Rencana Daniel

''Kenapa juga aku merasa kesal saat ada yang memuji orang itu.'' Devita melangkahkan kakinya menuju Daniel yang tidak menyadari kedatangan Devita karena Daniel sedang berseluncur di benda pipihnya.

.

.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

''Daniel.'' panggil Devita dengan wajah yang di tekuk.

Daniel menoleh ke asal suara, benda pipih yang semula di tangan langsung di masukan ke sakunya, senyum Daniel mengembang saat orang yang di tunggu datang juga.

Alis tebal Daniel hampir menyatuh tatkala melihat wajah gadisnya di tekut dengan bibir yang mengerucut.

''Kamu kenapa? ada masalah?'' tanya Daniel dengan lembut.

''Tidak, kamu sedang apa di sini, aku kan tidak meminta mu menjemput ku,'' ketus Devita.

Daniel terkekeh karena menganggap ketusan Devita itu adalah suatu tanda dia sudah tidak memasang benteng besar sebagai pemisah.

Wajah Devita terus di pandanginya. ''Menggemaskan.'' Batin Daniel.

''Aku memang sengaja menjemput mu, ingin mengajak kau makan siang.'' jawabnya.

''Tapi kan bisa menunggu di dalam mobil,'' Ucap Devita masih dengan nada ketus.

''Memangnya kenapa kalau aku menunggu mu di luar mobil?'' Daniel masi belum mengerti arah ucapan Devita.

''Kau sedang menjadi Perhatian para wanita yang di sana, Apa memang kau sengaja?'' ucapan Devita membuat Daniel menoleh ke arah yang ditunjuknya, senyum lebar Daniel terlukis.

''Kau cemburu?'' sarkah Daniel.

''Aku cemburu, ya ga mungkin lah, memangnya kau siapa.'' Devita berkata dengan suara sepelan mungkin.

''Kalau memang benar iya, ini suatu kebanggan untuk ku.'' ucapnya Daniel menggoda Devita.

''Come on, temani aku makan siang,'' Daniel berlalu duluan untuk memasuki mobilnya.

Hati Daniel saat ini sangat bahagia, kecemburuan Devita menandakan, rasa itu mulai ada, tapi mungkin Devita belum menyadarinya.

.

Mereka berdua sudah berada di restoran yang terbilang bukan restoran kaleng-kaleng yang menyajikan makanan dari berbagai belahan dunia seperti Prancis, Belanda serta Amerika, yang datang pun harus menunjukkan sebuah Card khusus, yang entah untuk apa.

Di meja sudah disajikan beberapa hidangan yang sangat menggugah selera.

ada Amuz dari Perancis ada juga Tugu Kuntskring Paleis dari Belanda dan ada Faberge Chocolate Pudding sebagai pencuci mulutnya dan masih bnyak lagi.

''Ini semua siapa yang akan memakannya?'' Tanya Devita dengan wajah Syoknya.

''Kita, kalau tidak habis bisa di takeaway.'' jawab Daniel dengan nada bergurau.

''Lepas makan ini bisa-bisa aku berubah jadi babi.'' gumam Devita yang masih terdengar di telinga Daniel.

''Kamu tidak akan menjadi seekor babi, dengan hanya memakan makanan ini Vita.'' Ucap Daniel gemas.

''Iya kah?''..

''He'em, makanlah.'' Daniel merasa sangat bahagia melihat wajah Devita yang teramat polos.

Untuk membayangkan Saat Devita di siksa dengan keluarga nya saja, Daniel merasa tidak mampu, bagaimana bisa gadis sebaik Devita tidak mendapatkan perlakuan yang sepantasnya seorang keponakan.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel Daniel, yang berisi.

Pekerjaan yang Tuan berikan ke saya, sudah saya kerjakan, waktu sadarnya bisa sampai 8 jam dari pertama tertelan.

Itulah isi dari pesan yang masuk di ponsel Daniel.

Senyum Daniel mengembang saat melihat Devita tengah memakan makanan yang di pesannya.

''Kamu tidak makan?'' Tanya Devita saat melihat Daniel hanya memperhatikan nya dia makan.

''Aah iya aku makan kok.'' Mereka pun makan dengan sunyi.

.

Di Kediaman Maharani.

''Pokoknya nanti saat Devita datang, kita akting dengan sebaik mungkin.'' Ucap Chloe pada Mami dan Papi nya.

''Tapi apa dia tidak akan curiga.'' tanya Sari.

''Tidak Mi, dia tidak akan curiga kalau akting kita terlihat nyata.'' jawab Chloe.

''Huh, kalau saja tidak untuk merebut semua harta ini, Papi tidak akan mau repot-repot harus berakting seperti ini,'' keluh Santos.

''Papi harus bisa ya, kalau tidak! kita akan kehilangan ini semua, aku tidak ingin jatuh miskin Papiiiii,'' rengek Chloe.

''Iya iya, Papi akan berusaha walau sebenarnya enggan,'' pasrah Santos.

''Kita harus bisa,'' timpal Sari.

.

Devita sudah selesai dengan makanan yang di piringnya, Daniel pun sama.

''Pudingnya dimakan dong buat cuci mulut.'' ucap Daniel setelah mengelap mulutnya.

''Aku coba sedikit saja ya, soalnya aku sudah kenyang sekali, dan kenapa mata ku sulit sekali di ajak kompromi.'' Devita berbicara dengan mata yang sudah sayu, karena rasa kantuk yang tiba-tiba menyergap dirinya.

''Kau mengantuk?'' tanya Daniel.

Devita hanya mengangguk.'' Bagus,'' gumam Daniel dalam hati.

Tidak menunggu waktu lama Devita tertidur dengan menyenderkan kepalanya di sandaran kursi, dengan sigap Daniel mengangkat tubuh mungil Devita menuju mobilnya yang sudah ada Zen di dalamnya.

''Tuan, Nona Devita kenapa?'' tanya Zen dengan panik, karena melihat Devita yang berada dalam gendongan Daniel.

''Jangan banyak tanya, jalankan saja mobilnya menuju ke Apartemen, sekarang!'' Titah Daniel dengan suara tinggi, Daniel sudah duduk dengan memangku kepala Devita yang tengah tertidur pulas.

''Baik Tuan.''..

''Sebenarnya Nona Devita kenapa, kalau Nona Devita hanya tertidur tidak mungkin tidak terbangun saat suara Tuan Daniel meninggi.'' Gumam Zen dalam hati.

Tiba-tiba matanya melebar kala memikirkan sesuatu, ''Apa jangan-jangan, Tuan Daniel akan berbuat macam-macam.'' lanjut nya.

''Jangan kau berfikir macam-macam Zen, cepat jalankan saja mobilnya.'' ..

Daniel bener-bener bisa menebak isi fikiran Asisten nya ini, bagaimana bisa? entahlah.

Zen mengendarai mobil dengan hati yang was-was. Jika sampai dugaan dia benar, Zen akan bertekad untuk Risgn, tekat Zen sudah bulat kala itu.

Entah karena apa dia begitu perduli pada Devita tapi hanya itu lah tekat Zen.

Mobil sudah berhenti di lobi Gedung Apartemen,

dengan perlahan Daniel mengeluarkan tubuh Devita dan mengangkat nya dengan kelembutan.

''Tuan mari saya bantu untuk membawa Nona Devita ke kamarnya.'' Ucap Zen menawarkan jasa.

''Berani kau menyentuhnya, tangan kau akan hilang dengan hitungan detik,'' ancam Daniel.

''Tapi Tuan.''..

''Sudah, kau ikuti saja aku jika memang ingin tahu alasannya.'' Ucap Daniel yang sudah berlalu pergi.

''Tuan meminta ku untuk ikut dengan nya?'' Gumam Zen merasa heran,

Apa sebenarnya rencana Tuannya ini.

Zen berlari kecil untuk menyusul Tuannya yang sudah hampir memasuki Lift.

''Terlalu banyak berfikir.'' sindir Daniel.

''Maaf Tuan.''

Tombol yang di tekan di angka 29 sudah berhenti di tujuan.

Daniel keluar dari lift dengan Zen yang masih membutut.

Daniel menggendong tubuh Devita seakan tidak merasakan beban sama sekali.

dengan Berhati-hati Daniel merebahkan tubuh mungil Devita di atas ranjang quin size.

Senyum Daniel mengembang kala melihat wajah polos Devita yang tertidur lelap.

''Mimpi indah bidadari ku.'' Gumam Daniel dengan tangan yang terus mengusap kepala Devita.

Sakit, iya sakit serta sesak yang ada di hati. itu yang di rasakan Zen saat ini saat meliha Daniel yang memperlakuakan Devita dengan manisnya.

Zen yang selama ini belum menyadari tentang perasaan anehnya untuk Devita, saat ini Zen baru sadar akan perasaan nya itu.

Zen yang masih melamun di ambang pintu kamar Devita, tidak sadar kalau Daniel sudah berdiri di hadapannya.

''Apa yang kau pikirkan tentang diriku tadi semua tidak terbukti bukan.'' Ucapan Daniel cukup mengejutkan Zen.

''Iya Tuan, maafkan saya.'' Zen menundukkan kepalanya.

''Ikut aku ke ruang tamu, aku akan mengatakan rencana ku padamu.'' Daniel berlalu melewati tubuh Zen.

''Tutup pintunya dengan perlahan, jangan sampai suara yang kau ciptakan akan mengganggu istirahat Devita.'' Ucap Daniel lagi.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

critany seru bngt Thor....☺️

2022-10-01

0

Febri Ana

Febri Ana

cuss lanjut thor mantap

2021-08-21

0

Dirah Guak Kui

Dirah Guak Kui

berarti rencana jahatnya Santos gagal dong

2021-05-20

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Perkenalkan Tokoh Utama
3 Memikirkan.
4 Pencuri
5 Tertidur
6 Menjadi Assisten Pribadi
7 Dunia Tidak Adil
8 AMARAH DANIEL CARROL.
9 SAKIT.
10 SAKIT 2
11 PULANG KEMANA?
12 Apartemen
13 Rencana Picik
14 Perkara Panggilan
15 KONDANGAN.
16 Mimpi Kenyataan, Buruk
17 Rencana Daniel
18 Mengubur Perasaan
19 Peringatan Daniel
20 Sikap Hangat Daniel
21 Meminta Di Antarkan
22 Pulang ke Mansion
23 Tuan dan Nona Koffie
24 Hadiah Daniel u/ Kemal
25 Berkunjung
26 Kehilangan
27 Penyesalan
28 Pelampiasan
29 Hiburan Sesaat
30 Halusinasi yang NYATA
31 Ini Bukan Mimpi
32 Pusat Perhatian
33 Survei Tempat
34 Cemburu
35 Album yang Usang
36 Author update
37 Berkunjung ke rumah Sahabat
38 Kejutan Malam
39 Hati yang Bahagia
40 Bermula Salah Kirim Chat
41 Meluruskan
42 Dinar pulang ke Mansion
43 Sifat Jahil Daniel
44 Di Balik Keceriaan (Kemal)
45 Tersinggung
46 Pacar Dadakan
47 Di Tinggal
48 Jangan Ganggu milik Daniel
49 Tidak ada yang Tidak mungkin
50 Kawanan Singa
51 Goncangan Mental
52 Game PlayStation
53 Berbelanja
54 Mencoba Tegar
55 Cemburu yang Terselubung
56 Salah Mengira (Kemal)
57 Curhatan Zen
58 Siapa Seseorang Itu????
59 Dua Tujuan yang Berbeda
60 Di Bawanya Devita
61 Aksi Daniel
62 CCTV YANG TERHAPUS
63 Pertanyaan Jebakan
64 Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65 Setetes Air mata Kerinduan
66 Datang nya Daniel
67 Calon Mertua
68 Lamunan Puspa
69 Ketulusan Daniel
70 Malam yang Sendu
71 Sifat turunan
72 Jet lag
73 Pertemuan yang Tak Terduga
74 Sikap dingin Daniel
75 Makam
76 Hujan
77 Dari Hati ke Hati
78 Mengelilingi Kota Jakarta
79 Diner AirMata
80 Yes I Will
81 Cemburu nya Daniel
82 Menduga-duga
83 Masih Flashback
84 Lumayan Kepo
85 Kandang Singa
86 Panik, (Tuan Carroll)
87 INSIDEN
88 Rekaman yang Hilang
89 Hukuman bagi Penghianat
90 Pacar pura-pura
91 Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92 Keinginan Ayah
93 Cerita di balik Semuanya
94 Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95 Nafsu Daniel
96 Dada Yang Sesak
97 Makan siang bersama Ayah
98 Salah Paham
99 Tamu tak di Undang
100 Pembicaraan Puspa dan Kemal
101 Perasaan gugup Kemal
102 Berbeda dari Biasanya
103 Ucapan Pedas seorang Daniel
104 Sarapan Bersama
105 Sisi lain dari Devita
106 Manusia Salju
107 Sedikit Lagi
108 KetidakSengajaan Membuat Luka
109 Senyum dalam Luka
110 PENGUMUMAN
111 D E J A V U
112 Terbongkar Sudah
113 TRANSFUSI
114 Nomor Pilisi
115 Bonus untuk Nadia
116 Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117 Jangan Terlalu percaya diri!!
118 Bujukan Puspa
119 Sisi Iblis Zen
120 Siapa dia? (Amaira)
121 Sebagian Pekerjaan
122 Aneh
123 Mimpi yang Indah
124 PENYUSUP
125 KEPERCAYAAN
126 Pancaran Kebahagiaan
127 Kembali nya Sang Pujaan
128 Sikap Gentle Daniel
129 SKANDAL
130 Linda yang Cuek
131 Mencoba Menerima Kenyataan
132 Lembah Duka karena Cinta
133 Tamu di Siang Bolong
134 Karma Seorang Pendosa
135 Menuju Jam Baik
136 P E R T U N A N G A N
137 Paniknya Seorang Zen
138 P I N G I T
139 Berusaha Untuk JUJUR
140 Menuju Hari H
141 Haru di Hari Suci Pernikahan
142 Kecanggungan Devita
143 Gaun Malam
144 Hanya rasa Kemanusiaan
145 Kelelahan (salah mengira)
146 H A S R A T
147 Mr, Monster
148 Terjaga karena Berontakan
149 Pengakuan Menyakitkan
150 Tamparan Keras
151 Salah Sangka
152 T I B A
153 PENYATUAN
154 Merasa Bersalah
155 Sakit dalam Kenyataan
156 Mengertilah
157 Ibu?
158 Kesambet Pohon Mangga
159 Love Yang Meresahkan
160 Roda Berputar
161 Kesempatan
162 Aib Bagiku
163 Rencana Piknik
164 Di Cuekkin
165 Dia Saudari ku
166 Apa yang Terjadi??
167 Istri??
168 Truth or Dare
169 Nona Dugong
170 Dosen Pembimbing
171 Dilema Reno
172 Kelakuan Aneh Devita
173 Paniknya Daniel
174 Haru Bahagia
175 Di Acuhkan
176 Siapa Linda?
177 Kepergian Linda
178 Terlambat
179 Perasaan dan Pikiran
180 Ngidamnya Devita
181 Kegilaan Daniel
182 UNGKAPAN Tersembunyi
183 Tau akan Posisi
184 Tiada Arti
185 Debaran Aneh
186 Perasaan Gelisah
187 I C U
188 Dua Monster
189 Kejahilan Dinar
190 Jurus Jitu mengunci mulut
191 Tidak Ada Harapan
192 Egois
193 Pergi untuk selamanya
194 Mendung kan Berganti
195 Pengakuan
196 Aku Harus Ikhlas
197 Perjuangan yang Tersembunyi
198 Kekasih????
199 Menjilat Ludah Sendiri?
200 Dekapan yang Berarti
201 Kejutkan di setiap Tindakan
202 Tidak Menyangka
203 Flashback
204 Tindakan Zen
205 Mangga Muda
206 Merindu
207 Zen_Linda
208 Acara Pertunangan
209 Kaka dari 2 Adiknya
210 Boutique
211 Seperti Satu orang yang Sama
212 Salah Menyikapi
213 Happy night
214 Perasaan yang Sirna
215 Bertamu di Pagi hari
216 TANGIS HARU SEMUA ORANG
217 DAVID GUETTA CARROLL
218 Harapan Dinar
219 Pertanyaan Chloe
220 Si Otong
221 Akhir dari Sebuah Cerita
222 EXTRA PART (DINAR)
223 EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224 EXTRA PART (MISI RENO)
225 EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226 EXTRA PART ( USAHA RENO )
227 EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228 SEKIAN
229 SPEAK UP
230 PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231 GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA
Episodes

Updated 231 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Perkenalkan Tokoh Utama
3
Memikirkan.
4
Pencuri
5
Tertidur
6
Menjadi Assisten Pribadi
7
Dunia Tidak Adil
8
AMARAH DANIEL CARROL.
9
SAKIT.
10
SAKIT 2
11
PULANG KEMANA?
12
Apartemen
13
Rencana Picik
14
Perkara Panggilan
15
KONDANGAN.
16
Mimpi Kenyataan, Buruk
17
Rencana Daniel
18
Mengubur Perasaan
19
Peringatan Daniel
20
Sikap Hangat Daniel
21
Meminta Di Antarkan
22
Pulang ke Mansion
23
Tuan dan Nona Koffie
24
Hadiah Daniel u/ Kemal
25
Berkunjung
26
Kehilangan
27
Penyesalan
28
Pelampiasan
29
Hiburan Sesaat
30
Halusinasi yang NYATA
31
Ini Bukan Mimpi
32
Pusat Perhatian
33
Survei Tempat
34
Cemburu
35
Album yang Usang
36
Author update
37
Berkunjung ke rumah Sahabat
38
Kejutan Malam
39
Hati yang Bahagia
40
Bermula Salah Kirim Chat
41
Meluruskan
42
Dinar pulang ke Mansion
43
Sifat Jahil Daniel
44
Di Balik Keceriaan (Kemal)
45
Tersinggung
46
Pacar Dadakan
47
Di Tinggal
48
Jangan Ganggu milik Daniel
49
Tidak ada yang Tidak mungkin
50
Kawanan Singa
51
Goncangan Mental
52
Game PlayStation
53
Berbelanja
54
Mencoba Tegar
55
Cemburu yang Terselubung
56
Salah Mengira (Kemal)
57
Curhatan Zen
58
Siapa Seseorang Itu????
59
Dua Tujuan yang Berbeda
60
Di Bawanya Devita
61
Aksi Daniel
62
CCTV YANG TERHAPUS
63
Pertanyaan Jebakan
64
Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65
Setetes Air mata Kerinduan
66
Datang nya Daniel
67
Calon Mertua
68
Lamunan Puspa
69
Ketulusan Daniel
70
Malam yang Sendu
71
Sifat turunan
72
Jet lag
73
Pertemuan yang Tak Terduga
74
Sikap dingin Daniel
75
Makam
76
Hujan
77
Dari Hati ke Hati
78
Mengelilingi Kota Jakarta
79
Diner AirMata
80
Yes I Will
81
Cemburu nya Daniel
82
Menduga-duga
83
Masih Flashback
84
Lumayan Kepo
85
Kandang Singa
86
Panik, (Tuan Carroll)
87
INSIDEN
88
Rekaman yang Hilang
89
Hukuman bagi Penghianat
90
Pacar pura-pura
91
Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92
Keinginan Ayah
93
Cerita di balik Semuanya
94
Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95
Nafsu Daniel
96
Dada Yang Sesak
97
Makan siang bersama Ayah
98
Salah Paham
99
Tamu tak di Undang
100
Pembicaraan Puspa dan Kemal
101
Perasaan gugup Kemal
102
Berbeda dari Biasanya
103
Ucapan Pedas seorang Daniel
104
Sarapan Bersama
105
Sisi lain dari Devita
106
Manusia Salju
107
Sedikit Lagi
108
KetidakSengajaan Membuat Luka
109
Senyum dalam Luka
110
PENGUMUMAN
111
D E J A V U
112
Terbongkar Sudah
113
TRANSFUSI
114
Nomor Pilisi
115
Bonus untuk Nadia
116
Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117
Jangan Terlalu percaya diri!!
118
Bujukan Puspa
119
Sisi Iblis Zen
120
Siapa dia? (Amaira)
121
Sebagian Pekerjaan
122
Aneh
123
Mimpi yang Indah
124
PENYUSUP
125
KEPERCAYAAN
126
Pancaran Kebahagiaan
127
Kembali nya Sang Pujaan
128
Sikap Gentle Daniel
129
SKANDAL
130
Linda yang Cuek
131
Mencoba Menerima Kenyataan
132
Lembah Duka karena Cinta
133
Tamu di Siang Bolong
134
Karma Seorang Pendosa
135
Menuju Jam Baik
136
P E R T U N A N G A N
137
Paniknya Seorang Zen
138
P I N G I T
139
Berusaha Untuk JUJUR
140
Menuju Hari H
141
Haru di Hari Suci Pernikahan
142
Kecanggungan Devita
143
Gaun Malam
144
Hanya rasa Kemanusiaan
145
Kelelahan (salah mengira)
146
H A S R A T
147
Mr, Monster
148
Terjaga karena Berontakan
149
Pengakuan Menyakitkan
150
Tamparan Keras
151
Salah Sangka
152
T I B A
153
PENYATUAN
154
Merasa Bersalah
155
Sakit dalam Kenyataan
156
Mengertilah
157
Ibu?
158
Kesambet Pohon Mangga
159
Love Yang Meresahkan
160
Roda Berputar
161
Kesempatan
162
Aib Bagiku
163
Rencana Piknik
164
Di Cuekkin
165
Dia Saudari ku
166
Apa yang Terjadi??
167
Istri??
168
Truth or Dare
169
Nona Dugong
170
Dosen Pembimbing
171
Dilema Reno
172
Kelakuan Aneh Devita
173
Paniknya Daniel
174
Haru Bahagia
175
Di Acuhkan
176
Siapa Linda?
177
Kepergian Linda
178
Terlambat
179
Perasaan dan Pikiran
180
Ngidamnya Devita
181
Kegilaan Daniel
182
UNGKAPAN Tersembunyi
183
Tau akan Posisi
184
Tiada Arti
185
Debaran Aneh
186
Perasaan Gelisah
187
I C U
188
Dua Monster
189
Kejahilan Dinar
190
Jurus Jitu mengunci mulut
191
Tidak Ada Harapan
192
Egois
193
Pergi untuk selamanya
194
Mendung kan Berganti
195
Pengakuan
196
Aku Harus Ikhlas
197
Perjuangan yang Tersembunyi
198
Kekasih????
199
Menjilat Ludah Sendiri?
200
Dekapan yang Berarti
201
Kejutkan di setiap Tindakan
202
Tidak Menyangka
203
Flashback
204
Tindakan Zen
205
Mangga Muda
206
Merindu
207
Zen_Linda
208
Acara Pertunangan
209
Kaka dari 2 Adiknya
210
Boutique
211
Seperti Satu orang yang Sama
212
Salah Menyikapi
213
Happy night
214
Perasaan yang Sirna
215
Bertamu di Pagi hari
216
TANGIS HARU SEMUA ORANG
217
DAVID GUETTA CARROLL
218
Harapan Dinar
219
Pertanyaan Chloe
220
Si Otong
221
Akhir dari Sebuah Cerita
222
EXTRA PART (DINAR)
223
EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224
EXTRA PART (MISI RENO)
225
EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226
EXTRA PART ( USAHA RENO )
227
EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228
SEKIAN
229
SPEAK UP
230
PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231
GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!