Ibu Alano, Angelina Hall sudah bisa melihat sejak 5 tahun yang lalu. Dia mendapatkan donor mata dan melakukan operasi secara diam-diam setelah pindah ke Mansion Utama di Kota Roma.
Selama berada di Mansion Apple, ibunya tidak pernah bisa dioperasi. Setiap mendapatkan donor mata, operasi tersebut selalu gagal karena ulah paman Albert.
Alano pun memboyong ibunya untuk pindah ke Mansion Utama, selain disana lebih aman pamannya Albert Hall tidak bisa keluar masuk sembarangan.
Bahkan para pekerja dan penjaga di Mansion Utama adalah orang-orang kepercayaan Alano selama bertahun-tahun.
Angelina Hall telah mengetahui semua ulah yang dilakukan oleh kakak kandungnya, dia selalu berusaha meyakinkan Alano bahwa paman kandungnya hanya dibutakan oleh harta saja dan akan berubah seiring waktu.
Angelina telah memaafkan perbuatan Albert yang sengaja membuatnya buta waktu itu, tapi Alano tidak menceritakan kepada Angelina kalau selama ini Albert ingin membunuhnya, termasuk penyerangan-penyerangan yang terjadi di Mansion Apple.
Alano tidak ingin membuat Ibunya semakin kecewa dengan kelakuan paman kandungnya itu.
Paloma turun dari mobil begitu pintu dibukakan untuknya, ia memandang takjub Mansion Utama milik Alano Lodovico, calon suami yang belum pernah dia lihat.
Meskipun Paloma tinggal di Istana Kepresidenan, namun Mansion milik Alano Lodovico sangat berbeda jauh. Ada kesan mewah dan elegan di setiap struktur arsitektur bangunannya.
Seorang pelayan membawa Paloma dan Albert masuk ke dalam Mansion, mata Paloma tidak berhenti memperhatikan isi dalam Mansion.
Dia bahkan menabrak Maid yang mengantarkan mereka masuk karena tiba-tiba saja berhenti di depannya.
"Silahkan duduk Nona dan Tuan Albert, sebentar lagi bos akan turun ke bawah."
Paloma dan Albert duduk di sofa empuk berwarna cream, ruangannya sangat luas di dalamnya hanya ada sofa dan beberapa meja kecil dengan TV besar menggantung di dinding.
Di sudut ruangan terdapat beberapa bunga Tulip yang masih baru, sepertinya pemilik Mansion ini sangat menyukai bunga segar pikir Paloma.
Wanita itu jadi teringat dengan bundanya yang juga selalu menghiasi Istana Kepresidenan dengan beberapa bunga Mawar kesukaannya.
Para Maid keluar membawakan cemilan dan minuman, lalu meletakkannya di atas meja. Albert Hall duduk dengan tenang sambil meminum kopi yang diberikan Maid untuk mereka, berbeda dengan Paloma yang duduk dengan gelisah. Ia terlalu takut memikirkan nasibnya ke depan.
"Kau duduklah dengan tenang, jangan membuat mereka curiga sedikitpun. Jika mereka tidak bertanya, jangan berbicara apa-apa kau cukup diam dan mendengarkan. Ingat nyawa orang tuamu ada di tanganku!" Albert tersenyum licik dan menyesap kopinya kembali.
Paloma menatap tajam Albert Hall dan membuang nafas kasar mengumpat dalam hati, aku bersumpah jika aku bisa lari dari tempat ini ... orang pertama yang akan aku bunuh itu kau Albert Hall.
Bunyi tapak sepatu terdengar memasuki ruangan, Alano Lodovico masuk dengan gaya dinginnya bersama sang asisten dan tangan kanannya Dave. Dia duduk menghadap Albert dan Paloma dengan Dave berdiri dibelakangnya.
Paloma tampak tertegun menatap Alano, dia sangat tampan dan seksi dengan jambang dan kumis tipisnya. Oh Paloma apa yang sedang kau pikirkan jangan sampai kau yang jatuh cinta padanya.
Wajah Paloma tampak memerah seperti tomat saat manik mata mereka bertemu. Alano tersenyum tipis melihat kepala Paloma yang tertunduk, ia tahu kalau Paloma sedang menutupi wajahnya yang memerah.
"Alano, kenalkan ini Paloma Hendrawan, calon istrimu."
Alano hanya mengangguk mengiyakan, ia hanya menatap Paloma tanpa mau berkata apa-apa.
Suasana terasa sangat canggung di dalam ruangan itu, Paloma meremas jari jemari tangannya untuk menutupi rasa gugup sampai kehadiran seorang wanita paruh baya memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka.
Angelina masuk dengan dituntun oleh seorang Maid wanita dan duduk disamping Alano, tidak ada yang tahu kalau Angelina sudah bisa melihat selain Alano, Dave dan beberapa Maid inti di Mansion.
Alano menggenggam tangan Ibunya sambil mengusap lembut, tatapan mata Alano berubah sendu dan penuh cinta. Paloma melihat perubahan pandangan mata itu.
"Apa kabar adikku sudah lama kita tidak bertemu, Alano tidak mengizinkan aku untuk mengunjungimu." Albert memelas menatap Angelina yang duduk di depannya.
Paloma yang mendengarkan perkataan Albert memutar bola matanya malas, dasar munafik pandai sekali pria tua ini bersandiwara ingin sekali ia menonjok mulut pria busuk disampingnya.
Alano kembali tersenyum tipis melihat kelakuan Paloma, sejak tadi dia tidak berhenti menatap Paloma.
Saat manik mata mereka kembali bertemu, Paloma langsung mengarahkan pandangan matanya kearah lain dan terlihat salah tingkah. Uh ... ditatap seperti itu nggak kuat hati ade abang jago, wajah Paloma kembali memerah karena tatapan tajam Alano padanya.
"Maafkan Alano, kakak ... dia hanya terlalu khawatir padaku sampai tidak mengizinkan siapapun bertemu denganku sejak penyerangan di Mansion Apple terjadi. Kakak tenang saja, mulai sekarang kakak bisa sering-sering berkunjung kemari. Atau kalau kakak ingin, kakak bisa menginap dan tinggal bersama kami disini."
Alano tampak terkejut dengan perkataan Ibunya, apa-apaan Mommy ini kenapa dia tidak bertanya padaku dulu dan asal berbicara seperti itu pada Albert?
Angelina yang tahu bahwa Alano akan marah atas perkataannya tadi, meremas lembut tangan Alano. Dia ingin meyakinkan putranya kalau dia mempunyai alasan dan sudah memikirkannya dengan baik.
"Terima kasih adikku, baiklah kakak akan tinggal disini selama beberapa hari sekalian untuk membantumu mengatur pernikahan Alano dan Paloma tiga hari lagi."
Kini giliran Paloma yang tersentak kaget mendengarkan perkataan Albert Hall, what? tiga hari lagi? Kenapa secepat itu, aku bahkan tidak pernah mendengar suaranya. Oh God, mampukan aku melewati semua ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dukung terus karya Author yaa
Jangan lupa Like and Vote 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Citra Kamila
aku juga terkejut..
2021-12-02
0
LA
alano ajarin aja paloma spy pintar bela diri
2021-11-22
0
Irwan
cuma ada di dunia halu cerita kaya gini 😁😁😁😁😁
2021-11-21
0