Apartemen

Setelah mengantarkan Puspa, Daniel dan Devita langsung menuju Apartemen yang Daniel maksud dengan Zen yang menjadi supirnya, selama perjalan Devita hanya diam sambil memainkan ponsel nya, sesekali Daniel melirik Devita tapi yang di lirik tidak sama sekali meresponnya.

Daniel juga bingung harus memulai pembicaraan itu dari mana, Zen yang asik menyetir sesekali melihat Devita dan Daniel dari kaca spion yang ada di atas kepalanya, Zen juga menyadari kecanggungan yang ada pada keduanya.

"Ekhemm,, Nona Devita, bagaimana dengan kuliah mu?" Yang memulai bicara bukannya Daniel melainkan Zen, mata Daniel memicing tidak suka.

"Kuliah ku? oohhh iya, tinggal satu semester lagi aku akan wisuda Tuan." jawabnya, Devita menjawab sedikit kaku karena pertanyaan itu yang tiba-tiba.

"Berarti sekitar enam bulan lagi ya Nona?" tanya Zen lagi.

"So kenal So dekat sekali, ciih." Daniel menggerutu dalam hatinya.

"Iyah Tuan, sekitar enam bulan lagi." jawab Devita dengan tersenyum manis pada Zen, yang semua Devita merasa kalau Zen itu kaku tapi setelah berbincang Devita tak lagi merasakan kecanggungan itu.

"Setelah lulus kuliah, rencananya kau akan beker..."

"Bekerja di kantor ku, tidak usah banyak tanya kau Zen, sokenal sekali, serasa disini aku seperti orang ketiga." Daniel memotong ucapan Zen dengan menendang belakang jok mobil sekalian, dia mulai geram dengan Zen yang so kenal dengan Devita.

Devita mengulum bibirnya, karena menahan tawanya, melihat Zen yang terkena omelan Daniel.

"Maaf Tuan." Hanya itu yang Zen ucapkan.

"Aku tau sekarang kenapa Tuan Daniel perduli dengan Nona Devita, karena kepribadian nya dan karena paras cantiknya, andai yang bertemu Devita itu aku duluan." Gumam Zen dalam hati.

"ZEN BATLA!!!" Seperti tau apa yang Zen pikirkan Daniel melotot dan memanggil nama lengkap Zen, itu bertanda dia sudah sangat muak.

"Maaf Tuan." jawaban itu lagi yang Zen ucapkan.

Mobil telah memasukkan pelataran Apartemen yang menjadi tujuan Daniel, perlahan Zen memarkirkan di parkiran khusus petinggi.

"Ini kan Apartemen yang sama dengan Apartemen yang fi tempati Tuan jas." Gumam Devita.

"Ayo turun," ajak Daniel.

"Iyah Tuan,"..

"Zen bawakan tas Devita." titah seorang Daniel.

"Tidak usah Tuan, saya bisa membawanya sendiri." Tolak Devita.

"ZEN!!" Daniel memanggil nama Zen karena tidak ingin ada penolakan.

"Baik Tuan." Zen mengambil tas besar yang ada di tangan Devita.

"Biar saya Nona yang membawakan nya," ucap Zen.

"Baiklah, terimakasih Tuan Zen." dengan hqti yang tidak enak, Devita terpaksa memberikan Tas itu.

Mereka berjalan dengan beriringan, menaiki lift secara persamaan, di dalam lift keheningan pun tercipta sampai pada lantai ke 29 Lift itu berhenti, pintu lift terbuka secara perlahan dan ketiganya pun keluar.

Ada beberapa pintu di lantai 29, Zen yang berjalan mendahului, Zen membuka salah satu pintu itu yang terdapat di paling pojok, membuka dengan sandi password dan pintu itu pun terbuka.

"Silahkan Tuan Nona." ucap Zen mempersilahkan.

Daniel dan Devita memasuki kamar itu, Devita melihat ke sekelilingnya, kamar yang sudah terisi penuh dengan sofa dan TV besar sekalian, walau kamar apartemen ini tidak seluas yang ada di lantai 30 milik Daniel tapi kamar ini cukup luas dan terkesan mewah.

"Zen Kau boleh pulang." titah Daniel, entah itu mengusir atau apa Zen pun mengerti.

"Baik Tuan." Zen pun berbalik dan keluar dari kamar itu.

"Mari Saya tunjukkan kamar tidurmu."ajak Daniel.

Daniel berjalan memimpin, menaiki anak tangga dan menuju pintu kamar yang ada di sisi kanan, membukanya secara perlahan dan nampaklah kamar tidur yang bernuansa Eropa.

Devita merasa kagum dengan arsitektur kamar itu.

"Tuan apa Ini kamarku, luas sekali. " tanya Devita.

" Iya ini bener kamarmu, Maaf aku menempatkan kamu di satu gedung Apartemen denganku. biar aku bisa memantau mu, kau tahu kan kamarku berada di atas lantai ini, kalau kamu membutuhkan apa-apa kau bisa langsung menemuiku di kamar. "ujar Daniel panjang lebar.

"Baik tuan saya mengerti, tapi apa ini nggak terlalu mewah untuk saya. "

"Tidak, kamar ini memang bekas kamarku yang tidak lagi ku pakai, Memangnya kenapa kau tidak nyaman?"

"Tidak, bukan begitu Tuan kamar ini sangat nyaman, tapi ukuran saya yang hanya asisten pribadi Tuan sangatlah berlebihan." ucapan Devita membuat Daniel menautkan alisnya, dia pun baru ingat kalau dia pernah mengucapkan yang Devita akan menjadi asisten pribadinya.

"Oh tidak, Zen juga sama, mendapatkan fasilitas seperti ini hanya saja beda gedung apartemen."jawab Daniel.

jawaban Daniel membuat hati Devita merasa lega dia tidak ingin diperlakukan istimewa.

"Sebaiknya kamu istirahat, Aku akan kembali ke kamarku. " ucap Daniel

Daniel berjalan menuju pintu kamar tapi suara Devita menghentikan langkahnya.'' Terimakasih Tuan, kau sudah baik dengan ku." Ucap Devita.

Daniel membalikkan tubuhnya menghadap Devita, senyum yang terlukis di bibir Devita membuat jantung Daniel seakan berdetak dengan sangat kencang.

"Tidak perlu sungkan denganku, dan satu lagi. Jangan memberikan senyum itu pada pria lain kecuali aku, aku permisi. " Daniel pun berlalu keluar.

Devita menghela nafas dengan pelan, melihat ke sekeliling kamar dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang King size milik nya sekarang."Nyaman sekali, berbeda dengan kamarku yang sebelumnya. " Gumamnya.

Yaa Kamar itu sangat jauh berbeda dengan kamar dia yang sebelumnya, karena yang sebelumnya hanya menggunakan kasur lantai yang sudah tidak layak lagi terpakai.

Devita memandang langit-langit kamar dengan mata sendunya, Dia teringat dengan orang tuanya.

" Mama, Ayah. semoga kalian disana Tenang Walau disini aku menderita, tapi ketahui lah saat ini ada seseorang pangeran yang ku anggap sebagai penyelamat ku." Devita terus bermonolog sendiri sampai akhirnya rasa kantuk menyerang dirinya, tidak membutuhkan waktu lama, Devita sudah hanyut dalam mimpinya.

.

Hari sudah mulai gelap tapi Devita belum juga bangun dari tidurnya, sampai ada suara dari arah dapur yang sukses membuat Devita terbangun.

Devita perlahan mengerjapkan matanya, bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. setelah mencuci muka Devita keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dia mencari asal suara dentuman benda yang ternyata berasal dari arah dapur.

Devita melihat seorang pria menggunakan Apron dengan spatula di tangannya dan ternyata dia adalah Daniel yang sedang memasak untuk makan mereka.

Daniel menyadari kehadiran Devita. "kau sudah bangun, apa kau lapar? sebentar lagi masakan jadi kita akan makan bersama, kau duduk lah." ujar Daniel..

Bukannya duduk Devita malah menghampiri Daniel.

"Tuan sedang memasak apa?" tanya Devita

"Nasi goreng, Apa kau suka? " jawabnya.

"Suka bahkan sangat suka . "Devita menjawab dengan excited karena memang dia sangat menyukai nasi goreng.

"Oh ya, Kebetulan sekali ya, aku memasak nasi goreng karena stok makanan tidak ada hanya yang ada beras, makanya aku masak nasi goreng. " ucap Daniel dengan tangan yang masih mengaduk-aduk nasi di wajan.

Daniel pun telah menyelesaikan acara masaknya Devita yang punya inisiatif menyiapkan piring untuk dirinya dan Daniel di atas meja makan. pemandangan kompak itu akan membuat mata yang melihatnya iri seketika.

Daniel dan Devita duduk berhadapan dengan nasi goreng yang di piring masing-masing, mereka makan dengan keheningan dan deheman dari Daniel memecah keheningan itu.

"Ehem, Nona Vita apa kau bisa menemaniku menghadiri acara pernikahan rekan bisnis ku?" tanya Daniel.

Devita tidak langsung menjawab, Dia Tengah berpikir dengan ajakan Daniel.

'' Iya aku mau,'' jawab Devita.

''Benarkah kau mau?'' Daniel tidak menyangka Devita dengan cepat menyetujui ajakannya.

Devita menganggukkan kepalanya diiringi Senyum manisnya.

"Sebenarnya ini pernikahan Paman dari rekan bisnis ku, Arka Aditama dia adalah rekan bisnisku dan yang menikah adalah Tama asisten sekaligus pamannya. " Daniel memulai cerita dan Devita mendengarkan dengan diamnya.

"Pamannya? berarti yang menikah sudah tua kalau itu pamannya?" Devita bertanya dengan rasa penasarannya.

"Tidak. dia bahkan seumuranku, apa aku terlihat tua? "ucap Daniel sedikit bergurau.

"Oh bukan itu maksudku, kau tidak tua Tuan hanya saja kau dewasa. "jawab Devita dengan mengakhiri kata dengan sedikit memelankan suara.

Daniel terkekeh atas jawaban Devita.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

🤣🤣Zen kasian bngt si kamu....sabar ya zen

2022-10-01

0

Ayu Dan Restu

Ayu Dan Restu

maaf baru yimak. visualnya rhor

2021-05-02

2

Yani mulyani

Yani mulyani

jarang bngt yaa sang Presdir ....baik bngt ..pintar masak jg.... keliatan udah bucin lagii

2021-04-30

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Perkenalkan Tokoh Utama
3 Memikirkan.
4 Pencuri
5 Tertidur
6 Menjadi Assisten Pribadi
7 Dunia Tidak Adil
8 AMARAH DANIEL CARROL.
9 SAKIT.
10 SAKIT 2
11 PULANG KEMANA?
12 Apartemen
13 Rencana Picik
14 Perkara Panggilan
15 KONDANGAN.
16 Mimpi Kenyataan, Buruk
17 Rencana Daniel
18 Mengubur Perasaan
19 Peringatan Daniel
20 Sikap Hangat Daniel
21 Meminta Di Antarkan
22 Pulang ke Mansion
23 Tuan dan Nona Koffie
24 Hadiah Daniel u/ Kemal
25 Berkunjung
26 Kehilangan
27 Penyesalan
28 Pelampiasan
29 Hiburan Sesaat
30 Halusinasi yang NYATA
31 Ini Bukan Mimpi
32 Pusat Perhatian
33 Survei Tempat
34 Cemburu
35 Album yang Usang
36 Author update
37 Berkunjung ke rumah Sahabat
38 Kejutan Malam
39 Hati yang Bahagia
40 Bermula Salah Kirim Chat
41 Meluruskan
42 Dinar pulang ke Mansion
43 Sifat Jahil Daniel
44 Di Balik Keceriaan (Kemal)
45 Tersinggung
46 Pacar Dadakan
47 Di Tinggal
48 Jangan Ganggu milik Daniel
49 Tidak ada yang Tidak mungkin
50 Kawanan Singa
51 Goncangan Mental
52 Game PlayStation
53 Berbelanja
54 Mencoba Tegar
55 Cemburu yang Terselubung
56 Salah Mengira (Kemal)
57 Curhatan Zen
58 Siapa Seseorang Itu????
59 Dua Tujuan yang Berbeda
60 Di Bawanya Devita
61 Aksi Daniel
62 CCTV YANG TERHAPUS
63 Pertanyaan Jebakan
64 Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65 Setetes Air mata Kerinduan
66 Datang nya Daniel
67 Calon Mertua
68 Lamunan Puspa
69 Ketulusan Daniel
70 Malam yang Sendu
71 Sifat turunan
72 Jet lag
73 Pertemuan yang Tak Terduga
74 Sikap dingin Daniel
75 Makam
76 Hujan
77 Dari Hati ke Hati
78 Mengelilingi Kota Jakarta
79 Diner AirMata
80 Yes I Will
81 Cemburu nya Daniel
82 Menduga-duga
83 Masih Flashback
84 Lumayan Kepo
85 Kandang Singa
86 Panik, (Tuan Carroll)
87 INSIDEN
88 Rekaman yang Hilang
89 Hukuman bagi Penghianat
90 Pacar pura-pura
91 Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92 Keinginan Ayah
93 Cerita di balik Semuanya
94 Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95 Nafsu Daniel
96 Dada Yang Sesak
97 Makan siang bersama Ayah
98 Salah Paham
99 Tamu tak di Undang
100 Pembicaraan Puspa dan Kemal
101 Perasaan gugup Kemal
102 Berbeda dari Biasanya
103 Ucapan Pedas seorang Daniel
104 Sarapan Bersama
105 Sisi lain dari Devita
106 Manusia Salju
107 Sedikit Lagi
108 KetidakSengajaan Membuat Luka
109 Senyum dalam Luka
110 PENGUMUMAN
111 D E J A V U
112 Terbongkar Sudah
113 TRANSFUSI
114 Nomor Pilisi
115 Bonus untuk Nadia
116 Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117 Jangan Terlalu percaya diri!!
118 Bujukan Puspa
119 Sisi Iblis Zen
120 Siapa dia? (Amaira)
121 Sebagian Pekerjaan
122 Aneh
123 Mimpi yang Indah
124 PENYUSUP
125 KEPERCAYAAN
126 Pancaran Kebahagiaan
127 Kembali nya Sang Pujaan
128 Sikap Gentle Daniel
129 SKANDAL
130 Linda yang Cuek
131 Mencoba Menerima Kenyataan
132 Lembah Duka karena Cinta
133 Tamu di Siang Bolong
134 Karma Seorang Pendosa
135 Menuju Jam Baik
136 P E R T U N A N G A N
137 Paniknya Seorang Zen
138 P I N G I T
139 Berusaha Untuk JUJUR
140 Menuju Hari H
141 Haru di Hari Suci Pernikahan
142 Kecanggungan Devita
143 Gaun Malam
144 Hanya rasa Kemanusiaan
145 Kelelahan (salah mengira)
146 H A S R A T
147 Mr, Monster
148 Terjaga karena Berontakan
149 Pengakuan Menyakitkan
150 Tamparan Keras
151 Salah Sangka
152 T I B A
153 PENYATUAN
154 Merasa Bersalah
155 Sakit dalam Kenyataan
156 Mengertilah
157 Ibu?
158 Kesambet Pohon Mangga
159 Love Yang Meresahkan
160 Roda Berputar
161 Kesempatan
162 Aib Bagiku
163 Rencana Piknik
164 Di Cuekkin
165 Dia Saudari ku
166 Apa yang Terjadi??
167 Istri??
168 Truth or Dare
169 Nona Dugong
170 Dosen Pembimbing
171 Dilema Reno
172 Kelakuan Aneh Devita
173 Paniknya Daniel
174 Haru Bahagia
175 Di Acuhkan
176 Siapa Linda?
177 Kepergian Linda
178 Terlambat
179 Perasaan dan Pikiran
180 Ngidamnya Devita
181 Kegilaan Daniel
182 UNGKAPAN Tersembunyi
183 Tau akan Posisi
184 Tiada Arti
185 Debaran Aneh
186 Perasaan Gelisah
187 I C U
188 Dua Monster
189 Kejahilan Dinar
190 Jurus Jitu mengunci mulut
191 Tidak Ada Harapan
192 Egois
193 Pergi untuk selamanya
194 Mendung kan Berganti
195 Pengakuan
196 Aku Harus Ikhlas
197 Perjuangan yang Tersembunyi
198 Kekasih????
199 Menjilat Ludah Sendiri?
200 Dekapan yang Berarti
201 Kejutkan di setiap Tindakan
202 Tidak Menyangka
203 Flashback
204 Tindakan Zen
205 Mangga Muda
206 Merindu
207 Zen_Linda
208 Acara Pertunangan
209 Kaka dari 2 Adiknya
210 Boutique
211 Seperti Satu orang yang Sama
212 Salah Menyikapi
213 Happy night
214 Perasaan yang Sirna
215 Bertamu di Pagi hari
216 TANGIS HARU SEMUA ORANG
217 DAVID GUETTA CARROLL
218 Harapan Dinar
219 Pertanyaan Chloe
220 Si Otong
221 Akhir dari Sebuah Cerita
222 EXTRA PART (DINAR)
223 EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224 EXTRA PART (MISI RENO)
225 EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226 EXTRA PART ( USAHA RENO )
227 EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228 SEKIAN
229 SPEAK UP
230 PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231 GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA
Episodes

Updated 231 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Perkenalkan Tokoh Utama
3
Memikirkan.
4
Pencuri
5
Tertidur
6
Menjadi Assisten Pribadi
7
Dunia Tidak Adil
8
AMARAH DANIEL CARROL.
9
SAKIT.
10
SAKIT 2
11
PULANG KEMANA?
12
Apartemen
13
Rencana Picik
14
Perkara Panggilan
15
KONDANGAN.
16
Mimpi Kenyataan, Buruk
17
Rencana Daniel
18
Mengubur Perasaan
19
Peringatan Daniel
20
Sikap Hangat Daniel
21
Meminta Di Antarkan
22
Pulang ke Mansion
23
Tuan dan Nona Koffie
24
Hadiah Daniel u/ Kemal
25
Berkunjung
26
Kehilangan
27
Penyesalan
28
Pelampiasan
29
Hiburan Sesaat
30
Halusinasi yang NYATA
31
Ini Bukan Mimpi
32
Pusat Perhatian
33
Survei Tempat
34
Cemburu
35
Album yang Usang
36
Author update
37
Berkunjung ke rumah Sahabat
38
Kejutan Malam
39
Hati yang Bahagia
40
Bermula Salah Kirim Chat
41
Meluruskan
42
Dinar pulang ke Mansion
43
Sifat Jahil Daniel
44
Di Balik Keceriaan (Kemal)
45
Tersinggung
46
Pacar Dadakan
47
Di Tinggal
48
Jangan Ganggu milik Daniel
49
Tidak ada yang Tidak mungkin
50
Kawanan Singa
51
Goncangan Mental
52
Game PlayStation
53
Berbelanja
54
Mencoba Tegar
55
Cemburu yang Terselubung
56
Salah Mengira (Kemal)
57
Curhatan Zen
58
Siapa Seseorang Itu????
59
Dua Tujuan yang Berbeda
60
Di Bawanya Devita
61
Aksi Daniel
62
CCTV YANG TERHAPUS
63
Pertanyaan Jebakan
64
Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65
Setetes Air mata Kerinduan
66
Datang nya Daniel
67
Calon Mertua
68
Lamunan Puspa
69
Ketulusan Daniel
70
Malam yang Sendu
71
Sifat turunan
72
Jet lag
73
Pertemuan yang Tak Terduga
74
Sikap dingin Daniel
75
Makam
76
Hujan
77
Dari Hati ke Hati
78
Mengelilingi Kota Jakarta
79
Diner AirMata
80
Yes I Will
81
Cemburu nya Daniel
82
Menduga-duga
83
Masih Flashback
84
Lumayan Kepo
85
Kandang Singa
86
Panik, (Tuan Carroll)
87
INSIDEN
88
Rekaman yang Hilang
89
Hukuman bagi Penghianat
90
Pacar pura-pura
91
Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92
Keinginan Ayah
93
Cerita di balik Semuanya
94
Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95
Nafsu Daniel
96
Dada Yang Sesak
97
Makan siang bersama Ayah
98
Salah Paham
99
Tamu tak di Undang
100
Pembicaraan Puspa dan Kemal
101
Perasaan gugup Kemal
102
Berbeda dari Biasanya
103
Ucapan Pedas seorang Daniel
104
Sarapan Bersama
105
Sisi lain dari Devita
106
Manusia Salju
107
Sedikit Lagi
108
KetidakSengajaan Membuat Luka
109
Senyum dalam Luka
110
PENGUMUMAN
111
D E J A V U
112
Terbongkar Sudah
113
TRANSFUSI
114
Nomor Pilisi
115
Bonus untuk Nadia
116
Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117
Jangan Terlalu percaya diri!!
118
Bujukan Puspa
119
Sisi Iblis Zen
120
Siapa dia? (Amaira)
121
Sebagian Pekerjaan
122
Aneh
123
Mimpi yang Indah
124
PENYUSUP
125
KEPERCAYAAN
126
Pancaran Kebahagiaan
127
Kembali nya Sang Pujaan
128
Sikap Gentle Daniel
129
SKANDAL
130
Linda yang Cuek
131
Mencoba Menerima Kenyataan
132
Lembah Duka karena Cinta
133
Tamu di Siang Bolong
134
Karma Seorang Pendosa
135
Menuju Jam Baik
136
P E R T U N A N G A N
137
Paniknya Seorang Zen
138
P I N G I T
139
Berusaha Untuk JUJUR
140
Menuju Hari H
141
Haru di Hari Suci Pernikahan
142
Kecanggungan Devita
143
Gaun Malam
144
Hanya rasa Kemanusiaan
145
Kelelahan (salah mengira)
146
H A S R A T
147
Mr, Monster
148
Terjaga karena Berontakan
149
Pengakuan Menyakitkan
150
Tamparan Keras
151
Salah Sangka
152
T I B A
153
PENYATUAN
154
Merasa Bersalah
155
Sakit dalam Kenyataan
156
Mengertilah
157
Ibu?
158
Kesambet Pohon Mangga
159
Love Yang Meresahkan
160
Roda Berputar
161
Kesempatan
162
Aib Bagiku
163
Rencana Piknik
164
Di Cuekkin
165
Dia Saudari ku
166
Apa yang Terjadi??
167
Istri??
168
Truth or Dare
169
Nona Dugong
170
Dosen Pembimbing
171
Dilema Reno
172
Kelakuan Aneh Devita
173
Paniknya Daniel
174
Haru Bahagia
175
Di Acuhkan
176
Siapa Linda?
177
Kepergian Linda
178
Terlambat
179
Perasaan dan Pikiran
180
Ngidamnya Devita
181
Kegilaan Daniel
182
UNGKAPAN Tersembunyi
183
Tau akan Posisi
184
Tiada Arti
185
Debaran Aneh
186
Perasaan Gelisah
187
I C U
188
Dua Monster
189
Kejahilan Dinar
190
Jurus Jitu mengunci mulut
191
Tidak Ada Harapan
192
Egois
193
Pergi untuk selamanya
194
Mendung kan Berganti
195
Pengakuan
196
Aku Harus Ikhlas
197
Perjuangan yang Tersembunyi
198
Kekasih????
199
Menjilat Ludah Sendiri?
200
Dekapan yang Berarti
201
Kejutkan di setiap Tindakan
202
Tidak Menyangka
203
Flashback
204
Tindakan Zen
205
Mangga Muda
206
Merindu
207
Zen_Linda
208
Acara Pertunangan
209
Kaka dari 2 Adiknya
210
Boutique
211
Seperti Satu orang yang Sama
212
Salah Menyikapi
213
Happy night
214
Perasaan yang Sirna
215
Bertamu di Pagi hari
216
TANGIS HARU SEMUA ORANG
217
DAVID GUETTA CARROLL
218
Harapan Dinar
219
Pertanyaan Chloe
220
Si Otong
221
Akhir dari Sebuah Cerita
222
EXTRA PART (DINAR)
223
EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224
EXTRA PART (MISI RENO)
225
EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226
EXTRA PART ( USAHA RENO )
227
EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228
SEKIAN
229
SPEAK UP
230
PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231
GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!