''Se-selamat so-sore Tuan.'' jawab Santos tergagap.
''Apa kami tidak di persilahkan masuk Tuan Santos.'' sindir Zen, Daniel hanya diam memperhatikan wajah yang di penuhi keringat di tiga orang yang ada di hadapan nya.
''Ah iy-iya silahkan Tuan, Maaf.'' Santos menyingkir untuk memberi jalan pada Daniel dan Zen.
....................
Semua sudah berada di meja makan, tapi Santos maupun anak dan istrinya Belum ada yang menyentuh makanannya, bagaimana tidak, mereka bertiga saat ini sedang merasakan ketakutan bahkan kaki mereka sampai gemetar.
Daniel dan Zen sudah memulai makan malamnya, dengan sengaja Daniel makan dalam diam, tidak menghiraukan Santos istri dan anaknya.
''Kenapa kalian hanya diam, makanlah.'' Ucap dingin Daniel, dengan mata yang hanya melirik tajam ke arah tiga orang itu.
''Iy-ya Tuan, terimakasih.'' jawab Santos dengan tergagap. Terimakasih? bahkan mereka seperti tamu di kediamannya sendiri, sungguh memalukan.
Saat Santos Sari dan Chloe ingin memasukan makananbke mulutnya masing-masing, suara Daniel mengurungkannya.
''Apa niatan kalian, pada Vita?'' tanya Daniel yang saat ini mnatap tajam ke arah ketiganya.
''Tidak Tuan.'' lirih Santos.
''Cih, bahkan aku lebih tau apa yang kalian rencakan. Bedebah!!!'' Daniel berucap dengan nada membentak di akhir kalimat nya.
Ketiganya semangkin gemetar di buatnya, bagaimana tidak Daniel membentak dengan diiringi gebrakan meja, sampai kaca meja makan retak di buat Daniel.
''Kami me-mamang ti-tidak ada niatan buruk Tuan,'' jawab Sari.
''Ck, Bahkan aku tidak menanyakan kau punya niatan buruk kan, aku hanya menanyakan, KAU PUNYA NIATAN APA?'' Pertanyaan jebakan atau apa ini, tapi pertanyaan itu berhasil membuat Santos mengakui dengan sendirinya.
''Tidak, Tuan maksud kita tidak seperti itu.'' Elak Santos dengan rasa yakin.
''Sudah ku peringati kalian bukan? jangan bermain-main dengan ku, atau kalian akan merasakan akibat dari apa yang kalian niatkan,'' tegas Daniel.
Daniel yang asik memberikan ancaman demi ancaman, peringatan demi peringatan, tetapi si Asisten Zen hanya asik dengan makanan yang telah di hidangkan di atas meja tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Tuannya.
''Zen, apa gajih dari ku tidak cukup untuk membeli makanan?'' sindiran Daniel membuat Zen yang sedang makan sampai tersedak.
Uhhukk.. Uhhukk..
''Maaf Tuan.'' Ucap Zen setelah menenggak air minum dengan cepat.
''Kurasa pertemuan kita kali ini cukup sampai disini saja.'' Ucapan Daniel di anggap sebagai angin penyegar oleh Santos Sari dan Chloe.
''Iya Tuan, mari saya antar samapai depan.'' Ujar Santos dengan cepat.
''Rupanya kalian ingin cepat-cepat aku pergi ya.''..
Daniel memberikan senyum sinisnya dan Zen hanya bisa menahan tawa karena melihat wajah mereka yang pias seketika.
''Zen, masih ada pertemuan dengan klien tidak?'' Tanya Daniel dengan melihat jam hang melingkar apik di pergelangan tangan kekarnya.
''Iya Tuan. Satu jam lagi ada pertemuan dengan Direktur dari TW Group,'' jawabnya.
Daniel hanya menganggukkan kepalanya, mata Daniel menyalang ke arah Santos, Sari dan Chloe, tatapan tajamnya membuat mereka salah tingkah karena takut.
''Ingat baik-baik apa yang aku katakan tadi.'' Suara dingin itu selalu sukses membuat lawannya ciut dengan wajah piasnya.
Daniel dan Zen beranjak dari duduknya dan segera pergi dari kediaman Maharani itu.
*Fyuuuhh
Nafas lega keluar dari ke-tiga manusia berhati ular itu, bagaimana tidak, kehadiran Daniel yang begitu tiba-tiba membuat ke'tiganya sport Jantung serta membuat mereka mandi akan keringat.
''Bagaimana bisa Chloe, yang datang bukan Devita malah Tuan Daniel itu.'' Ucap Santos dengan emosi.
''Aku juga tidak tau Pih.'' ..
''Heeh, sial!! rencana kita gagal,'' timpal Sari.
.
Apartemen.
Sudah Lima jam lamanya Devita masih terlelap dalam tidurnya, sebuah aroma dari sup Asparagus yang menyeruak sampai ke indra penciuman, Membuat Devita mengerjapkan matanya.
''Lho kok aku udah ada di kamar,'' gumamnya.
''Seinget aku, aku ada di Restoran.'' lanjut nya.
Klik
pintu terbuka dan muncullah seorang gadis berpakaian formal dengan nampan di tangannya.
''Nona sudah bangun?'' tanya Linda yang melihat Devita tengah duduk menyender di senderan ranjang.
''Kamu siapa?''..
''Perkenalkan Nona, saya Linda kepala pelayan dari Mantion Carroll, saya disini di perintahkan dengan Tuan Daniel untuk menjaga Nona.'' Ucap Linda memperkenalkan diri.
''Menjaga? memangnya saya kenapa kok di jaga?''..
''Saya hanya menjalankan tugas, Nona.'' ..
''Oh yasudah.''..
''Ini Nona, saya bawakan sup Asparagus dan
Juice untuk Nona.'' ..
''Aah ya terimakasih Linda.'' Ucap ramah Devita.
''Zen coba kau hubungi Linda, tanyakan keadaan Devita, dia sudah sadar atau belum.'' perintah Daniel.
''Saya tidak mempunyai nomor ponsel Linda Tuan, melihat wujudnya saja tidak pernah,'' jawabnya.
''Asisten tidak berguna, Linda saja tidak tau.'' Gerutu Daniel, Daniel merogoh saku untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Linda.
''Linda, Devita sudah bangun?'' tanyanya.
''Sudah Tuan, Nona Devita saat ini sedang memakan sup Asparagus yang saya buatkan.''jawabnya.
''Bagus, bilang padanya sebentar lagi saya akan pulang.'' Tanpa menunggu jawaban Linda, Daniel dengan seenaknya memutuskan sambungan telepon, ada lakukan kecil yang berasal dari bibirnya.
Dia terkekeh dengan ucapannya sendiri, seakan-akan Devita sudah menjadi miliknya.
''Kenapa Aku geli sendiri dengan ucapan ku.'' Gumamnya dalam hati sambil memandang ponselya yang menampilkan foto seorang gadis yang sedang tertidur pulas.
''Maaf membuat anda menunggu Tuan.'' ucap seorang Pria bertubuh tegap dengan seorang wanita yang ada di belakanya.
''Untung suasana hati ku sedang bagus Tuan Lucky kalau tidak saya sudah pergi dari sini.'' Ucap Daniel tanpa tedeng aling-aling.
Pria yang bernama Lucky menanggapi ucapan Daniel dengan tawa renyahnya.
''Kau bisa saja Tuan Daniel.'' Tanpa di printahkan duduk, Lucky sudah menarik kursi untuk di dudukinya.
Daniel hanya berdecak kesal melihat sikap klien nya itu.
''Sebaiknya langsung di mulai saja, waktu saya sudah terbuang sia-sia.'' Ucap Daniel dengan wajah datarnya.
''Baik, yang akan mempresentasikan adalah Asisten saya, Lusi.'' Ucap Lucky.
''Perkenalkan Tuan Daniel saya Lusi Asmara.'' Lusi memberikan tangannya untuk di jabat Daniel, tapi Daniel tidak menanggapai ucapa Lusi.
Dengan rasa kecewa, Lusi menarik kembali tangannya yang tidak di sambut baik oleh Daniel.
Pertemuan Daniel dengan klien nya hanya memakan waktu 30 menit.
''Saya akan merasa terhormat jika Tuan Daniel berkenan untuk bekerja sama antara perusahaan TW Group dan prusahaan Carroll Corp yang sudah sangat luar biasa itu.'' Ucap Lucky dengan ramah.
''Kami akan memikirkan nya Tuan, kalau gitu kami permisi,'' ucap Zen mewakili.
Daniel dan Zen berlalu setelah berpamitan dengan Lucky dan Asisten nya.
''Cih, sombong sekali Tuan Carroll ini.'' Gumam Lucky dalam hati.
Bersambung..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAY PARA READER KU SAYANG💕💕💕
Aku mau minta tolong dong😊,, yang belum memberikan Rate Bintang 5nya , tolong di sematkan dong😁😁 maaf kalau memaksa,, tapi ada tangan jahanam yang iseng nurunin Rate Author, Author jadi sedih 😭😢😵😷..
Tolong sematkan
Like 👍 sebelum membaca atau sesudahnya.
Rate Bintang ⭐⭐⭐⭐⭐.
dan Vote jika berkenan😊😊😊😊..
Ngelunjak banget ya Author ini😅😅😅
Maaf yaaa😄😄😄
Karena aku hanya berharap kalian lah yang bisa bantu aku😄😄😄 dan yang pastinya sama yang Kuasa juga🤗🤗🤗🤗..
Tolong Dukung Karya Author ya 😚😚😚😘😘😘
Salam sayang Author,🤗🤗😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
2024-04-21
0
Iiq Rahmawaty
sombong tp knp lu mau krja sama ama daniel🤣🤣
2022-01-06
0
Asih
h
2021-04-08
2