Lepas dari rumah mewah milik keluarga Maharani, Daniel kembali ke rumah sakit untuk menemui gadisnya, saat Daniel masuk ke ruangan inap Devita, Daniel melihat ada seorang pria yang tempo hari merangkul Devita saat di kampus itu.
Daniel kembali mengingat itu, dengan mata yang menyiratkan bahwa dirinya tengah cemburu, Daniel berjalan menghampiri berangkar Devita dengan gagahnya.
"Siapa pria ini, kok masuk ke ruang rawat inap Devita dengan seenaknya," batin Jonathan
Puspa yang sedang duduk di sofa hanya memperhatikan gerak-gerik seorang Daniel dengan pandangan kagumnya.
"Menyingkirlah dari kursi, " ucap Daniel pada Jonathan.
"Memangnya kau siapa mengusirku dari tempat duduk ini,"jawab Jonathan dengan Ketus.
"Kau bertanya aku siapa? apa aku harus memberitahumu, sepenting itukah kamu." Ujar Daniel dengan mimik muka datar nya.
"Sangat penting, kau ini siapa? " tanya Jonathan penasaran.
Puspa merasa kalau bakal ada persitegangan, Puspa mencari ide untuk membawa Jonathan pergi dari ruangan itu.
"Jo, ini udah hampir jam 2. kita kan masih ada kuis kedua, Ayo Jo, " ajak Puspa.
Jonathan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. dan ternyata benar Jam sudah menunjukkan di angka 12 lewat 5, "Ya sudah ayo aku juga baru ingat kalau ada kuis kedua, " jawab Jonathan.
Jonathan meraih tas punggungnya yang berada di bawah kakinya, Jonathan berlalu pergi tanpa permisi melewati pria tegap yang dianggap menyebalkan itu.
"Tidak sopan," gerutu Daniel.
"Tuan Daniel saya pamit ke kampus dulu, tolong sampaikan pada Devita jika Devita sudah bangun dari tidurnya, " pamit Puspa kok Daniel.
Daniel tidak menjawabnya, Daniel hanya berdehem untuk sebagai jawaban.
Puspa berjalan dengan setengah berlari ingin menyusul Jonathan yang sudah Berjalan jauh. dengan tergesa-gesa nya Puspa berlari dengan tidak memperhatikan jalan matanya hanya tertuju ke Jonathan saja.
"Jo tunggu. "teriak Puspa.
Bruukk
"Aawwaa," pekik puspa yang tidak sengajanya bertabrakan dengan seorang pria yang sedang membawa kopi di tangannya.
"Apa kau tidak punya mata, hah!" bentak pria itu.
"Kau yang tidak punya mata, lihat kopimu tumpah di bajuku. "jawab Puspa dengan suara lantang nya.
"Ya itu karena kau yang menabrak diriku, aku tidak mau tahu kau harus ganti kopiku sekarang, " ucap pria itu dengan tegas.
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa?" ucap Puspa dengan tangan bertolak pinggang.
"Ya Kau harus tanggung jawab, ikut aku. " pria itu langsung menarik lengan Puspa menuju Kedai Kopi yang ada di kantin rumah sakit.
"Lepaskan aku, ini sakit sekali, " Puspa meringis karena cekalan pria itu lumayan kuat sampai tangan Puspa terlihat memerah.
"Begitu saja sakit, manja." cetus pria itu. pria itu membawa Puspa ke sebuah Kedai Kopi dan dia mulai memesan kopi yang sama yang tadi dia pesan.
Setelah mendapatkan kopi itu, pria itu menarik kembali lengan Puspa untuk duduk di kursi yang sudah disediakan di kantin itu.
"Kau sudah mendapatkan kopi mu kembali kan, sekarang Aku harus pergi karena aku ada kuis di kampusku. " ucap Puspa yang berusaha ingin pergi dari kantin itu.
"Kau harus menemaniku menghabiskan kopiku ini, baru kau kalau ingin pergi silahkan, aku tidak melarang, anggap saja ini bagian dari tanggung jawab mu karena sudah menumpahkan kopi ku. "ucap pria itu dengan santai.
Mata Puspa mendelik tidak suka, sesekali dia melihat layar ponselnya untuk melihat jam.
Deerrtt
ponselnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.
"Lihat aku sudah dihubungi oleh temanku, kuis sebentar lagi akan dimulai tidak ada waktu lagi, lagipula kopimu sudah diganti kan denganku." ucap Puspa dengan menghadapkan layar ponselnya ke wajah pria itu.
"Aku tidak peduli," jawab pria itu dengan sombongnya.
puspa mulai gelisah karena beberapa temannya sudah menghubungi kalau kuis akan dimulai 20 menit lagi.
pria itu memperhatikan raut wajah Puspa yang sedang panik.
"Gadis ini manis sekali," batin pria itu.
"Baiklah kau boleh pergi." Ucap pria itu tidak tega melihat Puspa yang sudah gelisah.
"Dari tadi kek," Puspa langsung berlalu dengan berlari.
Pria itu adalah Kemal, yang masih stia berada di rumah sakit itu untuk memantau keadaan Devita dari jarak jauh.
Kemal memperhatikan Puspa yang sudah mulai menjauh.
"Seperti tidak asing, tapi entahlah," Gumam Kemal.
.
.
.
Tiga hari berlalu, Devita sudah diizinkan untuk pulang ke rumah oleh pihak rumah sakit.
tapi Devita yang sudah trauma dengan kejadian kemarin yang dia Hampir saja tiada karena ulah tante dan sepupunya itu memutuskan untuk menginap sementara di kediaman sahabat yaitu, Puspa.
Devita sudah bersiap-siap dengan dibantu oleh sahabatnya, setelah selesai bersiap-siap Devita dan Puspa menuju ke bagian administrasi.
"Permisi kak, Saya ingin membayar biaya perawatan atas nama Devita Maharani," ucap Puspa pada pihak administrasi.
"Sebentar ya Nona, kami periksa dulu. " jawab wanita itu ramah.
"Maaf Nona biaya perawatan masuk atas nama Devita Maharani sudah dilunaskan. " Ucap pihak administrasi itu.
Devita dan Puspa merasa heran bahwasannya Devita maupun Puspa Belum ada yang membayar. dengan rasa penasarannya Puspa bertanya langsung pada pihak administrasi itu.
"Siapa ya kalau boleh tahu yang membayar biaya atas nama Devita Maharani ini. " tanya Puspa.
"Yang membayar adalah pemilik dari rumah sakit ini sendiri nona. " jelas seorang wanita itu.
"Pemilik Rumah Sakit ini?" tanya Puspa memastikan.
"Ya nona benar, sudah dibayarkan." jawab pihak administrasi itu kembali.
"Apa boleh saya bertemu dengan pemilik Rumah Sakit ini." ucap Devita.
"Memangnya nya kalau sudah bertemu dengan seorang pemilik rumah sakit ini kau mau apa?" Ucap seseorang bersuara barinton.
"Tuan Jas, kau disini lagi?" tanya Devita. bukan tanpa alasan Devita bertanya seperti itu, Devita bertanya karena Daniel dua hari ini tidak menjenguk Devita lagi.
"Apa kau merindukanku Nona Vita?" goda Daniel, Devita tersenyum, pipinya memerah karena godaan Daniel.
"Mari ikut dengan ku, aku tahu kau tidak ingin pulang ke rumah mu kan?" dugaan Daniel sangat tepat.
"Benar Tuan, rencananya Devi akan ikut denganku tinggal bersamaku untuk sementara waktu." Timpal Puspa.
Perbincangan 3 orang itu sedang dijadikan bahan gosipan, karena mereka tahu seorang Daniel Carroll terkenal sangat dingin dan tidak berperasaan. tapi kali ini Daniel berbincang dengan dua gadis dengan hangatnya.
Mata Daniel melihat ke sekeliling ternyata perbincangannya sedang diperhatikan banyak orang, membuat dirinya merasa risih.
"Kita lanjutkan perbincangan ini di kafe depan rumah sakit saja, mari." Daniel berlalu mendahului dua gadis itu.
Daniel Devita dan Puspa Tengah duduk di cafe depan rumah sakit itu, mereka melanjutkan perbincangan tadi yang tertunda.
"Jadi bagaimana Nona Devita, Apa kau ingin ikut dengan temanmu saja atau aku Carikan tempat untukmu? " tanya Daniel pada Devita.
"Kalau aku tinggal di rumah Puspa, apa orang tua Puspa mengizinkan." Gumam Devita dalam hatinya.
Lama Devita berpikir karena dia sangat tau orang tua Puspa kerap bersikap tidak suka pada Devita, entah dia juga tidak tau alasan nya.
"Tapi jika aku ikut dengan Tuan Jas ini, aku takut merepotkan, apa lagi aku juga baru mengenalnya." batin Devita terus mempertimbangkan tawaran Daniel.
"Dev aku minta maaf, bukan aku tidak ingin di tumpangi oleh mu, tapi kau tau sendiri Mami ku kan berteman baik dengan tante mu, aku takut kau jadi bahan bulan-bulannya." Ucap Puspa tidak enak hati.
Iya Puspa sudah tau semua tentang perlakuan Santos Sari dan Chloe pada sahabat nya, Oji lah yang bercerita itu semua pada Puspa dan Jonathan tempo hari setelah mengabari kalau Devita masuk rumah sakit.
"Iya Pu aku tau itu," jawab Devita dengan pandangan nanar ke depan.
"Berarti sudah final kan, Nona Vita biar ikut dengan ku, dan kau tidak perlu khawatir kau bukan tinggal bersama ku, melainkan kau ku tempatkan di Apartemen lama ku yang sudah tidak terpakai lagi." Ujar Daniel.
Devita sudah tidak ada pilihan lagi, dia pun terpaksa meng'Iya kan ucapan Daniel.
BERSAMBUNG....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Arin
kirain sy yg nabrak PU si Zen...ech ternyta si kemal☺️
2022-10-01
0
Iiq Rahmawaty
oh si kemal kirain si zen😅
2022-01-06
0
Iiq Rahmawaty
si zen ya itu
2022-01-06
0