Restoran Flavio al Velavevodetto adalah restoran yang telah direservasi oleh Alano sebelumnya, yang terletak di Via di Monte Testaccio, 97, 00153 Roma RM, Italia. Memiliki dua aula internal, satu aula kecil, taman luar ruang juga terbuka di musim dingin, dan teras di musim panas.
Selain itu memiliki lebih dari 200 kursi, satu teater, ruang untuk 150 orang untuk makan malam, acara dansa dan ruang pertemuan dengan proyektor video dan layar proyeksi berukuran 3x3 mt yang selalu terbuka saat makan siang dan makan malam.
Makan malam mereka hanya dihadiri oleh beberapa kolega bisnis Alano, dia sengaja tidak mengundang banyak tamu karena memang ini hanya makan malam biasa dan bukan resepsi pernikahan mereka.
Lagi-lagi Paloma memakai topeng untuk menutupi wajahnya agar tidak ada yang tahu identitas istri pengusaha sukses sekaligus Ketua Mafia Fire red.
Paloma terus mengikuti kemanapun Alano berada, dia hanya berdiri disamping Alano sambil memegang gelas berisi jus jeruk kesukaannya.
Ya ... Paloma tidak bisa minum alkohol, dia akan mabuk meski minum sedikit saja.
Paloma hanya tersenyum jika ada yang menyapanya, dia tidak di izinkan untuk bersuara, Dave sudah memberitahunya tadi kalau Alano tidak suka jika Paloma menanggapi pertanyaan-pertanyaan rekan bisnisnya.
Paloma pasrah mengikuti aturan yang diberikan Alano suaminya.
Kaki Paloma sudah sangat kram dan sakit memakai heels yang cukup tinggi, dia mulai tampak tidak nyaman berdiri disamping Alano.
"Duduklah."
Untuk pertama kali Alano berbicara pada Paloma menggunakan bahasa Indonesia, dia tahu kalau saat ini Paloma sedang menahan rasa sakit di kakinya karena berdiri terlalu lama.
"Terima kasih."
Paloma berkata tanpa mau menatap Alano, dia terlalu lelah tersenyum dari tadi hingga bibir Paloma terasa kering.
Alano lalu berjalan meninggalkan Paloma yang sedang duduk sendiri di sudut ruangan, ia kembali menyapa rekan bisnisnya diikuti Dave dari belakang.
Melihat ada kesempatan, Albert berjalan mendekat ke tempat Paloma berada. "Kau harus mencari cara agar kau bisa selalu memasakkan makanan untuknya, aku akan memberi kau sebotol racun untuk dicampurkan pada makanan Alano nanti. Efeknya tidak akan langsung terjadi, tapi setiap hari kau harus memasak untuk Alano dan campurkan racun itu kedalam makanannya. Aku sudah meletakkan racun itu di laci lemari kamarmu."
Albert tersenyum licik sambil menyesap red wine di tangan, ia lalu berjalan pergi dari tempat duduk Paloma.
Alano yang berada tak jauh dari tempat Paloma menatap tajam Albert Hall, dia tahu kalau paman kandungnya itu sedang membicarakan sesuatu pada Paloma. Sepertinya Albert ingin segera bertindak untuk menghabisinya, pikir Alano.
Pukul sepuluh malam mereka pulang ke Mansion Utama, Alano tidak ikut pulang bersama karena ia harus pergi ke pelabuhan untuk mengecek paket yang akan dikirim malam ini. Paloma pulang bersama Angelina Hall.
Sampai di Mansion, Paloma diantar Shasa menuju kamar Alano. Paloma menarik nafas kasar, dia tahu kalau mereka pasti akan tinggal sekamar karena sudah sah menjadi suami istri.
"Nona, baju Nona ada disebelah kanan sedangkan Tuan Alano ada disebelah kiri. Mulai besok Nona akan menyiapkan segala keperluan Tuan mulai dari menyiapkan air mandi, sampai menyiapkan baju kantor Tuan Alano. Biasanya Tuan bangun pukul enam pagi, Nona."
Shasa menjelaskan secara merinci apa saja kebutuhan dan kebiasaan Alano Lodovico selama dirumah, baik yang dia suka maupun yang tidak dia suka.
Paloma mendengarkan dan mengangguk mengiyakan, dia sudah sangat lelah malam ini yang dia butuhkan hanyalah berendam di bathup lalu tidur.
"Saya sudah menyiapkan air untuk Nona mandi, jika butuh apa-apa tekan saja tombol disamping tempat tidur Nona, aku akan langsung kesini."
Shasa pamit pada Paloma dan berlalu pergi meninggalkannya, Paloma buru-buru membuka gaun yang ia pakai dan segera masuk ke kamar mandi untuk berendam. Aroma bunga rose kesukaan Paloma tercium saat itu.
"Apa kau sudah mendapatkan informasi yang aku minta Steven?"
Steven adalah kepala pelayan sekaligus orang kepercayaan Angelina Hall, ia ditugaskan untuk mencari informasi tentang Paloma.
Angelina sangat penasaran mengapa Alano tidak mau memberitahukan latar belakang Paloma padanya, apalagi saat mereka menikah tadi siang tidak ada keluarga Paloma yang hadir, karenanya dia meminta Steven untuk mencari tahu siapa sebenarnya Paloma ini dan apa hubungan dia dengan Albert kakaknya.
"Nona Paloma bernama panjang Paloma Hendrawan, ia adalah warga Indonesia putri tunggal dari Presiden Indonesia Kevin Hendrawan, Nyonya."
"Apa? Putri Presiden?" kaget Angelina. "Kalau dia memang putri seorang pemimpin Negara, lalu mengapa mereka tidak datang ke pernikahan putrinya? Apa kau tidak salah informasi Steven?" tanyanya memastikan.
Angelina begitu terkejut mendengar informasi yang diberikan Steven orang kepercayaannya.
"Tidak Nyonya, saya sudah memastikan keakuratan info ini. Saya juga mendapatkan informasi jika nona Paloma diculik dari Negaranya beberapa minggu yang lalu, dan mereka masih mencarinya sampai sekarang!"
"What?!" Angelina sangat syok mendengar jika ternyata selama ini Paloma diculik.
Dia bingung kenapa Alano tidak mengatakan apa-apa padanya. Angelina yakin kalau anaknya pasti tahu tentang cerita Paloma yang diculik. Alano bukan orang yang ceroboh dan mudah percaya, pikirnya.
"Lalu bagaimana Albert bisa kenal dengan Paloma dan membawanya kemari Steven? Apa Albert ada sangkut pautnya dengan penculikan Paloma?"
"Menurut info yang saya dapatkan, tuan Albert membeli Paloma dari pasar gelap. Ia di jual oleh seseorang di sana. Saya belum bisa memastikan jika tuan Albert tidak terlibat dalam jual beli Paloma di pasar gelap itu, mereka menutupi identitas orang yang membawa Paloma ke pasar gelap di Milan."
Steven menunduk tak berani menatap Nyonya besarnya, dia memang belum bisa mendapatkan informasi tentang hubungan Albert dan Paloma.
Kasihan sekali anak itu, dia sudah diculik bahkan dijual oleh seseorang. Aku harus melindunginya dari kakak, aku yakin kalau kakak terlibat dengan penculikan dan penjualan Paloma di pasar gelap, Angelina berbicara dalam hati.
"Baiklah tidak apa-apa Steven aku ingin kamu terus menyelidikinya dan juga awasi Albert. Aku tidak ingin Alano maupun Paloma terluka, aku yakin kalau Paloma pasti diancam oleh kakakku."
"Baik, Nyonya."
.
.
.
.
.
.
.
.
**Udah up 2 episode yaa guys
Like and Vote yukk 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
xixi
gercep juga tuh
2021-09-03
0
Zarida Jennifer
nah gitu....yg cerdas jgn oon
2021-07-17
0
Gabriela Gabriela
Mantap thor..
2021-04-28
0