Kesedihan Keluarga Presiden

Pesawat yang membawa Paloma tiba di Italia, perjalanan yang menghabiskan waktu berjam-jam sungguh sangat melelahkan. Paloma yang masih dalam pengaruh obat bius itu tertidur tidak sadarkan diri.

"Aku sudah membawanya sampai disini, tugasku sudah selesai."

Lelaki dengan jenggot dan bekas luka di wajah berkata kepada seorang lelaki paruh baya yang baru masuk kedalam gudang tempat penyekapan Paloma berada.

Sungguh tidak pernah mereka bayangkan kalau paket exclusive itu akan mereka dapatkan dengan mudah setelah melakukan pengintaian tiga bulan lamanya, dan akhirnya misi ini berjalan dengan sukses.

"Terima kasih, untuk selanjutnya kau bisa berlibur dan pergi jauhlah dari sini agar tidak dicurigai oleh pihak manapun."

Mereka lalu keluar dari ruangan tersebut dimana Paloma sedang tidur diatas kasur yang kotor dan tidak layak.

Mereka sengaja tidak mengikat tangan dan kakinya karena Paloma tidak akan bisa kabur kemana-mana mengingat tempat ini sudah disiapkan secara khusus oleh mereka. Selain itu diluar ruangan ada beberapa penjaga yang berjaga dan juga di seluruh gudang.

Gudang itu adalah gudang terbengkalai yang jauh dari keramaian kota, tidak akan ada yang berani kesana karena sejak dulu tempat itu dianggap angker oleh masyarakat.

Berita penculikan Paloma Hendrawan anak satu-satunya Presiden menjadi topik terhangat dan terheboh hari itu.

Kevin Hendrawan yang saat itu sedang mengikuti pertemuan negara-negara ASEAN di Jepang langsung beranjak dari tempat duduknya.

Dia sungguh syok dengan kaki yang terasa lemas. Kevin tidak pernah membayangkan kejadian ini akan menimpa keluarganya, apalagi putri semata wayang Kevin diculik disaat dia tidak berada di negaranya.

Poly Irawan yang mendengar berita penculikan Paloma menangis histeris dan jatuh pingsan, ia tidak pernah tahu kalau sarapan mereka tadi pagi adalah kebersamaan mereka yang terakhir kali.

"Bagaimana keadaan saat ini di sana? Apa Polisi sudah melakukan olah TKP?"

Kevin Hendrawan tampak frustasi diatas pesawat Kepresidenan Air Force One Boeing 747-700 dengan nomor seri 2800 dan 2900. Pesawat Kepresidenan ini menggunakan rancangan Boeing yaitu varian 737-800 yang termasuk dalam kelas Boeing Business Jet 2 (BBJ 2).

Salah satu anggota Staf Khusus Kepresidenan bernama Rangga angkat bicara. "Polisi masih melakukan penyisiran di TKP, Pak Presiden. Namun menurut info yang saya dapat dari Pak Kapolri, seluruh Paspampres yang ditugaskan untuk menjaga Nona Paloma meninggal di tempat kejadian. Bahkan salah satu mobil meledak sebelum kejadian baku tembak terjadi, dan untuk Tuan Austin ia ditemukan di dalam saluran air dekat TKP dengan penuh luka tembakan. Saat ini kondisinya kritis di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD)."

Kevin Hendrawan mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar kebobolan. Paloma memang tidak suka jika diikuti banyak Paspampres karena menurutnya itu akan sangat merepotkan, dan membuat dia tidak bisa leluasa bertemu dengan orang lain. Belum lagi dengan prosedur dan protokol yang harus ia jalani setiap hari.

Oleh karenanya Paloma bersikeras kepada ayahnya untuk tidak menempatkan banyak Paspampres disampingnya. Lagipula mengingat ini di negaranya sendiri, Kevin pun mengiyakan permintaan Paloma. Tapi siapa sangka dia malah kecolongan di negaranya sendiri.

"Lalu bagaimana dengan para pengawal bayangan yang ditempatkan di dekat Paloma, apa mereka selamat?"

"Mereka juga ikut menjadi korban, Pak Presiden."

"Apa ini ulah ******* Rangga?" Kevin menatap Rangga dengan mata berkaca-kaca.

Sungguh, ayah mana yang tidak akan menangis mengingat anak satu-satunya diculik dan entah berada dimana.

"Kami belum bisa memastikan, Pak Presiden. Detektif yang kami turunkan masih menyelidikinya saat ini, bahkan kamera CCTV sengaja dirusak oleh mereka di daerah sekitar situ sebelum kejadian itu terjadi. Mereka sudah mempersiapkan semuanya sebelum beraksi."

"Baiklah saya ingin laporannya harus sudah ada saat kita mendarat, dan untuk Pers, telepon Bambang untuk mengadakan Konferensi Pers. Saya tidak ingin membuat masyarakat khawatir. Apalagi pemilihan Presiden baru akan dimulai, kita harus memikirkan cara terbaik untuk masalah ini tanpa membuat masyarakat resah. Tekan media massa agar tidak terlalu memberitakan masalah ini secara terus menerus, alihkan fokus berita mereka agar masalah ini dapat kita tangani secara sembunyi-sembunyi."

"Baik, Pak Presiden."

Rangga pun menelepon Bambang Soesatyo selaku Juru Bicara Kepresidenan agar segera melakukan konferensi Pers untuk menghindari berita bohong atau hoax.

Sementara itu di dalam rumah yang cukup besar dan mewah, seorang lelaki berumur enam puluh tahun sedang tertawa senang melihat berita yang disiarkan di TV.

"Hahahaha ... kehancuranmu baru saja dimulai Kevin Hendrawan!"

Terpopuler

Comments

Irwan

Irwan

mantap thor

2021-11-21

0

xixi

xixi

ngga masalah dengan namanya, yang penting ceritanya bagus

2021-09-03

0

Zarida Jennifer

Zarida Jennifer

prediden indo namanya indo asli g ada kebarat2an 🤣🤣🤣

2021-07-17

2

lihat semua
Episodes
1 The President Family
2 Awal Mula
3 Penculikan
4 Kesedihan Keluarga Presiden
5 Merasa Kehilangan
6 Musuh dalam Selimut
7 Persiapan
8 Acara Pelelangan
9 Alano Lodovico
10 Kesepakatan
11 Bertemu Calon Suami & Calon Mertua
12 Panggil aku Momy
13 Mafia Fire Red
14 Pengejaran
15 The Wedding
16 After Wedding
17 Merindukanmu
18 Musuh Dalam Selimut 2
19 Rencana Albert Hall
20 Alano & Paloma
21 Alano & Paloma Chapter 2
22 Alat pelacak
23 Pengakuan Paloma
24 Musuh Lama
25 Kejadian di Pagi hari
26 Perusahaan Lodovico, Corp
27 Rapat Direksi
28 Pertemuan tak Terduga
29 Kegelisahan Alano
30 Penangkapan Gael Avignon
31 Pulang ke Mansion Utama
32 Menggoda Paloma
33 Kunjungan ke Luar Negeri
34 Rencana Cecil
35 Mencari Tahu
36 Penembakan Bella
37 Hukuman untuk Cecil
38 Menjenguk
39 Kabar
40 Bertemu Lagi
41 Alano vs Pablo
42 Roti Racun
43 Efek Racun
44 Khawatir
45 Penyiksaan
46 Pertemuan
47 Kedatangan Sentosa
48 Hilangnya Paloma
49 Sayatan
50 Penyerangan
51 Flashback
52 Menyusul
53 Visual Tokoh 1
54 Tragedi
55 Kehilangan
56 Pernyataan
57 Berbunga
58 Kenyataan
59 Ziarah
60 Rasa Takut
61 Have Fun
62 Menemani Paloma
63 Permintaan Paloma
64 Paket
65 Curiga
66 Ketahuan
67 Gelisah
68 Tertawa
69 Akhir Albert Hall
70 Pertemuan 2
71 Rencana
72 Me time
73 Memanjakan mu
74 Mabuk
75 Ikut
76 Pupus
77 Cemburu
78 Jebakan
79 Emosi
80 Sisi Lain
81 Ali dan Hana
82 Rasa Bersalah
83 Ali dan Hana 2
84 Mengajak
85 Hari Pemilihan
86 Kantor Polisi
87 Konferensi Pers
88 Surprise
89 Bertemu
90 Menantu
91 Menantu 2
92 Heboh
93 Meminta Maaf
94 Memaafkan
95 Kakak Sepupu
96 Terapi
97 Pergi
98 Rindu
99 Turki
100 Terapi 2
101 Lokasi Pertemuan
102 Masa lalu
103 Aku Sudah Menikah
104 Kembali
105 Pesta Pernikahan
106 Perjalanan
107 Honeymoon
108 Pengganggu
109 Asisten Ku
110 Dilema
111 Ragu
112 Pesan
113 Penjelasan
114 Hukuman
115 Perasaan yang Sebenarnya
116 Mengerjai
117 Orang Asing
118 Berdebar
119 Menentukan Hati
120 Pilihan Hana
121 Tergoda ?
122 Menebus
123 Menyusul
124 Pulang
125 Merecoki
126 Hukuman 2
127 Berhenti Berharap
128 Mengejar mu
129 Kasmaran
130 Peresmian (Final Episode)
131 Pengumuman
132 Pengumuman Novel Baru
133 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 133 Episodes

1
The President Family
2
Awal Mula
3
Penculikan
4
Kesedihan Keluarga Presiden
5
Merasa Kehilangan
6
Musuh dalam Selimut
7
Persiapan
8
Acara Pelelangan
9
Alano Lodovico
10
Kesepakatan
11
Bertemu Calon Suami & Calon Mertua
12
Panggil aku Momy
13
Mafia Fire Red
14
Pengejaran
15
The Wedding
16
After Wedding
17
Merindukanmu
18
Musuh Dalam Selimut 2
19
Rencana Albert Hall
20
Alano & Paloma
21
Alano & Paloma Chapter 2
22
Alat pelacak
23
Pengakuan Paloma
24
Musuh Lama
25
Kejadian di Pagi hari
26
Perusahaan Lodovico, Corp
27
Rapat Direksi
28
Pertemuan tak Terduga
29
Kegelisahan Alano
30
Penangkapan Gael Avignon
31
Pulang ke Mansion Utama
32
Menggoda Paloma
33
Kunjungan ke Luar Negeri
34
Rencana Cecil
35
Mencari Tahu
36
Penembakan Bella
37
Hukuman untuk Cecil
38
Menjenguk
39
Kabar
40
Bertemu Lagi
41
Alano vs Pablo
42
Roti Racun
43
Efek Racun
44
Khawatir
45
Penyiksaan
46
Pertemuan
47
Kedatangan Sentosa
48
Hilangnya Paloma
49
Sayatan
50
Penyerangan
51
Flashback
52
Menyusul
53
Visual Tokoh 1
54
Tragedi
55
Kehilangan
56
Pernyataan
57
Berbunga
58
Kenyataan
59
Ziarah
60
Rasa Takut
61
Have Fun
62
Menemani Paloma
63
Permintaan Paloma
64
Paket
65
Curiga
66
Ketahuan
67
Gelisah
68
Tertawa
69
Akhir Albert Hall
70
Pertemuan 2
71
Rencana
72
Me time
73
Memanjakan mu
74
Mabuk
75
Ikut
76
Pupus
77
Cemburu
78
Jebakan
79
Emosi
80
Sisi Lain
81
Ali dan Hana
82
Rasa Bersalah
83
Ali dan Hana 2
84
Mengajak
85
Hari Pemilihan
86
Kantor Polisi
87
Konferensi Pers
88
Surprise
89
Bertemu
90
Menantu
91
Menantu 2
92
Heboh
93
Meminta Maaf
94
Memaafkan
95
Kakak Sepupu
96
Terapi
97
Pergi
98
Rindu
99
Turki
100
Terapi 2
101
Lokasi Pertemuan
102
Masa lalu
103
Aku Sudah Menikah
104
Kembali
105
Pesta Pernikahan
106
Perjalanan
107
Honeymoon
108
Pengganggu
109
Asisten Ku
110
Dilema
111
Ragu
112
Pesan
113
Penjelasan
114
Hukuman
115
Perasaan yang Sebenarnya
116
Mengerjai
117
Orang Asing
118
Berdebar
119
Menentukan Hati
120
Pilihan Hana
121
Tergoda ?
122
Menebus
123
Menyusul
124
Pulang
125
Merecoki
126
Hukuman 2
127
Berhenti Berharap
128
Mengejar mu
129
Kasmaran
130
Peresmian (Final Episode)
131
Pengumuman
132
Pengumuman Novel Baru
133
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!