Semenjak acara Dua hari yang lalu saat menemani Daniel menghadiri pesta resepsi rekan bisnisnya, Devita tidak lagi canggung terhadap Daniel.
Hari ini Devita Rencananya akan menghadiri undangan makan malam di rumah keluarga Santos, di kediaman pamannya sendiri atau bisa di sebut itu adalah kediaman keluarga Maharani yang tidak lain adalah Devita lah pemilik Sahnya saat ini.
Saat Devita berada di perpustakaan kampus, Chloe menemui Devita hanya untuk berbicara Empat Mata tanpa ada gangguan dua sahabat Devita yaitu Puspa dan Jonathan.
''Dev, aku mau berbicara sama kamu sebentar.'' Ucap Chloe berbisik karena di bangku sana ada Puspa dan Jonathan.
Devita merasa heran dengan sepupunya, kenapa harus berbisik. ''Bicara apa Chloe?'' Tanya Devita dengan lembut.
''Nanti malam kamu jadi kan kerumah?''..
''Iyah aku usahakan Chloe.''..
''Bagus deh. oh ya, saat kamu ke rumah usahain Tuan Daniel maupun para sahabat kamu jangan sampai tau ya.'' ucapnya.
''Loch kenapa?'' Devita semakin merasa heran dan curiga.
''Apa jangan-jangan berubahnya mereka hanya sandiwara?'' batinnya.
''Tidak apa-apa kami hanya ingin bersama kamu saja, hanya tidak ingin orang luar mencampurinya.'' ucapan Chloe terlihat meyakinkan tapi entah kenapa perasaan Devita sangat tidak enak.
''Ya sudah aku tidak akan bilang ke siapa pun kok.''..
''Janji.'' ..
''Janji.''..
Setelah mengatakan tujuannya, Chloe pergi begitu saja. Tanpa ada kata permisi, itu yang membuat Devita semakin Curiga dengan sikapnya.
Semula Devita menampiknya tapi lama-kelamaan hati kecilnya berkata bahwa ke perubahan sepupu maupun paman dan bibinya itu hanyalah sandiwara Semata.
''Aku tidak ingin terlihat lemah lagi, kalau memang ini sebuah permainan, Aku harus ikut andil di dalamnya.'' Gumam Devita dalam hati.
''Dev, udah ketemu bukunya?'' tanya Puspa.
''Dev,'' panggilnya lagi. panggilan Puspa ternyata tidak di sadarinya, Devita terlalu hanyut dalam lamunannya.
Sebuah tepukan di pundak baru bisa menyadarkan Devita dari lamunan nya.
''Pu, ada apa?'' tanyanya, Devita memasang wajah bingungnya.
''Kamu yang ada apa? kenapa malah melamun disini.''..
''Aku? ah tidak kok.''..
''Ya sudah, oh yah Dev, aku pulang duluan ya, soalnya lagi ada acara keluarga.'' Ujar Puspa.
''Ah ya sudah, Hati-hati ya.'' ..
...----------------...
Di CR Corp.
''Ada apa kau kesini.'' Tanya Daniel dengan suara dinginnya, terlihat sekali Daniel tidak sama sekali mengharapkan kedatangan seorang wanita parubaya berpakaian glamor itu.
''Bisakah kau berbicara sedikit sopan terhadap ku.'' Ujar wanita parubaya itu.
Daniel berdecak dengan menarik sebelah bibirnya.
''Apa kau sekarang sedang memerlukan uang?''..
Tebakan Daniel tidaklah salah, bukan tanpa alasan Daniel menebak seperti itu, hanya saja memang sudah terbiasa jika wanita yang ada di hadapannya ini datang ke kantor nya pastilah ingin meminta uang yang tidak sedikit.
''Apa aku salah ingin menengok Putra ku sendiri, Hem.'' Ucap wanita itu yang ternyata Ibu kandung dari Daniel Carroll.
''Heh, Aku tak butuh kata-kata manismu. katakan saja nominal yang kau butuhkan.'' ..
''Sial, ternyata dia memang telah menebak tujuan ku.'' gumam dalam hati wanita itu.
''Baiklah jika kau memaksa ku untuk menerima uang mu, berikan Dua ratus juta saja.'' Daniel tidak menjawab ucapan wanita yang mengaku ibunya itu, dia hanya sibuk dengan benda pipihnya saja, wajah wanita yang di ketahui bernama Mirna seketika berubah masam.
''Sudah ku transfer ke rekening anda, silahkan anda pergi dari kantor saya.'' Daniel berucap dengan tidak memindahkan pandangan dari ponselnya.
''Ck, sombong sekali.'' Gerutu Mirna dengan terus menghentakan kakinya.
Setelah Mirna keluar, Daniel menaruh benda pipinya dengan kasar dan menyandarkan tubuh tegapnya di sandaran sofa yang ada di ruangan kantor nya, perlahan dia memijat pelipis menetralkan rasa amarah dan dendam yang ada pada dirinya.
''Wanita itu tidak akan bisa berubah sampai ajal menjemput.'' Gumamnya dengan membuang nafas dengan kasar.
Otak Daniel seakan sedang berputar, ingatannya menampilkan sesuatu yang membuat rasa trauma itu ada.
Seorang anak kecil yang sedang menangis karena sebuah pukulan dari pria dewasa yang bertelanjang dada dengan beberapa tato yang ada di badannya.
'' Ampun Om, Aku tidak akan berbicara dengan siapapun.'' anak kecil itu terus memohon ampun tapi pria dewasa itu terus saja memukuli nya dengan sebuah sabuk kulit.
Pria dewasa itu tertawa dengan kerasnya, rasa takut seorang anak kecil itu semakin menjadi. dengan gemetar anak kecil itu memberanikan diri menoleh ke arah samping, dengan mata dan wajah yang terlihat memohon pertolongan pada seorang wanita dewasa yang sedang merebahkan dirinya di sebuah ranjang dengan selimut tebal yang melilit tubuh bughilnya.
Bukannya menolong, wanita dewasa itu hanya menyeringai dengan acuh.
''Apa kau sedang meminta pertolongan dari Ibu mu itu, Hah!!'' Bentak Pria dewasa itu.
Dengan badan yang bergetar hebat anak kecil itu berdiri dari duduknya.
Cetassss
Suara sebuah cambukan di betis kirinya menggema di ruangan itu, anak kecil itu hanya bisa menangis dengan menahan rasa sakitnya.
Sebuah ketukan pintu membangunkan Daniel dari tidur kilasnya, ternyata tadi adalah mimpi Daniel yang seakan nyata, atau mungkin itu benar nyata.
Keringat yang membasahi pelipisnya membuktikan bahwa mimpi yang di alaminya sangat membuat dirinya terluka, nafas Daniel yang tersengal-sengal membuat Zen yang baru saja masuk merasa heran.
''Tuan, apa kau sakit?'' tanya Zen dengan rasa khawatir.
''Aku tidak apa-apa Zen.'' jawabnya.
''Apa Tuan habis bermimpi buruk?'' Tepat, ya tepat sekali ucapan Zen Batla ini.
''Ada perlu apa kau menemui ku.'' Pertanyaan yang di jawab dengan pertanyaan memang menyebalkan, itu yang dirasakan Zen saat ini.
''Aah ya, saya ada info tentang apa yang Tuan pinta tempo hari itu,'' ucap Zen.
''Katakan,''..
''Jadi tapatnya malam nanti, Nona Devita akan mendatangi sebuah undangan makan malam dari Santos dan istri di kediamannya.'' Jelas Zen.
''Undangan makan malam?'' Zen mengangguk.
''Kenapa Vita tidak bercerita soal undangan itu.'' Gumamnya yang terdengar ke telinga Zen.
'' kalau soal itu, saya tidak tahu Tuan,'' ucap Zen.
'' aku tidak bertanya denganmu bodoh.'' Ketus Daniel.
'' maaf tuan.''..
Daniel melihat jam yang melingkar apik di pergelangan tangannya, ''Sudah waktunya Devita pulang kampus.'' Daniel beranjak dari duduknya dan langsung menyambar ponsel serta kunci mobil dan melangkahkan kakinya menuju pintu.
''Tuan Maaf, Tuan ada meeting 1 jam lagi.'' Ucapan Zen membuat langkah Daniel berhenti tanpa membalikan badan, kepala Daniel menoleh ke arah samping.
''Kau cukup berani juga memberhentikan langkah ku, Urus semuanya.'' Setelah Daniel berucap dengan pandangan yang mematikan dari sebuah mata bermanik hazel itu dia melangkahkan kembali kakinya.
Sungguh pandangan itu membuat Zen ciut, dengan mengela nafas Zen berlalu keluar dari ruangan CEO Arogan itu untuk kembali ke Ruangnnya sendiri.
''Apa sebaiknya aku berhenti menjadi asisten nya, biar tau rasa dia.'' gerutu Zen.
.
Dengan kecepatan maksimal, Daniel melajukan mobilnya sportnya.
Tidak membutuhkan waktu lama mobil berwarna hitam bright itu sudah terparkir indah di sebuah parkiran Universitas dimana Devita berkuliah.
Dengan gagahnya, Daniel keluar dari mobilnya dan menyenderkan tubuhnya di Kap mobilnya.
Sebuah teriakan histeris dari beberapa gadis yang terpesona melihat Daniel yang gagah nan tampan itu terdengar samar-samar di telinga Daniel.
''Hah, gadis tidak tau malu,'' gumamnya.
Dari kejauhan Devita sudah melihat keberadaan Daniel yang memang sedang menunggunya.
''Aku kan tidak minta jemput,'' gumam Devita.
''Itu siapa tampan sekali.'' ucap seorang mahasiswa yang berdiri tidak jaug dari Devita.
''Lihat badannya yang gagah membuat dia terlihat sexi.'' ucap mahasiswa lainnya.
''Ish apaan sih, centil sekali.'' batin Devita dengan rasa kesalnya.
''kenapa juga aku merasa kesal saat ada yang memuji orang itu.'' Devita melangkahkan kakinya menuju Daniel yang tidak menyadari kedatangan Devita karena Daniel sedang berseluncur di benda pipihnya.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Fatma Intan
good Vita,Jgn jd wanita polos bngt mcem novel lain.yg d jahatin tp gk tau
2021-08-18
1
Evanafla
cemburu mulai menyapa kayanya😂😂
2021-06-19
0
Yantidianurhasyanti
ya jelas kesal lah 😁😇😇
2021-03-30
4