Merindukanmu

Indonesia

Pagi ini cuaca sedang hujan, Poly Irawan duduk di balkon kamarnya. Mereka sedang berada di rumah pribadi keluarga Hendrawan Irawan.

Poly duduk sambil menangis, ia begitu merindukan Paloma yang masih hilang hampir 2 minggu ini.

Poly memilih pulang ke kediaman pribadinya karena ingin mengenang kebersamaan mereka sewaktu Paloma masih ada berkumpul bersama keluarganya.

Dimana kamu Nak, Bunda sangat merindukanmu sayang. Apa kau baik-baik saja sekarang? Pertanyaan itu terus menghantui pikiran Poly Irawan.

Dia semakin kurus dan pucat karena memikirkan nasib putri kandungnya, anak yang ia lahirkan dan besarkan dengan penuh kasih sayang.

"Bunda diluar begitu dingin, ayo kita masuk ke dalam."

Ali menghampiri Poly Irawan dan duduk disampingnya, tangan kekar Ali merangkul pundak Bundanya dengan penuh kehangatan.

"Bunda masih ingin di sini sayang." Poly tersenyum sendu menatap Ali.

"Bunda ... berhentilah menangis dan bersedih Paloma pasti akan segera ditemukan, kasian ayah, Bunda. Ayah terlihat tidak semangat semenjak Bunda sakit, pikirkan juga kesehatan ayah. Bukan hanya Bunda saja yang bersedih karena kehilangan Paloma, kami semua pun sama merasakannya Bunda."

Ali ikut menangis melihat keadaan bunda Poly, diapun merasakan kehilangan dan kesedihan yang mendalam semenjak Paloma menghilang.

Biasanya Paloma selalu mengerjai Ali kakak tirinya itu saat mereka bersama. Ia rindu dengan tingkah konyol dan jahil Paloma, ia rindu tawa Paloma ketika mereka bercanda di ruang keluarga.

"Maafkan Bunda sayang, Bunda begitu egois tidak memikirkan bahwa masih ada ayah dan dirimu yang juga membutuhkan Bunda, maafkan Bunda ya...." Poly memeluk erat tubuh Ali.

Dia tahu kalau selama ini ia terlalu egois, tidak berpikir tentang suami dan anak laki-lakinya yang juga bersedih karena kehilangan Paloma.

Kevin Hendrawan tersenyum melihat Poly dan Ali dari balik jendela kamar, ia tidak ingin mengganggu momen ibu dan anak itu. Dia berjanji untuk segera mencari keberadaan Gael Avignon setelah gagal menangkapnya di Hawaii.

Kevin keluar menuju ruang kerjanya untuk menemui agen Ronald dan agen Cathline yang telah menunggunya, mereka datang untuk melaporkan hasil penyelidikan terbaru tentang kasus penculikan Paloma.

"Selamat pagi Pak Presiden." Agen Ronald dan Agen Cathline serempak mengucapkan salam saat Presiden RI itu masuk.

"Selamat pagi silahkan duduk, kita langsung saja karena setelah ini saya ada kunjungan keluar daerah."

"Baik Pak, tapi sebelumnya bisakah kami berbicara empat mata dengan Bapak?" Agen Cathline bermaksud ingin agar mereka ditinggalkan diruangan itu tanpa adanya Paspampres yang berjaga.

"Baiklah tinggalkan kami." Kevin Hendrawan menatap tiga orang Paspampres yang ada disitu, termasuk Bella untuk keluar dari ruang kerja meninggalkannya.

"Tapi Pak...." Bella mencoba untuk protes namun Kevin segera mengangkat tangannya, meminta mereka agar segera keluar tanpa banyak bicara.

Untung saja tadi aku sudah meletakkan beberapa kamera dan perekam suara jika tidak, aku tidak akan tahu apa yang sedang mereka bicarakan didalam sana, Bella berbicara dalam hati.

Setelah tiga orang Paspampres itu keluar dan pintu di tutup, agen Ronald berdiri dari tempat duduknya dan mulai memperhatikan keadaan dalam ruang kerja pribadi Presiden, sedangkan agen Cathline duduk mendekati Kevin Hendrawan.

"Kami mempunyai beberapa informasi penting Pak Presiden, namun saya ingin anda membaca ini."

Agen Cathline menyodorkan tab yang ia pegang pada Kevin, disitu tertulis bahwa saat ini pembicaraan mereka sedang direkam oleh seseorang.

Dia meminta agar Kevin bekerja sama dengan mereka sampai alat-alat penyedap itu ditemukan oleh agen Ronald.

Ya, mereka memang mencurigai jika setiap pertemuan mereka dengan Presiden ada orang lain yang tahu.

Kejadian di Hawaii cukup membuat mereka curiga, pasalnya tidak ada orang luar yang mengetahui tentang rencana mereka waktu itu.

Apalagi saat mereka tahu bahwa Gael Avignon berhasil kabur dari resort di Hawaii karena bantuan orang yang menyamar menjadi Agen FBI sama seperti Agen Ronald. Mereka yakin kalau penculikan Paloma ada campur tangan orang dalam yang dekat dengan keluarga Presiden, namun siapa orangnya mereka masih belum bisa memastikan siapa orang tersebut.

Sekitar lima menit menunggu, agen Ronald berhasil menemukan dua puluh kamera pengawas dan alat perekam suara di ruang kerja pribadi Presiden.

Kevin sangat terkejut mendapati hasil temuan agen Ronald, ia tidak menyangka kalau selama ini ada orang yang memantau setiap gerak-geriknya.

"Bagaimana mungkin ada kamera dan alat perekam suara di ruang kerja saya?! Siapa yang berani melakukannya?!" Kevin memukul meja di depan dia sambil menatap benda-benda kecil itu.

"Kami mencurigai kalau ada seseorang yang dekat dengan anda dan selalu memata-matai keluarga anda, Pak Presiden. Kami juga yakin kalau orang tersebut ikut terlibat dalam penculikan nona Paloma."

Kevin Hendrawan begitu terkejut mendengar penuturan agen Ronald padanya. Jadi ada musuh dalam selimut disekitaran kami dan aku tidak mengetahuinya, begitu pikir Kevin Hendrawan.

"Pak Presiden tenang saja, kami akan memasang beberapa kamera pengawas di rumah maupun Istana Kepresidenan. Kami akan membantu Bapak untuk mencari pengkhianat tersebut. Bapak bersikap biasa saja dan jangan menimbulkan kecurigaan agar mereka tidak menyadari kalau Pak Presiden sudah tahu ada pengkhianat disini, dan kami minta jangan sampai ada orang lain yang tahu termasuk Ibu Negara maupun keluarga anda, Pak Presiden."

"Baiklah, sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk bantuan kalian. Tidak ada yang bisa saya percayai lagi selain kalian berdua, Terima kasih banyak." Kevin tersenyum tulus menatap kedua agen hebat yang duduk disamping kanan dan kirinya.

"Berterima kasihlah jika nona Paloma sudah ditemukan Pak Presiden. Alat ini akan kami letakkan kembali ke tempatnya agar mereka tidak curiga, kami akan segera menghubungi anda begitu kami mendapatkan informasi dimana Gael Avignon berada. Kabar terakhir yang kami dapat dia lari ke India."

.

.

.

.

.

.

.

.

****Author usahakan Up 2 Episode lagi yaa guys

hari ini lagi sibuk soalnya hehehe

Jangan lupa Like and Vote 🌹**

Terpopuler

Comments

Irwan

Irwan

gercep kali pengawal presiden

2021-11-21

0

xixi

xixi

salut aku sama agennya

2021-09-03

0

Zarida Jennifer

Zarida Jennifer

anak presiden 8 ri nikah di gereja gereja

2021-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 The President Family
2 Awal Mula
3 Penculikan
4 Kesedihan Keluarga Presiden
5 Merasa Kehilangan
6 Musuh dalam Selimut
7 Persiapan
8 Acara Pelelangan
9 Alano Lodovico
10 Kesepakatan
11 Bertemu Calon Suami & Calon Mertua
12 Panggil aku Momy
13 Mafia Fire Red
14 Pengejaran
15 The Wedding
16 After Wedding
17 Merindukanmu
18 Musuh Dalam Selimut 2
19 Rencana Albert Hall
20 Alano & Paloma
21 Alano & Paloma Chapter 2
22 Alat pelacak
23 Pengakuan Paloma
24 Musuh Lama
25 Kejadian di Pagi hari
26 Perusahaan Lodovico, Corp
27 Rapat Direksi
28 Pertemuan tak Terduga
29 Kegelisahan Alano
30 Penangkapan Gael Avignon
31 Pulang ke Mansion Utama
32 Menggoda Paloma
33 Kunjungan ke Luar Negeri
34 Rencana Cecil
35 Mencari Tahu
36 Penembakan Bella
37 Hukuman untuk Cecil
38 Menjenguk
39 Kabar
40 Bertemu Lagi
41 Alano vs Pablo
42 Roti Racun
43 Efek Racun
44 Khawatir
45 Penyiksaan
46 Pertemuan
47 Kedatangan Sentosa
48 Hilangnya Paloma
49 Sayatan
50 Penyerangan
51 Flashback
52 Menyusul
53 Visual Tokoh 1
54 Tragedi
55 Kehilangan
56 Pernyataan
57 Berbunga
58 Kenyataan
59 Ziarah
60 Rasa Takut
61 Have Fun
62 Menemani Paloma
63 Permintaan Paloma
64 Paket
65 Curiga
66 Ketahuan
67 Gelisah
68 Tertawa
69 Akhir Albert Hall
70 Pertemuan 2
71 Rencana
72 Me time
73 Memanjakan mu
74 Mabuk
75 Ikut
76 Pupus
77 Cemburu
78 Jebakan
79 Emosi
80 Sisi Lain
81 Ali dan Hana
82 Rasa Bersalah
83 Ali dan Hana 2
84 Mengajak
85 Hari Pemilihan
86 Kantor Polisi
87 Konferensi Pers
88 Surprise
89 Bertemu
90 Menantu
91 Menantu 2
92 Heboh
93 Meminta Maaf
94 Memaafkan
95 Kakak Sepupu
96 Terapi
97 Pergi
98 Rindu
99 Turki
100 Terapi 2
101 Lokasi Pertemuan
102 Masa lalu
103 Aku Sudah Menikah
104 Kembali
105 Pesta Pernikahan
106 Perjalanan
107 Honeymoon
108 Pengganggu
109 Asisten Ku
110 Dilema
111 Ragu
112 Pesan
113 Penjelasan
114 Hukuman
115 Perasaan yang Sebenarnya
116 Mengerjai
117 Orang Asing
118 Berdebar
119 Menentukan Hati
120 Pilihan Hana
121 Tergoda ?
122 Menebus
123 Menyusul
124 Pulang
125 Merecoki
126 Hukuman 2
127 Berhenti Berharap
128 Mengejar mu
129 Kasmaran
130 Peresmian (Final Episode)
131 Pengumuman
132 Pengumuman Novel Baru
133 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 133 Episodes

1
The President Family
2
Awal Mula
3
Penculikan
4
Kesedihan Keluarga Presiden
5
Merasa Kehilangan
6
Musuh dalam Selimut
7
Persiapan
8
Acara Pelelangan
9
Alano Lodovico
10
Kesepakatan
11
Bertemu Calon Suami & Calon Mertua
12
Panggil aku Momy
13
Mafia Fire Red
14
Pengejaran
15
The Wedding
16
After Wedding
17
Merindukanmu
18
Musuh Dalam Selimut 2
19
Rencana Albert Hall
20
Alano & Paloma
21
Alano & Paloma Chapter 2
22
Alat pelacak
23
Pengakuan Paloma
24
Musuh Lama
25
Kejadian di Pagi hari
26
Perusahaan Lodovico, Corp
27
Rapat Direksi
28
Pertemuan tak Terduga
29
Kegelisahan Alano
30
Penangkapan Gael Avignon
31
Pulang ke Mansion Utama
32
Menggoda Paloma
33
Kunjungan ke Luar Negeri
34
Rencana Cecil
35
Mencari Tahu
36
Penembakan Bella
37
Hukuman untuk Cecil
38
Menjenguk
39
Kabar
40
Bertemu Lagi
41
Alano vs Pablo
42
Roti Racun
43
Efek Racun
44
Khawatir
45
Penyiksaan
46
Pertemuan
47
Kedatangan Sentosa
48
Hilangnya Paloma
49
Sayatan
50
Penyerangan
51
Flashback
52
Menyusul
53
Visual Tokoh 1
54
Tragedi
55
Kehilangan
56
Pernyataan
57
Berbunga
58
Kenyataan
59
Ziarah
60
Rasa Takut
61
Have Fun
62
Menemani Paloma
63
Permintaan Paloma
64
Paket
65
Curiga
66
Ketahuan
67
Gelisah
68
Tertawa
69
Akhir Albert Hall
70
Pertemuan 2
71
Rencana
72
Me time
73
Memanjakan mu
74
Mabuk
75
Ikut
76
Pupus
77
Cemburu
78
Jebakan
79
Emosi
80
Sisi Lain
81
Ali dan Hana
82
Rasa Bersalah
83
Ali dan Hana 2
84
Mengajak
85
Hari Pemilihan
86
Kantor Polisi
87
Konferensi Pers
88
Surprise
89
Bertemu
90
Menantu
91
Menantu 2
92
Heboh
93
Meminta Maaf
94
Memaafkan
95
Kakak Sepupu
96
Terapi
97
Pergi
98
Rindu
99
Turki
100
Terapi 2
101
Lokasi Pertemuan
102
Masa lalu
103
Aku Sudah Menikah
104
Kembali
105
Pesta Pernikahan
106
Perjalanan
107
Honeymoon
108
Pengganggu
109
Asisten Ku
110
Dilema
111
Ragu
112
Pesan
113
Penjelasan
114
Hukuman
115
Perasaan yang Sebenarnya
116
Mengerjai
117
Orang Asing
118
Berdebar
119
Menentukan Hati
120
Pilihan Hana
121
Tergoda ?
122
Menebus
123
Menyusul
124
Pulang
125
Merecoki
126
Hukuman 2
127
Berhenti Berharap
128
Mengejar mu
129
Kasmaran
130
Peresmian (Final Episode)
131
Pengumuman
132
Pengumuman Novel Baru
133
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!