PULANG KEMANA?

Lepas dari rumah mewah milik keluarga Maharani, Daniel kembali ke rumah sakit untuk menemui gadisnya, saat Daniel masuk ke ruangan inap Devita, Daniel melihat ada seorang pria yang tempo hari merangkul Devita saat di kampus itu.

Daniel kembali mengingat itu, dengan mata yang menyiratkan bahwa dirinya tengah cemburu, Daniel berjalan menghampiri berangkar Devita dengan gagahnya.

"Siapa pria ini, kok masuk ke ruang rawat inap Devita dengan seenaknya," batin Jonathan

Puspa yang sedang duduk di sofa hanya memperhatikan gerak-gerik seorang Daniel dengan pandangan kagumnya.

"Menyingkirlah dari kursi, " ucap Daniel pada Jonathan.

"Memangnya kau siapa mengusirku dari tempat duduk ini,"jawab Jonathan dengan Ketus.

"Kau bertanya aku siapa? apa aku harus memberitahumu, sepenting itukah kamu." Ujar Daniel dengan mimik muka datar nya.

"Sangat penting, kau ini siapa? " tanya Jonathan penasaran.

Puspa merasa kalau bakal ada persitegangan, Puspa mencari ide untuk membawa Jonathan pergi dari ruangan itu.

"Jo, ini udah hampir jam 2. kita kan masih ada kuis kedua, Ayo Jo, " ajak Puspa.

Jonathan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. dan ternyata benar Jam sudah menunjukkan di angka 12 lewat 5, "Ya sudah ayo aku juga baru ingat kalau ada kuis kedua, " jawab Jonathan.

Jonathan meraih tas punggungnya yang berada di bawah kakinya, Jonathan berlalu pergi tanpa permisi melewati pria tegap yang dianggap menyebalkan itu.

"Tidak sopan," gerutu Daniel.

"Tuan Daniel saya pamit ke kampus dulu, tolong sampaikan pada Devita jika Devita sudah bangun dari tidurnya, " pamit Puspa kok Daniel.

Daniel tidak menjawabnya, Daniel hanya berdehem untuk sebagai jawaban.

Puspa berjalan dengan setengah berlari ingin menyusul Jonathan yang sudah Berjalan jauh. dengan tergesa-gesa nya Puspa berlari dengan tidak memperhatikan jalan matanya hanya tertuju ke Jonathan saja.

"Jo tunggu. "teriak Puspa.

Bruukk

"Aawwaa," pekik puspa yang tidak sengajanya bertabrakan dengan seorang pria yang sedang membawa kopi di tangannya.

"Apa kau tidak punya mata, hah!" bentak pria itu.

"Kau yang tidak punya mata, lihat kopimu tumpah di bajuku. "jawab Puspa dengan suara lantang nya.

"Ya itu karena kau yang menabrak diriku, aku tidak mau tahu kau harus ganti kopiku sekarang, " ucap pria itu dengan tegas.

"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa?" ucap Puspa dengan tangan bertolak pinggang.

"Ya Kau harus tanggung jawab, ikut aku. " pria itu langsung menarik lengan Puspa menuju Kedai Kopi yang ada di kantin rumah sakit.

"Lepaskan aku, ini sakit sekali, " Puspa meringis karena cekalan pria itu lumayan kuat sampai tangan Puspa terlihat memerah.

"Begitu saja sakit, manja." cetus pria itu. pria itu membawa Puspa ke sebuah Kedai Kopi dan dia mulai memesan kopi yang sama yang tadi dia pesan.

Setelah mendapatkan kopi itu, pria itu menarik kembali lengan Puspa untuk duduk di kursi yang sudah disediakan di kantin itu.

"Kau sudah mendapatkan kopi mu kembali kan, sekarang Aku harus pergi karena aku ada kuis di kampusku. " ucap Puspa yang berusaha ingin pergi dari kantin itu.

"Kau harus menemaniku menghabiskan kopiku ini, baru kau kalau ingin pergi silahkan, aku tidak melarang, anggap saja ini bagian dari tanggung jawab mu karena sudah menumpahkan kopi ku. "ucap pria itu dengan santai.

Mata Puspa mendelik tidak suka, sesekali dia melihat layar ponselnya untuk melihat jam.

Deerrtt

ponselnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.

"Lihat aku sudah dihubungi oleh temanku, kuis sebentar lagi akan dimulai tidak ada waktu lagi, lagipula kopimu sudah diganti kan denganku." ucap Puspa dengan menghadapkan layar ponselnya ke wajah pria itu.

"Aku tidak peduli," jawab pria itu dengan sombongnya.

puspa mulai gelisah karena beberapa temannya sudah menghubungi kalau kuis akan dimulai 20 menit lagi.

pria itu memperhatikan raut wajah Puspa yang sedang panik.

"Gadis ini manis sekali," batin pria itu.

"Baiklah kau boleh pergi." Ucap pria itu tidak tega melihat Puspa yang sudah gelisah.

"Dari tadi kek," Puspa langsung berlalu dengan berlari.

Pria itu adalah Kemal, yang masih stia berada di rumah sakit itu untuk memantau keadaan Devita dari jarak jauh.

Kemal memperhatikan Puspa yang sudah mulai menjauh.

"Seperti tidak asing, tapi entahlah," Gumam Kemal.

.

.

.

Tiga hari berlalu, Devita sudah diizinkan untuk pulang ke rumah oleh pihak rumah sakit.

tapi Devita yang sudah trauma dengan kejadian kemarin yang dia Hampir saja tiada karena ulah tante dan sepupunya itu memutuskan untuk menginap sementara di kediaman sahabat yaitu, Puspa.

Devita sudah bersiap-siap dengan dibantu oleh sahabatnya, setelah selesai bersiap-siap Devita dan Puspa menuju ke bagian administrasi.

"Permisi kak, Saya ingin membayar biaya perawatan atas nama Devita Maharani," ucap Puspa pada pihak administrasi.

"Sebentar ya Nona, kami periksa dulu. " jawab wanita itu ramah.

"Maaf Nona biaya perawatan masuk atas nama Devita Maharani sudah dilunaskan. " Ucap pihak administrasi itu.

Devita dan Puspa merasa heran bahwasannya Devita maupun Puspa Belum ada yang membayar. dengan rasa penasarannya Puspa bertanya langsung pada pihak administrasi itu.

"Siapa ya kalau boleh tahu yang membayar biaya atas nama Devita Maharani ini. " tanya Puspa.

"Yang membayar adalah pemilik dari rumah sakit ini sendiri nona. " jelas seorang wanita itu.

"Pemilik Rumah Sakit ini?" tanya Puspa memastikan.

"Ya nona benar, sudah dibayarkan." jawab pihak administrasi itu kembali.

"Apa boleh saya bertemu dengan pemilik Rumah Sakit ini." ucap Devita.

"Memangnya nya kalau sudah bertemu dengan seorang pemilik rumah sakit ini kau mau apa?" Ucap seseorang bersuara barinton.

"Tuan Jas, kau disini lagi?" tanya Devita. bukan tanpa alasan Devita bertanya seperti itu, Devita bertanya karena Daniel dua hari ini tidak menjenguk Devita lagi.

"Apa kau merindukanku Nona Vita?" goda Daniel, Devita tersenyum, pipinya memerah karena godaan Daniel.

"Mari ikut dengan ku, aku tahu kau tidak ingin pulang ke rumah mu kan?" dugaan Daniel sangat tepat.

"Benar Tuan, rencananya Devi akan ikut denganku tinggal bersamaku untuk sementara waktu." Timpal Puspa.

Perbincangan 3 orang itu sedang dijadikan bahan gosipan, karena mereka tahu seorang Daniel Carroll terkenal sangat dingin dan tidak berperasaan. tapi kali ini Daniel berbincang dengan dua gadis dengan hangatnya.

Mata Daniel melihat ke sekeliling ternyata perbincangannya sedang diperhatikan banyak orang, membuat dirinya merasa risih.

"Kita lanjutkan perbincangan ini di kafe depan rumah sakit saja, mari." Daniel berlalu mendahului dua gadis itu.

Daniel Devita dan Puspa Tengah duduk di cafe depan rumah sakit itu, mereka melanjutkan perbincangan tadi yang tertunda.

"Jadi bagaimana Nona Devita, Apa kau ingin ikut dengan temanmu saja atau aku Carikan tempat untukmu? " tanya Daniel pada Devita.

"Kalau aku tinggal di rumah Puspa, apa orang tua Puspa mengizinkan." Gumam Devita dalam hatinya.

Lama Devita berpikir karena dia sangat tau orang tua Puspa kerap bersikap tidak suka pada Devita, entah dia juga tidak tau alasan nya.

"Tapi jika aku ikut dengan Tuan Jas ini, aku takut merepotkan, apa lagi aku juga baru mengenalnya." batin Devita terus mempertimbangkan tawaran Daniel.

"Dev aku minta maaf, bukan aku tidak ingin di tumpangi oleh mu, tapi kau tau sendiri Mami ku kan berteman baik dengan tante mu, aku takut kau jadi bahan bulan-bulannya." Ucap Puspa tidak enak hati.

Iya Puspa sudah tau semua tentang perlakuan Santos Sari dan Chloe pada sahabat nya, Oji lah yang bercerita itu semua pada Puspa dan Jonathan tempo hari setelah mengabari kalau Devita masuk rumah sakit.

"Iya Pu aku tau itu," jawab Devita dengan pandangan nanar ke depan.

"Berarti sudah final kan, Nona Vita biar ikut dengan ku, dan kau tidak perlu khawatir kau bukan tinggal bersama ku, melainkan kau ku tempatkan di Apartemen lama ku yang sudah tidak terpakai lagi." Ujar Daniel.

Devita sudah tidak ada pilihan lagi, dia pun terpaksa meng'Iya kan ucapan Daniel.

BERSAMBUNG....

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

kirain sy yg nabrak PU si Zen...ech ternyta si kemal☺️

2022-10-01

0

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

oh si kemal kirain si zen😅

2022-01-06

0

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

si zen ya itu

2022-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Perkenalkan Tokoh Utama
3 Memikirkan.
4 Pencuri
5 Tertidur
6 Menjadi Assisten Pribadi
7 Dunia Tidak Adil
8 AMARAH DANIEL CARROL.
9 SAKIT.
10 SAKIT 2
11 PULANG KEMANA?
12 Apartemen
13 Rencana Picik
14 Perkara Panggilan
15 KONDANGAN.
16 Mimpi Kenyataan, Buruk
17 Rencana Daniel
18 Mengubur Perasaan
19 Peringatan Daniel
20 Sikap Hangat Daniel
21 Meminta Di Antarkan
22 Pulang ke Mansion
23 Tuan dan Nona Koffie
24 Hadiah Daniel u/ Kemal
25 Berkunjung
26 Kehilangan
27 Penyesalan
28 Pelampiasan
29 Hiburan Sesaat
30 Halusinasi yang NYATA
31 Ini Bukan Mimpi
32 Pusat Perhatian
33 Survei Tempat
34 Cemburu
35 Album yang Usang
36 Author update
37 Berkunjung ke rumah Sahabat
38 Kejutan Malam
39 Hati yang Bahagia
40 Bermula Salah Kirim Chat
41 Meluruskan
42 Dinar pulang ke Mansion
43 Sifat Jahil Daniel
44 Di Balik Keceriaan (Kemal)
45 Tersinggung
46 Pacar Dadakan
47 Di Tinggal
48 Jangan Ganggu milik Daniel
49 Tidak ada yang Tidak mungkin
50 Kawanan Singa
51 Goncangan Mental
52 Game PlayStation
53 Berbelanja
54 Mencoba Tegar
55 Cemburu yang Terselubung
56 Salah Mengira (Kemal)
57 Curhatan Zen
58 Siapa Seseorang Itu????
59 Dua Tujuan yang Berbeda
60 Di Bawanya Devita
61 Aksi Daniel
62 CCTV YANG TERHAPUS
63 Pertanyaan Jebakan
64 Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65 Setetes Air mata Kerinduan
66 Datang nya Daniel
67 Calon Mertua
68 Lamunan Puspa
69 Ketulusan Daniel
70 Malam yang Sendu
71 Sifat turunan
72 Jet lag
73 Pertemuan yang Tak Terduga
74 Sikap dingin Daniel
75 Makam
76 Hujan
77 Dari Hati ke Hati
78 Mengelilingi Kota Jakarta
79 Diner AirMata
80 Yes I Will
81 Cemburu nya Daniel
82 Menduga-duga
83 Masih Flashback
84 Lumayan Kepo
85 Kandang Singa
86 Panik, (Tuan Carroll)
87 INSIDEN
88 Rekaman yang Hilang
89 Hukuman bagi Penghianat
90 Pacar pura-pura
91 Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92 Keinginan Ayah
93 Cerita di balik Semuanya
94 Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95 Nafsu Daniel
96 Dada Yang Sesak
97 Makan siang bersama Ayah
98 Salah Paham
99 Tamu tak di Undang
100 Pembicaraan Puspa dan Kemal
101 Perasaan gugup Kemal
102 Berbeda dari Biasanya
103 Ucapan Pedas seorang Daniel
104 Sarapan Bersama
105 Sisi lain dari Devita
106 Manusia Salju
107 Sedikit Lagi
108 KetidakSengajaan Membuat Luka
109 Senyum dalam Luka
110 PENGUMUMAN
111 D E J A V U
112 Terbongkar Sudah
113 TRANSFUSI
114 Nomor Pilisi
115 Bonus untuk Nadia
116 Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117 Jangan Terlalu percaya diri!!
118 Bujukan Puspa
119 Sisi Iblis Zen
120 Siapa dia? (Amaira)
121 Sebagian Pekerjaan
122 Aneh
123 Mimpi yang Indah
124 PENYUSUP
125 KEPERCAYAAN
126 Pancaran Kebahagiaan
127 Kembali nya Sang Pujaan
128 Sikap Gentle Daniel
129 SKANDAL
130 Linda yang Cuek
131 Mencoba Menerima Kenyataan
132 Lembah Duka karena Cinta
133 Tamu di Siang Bolong
134 Karma Seorang Pendosa
135 Menuju Jam Baik
136 P E R T U N A N G A N
137 Paniknya Seorang Zen
138 P I N G I T
139 Berusaha Untuk JUJUR
140 Menuju Hari H
141 Haru di Hari Suci Pernikahan
142 Kecanggungan Devita
143 Gaun Malam
144 Hanya rasa Kemanusiaan
145 Kelelahan (salah mengira)
146 H A S R A T
147 Mr, Monster
148 Terjaga karena Berontakan
149 Pengakuan Menyakitkan
150 Tamparan Keras
151 Salah Sangka
152 T I B A
153 PENYATUAN
154 Merasa Bersalah
155 Sakit dalam Kenyataan
156 Mengertilah
157 Ibu?
158 Kesambet Pohon Mangga
159 Love Yang Meresahkan
160 Roda Berputar
161 Kesempatan
162 Aib Bagiku
163 Rencana Piknik
164 Di Cuekkin
165 Dia Saudari ku
166 Apa yang Terjadi??
167 Istri??
168 Truth or Dare
169 Nona Dugong
170 Dosen Pembimbing
171 Dilema Reno
172 Kelakuan Aneh Devita
173 Paniknya Daniel
174 Haru Bahagia
175 Di Acuhkan
176 Siapa Linda?
177 Kepergian Linda
178 Terlambat
179 Perasaan dan Pikiran
180 Ngidamnya Devita
181 Kegilaan Daniel
182 UNGKAPAN Tersembunyi
183 Tau akan Posisi
184 Tiada Arti
185 Debaran Aneh
186 Perasaan Gelisah
187 I C U
188 Dua Monster
189 Kejahilan Dinar
190 Jurus Jitu mengunci mulut
191 Tidak Ada Harapan
192 Egois
193 Pergi untuk selamanya
194 Mendung kan Berganti
195 Pengakuan
196 Aku Harus Ikhlas
197 Perjuangan yang Tersembunyi
198 Kekasih????
199 Menjilat Ludah Sendiri?
200 Dekapan yang Berarti
201 Kejutkan di setiap Tindakan
202 Tidak Menyangka
203 Flashback
204 Tindakan Zen
205 Mangga Muda
206 Merindu
207 Zen_Linda
208 Acara Pertunangan
209 Kaka dari 2 Adiknya
210 Boutique
211 Seperti Satu orang yang Sama
212 Salah Menyikapi
213 Happy night
214 Perasaan yang Sirna
215 Bertamu di Pagi hari
216 TANGIS HARU SEMUA ORANG
217 DAVID GUETTA CARROLL
218 Harapan Dinar
219 Pertanyaan Chloe
220 Si Otong
221 Akhir dari Sebuah Cerita
222 EXTRA PART (DINAR)
223 EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224 EXTRA PART (MISI RENO)
225 EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226 EXTRA PART ( USAHA RENO )
227 EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228 SEKIAN
229 SPEAK UP
230 PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231 GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA
Episodes

Updated 231 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Perkenalkan Tokoh Utama
3
Memikirkan.
4
Pencuri
5
Tertidur
6
Menjadi Assisten Pribadi
7
Dunia Tidak Adil
8
AMARAH DANIEL CARROL.
9
SAKIT.
10
SAKIT 2
11
PULANG KEMANA?
12
Apartemen
13
Rencana Picik
14
Perkara Panggilan
15
KONDANGAN.
16
Mimpi Kenyataan, Buruk
17
Rencana Daniel
18
Mengubur Perasaan
19
Peringatan Daniel
20
Sikap Hangat Daniel
21
Meminta Di Antarkan
22
Pulang ke Mansion
23
Tuan dan Nona Koffie
24
Hadiah Daniel u/ Kemal
25
Berkunjung
26
Kehilangan
27
Penyesalan
28
Pelampiasan
29
Hiburan Sesaat
30
Halusinasi yang NYATA
31
Ini Bukan Mimpi
32
Pusat Perhatian
33
Survei Tempat
34
Cemburu
35
Album yang Usang
36
Author update
37
Berkunjung ke rumah Sahabat
38
Kejutan Malam
39
Hati yang Bahagia
40
Bermula Salah Kirim Chat
41
Meluruskan
42
Dinar pulang ke Mansion
43
Sifat Jahil Daniel
44
Di Balik Keceriaan (Kemal)
45
Tersinggung
46
Pacar Dadakan
47
Di Tinggal
48
Jangan Ganggu milik Daniel
49
Tidak ada yang Tidak mungkin
50
Kawanan Singa
51
Goncangan Mental
52
Game PlayStation
53
Berbelanja
54
Mencoba Tegar
55
Cemburu yang Terselubung
56
Salah Mengira (Kemal)
57
Curhatan Zen
58
Siapa Seseorang Itu????
59
Dua Tujuan yang Berbeda
60
Di Bawanya Devita
61
Aksi Daniel
62
CCTV YANG TERHAPUS
63
Pertanyaan Jebakan
64
Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65
Setetes Air mata Kerinduan
66
Datang nya Daniel
67
Calon Mertua
68
Lamunan Puspa
69
Ketulusan Daniel
70
Malam yang Sendu
71
Sifat turunan
72
Jet lag
73
Pertemuan yang Tak Terduga
74
Sikap dingin Daniel
75
Makam
76
Hujan
77
Dari Hati ke Hati
78
Mengelilingi Kota Jakarta
79
Diner AirMata
80
Yes I Will
81
Cemburu nya Daniel
82
Menduga-duga
83
Masih Flashback
84
Lumayan Kepo
85
Kandang Singa
86
Panik, (Tuan Carroll)
87
INSIDEN
88
Rekaman yang Hilang
89
Hukuman bagi Penghianat
90
Pacar pura-pura
91
Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92
Keinginan Ayah
93
Cerita di balik Semuanya
94
Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95
Nafsu Daniel
96
Dada Yang Sesak
97
Makan siang bersama Ayah
98
Salah Paham
99
Tamu tak di Undang
100
Pembicaraan Puspa dan Kemal
101
Perasaan gugup Kemal
102
Berbeda dari Biasanya
103
Ucapan Pedas seorang Daniel
104
Sarapan Bersama
105
Sisi lain dari Devita
106
Manusia Salju
107
Sedikit Lagi
108
KetidakSengajaan Membuat Luka
109
Senyum dalam Luka
110
PENGUMUMAN
111
D E J A V U
112
Terbongkar Sudah
113
TRANSFUSI
114
Nomor Pilisi
115
Bonus untuk Nadia
116
Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117
Jangan Terlalu percaya diri!!
118
Bujukan Puspa
119
Sisi Iblis Zen
120
Siapa dia? (Amaira)
121
Sebagian Pekerjaan
122
Aneh
123
Mimpi yang Indah
124
PENYUSUP
125
KEPERCAYAAN
126
Pancaran Kebahagiaan
127
Kembali nya Sang Pujaan
128
Sikap Gentle Daniel
129
SKANDAL
130
Linda yang Cuek
131
Mencoba Menerima Kenyataan
132
Lembah Duka karena Cinta
133
Tamu di Siang Bolong
134
Karma Seorang Pendosa
135
Menuju Jam Baik
136
P E R T U N A N G A N
137
Paniknya Seorang Zen
138
P I N G I T
139
Berusaha Untuk JUJUR
140
Menuju Hari H
141
Haru di Hari Suci Pernikahan
142
Kecanggungan Devita
143
Gaun Malam
144
Hanya rasa Kemanusiaan
145
Kelelahan (salah mengira)
146
H A S R A T
147
Mr, Monster
148
Terjaga karena Berontakan
149
Pengakuan Menyakitkan
150
Tamparan Keras
151
Salah Sangka
152
T I B A
153
PENYATUAN
154
Merasa Bersalah
155
Sakit dalam Kenyataan
156
Mengertilah
157
Ibu?
158
Kesambet Pohon Mangga
159
Love Yang Meresahkan
160
Roda Berputar
161
Kesempatan
162
Aib Bagiku
163
Rencana Piknik
164
Di Cuekkin
165
Dia Saudari ku
166
Apa yang Terjadi??
167
Istri??
168
Truth or Dare
169
Nona Dugong
170
Dosen Pembimbing
171
Dilema Reno
172
Kelakuan Aneh Devita
173
Paniknya Daniel
174
Haru Bahagia
175
Di Acuhkan
176
Siapa Linda?
177
Kepergian Linda
178
Terlambat
179
Perasaan dan Pikiran
180
Ngidamnya Devita
181
Kegilaan Daniel
182
UNGKAPAN Tersembunyi
183
Tau akan Posisi
184
Tiada Arti
185
Debaran Aneh
186
Perasaan Gelisah
187
I C U
188
Dua Monster
189
Kejahilan Dinar
190
Jurus Jitu mengunci mulut
191
Tidak Ada Harapan
192
Egois
193
Pergi untuk selamanya
194
Mendung kan Berganti
195
Pengakuan
196
Aku Harus Ikhlas
197
Perjuangan yang Tersembunyi
198
Kekasih????
199
Menjilat Ludah Sendiri?
200
Dekapan yang Berarti
201
Kejutkan di setiap Tindakan
202
Tidak Menyangka
203
Flashback
204
Tindakan Zen
205
Mangga Muda
206
Merindu
207
Zen_Linda
208
Acara Pertunangan
209
Kaka dari 2 Adiknya
210
Boutique
211
Seperti Satu orang yang Sama
212
Salah Menyikapi
213
Happy night
214
Perasaan yang Sirna
215
Bertamu di Pagi hari
216
TANGIS HARU SEMUA ORANG
217
DAVID GUETTA CARROLL
218
Harapan Dinar
219
Pertanyaan Chloe
220
Si Otong
221
Akhir dari Sebuah Cerita
222
EXTRA PART (DINAR)
223
EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224
EXTRA PART (MISI RENO)
225
EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226
EXTRA PART ( USAHA RENO )
227
EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228
SEKIAN
229
SPEAK UP
230
PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231
GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!