Devita berjalan menuju fakultas nya, saat Devita berjalan sambil memainkan ponselnya ada tangan yang merangkulnya.
"Weehh serius sekali kamu, awas kesandung." Ucap seorang pria yang ternyata Jonatan.
"Ihh Jo, jangan merangkul aku dong, nanti fans mu yang ada di sini akan menyerang ku." Ucap Devita yang sedang berusaha melepaskan rangkulan tanagn Jo, tapi bukannya melepaskan nya, Jo malah mempererat rangkulannya.
Dari kejauhan Daniel yang masih berada di tempatnya merasa marah, terlihat tangan nya yang meremat kemudi dengan kuat, dan tatapan tajamnya terus tertuju ke arah Devita yang sedang di rangkul Jo.
"Shitt!!! Pria kurang ajar." Daniel bergegas untuk menghampiri Devita dan pria itu, tapi deringan ponselnya menghentikan geraknya.
"Sial, siapa yang menggagu ku untuk memberi hadiah pada orang itu," Gerutunya.
Daniel merogoh kantungnya untuk mengambil Ponselnya.
"Zen, awas kau." Gumam nya geram, melihat nama yang tertera di panggilan nya.
Percakapan dalam telpon.
"Ada apa kau menelpon ku, cari mati kau, Hah!!!" Bentak Daniel.
"Maaf Tuan mengganggu waktunya, Tuan punya jadwal meeting pagi ini dengan JK Corp, yang lain sudah berkumpul, hanya Tuan saja yang belum datang." Ucap Zen dengan santainya.
Daniel menghela nafasnya dengan kasar.
"Baiklah, aku segera kesana." tanpa mendengar jawaban Zen, Daniel memutuskan panggilan nya secara sepihak.
"Kau selamat kali ini." Gumamnya dengan mata tertuju pada pria yang masih merangkul Devita.
Daniel pun berlalu dengan mobilnya.
"Vit, tadi aku jemput kamu ke rumah, tapi kata Om Santos, kamu tidak pulang semalam, kamu tidur dimana?" Tanya Jo menyelidik.
Pertanyaan Jo membuat Devita gelagapan, menurut nya tidak mungkin dia akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ak-aku aku bermalam di rumah teman ku, iya aku menginap di rumah teman ku." Jawabnya dengan gagap.
"Teman yang mana? perempuan atau laki-laki?" Jo terus bertanya.
"Pe-Perempuan lah, masa aku menginap di tempat laki-laki, tidak mungkin kan," Devita menjawab dengan gagap.
"Oh iya juga sih," gumam Jo.
"Heey kalian baru sampai." Ucap puspa yang sedang duduk di kursinya.
"Iyah," jawab keduanya.
"Vit kan sebentar lagi kita akan wisuda nih, nah bagaimana kalau kita melamar pekerjaan di tempat yang sama," Ujar Puspa.
"Ya lihat nanti saja Pu, biasanya kalau di rencanakan tidak akan kesampaian," jawab Devita.
"Vit, kalau andaikan lepas wisuda kamu ada yang melamar bagaimana? kamu mau tidak?" pertanyaan itu lolos dari mulut pria tampan yang ada di hadapannya.
"Kok kamu tiba-tiba menanyakan itu Jo" tanya Puspa curiga.
"Ah tidak, aku kan hanya bertanya," elak Jo.
"Kalau aku sih, tidak tau pasti Jo, tapi kalau yang melamar ku itu seorang pangeran tampan aku mau," gurau Devita yang di susul tawanya.
"Hahaha benar-benar, aku setuju apa kata mu Vit," timpal Puspa.
"Kalau pangeran nya itu aku bagaimana?" pertanyaan Jo membuat Devita dan Puspa membisu.
"Hahahah, tidak-tidak aku hanya bergurau," Ucap Jo dengan tawa garingnya.
Obrolan ke tiga orang itu harus terhenyi karena Dosen mata kuliah pertama telah hadir.
2 jam berlalu, semua Mahasiswa yang ada di kelas bubar karena mata kuliah pertama sudah selesai.
"kantin yuk, laper nih." Ucap Jo.
"Iyah, aku juga lapar." timpal Puspa.
Devita hanya menggauk, dan ke tiganya berjalan beriringan.
Sampai di kantin keduanya mengambil makanan sesuai seleranya.
Ketiganya pun duduk di satu meja yang sama, di sela-sela makannya mereka ada si pengganggu datang.
"Vit ikut gue sekarang." Ucap seorang gadis cantik dengan berpakaian yang ngepas di badan.
"Mau apa Chloe, aku sedang makan," jawab Devita.
"Iyah mau apa sih, kalau mau bicara ya bicara saja disini." timpal Puspa.
"Aku ingin berbicara 4 mata tanpa ada orang yang suka ikut campur urusan orang lain." Sindir Chloe pada Puspa.
Melihat Puspa dan Chloe akan berperang singit, akhirnya Devita pun beranjak dari duduknya.
"Ya sudah ayo kita bicara." Ucap Devita.
Devita pun membuntut di belakang Chloe.
"Semalam kau tidak pulang kemana?" tanya Chloe.
"Aku bermalam di cafe, ada apa kau bertanya, tidak seperti biasanya," curiga Devita.
"Aku ingin meminta uang, karena credit card yang papih berikan sudah limit," ucap Chloe dengan entengnya.
"Uang? aku bahkan belum gajian Chloe," jawab Devita.
"Iissh kau pelit sekali dengan adik sepupu mu sendiri, Cepatlah aku tidak ada waktu," Ucap Chloe.
"Aku sungguh tidak punya uang Chloe,"..
"Aku tidak percaya, dimana kau menyimpan uang nya Hah." Dengan tidak tau malunya, Chloe langsung merebut tas milik Devita dan menggeledahnya.
"Jangan Chloe." ..
"Ah ini dia, rupanya kau berbohong ya." ucapnya setelah menemukan sebuah amplop berwarna coklat.
"Jangan Chloe itu untuk membayar SKS ku," ucapan Devita tak di gubris Chloe.
"Terimakasih ya kaka sepupu ku. Bye." Chloe pun berlalu pergi setelah memberikan tas Devita dan mengambil uangnya.
"Ya Tuhan, bagaimana caranya aku untuk membayar SKS, dan mengganti Jas Tuan itu." Lirihnya.
Devita kembali ke meja tempay sahabatnya makan.
"Mau apa dia Vit?" tanya Puspa.
"Chloe hanya meminjam buku catetan aku kok," dusta Devita.
🍂
Setelah jam kuliah selesai semua, Devita pamit lebih dulu pada ke Dua sahabatnya untuk menemani Daniel mencari Jas yang di rusaknya.
Dia ambil kartu nama yang tersimpan di kantung belakang celananya.
"Daniel Carroll, seperti tidak asing dengan namanya." Gumamnya setelah membaca nama yang tertera di kartu nama itu.
Devita pun menelpon nomor yang tertera di kartu itu, Cukup lama Devita menunggu sambungan telpon itu di angkatnya.
"Halo, Apa ini Tuan Daniel Carroll," tanya Devita setelah tersambung.
"Apa mau sudah selesai kuliah," jawab Daniel di sebrang sana.
"Kau tau aku siapa Tuan," tanya heran Devita.
"Ya karena aku sudah menyimpan nomor mu," jawab Daniel.
"Iya Tuan saya sudah selesai,"..
" Baiklah, berbalik lah," ucapan Daniel membuat Devita heran tapi menurut, dia membalikan badannya, dan nampaklah seorang Pria yang sedang menyender di Kap mobilnya.
Devita terkejut melihat si Tuan Jas itu sudah berada di kampusnya lagi.
"Tuan kau disini, apa kau tidak pergi sedari tadi?" tanya Devita dengan bawelnya membuat Daniel terkekeh.
"Hehehe kau bawel juga ternyata ya." kekehan Daniel membuat Devita tersadar dengan apa yang di lontarkannya tadi.
"Maaf," Ucap Devita malu-malu.
"Tidak, tadi aku sudah ke kantor dan balik kesini lagi karena meeting ku sudah selesai," jawab Daniel.
"Oh seperti itu ya," Gumam Devita.
"Ya sudah, ayo temani aku mencari Jas yang sama persis dengan Jas yang kau rusak itu." Ucap Daniel menyindir.
Devita memanyunkan bibirnya, karena merasa tersindir.
"Jangan kau perlihatkan bibir sexi mu itu Nona," goda Daniel.
"Issh, ya sudah cepatlah, 2 jam lagi aku sudah harus berada di tempat kerja ku Tuan." Devita berlalu melewati Daniel dan segera masuk ke mobil milik Daniel.
Daniel hanya menggelengkan kepalanya, dan menyusul Devita.
"Menggemaskan," Gumamnya.
Daniel masuk ke mobilnya dan menjalankan nya dengan kecepatan standar.
Susana di mobil itu singguh hening, hanya ada suara mesin mobil saja, Devita yang sedang memikirkan uangnya yang di ambil Chloe dan Daniel yang sedang memikirkan caranya mendekatkan dirinya pada Devita.
Mobil berhenti di sebuah Mall terbesar di kota itu.
"Ayo turun." Ajak Daniel, saat Daniel ingin membuka pintu dan keluar, Daniel menoleh ke arah Devita yang masih hanyut dengan lamunannya.
"Hey kau kenapa, apa ada masalah?" tanya Daniel yang kembali duduk.
"Tuan Maafkan saya, saya tidak punya uang untuk membayar Jas Tuan nanti," lirih Devita.
"Kalau begitu kau berhutang pada ku,"..
"Iya Tuan, Tuan beli Jas itu pakai uang Tuan dulu ya, nanti lepas aku gajian aku akan membayarnya, janji." ujarnya.
"Aku tidak butuh uang mu."..
" Lalu aku harus apa?" ..
"Bagaimana kalau kau membayarnya dengan kau bekerja sebagai asisten pribadi ku?" Ucap Daniel dengan bernegosiasi.
"Tapi aku kan sudah bekerja di cafe, Tuan"..
"Aku tidak perduli," Ucap Daniel dengan memperlihatkan wajah dinginnya.
"Ba-baiklah, aku akan keluar dari pekerjaan ku yang sekarang dan bekerja di tempat mu." dengan berat hati Devita akhirnya menyetujui nya.
"Ya sudah, ayo turun," Ucap Daniel yang sudah berlalu pergi.
Mereka sekarang sedang berada di sebuah toko khusus Jas, setelah menemukan apa yang di cari, Daniel membawa Devita kesebuah Restoran jepang, dan memesan beberapa makanan.
setelah pesanan datang, mereka makan dengan sesekali Daniel mengajak ngobrol Devita.
"Dev, semalam kau tidak pulang kerumah apa tidak di cari orang tua mu." Tanya Daniel basa-basi, sesungguhnya Daniel sudah tau banyak tentang Devita.
"Aku tidak mempunyai orang tua," jawabnya dengan lirih.
"Oh sorry," ..
"Tidak apa,"..
Daniel terus memperhatikan wajah cantik Devita yang sedang makan, dan ketika Daniel menoleh ke arah kanan, matanya tertuju pada seorang wanita yang sedang makan dengan seseorang, Moodnya berubah buruk.
"Saya sudah selesai makan, saya duluan ke bawah, kau lanjutkan saja makan mu." Daniel berlalu pergi tanpa mendengar jawaban Devita.
"Ada apa dengan dirinya?" Gumam Devita heran.
Tbc..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Endang Purwati
who is she...?? it's someone Daniel's women on past...??
kalaupun itu benar...berharap dia tidak akan menumpahkan badmood nya ke Vita...
2021-07-10
2
Evanafla
adakah iklan yg lewat itu mengganghu danil?
2021-06-04
1
Yantidianurhasyanti
siapa wanita yg diliat tuan jass🤔
2021-03-30
1