Keesokannya
Devita sudah bersiap diri untuk pergi ke kampus, dengan memesan taksi online Devita sudah berjalan menuju lobi gedung Apartemen.
Dengan penampilan sederhana dengan rambut dicepol tinggi dan tas yang tersampir indah di pundaknya.
Tapi tangannya langsung di sambar dengan seseorang, yang tak lain adalah Daniel Carroll.
"Kau mau kemana?" ganya Daniel dengan muka datarnya.
"Ak-aku ingin ke kampus Tuan," jawabnya.
"Ya sudah, biar ku antar." Tanpa menunggu jawaban dari Devita, Daniel sudah membawa Devita menuju mobilnya.
"Tuan tunggu, tapi taxi online ku sudah tiba." ucapan Devita berhasil membuat Daniel memberhentikan langkah nya.
Daniel menatap manik mata berwarna coklat itu dengan datarnya, menghela nafas dengan perlahan.
"Dimana gaxi online itu?" Tanya Daniel.
"Disana." Devita menunjuk tepat ke mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Kau masuk ke mobil, biar taxi online itu aku yang urus." Daniel berlalu menuju taxi online itu, Devita terus memperhatikan langkah Daniel, sampai ada duara yang membuat dirinya terkejut.
"Nona mari ke mobil." Ajak Zen dengan ramah.
"Aah iya." Devita mengikuti langkah Zen dengan sesekali menengok ke arah Daniel yang sedang berbicara pada supir taxi online itu.
"Pak, taxi online pesanan atas nama Devita?" tanya Daniel pada pria Parubaya yang sedang menunggu Devita.
"Iyah Tuan."..
"Devita tidak jadi pergi, ini sebagai ganti ongkos bahan bakar nya." Daniel memberikan beberapa lembaran uang kertas padahal sopir taksi online itu.
Sopir taksi online itu menerimanya dengan gemetar pasalnya Daniel memberikan kan ganti ongkos bahan bakar lumayan banyak.
" Tuan ini sangat banyak sekali," ucap sopir taksi online itu.
"Tidak apa, anggap saja rezekimu, kalau begitu saya permisi. " Daniel pun berlalu.
Daniel kembali ke mobilnya, di mobil Devita sudah duduk manis sembari memainkan ponselnya.
"Zen, antarkan Devita terlebih dulu. " titah Daniel.
"Baik Tuan. " Zen pun menancapkan gasnya secara perlahan, memecah keramaian ibu kota dengan sedikit kemacetan, suara klakson mobil pun bersahutan.
" Lepas pulang kuliah, Aku akan menjemputmu untuk menghadiri acara pernikahan rekan bisnis ku, yang kubilang semalam. " Ucap Daniel memecah keheningan.
Devita yang sedang bermain dengan ponselnya nya langsung menoleh saat Daniel berbicara. " Ya tuan Saya ingat itu, tapi.." Devita menggantung ucapannya.
"Apa yang kau bingung kan, masalah gaun itu sudah menjadi tanggung jawab ku. "seakan Daniel mengetahui ke gelisah an Devita.
" Ya tuan Terima kasih. " Lirih Devita.
keheningan kembali sampai mobil pun berhenti di sebuah universitas ternama di kotanya.
Devita turun dari mobil setelah berpamitan dengan Daniel dan Zen.
" Terima kasih tuan dan Tuan Zen, " ucap Devita.
"Sama-sama nona Devita, " jawab Zen dengan ramahnya.
Mata Daniel mendelik tidak suka saat Zen berbicara manis dengan Devita.
"Devita tunggu." Daniel memanggil Devita yang sudah berbalik untuk berlalu, tapi dengan panggilan Daniel l, Devita kembali membalikan tubuhnya.
"Iya Tuan ada apa? " ..
"Ini, simpanlah ini, siapa tahu kamu membutuhkannya. " Daniel memberikan sebuah kartu kredit berwarna hitam pada Devita.
Devita memandang kartu yang masih di tangan Daniel dengan rasa bingung antara menerima atau tidak. ingin menerimanya tapi hatinya tidak enak dan jika tidak menerimanya Dia tidak memiliki uang sepeserpun, lantas bagaimana?.
"Kenapa? kau tidak ingin menerimanya? " tanya Daniel dengan menaikkan satu alisnya.
"Tidak usah tuan, aku masih memiliki uang. " ucap Devita berbohong.
"Aku tahu kau berbohong, Terimalah. kalau kau tidak menerimanya maka aku tetap akan memaksa. " ucap Daniel dengan sedikit senyuman.
Obrolan keduanya turut menjadi perhatian beberapa orang yang ada disekitar kampus, pasalnya Daniel dan Devita mengobrol di samping mobil mewah miliknya.
"Lihat itu bukannya Devita anak fakultas ekonomi, dia sedang bersama siapa? " ucap seorang mahasiswa dengan temannya.
" Iya, siapa pria itu? tampan sekali, apa Dia Kekasih Devita. " Ucap mahasiswa lain.
Masih banyak lagi yang ber kasak-kusuk tentang Devita yang mengobrol dengan pria tampan Di pelataran kampus.
Devita pun menerima kartu pemberian Daniel dengan tangan yang gemetar.
" Baiklah tuan, saya terima, kalau gitu Saya masuk dulu Tuan hati-hati ya. " ucap Devita dengan memberikan senyum indahnya.
Jantung Daniel seakan memompa sangat cepat saat melihat senyum yang terlukis dari bibir manis Devita.
"Ingat jangan tersenyum seperti itu dengan pria lain, Ku mohon. " Daniel berucap dengan Lirih, dan langsung berlalu kembali masuk mobilnya.
Mobil berwarna hitam bright itu bergerak meninggalkan pelataran universitas itu.
Devita masih berdiri di tempatnya dengan rasa heran dengan ucapan Daniel.
"Memangnya ada apa dengan senyuman ku, " gumam Devita.
Lamunan Devita buyar saat ada tangan menyentuh pundaknya. "Hei, Sedang apa kau melamun di sini?"tegur seorang pria yang tak lain adalah Jonathan sahabatnya.
"Jo, kau selalu mengejutkanku."omel Devita dengan bibir yang mengerucut.
"Benarkah aku mengejutkanmu, dirimu saja yang melamun sampai tidak menyadari kehadiranku, " jawabnya dengan tersenyum.
🍁
di sebuah rumah mewah 3 orang sedang mengobrol dengan wajah yang kusut, yang tidak lain adalah keluarga Santos.
" kita harus bagaimana Pih? " tanya Sari dengan wajah yang biasanya selalu bermake-up sekarang terlihat berantakan.
" Chloe tidak ingin hidup miskin Pih, Carilah cara agar ar ar-ridho kita kembali normal. " Timpal Chloe.
"diamlah, aku juga tidak mau hidup miskin tapi kita harus bagaimana, Ini semua karena kalian Coba saja kalian tidak menyiksa anak sialan itu, kita tidak akan jadi seperti ini. " ucap Santos.
dor dor dor
suara gedoran pintu yang nyaring membuat ketiga orang yang di dalamnya terkejut.
" Pih, itu siapa Pih." ujar Sari dengan panik.
" Aku juga tidak tahu itu siapa. "
" Ojiiiii," teriak Chloe memanggil Oji.
"Oji sudah berhenti Chloe, tepat saat dia membawa Devita ke rumah sakit." ucap Sari.
"Aaaahhh jalan satu-satunya adalah Devita." ucapan Chloe membuat Santos dan Sari menoleh ke arah Chloe.
"Maksud kamu apa?" tanya Sari.
"Kita harus berbicara dengan Devita, kali ini ini kita harus bersandiwara. " ucap Chloe.
"Bersandiwara bagaimana? "Sari belum memahami apa maksud dari ucapan anaknya.
Chloe mengatakan rencana gang harus di jalaninya.
" Ya kau benar Chloe, tidak sia sia aku menyekolahkan mu mahal-mahal." ucap Santos.
🍁
Di kantor Carroll Corp.
Daniel sedang berkutat dengan beberapa berkas.
Sampai ada suatu ketukan pintu yang membuat Daniel berdecak kesal.
"Siapa kali ini yang meng-ganggu ku," Gumamnya.
Masuklah seorang pria dengan dua orang gadis berpakaian sexi.
"Niel apa kabar mu?" Ucap pria dengan gaya glamour nya.
"Ada apa kau kemari?" tanya Daniel dengan tidak memindahkan pandangan nya dari berkas-berkas itu.
" Aku membawakan barang bagus untuk mu," ucapnya.
Daniel melirik sebentar ke arah tiga orang itu.
"Ck, aku tidak berselera, bawa pergi jhalang-jhalang itu dari hadapan ku." Ujar Daniel.
"Hei ada apa denganu, tidak biasanya kau begitu, cobalah dulu, ini masih tersegel dan orisinil," Ucap Terry.
Terry adalah teman Daniel yang selalu membawakan para wanita-wanita ke hadapan Daniel untuk kepuasan Sheksualnya.
Daniel menoleh ke arah wanita ber-dress berwarna hitam.
"Cih, kau masih percaya dia masih tersegel, bahkan segelannya adalah buatan." ucap Daniel secara gamblang.
"Buatan? maksud mu?" tanya Terry dengan raut wajah bingung.
"Kau tanyakan saja dengan nya." jawab Daniel.
Wanita itu seketika mulai salah tingkah karena mendapat tatapan intimidasi dari Terry.
"Apa maksud dari ucapannya, hah." tanya Terry dengan tatapan tajamnya.
"Mmm, Maaf Tuan, aku sudah melakukan Operasi Kheprawanan." Ucap wanita itu dengan gugup.
"Sial!! KAU MENIPU KU!!." bentak Terry.
"Maaf Tuan,"..
" Lalu kau?" tanya Terry pada wanita yang satunya.
"Ak-aku sudah melakukan nya sekali Tuan, tapi percayalah itu hanya sekali." Ucap wanita itu.
"Sial!! PERGI KALIAN DARI SINI!! ." ucap Terry dengan meninggikan suaranya.
Daniel hanya terkekeh melihat sahabat nya tertipu dengan wanita Jhalang yang di bawanya.
Dua wanita panggilan itu keluar dari ruangan itu dengan tunggang langgung, karena takut dengan amukan Terry.
"Haaaahhh, bisa-bisanya aku tertipu." gerutu Terry yang menjatuhkan tubuhnya di sofa.
Daniel semakin terkekeh mendengar nya.
"Hei sialan! berhenti kau mentertawakan aku." teriak Terry pada Daniel.
"Heh, Brhengsek!! berani sekali kau menteriaki ku hah!! punya nyali berapa kau?" Daniel mengucapkan itu dengan meledak ledak sekaligus dengan tatapan tajamnya.
"Habisnya kau malah mentertawakan ku, iya sudah maaf maaf, aku pergi dulu ya." Terry keluar dengan sedikit berlari karena takut dengan amarah Daniel dan tatapan tajam Daniel.
Daniel hanya menggeleng kan kepalanya, dengan prilaku sahabat nya itu.
"Berani sekali dia berteriak di depan ku, Heeemmmmsss." Daniel menghela mafas dengan kasarnya.
BERSAMBUNG....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Evanafla
tahu aza ya mana segel asli mana yg buatan😁😁
2021-06-08
0
Yantidianurhasyanti
tuan jass kan sekarang udah punya gebetan orisinil pula jadi g butuh wanita *****.. 🙈😂😂
2021-03-30
6
Mira Cahyana
a visual Daniel nya ganteng, cuman ganti devitanya kurang cocok
2021-03-28
2