Hawaii
Siang itu Gael Avignon sedang menikmati tidur siangnya di Renaissance Wailea Beach Resort dengan nyenyak.
Wailea Beach Resort berada diantara pantai Ulua di Utara dan Pantai Wailea di Selatan, penginapan ini menawarkan 547 kamar dan Suite mewah yang menampilkan desain minimalis dan furnitur kontemporer membuat setiap kamar terlihat rapi dan terawat dengan baik. Dinding berwarna abu-abu pucat dan lantai putih menciptakan kesan netral didalam kamar.
Gael Avignon terkejut saat mendengar suara tembakan dari luar pintu kamarnya, dia segera mengambil pistol diatas nakas samping tempat tidur.
Anak buah Gael pasti sedang berusaha menghentikan polisi yang ingin menangkapnya. Gael membuka tirai jendela kamar dengan hati-hati, tampak beberapa anggota kepolisian setempat dan agen FBI maupun agen CIA berdiri mengepungnya dari luar.
"Damn!"
Gael menendang sofa di dekat jendela ia tidak mau tertangkap, tapi sepertinya dia tidak bisa lari ke mana-mana karena saat ini pasti polisi dan agen-agen itu sudah menutup semua akses pintu masuk keluarnya.
Tiba-tiba saja pintu kamar Gael di dobrak dari luar, Gael langsung menodongkan senjata api di tangannya ke arah pintu. Tampak seorang pria memakai seragam FBI menghampirinya.
"Kau ingin membunuhku Gael? Aku datang kesini bukan untuk menangkapmu, aku diutus Bambang Soesatyo untuk menolongmu. Pakai baju ini, kita harus segera pergi sebelum mereka masuk kemari."
Pria itu melemparkan sebuah baju seragam sama seperti yang ia pakai dengan topi untuk menutupi wajahnya.
Tidak butuh waktu lama Gael Avignon memakai bajunya, mereka segera berlari keluar dari kamar dan bergabung dengan beberapa anggota yang lain agar mereka tidak curiga.
Agen Ronald dan Agen Cathline juga ada di situ, mereka yang memimpin penyerangan kali ini untuk menangkap teroriss Gael Avignon yang sudah lama mereka incar.
"****! Dia tidak ada disini!" Agen Ronald mengusap wajahnya kasar, mereka kalah cepat lagi.
Mereka pikir Gael Avignon sudah melarikan diri dari sana sebelum mereka tiba.
Gael yang mendengar perkataan Agen Ronald tersenyum mengejek, dia menarik topi yang ia pakai untuk menutupi penyamarannya.
Agen FBI dan CIA serta anggota kepolisian setempat beranjak pergi dari resort mewah itu, ada rasa kesal dihati Agen Ronald dan Agen Cathline saat tahu mereka tidak bisa menangkap Gael Avignon lagi.
Padahal seluruh strategi yang mereka susun sudah sangat matang, dan menurut info mata-mata yang mereka kirim, Gael masih tidur di kamarnya siang ini. Entah bagaimana Gael Avignon bisa lolos dari kejaran mereka, apalagi seluruh akses keluar masuk di wilayah itu sudah mereka tutup jadi tidak mungkin Gael dapat kabur dari tempatnya menginap.
Gael Avignon dan pria yang menyelamatkannya tadi masuk ke dalam mobil dengan santai, mereka tidak ingin ada satu orangpun yang curiga.
Mobilpun melaju meninggalkan resort bersama rombongan Agen Ronald dan Agen Catheline. Masih ada beberapa petugas dan agen yang berjaga-jaga di sekitaran resort untuk memantau pergerakan pengunjung resort, mereka takut jika Gael ada diantara para pengunjung itu.
"Ambil ini." Pria itu melemparkan tas kecil kearah Gael Avignon.
"Disitu ada identitasmu yang baru agar kau bisa keluar dari Negara ini juga ada beberapa uang tunai di dalamnya. Ingat kau tidak boleh tertangkap, dan jika kau sampai tertangkap jangan pernah menyebutkan nama pak Bambang Soesatyo, kalau tidak keluargamu yang akan habis dibantai beserta anak buahmu!"
"Kau tenang saja, kali ini aku hanya kecolongan saja mereka tidak akan bisa menangkapku." Gael menyeringai dengan senyum iblisnya.
Ya setelah ini ia benar-benar akan menghilang dan dia yakin tidak akan ada satu orangpun yang bisa menangkapnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Author udah Up 3 episode sekaligus yaa guys tetap dukung Author dengan Like and Votenya 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
xixi
Gael itu siapa lagi yA, apa dia tokoh antagonis juga
2021-09-03
2
Kas Tini
nyimak dan like sj
2021-03-30
2
Dwi Agustin
kok kayaknya familiar ya nama soesatyo...
2021-03-30
1