu sendiri mau kau bunuh?! Manusia macam apa kau ini!"
Braakkk
Albert melempar tab yang dipegangnya kearah Paloma dan hancur dilantai, darah segar mengalir dari dahi Paloma.
"Jangan coba-coba memancing amarahku Nona Paloma, aku sudah cukup bersabar dengan semua omong kosongmu. Kau pikir aku tidak bisa membunuhmu sekarang? Harusnya kau bersyukur aku tidak membunuhmu. Orang yang telah menculikmu menyuruhku untuk langsung menghabisimu begitu kau sampai ke Italia, tapi aku masih berbelas kasih padamu Nona Paloma. Aku tidak akan membunuhmu, namun kau harus mengikuti perintahku!"
Paloma bergetar takut atas perlakuan Albert Hall padanya, kepalanya tambah sakit akibat lemparan Albert yang mengenai dahinya.
Darah segar mengalir membasahi baju Paloma. Sebenarnya siapa yang ingin menculik dan membunuhnya? Paloma pikir Albertlah dalang dibalik ini, tapi sepertinya dugaan Paloma keliru.
Kalau bukan Albert lalu siapa? Apa mereka musuh ayah atau ada yang dendam pada keluarga mereka? Gumam Paloma dalam hati.
"Kau akan aku bawa ke acara pelelangan di Milan, dan akan ku jual kau padanya. Setelah kalian menikah, buat dia agar jatuh cinta padamu lalu bunuh dia. Setelah kau berhasil membunuhnya, kau akan aku bebaskan dan akan kubawa kau pulang ke Indonesia. Tapi satu hal yang perlu kau ingat adalah, jangan berpikir untuk melarikan diri karena nyawa orang tuamu ada ditanganku!"
Albert menjentikkan jari memanggil anak buahnya untuk mendekat, dia menyuruh mereka untuk memanggilkan dokter untuk mengobati dahi Paloma.
"Aku akan tinggal dengan kau dan keponakanku agar aku bisa memantau langsung semua gerak gerikmu. Di sana juga ada adikku, calon ibu mertuamu. Kau akan memakai alat pelacak di tubuhmu agar aku bisa tahu kemanapun kamu pergi, karena setelah kalian menikah kau pasti akan selalu ikut dengan keponakanku kemanapun dia pergi." Albert berdiri dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan Paloma yang menangis.
Mengapa hidupku jadi begini? Apa tak ada yang bisa aku lakukan Tuhan? Kenapa aku tak mati saja waktu itu? Airmata Paloma terus menetes bersamaan dengan darah yang mengalir, hatinya sesak, Paloma tak mampu berpikir ia putus asa dengan hidupnya.
Flashback off
"Kita sudah sampai Bos." Suara supir membuyarkan lamunan Paloma.
Dia tidak sadar jika kini mereka telah berada di depan pagar tinggi dengan pos penjaga disamping kiri dan kanan.
Albert Hall menurunkan kaca mobilnya dan berbicara kepada beberapa penjaga disitu dengan bahasa Italia.
Paloma tahu apa yang sedang mereka bicarakan karena ia juga menguasai beberapa bahasa asing.
Sebagai pewaris utama Hendrawan, Corp Paloma harus bisa berbicara bahasa asing karena ia akan selalu menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan luar negeri.
Sebelum pintu gerbang besar itu dibuka para penjaga tampak menelepon seseorang untuk menanyakan apakah Albert telah membuat janji terlebih dahulu atau tidak dengan Alano Lodovico, Bos besar mereka.
"Mereka sudah sampai Bos."
Alano yang saat itu sedang berada di ruang kerjanya memeriksa laporan perusahaan menghentikan aktivitasnya.
"Bawa mereka ke ruang keluarga dan antarkan juga mommy kesana, ia harus melihat calon menantu dan kakaknya." Alano berdiri dari kursi, menatap keluar jendela dengan pandangan dinginnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like and Vote yaa guys 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Lucki RM
kalau gue perhatikan Paloma kan udah tau siapa yang menjadi musuh dalam selimut yaitu Bella. karena udah di kasih tau sama Albert. otomatis setelah dia menikah sama alano pasti dia bisa menghubungi keluarga nya yang ada di indo untuk berhati-hati kalau Bella adalah musuh dalam selimut.
2021-08-19
1
Zarida Jennifer
hahaha...buta apa buta...
2021-07-17
0
Yulita Tri Astuti
katanya buta kok harus melihat.... apa tak salah Thor?
2021-03-22
5