''Ikut aku ke ruang tamu, aku akan mengatakan rencana ku padamu.'' Daniel berlalu melewati tubuh Zen.
''Tutup pintunya dengan perlahan, jangan sampai suara yang kau ciptakan akan mengganggu istirahat Devita.'' Ucap Daniel lagi.
......................
''Duduk.'' perintah Daniel dengan tegasnya.
Setelah Zen duduk, Daniel masih membisu.
sekitar 15 menit Zen menunggu Daniel membuka mulutnya akhirnya sebuah Deheman pun keluar untuk memulai pembicaraan yang seperti nya sangat serius.
''Zen kau jawab jujur pertanyaan ku.'' Suara dingin itu terdengar mengintimidasi lawan bicaranya.
''Saya usahakan Tuan,'' jawab Zen.
''Apa kau menyukai Vita?''..
DEGH
''Kenapa Tuan Daniel bertanya seperti itu.'' Ucap Zen dalam hati.
''Zen.'' Tegur Daniel, karena Zen belum juga menjawab pertanyaan dari nya.
''Saya tidak tahu pasti Tuan, tapi percayalah saya tidak akan menggenggam tangan wanita yang sudah di genggam lebih dulu oleh mu Tuan.'' Jawaban Tegas keluar dari mulut seorang Asisten Daniel yang sudah hampir 8 tahun mengikutinya.
''Walaupun kau akan berniat mencobanya, aku tidak akan pernah membiarkan nya Zen.'' Ucap nya.
''Saya mengerti Tuan,'' lirih Zen.
''Huuh,, ya sudahlah. Berbicara masalah rencana ku, jadi aku memang sengaja memerintahkan sala satu koki di Restoran Hotel Havrad untuk memberikan an2 hobart tidur di makanan Devita.'' Jelas Daniel.
''Tapi untuk apa Tuan?'' Zen bertanya tanpa sadar.
''Sudah ku katakan, jangan berpikiran buruk padaku, aku tidak akan bermain dengan seseorang yang bahkan tidak bisa merasakan permainan ku.'' Daniel berucap dengan sedikit menyeringai.
''Maaf tuan, tapi kenapa?''..
''Agar Devita tidak pergi ke rumahnya, karena aku yang akan pergi kesana?'' Ucapan Daniel membuat Zen tersentak.
''Tuan ingin kesana lagi?'' tanyanya.
''Iyah, aku ingin tahu Expresi kekalahan mereka.'' jawabnya.
''Bersiaplah, antarkan aku kesana,'' ucapnya lagi.
''Lalu Nona?'' Tanya Zen bingung.
''Aku sudah memerintahkan Linda untuk menjaganya, apa kau berpikir kau akan ku tinggalkan disini berduaan dengan Vita.'' ketus Daniel.
''Tidak Tuan.'' jawabnya.
''Sudah sana siapkan mobilnya, aku akan menunggu Linda datang, baru bisa tenang aku meninggalkan Devita,'' titah Daniel.
''Baik Tuan.'' Zen berlalu dengan rasa yang tertinggal, Zen berusaha ikhlas membiarkan hati nya terluka, dan Zen sudah bertekat untuk mencintai dalam diam serta mengubur rasa yang tumbuh tanpa tau kapan hadirnya.
''Aku akan berusaha mengubur rasa ini.'' Gumam Zen dengan berjalan dengan kepala yang tertunduk,
Ini bukan Zen yang sebenarnya, Zen adalah Pria yang gagah dan pantang berjalan menunduk tapi kali ini dia terlihat sangat berbeda, hanya karena 'Cinta, membuat kepribadian dan kewibawaan yang selama ini dia bangun, hancur seketika.
Brukk.
Zen yang tidak melihat jalan saat berjalan, tidak sengaja tubuh tegapnya menabrak tubuh seorang gadis berpakaian formal.
''Tuan kalau berjalan jangan lihat ujung sepatu bisa?'' ketus gadis itu dengan muka yang di tekuk.
''Apa ada yang terluka kalau tidak, kau tidak perlu marah bukan.'' Dengan tidak sopannya, Zen berlalu begitu saja tanpa mengucapkan kata 'Maaf.
''Dasar pria Mumbai, tidak semua pria berasal dari negara sana sweet ternyata.'' Gerutu gadis itu dengan menyebut Zen dengan pria Mumbai, ya karena tampang Zen Khas Hindi.
.
Daniel masih menunggu kedatangan kepala Pelayan yang dia panggil dari Mantion nya.
Setelah mendengar sebuah ketukan pintu, dengan segera Daniel membuka pintu itu dan nampaklah seorang gadis berpakaian formal dengan rambut yang dikuncir kuda.
'' Linda, tolong kau jaga Devita yang sedang tertidur di kamarnya, Dan tolong buatkan orange juice serta sup asparagus saat dia bangun nanti, kau mengerti?'' tegas Daniel.
'' Saya mengerti tuan,'' jawab Linda.
'' Bagus, kalau begitu saya tinggal sebentar.'' Daniel berlalu keluar dari Apartemen Devita.
Zen sudah siap menunggu Tuannya di depan pintu masuk gedung Apartemen.
Dengan gagahnya Daniel berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya, banyak mata yang menatap kagum dirinya, dari Resepsionis sampai OG di gedung Apartemen itu.
Tapi dengan sombongnya, Daniel tidak sama sekali tersenyum apalagi menoleh ke para wanita yang menatap lapar dirinya.
Daniel sudah berada di dalam mobil dan segera Zen menancapkan pedal gasnya dengan kecepatan sedang.
''Zen, dari pada kau menaruh hati pada Vita ku, lebih baik kau incar saja Chloe sepupunya Devita.'' Entah Kenapa tiba-tiba Daniel berbicara seperti itu tanpa menyaringnya terlebih dahulu.
'' Tidak Tuan terima kasih atas tawarannya, Lebih baik ku menjomblo seumur hidup ketimbang harus berhubungan dengan wanita rubah itu.'' Jawab Zen dengan cepat.
''Cih, sombong sekali kamu, ucapan adalah doa Zen. kalau ucapanmu kenyataan atau berbalik kepada dirimu sendiri bagaimana?'' entah karena Gabut, kali ini Daniel membahas yang bukan pembahasan penting, Sungguh bukan Daniel Carroll.
''Entahlah Tuan, tapi saya bersungguh-sungguh dengan ucapan saya.'' Jawaban Zen membuat Daniel terdiam.
Tidak terasa mobil yang di kendarai Zen sudah terparkir di pelataran rumah mewah milik Maharani.
Dengan sigap Zen turun dan membukakan pintu untuk Tuan nya.
Di Dalam rumah di sebuah Ruang tamu.
''Chloe itu ada suara mesin mobil, coba kamu lihat siapa'' perintah Santos.
''Iyah Pih.'' Chloe berjalan dengan menggerutu.
''Oji segala Risgn, jadi apa-apa harus aku yang berjalan sendiri,'' gerutunya.
Saat Chloe menuju pintu utama, matanya tidak sengaja melihat ke arah jendela bergordeng yang tertiup angin, dan ternyata yang datang adalah Daniel serta Asisten nya.
Mata Chloe melebar, rasa terkejutnya membuat ia terpatung di tempat.
''Chloe siapa yang datang, anak Sialan itu ya?'' Ucap Sari yang baru datang dari arah ruang tamu menuju anaknya yang sedang berdiri di depan jendela.
''Chloe, kamu kalau di tanya ya jawab dong sayang.'' ucap Sari lagi.
''Mamih lihat saja sendiri, siapa yang datang.'' Ucap Chloe dengan suara pelan.
Dengan penasaran Sari melongok dari celah gordeng jendela, seketika mata Sari ikut melebar, mulut yang menganga dan dengan tangan yang gemetar.
''Kita harus bagaimana ini Chloe, bukan Devita yang datang kok malah Tuan Daniel.'' ucap Sari dengan panik.
''Chloe juga tidak tau Mam.'' Jawab Chloe yang tak kalah paniknya.
''Hey kalian sedang apa? itu siapa yang datang?'' tanya Santos.
''Ssstttt'' keduanya memberikan kode untuk Santos.
''Ada apa?'' tanya Santos dengan berbisik.
''Tuan Daniel.'' Ucap Santos dengan sedikit berteriak.
''Kita harus bagaimana Pih?''..
''Papi juga ga tau.''..
''Tidak ada cara lain, kita harus menyambut kedatangan Tuan Daniel.'' lirih Santos.
Ting Tong..
'' Biar Papi yang buka.''..
Ceklek
''Selamat sore Tuan Santos,'' sapa Zen dengan senyum devilnya.
''Se-selamat so-sore Tuan.'' jawab Santos tergagap.
''Apa kami tidak di persilahkan masuk Tuan Santos.'' sindir Zen, Daniel hanya diam memperhatikan wajah yang di penuhi keringat di tiga orang yang ada di hadapan nya.
''Ah iy-iya silahkan Tuan, Maaf.'' Santos menyingkir untuk memberi jalan pada Daniel dan Zen.
*Bersambung..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
HAY PARA READER KU SAYANG💕💕💕
Aku mau minta tolong dong😊,, yang belum memberikan Rate Bintang 5nya , tolong di sematkan dong😁😁 maaf kalau memaksa,, tapi ada tangan jahanam yang iseng nurunin Rate Author, Author jadi sedih 😭😢😵😷..
Tolong sematkan
Like 👍 sebelum membaca atau sesudahnya.
Rate Bintang ⭐⭐⭐⭐⭐.
dan Vote jika berkenan😊😊😊😊..
Ngelunjak banget ya Author ini😅😅😅
Maaf yaaa😄😄😄
Karena aku hanya berharap kalian lah yang bisa bantu aku😄😄😄 dan yang pastinya sama yang Kuasa juga🤗🤗🤗🤗..
Tolong Dukung Karya Author ya 😚😚😚😘😘😘
Salam sayang Author,🤗🤗😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
maredni Jiba
kasian sakit rasanya,semoga si Zen dpat jodoh ya,kalau bisa sama temannya vita
2022-12-23
0
Arin
Oya tdi siapa ya yg di tabrak si Zen...semoga itu wnita baik dan jdi jdoh Zen,klo Daniel lgi ngmg sama Zen sumpah bkin sy ngakak trs🤭
2022-10-01
0
Dirah Guak Kui
keluarga Santos bak meliat hantu yg dtg, begitu takutnya kah, makanya jahat sih😡😡
2021-05-20
1