Paloma bangun dengan mata bengkak dan rambut yang acak-acakkan, semalaman ia terus menangis karena hari ini Paloma akan menikah dengan laki-laki yang tidak ia kenal dan tidak pernah berbicara padanya.
Paloma bahkan bingung apa Alano Lodovico pria yang begitu tampan dan kaya, adalah seorang yang bisu? Semalam mereka makan bersama tapi Alano hanya diam tidak mau bersuara, saat ditanya oleh Angelina dia hanya mengangguk dan menggeleng.
Oh astaga ... seperti itukah laki-laki yang akan menjadi suaminya nanti? Bagaimana Paloma bisa menjalankan perintah Albert jika untuk bicara saja Alano tidak mau.
Paloma tidak mau terjebak diantara masalah keluarga aneh ini, dia memutuskan untuk mencari cara agar bisa kabur dari Mansion dan pergi ke Embassy of the Republic of Indonesia bagaimanapun caranya.
Seorang maid wanita mengetuk pintu kamar Paloma dan masuk ke kamarnya, mereka meletakkan gaun pengantin Paloma tidak jauh dari tempat tidurnya. Dua orang makeup artis mengikuti maid dari belakang.
"Mari Nona saya akan membantu Nona bersiap-siap."
Maid wanita yang bernama Shasa dipercayakan Alano untuk mengatur segala keperluan Paloma di Mansion, sejak Paloma tinggal disana Shasa selalu menyiapkan pakaian hingga makanan Paloma.
Paloma pun mandi dan segera di makeup mengingat mereka akan ke gereja tiga jam lagi. Tidak ada resepsi apapun yang dilakukan, selesai pemberkatan di gereja mereka hanya akan malam di restoran.
Paloma memakai gaun pengantin dengan konsep Ball Gown berwarna putih dengan detail motif rumit gaya klasik dan lengan pendek yang dipenuhi detail brokat, Paloma memakai crown cantik dan tatanan rambut simple nan elegan.
Membutuhkan waktu hampir dua jam Paloma bersiap-siap di dalam kamarnya, Angelina Hall masuk ke kamar Paloma bersama seorang maid yang selalu mendampinginya. Ia berjalan menghampiri Paloma yang telah selesai dirias.
"Kau pasti sangat cantik saat ini Paloma." Angelina menggenggam tangan halus Paloma. "Andai saja aku dapat melihatmu memakai gaun indah ini, aku pasti akan lebih bahagia lagi."
Paloma menatap ibu calon suaminya dengan iba. "Mommy jangan bicara seperti itu, suatu saat nanti Mommy pasti bisa melihat lagi."
Airmata Paloma kembali menetes ia merindukan bundanya, seharusnya hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidup Paloma tapi justru hari ini adalah awal mula penderitaan dalam hidupnya.
"Ini, ambil ini Paloma." Angelina memberikan sebuah gelang Giok bermotif bunga kepada Paloma.
"Gelang ini adalah gelang turun temurun yang diberikan oleh nenek Alano pada Mommy saat Mommy akan menikah dengan daddy. Kau harus menyimpannya sebaik mungkin untuk anakmu kelak jika ia akan menikah, ingat Paloma menikah itu hanya sekali seumur hidup!"
Hati Paloma berdenyut mendengar perkataan Angelina, dia merasa bersalah pada ibu Alano. Bagaimana nanti jika Mommy tahu mereka menikah hanya karena kesepakatan yang dibuat olehnya dengan Albert Hall. Paloma tidak tega jika harus menyakiti hati wanita paruh baya itu.
Paloma lalu memakai gelang pemberian Angelina ditangan kanannya, ada rasa bahagia, sedih dan takut saat melihat gelang yang melingkar di tangannya.
"Ayo, kita harus segera pergi Paloma. Alano sudah menunggu kita di gereja."
Mereka pun berangkat bersama menuju Basilika Papale di San Pietroin Vaticano atau Gereja Basilika Santo Petrus Roma Italia, Gereja yang terletak di Piazza San Pietro 00120 Citta del Vaticano.
Vatikan adalah sebuah Basilika utama Katolik di Kota Vatikan yang dikelilingi oleh Roma. Bangunan ini diklaim sebagai gereja terbesar yang pernah dibangun dan salah satu situs tersuci dalam Kekristenan.
Turun dari mobil, Paloma semakin terlihat gugup. Tangannya bergetar dan berkeringat, beberapa langkah lagi dan ia akan sah menjadi Istri Alano Lodovico pria yang tidak ia kenal.
Ingin sekali Paloma melarikan diri dari sana tapi penjagaan begitu ketat, apalagi ditubuh Paloma dipasang alat pelacak yang diberikan Albert padanya.
Ketika pintu utama dibuka Paloma masuk ke dalam menuju altar di iringi musik piano. Dengan tangan memegang buket bunga, Paloma menarik nafas panjang dan memantapkan langkah kakinya menginjak karpet merah yang terbentang panjang sampai ke altar.
Alano terlihat gagah dan tampan memakai jas warna putih gading dan dasi kupu-kupu, kalau saja pria tampan itu adalah pria yang ia cintai pasti saat ini Paloma akan sangat bahagia melihat calon suaminya ada di depan sana.
Tidak ada Kevin Hendrawan ayah tercinta Paloma disampingnya, ia tak pernah membayangkan jika pernikahannya akan seperti ini tanpa kedua orang tua dan restu mereka, ingin sekali Paloma berteriak meratapi takdir hidupnya yang sengsara.
Alano Lodovico menatap kedatangan Paloma yang mendekatinya dengan dingin, dalam hati ia berkata kalau wanita yang akan menjadi istrinya itu ternyata sangat cantik.
Andai saja mereka bertemu dan kenal dengan cara yang baik, mungkin Alano akan jatuh cinta dan mengejar putri Presiden itu.
Pastor yang akan memberkati mereka berdiri dianak tangga lebih tinggi dimana Paloma dan Alano berdiri.
Sumpah janji pernikahan mereka berlangsung dengan lancar, Paloma ingin segera mengakhiri prosesi suci ini. Maafkan aku Tuhan, aku sudah berdosa berjanji sehidup semati dengan pria yang tidak aku cintai.
"Silahkan memberikan tanda cinta pada mempelai."
Deg
Jantung Paloma berdetak tidak karuan, ia lupa akan bagian ini.
Bagaimana ini? Paloma mematung menatap Alano yang mendekatinya dan mencium dahinya dengan cepat.
Wajah Paloma sontak memerah mendapatkan wedding kiss dari Alano yang sekarang telah berstatus suami sahnya, Alano tersenyum tipis melihat wajah Paloma.
Selesai pemberkatan di Gereja mereka pergi menuju restoran tempat resepsi makan malam, namun sebelum itu Paloma telah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun malam.
Paloma terlihat cantik menggunakan gaun berwarna merah panjang dengan hiasan mutiara. Gaun bermodel sabrina yang memperlihatkan bahu putih mulus dan leher jenjangnya, semakin menambah kesan seksi gadis Indonesia itu.
Alano juga mengganti dasinya yang berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna merah, senada dengan gaun yang dipakai Paloma. Mereka terlihat sangat cocok dan serasi satu sama lain.
Selama perjalanan menuju restoran tidak ada yang berbicara, Alano sibuk memeriksa beberapa laporan perusahaan dan perdagangan gelapnya di tab.
Paloma hanya menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, pikirannya melayang ia begitu merindukan ayah dan ibunya saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Author up 2 Episode yaa hari ini
Like and Vote guys 🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
xixi
gimana caranya ya alano nyelametin Paloma nantinya kan tubuh dia dipasangin alat pelacak
2021-09-03
1
Aam Sumiati
Lanjut
2021-03-09
1
Andini shahida m😘
lanjut thour masi nyimak
2021-02-19
1