Sudah seminggu penculikan Paloma terjadi namun belum ada perkembangan signifikan yang didapatkan oleh detektif yang menangani kasus ini.
Mereka hanya mendapatkan informasi bahwa dalang dari penculikan Paloma dilakukan oleh kelompok *******.
Poly Irawan sampai jatuh sakit karena begitu merindukan anak perempuan satu-satunya, bahkan sang Presiden Kevin Hendrawan terlihat kurus dengan lingkaran mata yang menghitam.
Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak lagi karena Paloma belum juga ditemukan, ditambah dengan memikirkan istri tercintanya yang sedang sakit.
"Menurutmu apa kita harus meminta bantuan dari FBI dan CIA, Kevin?"
Kevin Hendrawan duduk bersama dengan adiknya Kerta Hendrawan dan anak tirinya Ali Irawan di Gedung Utama Istana Bogor, tepatnya di Ruang Teratai yang berfungsi sebagai ruang penerimaan tamu. Sejak 3 hari lalu Kevin dan Poly berada di Istana Bogor.
Austin yang belum juga sadar dari komanya membuat Kerta Hendrawan ikut geram. Dia ingin segera mengetahui siapa dalang dibalik penculikan Paloma.
Mommy Austin yang bernama Samantha sangat terpukul saat mengetahui anak bungsunya terbaring di rumah sakit. Kerta Hendrawan juga merasa sedih melihat anaknya dengan keadaan yang seperti itu.
"Iya, kita akan bekerja sama dengan mereka. Besok agen-agen mereka akan tiba di Indonesia."
Kevin yakin kalau dalang penculikan Paloma terkait dengan organisasi ******* luar negeri.
Ali yang duduk disamping ayah tirinya mengusap lembut pundak Kevin Hendrawan. "Ayah jangan khawatir, aku sudah menghubungi beberapa rekan bisnis dan juga teman Mafia aku di luar negeri. Mereka berjanji akan membantu kita Ayah, Paloma pasti akan segera ditemukan."
Kevin mengangguk tersenyum menatap Ali, lalu berdiri berjalan keluar dari ruangan itu. Dia harus mengecek keadaan istrinya sekarang, karena semenjak pulang dari kegiatan kedinasannya sebagai Presiden, Kevin sama sekali belum ke Pavilion Dyah Bayurini tempat peristirahatan Presiden beserta keluarganya berada.
Ali dan Kerta menatap kepergian Kevin dengan sedih, mereka tahu kalau beban yang sedang dipikul oleh Kevin Hendrawan sangatlah besar, ditambah lagi dengan Poly Irawan yang sedang sakit. Biasanya Ibu Negara selalu menemani kemana pun Presiden berada.
Paloma duduk di depan cermin menatap pantulan dirinya, ia sudah di dandani bak bidadari.
Malam ini Paloma akan dibawa ke pasar gelap yang diadakan di Hotel Excelsior Gallia Milan tepatnya di Terraza Gallia Bar and Restaurant.
Terraza Gallia Bar and Restaurant berada di puncak Gedung yang menyediakan tempat pertemuan bagi penghuni dan pengunjung hotel untuk berbaur dengan pemandangan panorama luar biasa kearah Menara Pirelli dan Stasiun Kereta Api Grand.
Para tamu dapat menikmati seni rupa 'Aperitivo' sebuah tradisi kelahiran Milan yang dibawa oleh Hotel Gallia ke ketinggian baru dengan menawarkan pilihan makanan kecil dan persembahan bouche yang menghibur untuk menemani setiap koktail selama ritual lokal sebelum makan malam yang populer ini.
Berkedok makan malam mewah dan private dengan para tamu undangan yang datang dari berbagai mancanegara, ini sebenarnya adalah acara pelelangan. Semua barang maupun manusia diperdagangkan dengan harga fantastis dan memiliki nilai yang tinggi.
Paloma memakai dress putih berbahan sifon dengan belahan pada kaki sampai pada paha memperlihatkan kaki jenjangnya dan terlihat seksi. Rambutnya sengaja di ikat ke atas untuk memperlihatkan leher putih mulus Paloma.
Dia sangat takjub melihat perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang disuruh Albert untuk meng-make over dirinya. Sungguh luar biasa tangan mereka menjadikan dia seperti putri raja.
Seorang pelayan hotel mendekati Paloma. "Nona Paloma, mari ikut saya. Kita sudah harus pergi sekarang, tuan Albert sudah menunggu." Mereka berjalan keluar dari Katara Royal Suite, bersaaman.
Katara Royal Suite adalah suite terbesar yang ada di Italia dan berada di puncak hotel, menggunakan mantel dari Leading Hotel Suite di Eropa seluas 1.000 m2 (10.000 kaki) dengan teras luar ruangan dan deretan pohon unik dilantai atas hotel.
"Silahkan menunggu disini Nona Paloma sebentar lagi tuan Albert akan menemui Anda." Pelayan hotel berlalu meninggalkan Paloma di sebuah ruangan.
Bunyi tapak sepatu masuk dari luar ruangan terdengar. Albert Hall menatap Paloma dengan puas, tidak sia-sia ia membayar mahal para make up artist tadi.
Paloma terlihat sangat memesona layaknya bidadari, jika sudah begini dia sangat yakin rencananya akan berhasil dan sukses.
.
.
.
.
.
.
Tiap hari ada up yaa
Stay tuned 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
❤D_D❤
semangatt thorrr
2021-02-26
0
🌹Dina Yomaliana🌹
juga spam🤭
2020-12-15
0
edi edian
Hy thooor, semangaaat up nya, saling dukung yuk,,, like sudah mendarat di tiap episodnya... mampir juga ya di CS ku "DALAM HUJAN"...berikan feed back juga...
2020-12-08
0