Setelah pertemuan singkat diruang keluarga, Paloma diantarkan oleh seorang Maid menuju kamarnya di lantai dua, bersebelahan dengan kamar Alano.
Ketika pintu dibuka, Paloma menatap takjub kamar berukuran besar yang kental dengan gaya klasiknya, warna coral tampak mendominasi seisi ruangan.
"Silahkan Nona Paloma, jika ada yang Nona butuhkan Nona tinggal menekan tombol disamping tempat tidur itu, saya akan langsung datang menemui Nona."
"Terima kasih." Paloma tersenyum manis menatap Maid wanita itu, ia pun pamit meninggalkan Paloma.
Paloma merebahkan tubuhnya di atas kasur king zise, tubuhnya benar-benar lelah apalagi mengingat kejadian dalam hidupnya.
Airmata Paloma turun membasahi kedua pipinya, rasa sakit dan marah kembali meliputi hati dan pikiran Paloma.
Tidak tahu bagaimana kedepannya hidup Paloma, apa ia bisa melewatinya atau tidak. Paloma rindu dengan ayah dan bundanya, rindu pelukan hangat mereka. Apalagi saat bertemu dengan calon mertuanya tadi hati Paloma seakan teriris melihat keadaan perempuan paruh baya tersebut.
Tok.. tok.. tok..
Bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunan Paloma, ia bangun dan duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap sisa-sisa airmata yang masih ada di pipinya.
Seorang wanita paruh baya masuk dengan dituntun Maid wanita disampingnya, Paloma segera beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati mereka.
Maid itu menuntun Angelina Hall duduk di kursi sofa dalam kamar, dengan Paloma yang mengikuti mereka dari belakang dan duduk di depan Angelina.
"Mendekatlah Paloma, aku ingin menyentuhmu."
Paloma berdiri dan menjatuhkan tubuhnya disamping calon mertuanya, Angelina mencoba meraih tangan Paloma dan mengusap tangannya lembut. Dia berusaha menenangkan Paloma karena dia tahu saat ini Paloma sedang gugup duduk bersamanya.
"Bagaimana kabarmu Paloma? Aku sangat terkejut saat Alano berkata kemarin malam bahwa ia akan menikah. Tapi aku senang akhirnya anak nakal itu mau juga untuk menikah. Selama ini dia tidak pernah membawa perempuan manapun untuk bertemu denganku, dia juga begitu tertutup soal percintaannya makanya saat dia berkata dia mau menikah aku sangat senang. Harapanku untuk segera memiliki cucu akan segera menjadi kenyataan."
Paloma mendadak salah tingkah mendengar ucapan Angelina tentang memiliki seorang cucu, wajahnya memerah bak kepiting rebus. Oh My God bagaimana memiliki cucu, kami saja tidak saling mengenal lelucon yang sangat lucu pikirnya.
Angelina mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Paloma, ia tersenyum dengan mata berkaca-kaca, pandangan mata sayu terlihat begitu jelas.
"Kau sangat cantik Paloma, andai saja aku bisa melihatmu aku pasti akan merasa bahagia sekarang."
Paloma tersenyum menatap Angelina ia kembali teringat bunda Poly. "Tante jangan menangis, aku tidak mau melihat Tante menangis."
Paloma mengusap airmata Angelina ia ikut sedih melihat keadaan calon mertuanya itu, tidak tahu kenapa Albert ingin menghancurkan keluarga dari adik kandungnya.
Angelina terlihat sangat baik dan tulus, jelas terlihat bahwa ia begitu menyayangi kakak kandungnya yang justru ingin membunuh Alano keponakannya sendiri.
"Jangan panggil aku tante Paloma, sebentar lagi kau akan menikah dengan Alano dan menjadi bagian keluarga Lodovico, panggil aku Mommy seperti Alano memanggilku."
"Baiklah Mommy, terima kasih karena sudah menerimaku menjadi menantumu."
Angelina mengangguk tersenyum ia sengaja tidak ingin Paloma tahu kalau ia sudah bisa melihat karena ia ingin mencari tahu siapa sebenarnya Paloma, mengapa dia bisa datang bersama Albert kakaknya.
Angelina masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan kakak laki-laki nya itu, ia berpikir kalau Albert pasti memiliki rencana, apalagi melihat Alano yang hanya diam tidak ingin menjelaskan apa-apa padanya. Dia memilih untuk mencari tahu sendiri rencana Albert Hall dengan berpura-pura buta di depan mereka.
Saat melihat Paloma ia tahu kalau Paloma adalah perempuan baik, tidak terlihat kelicikan dimatanya. Angelina semakin yakin kalau Albert pasti menjebak Paloma hingga ia mau mengikuti rencananya.
"Kau ingin tema apa untuk acara pernikahanmu Paloma? Kita harus segera menyiapkan acaranya, apa kau sudah berbicara dengan Alano?"
Angelina sengaja memancing Paloma untuk melihat reaksinya, Paloma gelagapan mencoba mencari jawaban yang pas untuk calon mertuanya.
"Aku sudah mengatakan pada Alano semua konsepnya Mommy, aku ikut dia saja maunya bagaimana untuk acara nanti."
Paloma menggaruk kepalanya yang tidak gatal ia bingung harus menjelaskan apa pada Angelina, tidak mungkin ia berkata bahwa mereka sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain.
Angelina tersenyum tipis melihat sikap yang Paloma tunjukkan, gadis ini benar-benar polos pikirnya. Ia tahu kalau Paloma sedang berbohong dan sedang mencari alasan tepat untuknya.
Sementara itu Alano Lodovico yang sedang berada di ruang kerjanya bersama Dave tampak sibuk memeriksa laporan perusahaan dan perdagangan gelapnya.
"Bos, paket kita malam ini akan dikirim ke Nepal. Anak buah kita sudah mengatur semuanya. Apa Bos mau pergi mengawasinya langsung?"
Dave mengingatkan Alano tentang pengiriman paket senjata mereka melalui jalur laut malam ini, paket yang akan mereka kirim ini bernilai ratusan milyar dollar.
"Ayo kita kesana."
Alano berdiri dari tempat duduk dengan tatapan dingin khasnya, ia melangkah pergi dari sana diikuti Dave dibelakangnya.
.
.
.
.
.
.
**Hari ini Up 3 episode guys
Stay tuned
Jangan lupa Like and vote 🌹**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
xixi
whoaaa lope lope deh tor 😁😁
2021-09-03
1
🌹Dina Yomaliana🌹
like juga
2020-12-15
1
Dinasti22
Hi, i'm come back, and always like your novel 😉
"My Beloved Spoiled Woman".
2020-12-12
5