Memikirkan.

Beberapa Hari kemudian.

Daniel sedang melakukan meeting penting dengan beberapa pemegang Saham.

Prusahaan Ekstraktif yang sedang di geluti seorang Daniel Carroll sekarang ini memang sangatlah sukses, Prusahaan Batubara memang lah terbilang sangat Amazing, siapa yang tidak tau dengan Prusahaan Ekstraktif itu, yang usaha nya mengelola benda benda yang tersedia di alam, seperti Pertambangan Emas, Perak dan Batubara.

Daniel di juluki dengan sebutan Raja pembisnis, ya itulah sebutan dirinya dari orang-orang yang segan terhadap nya.

Dirinya memang sedang melakukan meeting tapi fikiran nya berjalan entah kemana, belakangan hari ini, Daniel selalu memikirkan gadis yang tempo hari di temuinya dan bahkan sempat di ajak ke Apartemennya yang bahkan tidak sembarangan orang tau dia tinggal di sana.

Asisten Pribadinya melihat ke arah Bosnya yang terlihat sedang tidak fokus, tidak seperti biasanya dia begitu, fikir asisten yang bernama Zen Batla.

Seorang pemegang saham sedang bertanya tentang persetujuan dari seorang Daniel Carroll, tapi tak dapat jawaban sama sekali. Daniel memang sedang asik dengan dunianya sendiri.

Asisten yang mengerti keadaan Bosnya yang tidak lagi fokus, langsung mengambil alih dan setelah pembicaraan yang memang harus di bicarakan sudah selesai dan meeting pun selesai, semua pemegang saham sudah meninggalkan ruangan meeting itu, tinggalah Daniel dan Asisten Zen.

''Zen menurut mu masuk akal atau tidak, aku bisa tertarik dengan seseorang?'' Pertanyaan Daniel membuat Zen tercengang, pasalnya baru kali ini dengan selama Zen bekerja pada Daniel, Daniel membahas ketertarikan dirinya pada seseorang.

''Apa si Bos sedang tidak sehat?'' Gumam Zen dalam hati.

''Aku sehat Zen, tidak usah berpikiran macam-macam.'' Seperti tau isi fikiran Asisten nya itu, Daniel berucap dengan pas.

''Maaf Tuan,'' Tegas Zen.

''Jawab pertanyaan ku bodoh!'' Ucap Daniel dengan suara lantang nya.

''Masuk akal Bos, karena memang semestinya seperti itu,'' Jawab Zen dengan cepat.

''Lalu bagaimana aku memulainya?'' Pertanyaan Tuannya membuat Zen terdiam, pasalnya dia juga tidak tau harus apa, karena memang dirinya juga tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun itu.

''Apa Kau tidak mendengar pertanyaan ku Zen!!'' bentak Daniel.

''Maaf Tua, saya juga kurang tau,'' jawab Zen.

Daniel menghela nafasnya dengan gusar, karena semakin hari fikiran nya semakin tidak karuan karena terus memikirkan gadis yang bernama Devita Maharani itu.

''Zen aku punya tugas untuk mu.'' Ujar Daniel kemudian.

''Tugas apa Tuan?'' tanya Zen penasaran.

''Cari tahu info seorang gadis yang bernama Devita Maharani yang tempo hari menjadi pelayan di pesta Prusahaan kita.'' Titah seorang Daniel tanpa ingin terbantahkan.

''Baik Tuan.'' jawab Zen dengan cepat.

Di Sebuah Kampus.

Gadis yang bernama Devita Maharani yang akrab di panggil dengan nama Vita sedang asik dengan makanannya di atas meja bersama seorang gadis ya itu sahabatnya sendiri yang bernama Puspa.

''Vit, sebentar lagi kan kita wisuda, kamu berniat untuk bekerja dimana?'' Tanya Puspa.

''Aku belum tau Pu." Pu adalah panggilan Vita untuk Puspa.

''Kalau kau sendiri?'' Tanya balik Vita.

''Orang tua ku menyuruh ku untuk membantu mengurus perusahaan keluarga Vit,'' jawab Puspa dengan lesu.

''Bagus dong, tapi kenapa wajah mu jadi masam seperti itu,'' tanya Vita heran.

''Aku ingin pengalaman mencari pekerjaan sendiri Vit, aku ingin mandiri, aku tidak ingin bergantung pada keluarga." jawab Puspa dengan muka lesunya.

''Sudah enak seperti itu Pu, tidak lagi harus repot untuk melamar pekerjaan kesana kemari." Ucap Vita dengan nada lembut nya.

''Itu menurut mu, tapi tidak dengan ku. Oh ya Vit kamu juga kenapa tidak bekerja di Perusahasn keluarga mu saja, kan Om mu mempunyai perusahaan yang cukup besar itu.'' Ucap Puspa dengan exited.

Puspa memang tidak tahu menau tentang apa yang Vita alami, ya memang karena Vita sendiri tidak pernah bercerita tentang kehidupan pribadinya pada sahabat nya itu.

''Aah tidak, aku pun sama dengan mu, ingin mandiri," Jawab Vita dengan tersenyum getir.

''Andai saja semua itu masih milik ku.'' Gumam Vita dalam hati.

Puspa hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti,

Di sela-sela pembicaraan nya seorang Pria menhampiri kedua gadis itu.

''Hai, sedang membicarakan apa sih, sepertinya asik sekali.'' tanya Pria itu dengan gaya tengilnya.

''Kau sudah tidak ada kelas Jo?'' Puspa menjawab dengan sebuah pertanyaan lagi.

''Iya, hari ini aku hanya mengikuti 1 kelas itupun hanya kuis,'' jawabnya.

''Aah kebetulan, bagaimana kalau kita pergi ke Mall untuk refresing otak, bagaimana Vit, kau setuju?'' Tanya Puspa.

''Benar tuh, aku setuju, bagaimana Vit?'' timpal Jonathan.

''Aah Maaf sekali, aku tidak bisa ikut kalian, aku ada acara hari ini.'' jawab Vita dengan senyum yang di buat-buat, sebenarnya selepasnya pulang kuliah, Vita akan langsung berangkat bekerja, tapi dia tidak ingin berkata jujur pada ke dua sahabat nya karena tidak ingin membuat orang lain Berasumsi buruk pada keluarga nya.

''Yaa sayang sekali, bagaimana Jo, apa kau mau menemani ku pergi ke Mall?'' tanya Puspa pada Jonathan.

''Boleh lah, sekalian aku ingin membeli sesuatu,'' jawab Jonathan.

''Ya sudah, aku duluan ya, takut telat. Byee.'' Vita berlalu pergi meninggalkan Puspa dan Jo yang masih terus memandang punggung Vita yang semakin menjauh.

''Jo apa kau tidak merasa aneh?'' tanya Puspa pada Jo yang masih memandang arah Vita berlalu.

''Aneh kenapa?'' jawab Jonathan dengan beralih menatap Puspa.

''Ya aneh saja, Vita tidak pernah bisa ikut kita bepergian, dia selalu beralasan ada acara,'' ujar Puspa.

''Aku juga merasa seperti itu, entahlah mungkin memang dia sibuk,'' ujar Jonathan menimpali.

Sekarang Vita sedang berada di sebuah Bus, Vita bertujuan ke tempat kerjanya untuk bekerja paruh waktu.

Sesampainya di tempat tujuan, Vita segera masuk ke sebuah Cafe yang cukup terkenal di Kota yang di tinggalinya.

''Baru datang Vit?'' tegur seorang Pria dengan berpakaian rapih.

''Iyah ka Han, tadi ada sedikit kendala di jalan,'' jawab Vita.

''Ya sudah sana ganti baju mu, kalau kamu belum makan, makan saja dulu di belakang.'' ujar Pria yang di panggil Ka Han itu oleh Vita.

Vita bekerja di sebuah Cafe, dan Tempo hari Vita ikut bekerja sampingan untuk menjadi pelayan juga di sebuah pesta, yang menurut dia bayarannya lumayan untuk menambah tabungan nya.

Vita hanya ikut sehari di agensi perlayanan itu, karena vita merasa atasan nya berbuat semena-mena dengan semua bawahannya, lepas di bayar untuk pekerjaan seharinya, vita langsung berhenti.

''Aku sudah makan ka, aku ganti baju dulu ya ka.'' Vita berlalu pergi ke sebuah ruangan yang berada tepat di belakang meja kasir itu.

Di sebrang jalan, seorang Pria berpakaian serba hitam, terus memperhatikan Vita dari kejauhan, bahkan dari mula kampus tadi sampai ke cafe tempat nya bekerja.

Happy Reading 😘

Terpopuler

Comments

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

nama cakep² dipanggil pu doank😂😂
panggil aja mpus skalian vit🤣🤣

2022-01-06

0

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

behhhh manteepppp ini mh bos perusahaan batu bara, pertambangan..👏😆

2022-01-06

1

Endang Purwati

Endang Purwati

penyelidikan dimulai...

2021-07-09

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Perkenalkan Tokoh Utama
3 Memikirkan.
4 Pencuri
5 Tertidur
6 Menjadi Assisten Pribadi
7 Dunia Tidak Adil
8 AMARAH DANIEL CARROL.
9 SAKIT.
10 SAKIT 2
11 PULANG KEMANA?
12 Apartemen
13 Rencana Picik
14 Perkara Panggilan
15 KONDANGAN.
16 Mimpi Kenyataan, Buruk
17 Rencana Daniel
18 Mengubur Perasaan
19 Peringatan Daniel
20 Sikap Hangat Daniel
21 Meminta Di Antarkan
22 Pulang ke Mansion
23 Tuan dan Nona Koffie
24 Hadiah Daniel u/ Kemal
25 Berkunjung
26 Kehilangan
27 Penyesalan
28 Pelampiasan
29 Hiburan Sesaat
30 Halusinasi yang NYATA
31 Ini Bukan Mimpi
32 Pusat Perhatian
33 Survei Tempat
34 Cemburu
35 Album yang Usang
36 Author update
37 Berkunjung ke rumah Sahabat
38 Kejutan Malam
39 Hati yang Bahagia
40 Bermula Salah Kirim Chat
41 Meluruskan
42 Dinar pulang ke Mansion
43 Sifat Jahil Daniel
44 Di Balik Keceriaan (Kemal)
45 Tersinggung
46 Pacar Dadakan
47 Di Tinggal
48 Jangan Ganggu milik Daniel
49 Tidak ada yang Tidak mungkin
50 Kawanan Singa
51 Goncangan Mental
52 Game PlayStation
53 Berbelanja
54 Mencoba Tegar
55 Cemburu yang Terselubung
56 Salah Mengira (Kemal)
57 Curhatan Zen
58 Siapa Seseorang Itu????
59 Dua Tujuan yang Berbeda
60 Di Bawanya Devita
61 Aksi Daniel
62 CCTV YANG TERHAPUS
63 Pertanyaan Jebakan
64 Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65 Setetes Air mata Kerinduan
66 Datang nya Daniel
67 Calon Mertua
68 Lamunan Puspa
69 Ketulusan Daniel
70 Malam yang Sendu
71 Sifat turunan
72 Jet lag
73 Pertemuan yang Tak Terduga
74 Sikap dingin Daniel
75 Makam
76 Hujan
77 Dari Hati ke Hati
78 Mengelilingi Kota Jakarta
79 Diner AirMata
80 Yes I Will
81 Cemburu nya Daniel
82 Menduga-duga
83 Masih Flashback
84 Lumayan Kepo
85 Kandang Singa
86 Panik, (Tuan Carroll)
87 INSIDEN
88 Rekaman yang Hilang
89 Hukuman bagi Penghianat
90 Pacar pura-pura
91 Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92 Keinginan Ayah
93 Cerita di balik Semuanya
94 Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95 Nafsu Daniel
96 Dada Yang Sesak
97 Makan siang bersama Ayah
98 Salah Paham
99 Tamu tak di Undang
100 Pembicaraan Puspa dan Kemal
101 Perasaan gugup Kemal
102 Berbeda dari Biasanya
103 Ucapan Pedas seorang Daniel
104 Sarapan Bersama
105 Sisi lain dari Devita
106 Manusia Salju
107 Sedikit Lagi
108 KetidakSengajaan Membuat Luka
109 Senyum dalam Luka
110 PENGUMUMAN
111 D E J A V U
112 Terbongkar Sudah
113 TRANSFUSI
114 Nomor Pilisi
115 Bonus untuk Nadia
116 Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117 Jangan Terlalu percaya diri!!
118 Bujukan Puspa
119 Sisi Iblis Zen
120 Siapa dia? (Amaira)
121 Sebagian Pekerjaan
122 Aneh
123 Mimpi yang Indah
124 PENYUSUP
125 KEPERCAYAAN
126 Pancaran Kebahagiaan
127 Kembali nya Sang Pujaan
128 Sikap Gentle Daniel
129 SKANDAL
130 Linda yang Cuek
131 Mencoba Menerima Kenyataan
132 Lembah Duka karena Cinta
133 Tamu di Siang Bolong
134 Karma Seorang Pendosa
135 Menuju Jam Baik
136 P E R T U N A N G A N
137 Paniknya Seorang Zen
138 P I N G I T
139 Berusaha Untuk JUJUR
140 Menuju Hari H
141 Haru di Hari Suci Pernikahan
142 Kecanggungan Devita
143 Gaun Malam
144 Hanya rasa Kemanusiaan
145 Kelelahan (salah mengira)
146 H A S R A T
147 Mr, Monster
148 Terjaga karena Berontakan
149 Pengakuan Menyakitkan
150 Tamparan Keras
151 Salah Sangka
152 T I B A
153 PENYATUAN
154 Merasa Bersalah
155 Sakit dalam Kenyataan
156 Mengertilah
157 Ibu?
158 Kesambet Pohon Mangga
159 Love Yang Meresahkan
160 Roda Berputar
161 Kesempatan
162 Aib Bagiku
163 Rencana Piknik
164 Di Cuekkin
165 Dia Saudari ku
166 Apa yang Terjadi??
167 Istri??
168 Truth or Dare
169 Nona Dugong
170 Dosen Pembimbing
171 Dilema Reno
172 Kelakuan Aneh Devita
173 Paniknya Daniel
174 Haru Bahagia
175 Di Acuhkan
176 Siapa Linda?
177 Kepergian Linda
178 Terlambat
179 Perasaan dan Pikiran
180 Ngidamnya Devita
181 Kegilaan Daniel
182 UNGKAPAN Tersembunyi
183 Tau akan Posisi
184 Tiada Arti
185 Debaran Aneh
186 Perasaan Gelisah
187 I C U
188 Dua Monster
189 Kejahilan Dinar
190 Jurus Jitu mengunci mulut
191 Tidak Ada Harapan
192 Egois
193 Pergi untuk selamanya
194 Mendung kan Berganti
195 Pengakuan
196 Aku Harus Ikhlas
197 Perjuangan yang Tersembunyi
198 Kekasih????
199 Menjilat Ludah Sendiri?
200 Dekapan yang Berarti
201 Kejutkan di setiap Tindakan
202 Tidak Menyangka
203 Flashback
204 Tindakan Zen
205 Mangga Muda
206 Merindu
207 Zen_Linda
208 Acara Pertunangan
209 Kaka dari 2 Adiknya
210 Boutique
211 Seperti Satu orang yang Sama
212 Salah Menyikapi
213 Happy night
214 Perasaan yang Sirna
215 Bertamu di Pagi hari
216 TANGIS HARU SEMUA ORANG
217 DAVID GUETTA CARROLL
218 Harapan Dinar
219 Pertanyaan Chloe
220 Si Otong
221 Akhir dari Sebuah Cerita
222 EXTRA PART (DINAR)
223 EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224 EXTRA PART (MISI RENO)
225 EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226 EXTRA PART ( USAHA RENO )
227 EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228 SEKIAN
229 SPEAK UP
230 PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231 GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA
Episodes

Updated 231 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Perkenalkan Tokoh Utama
3
Memikirkan.
4
Pencuri
5
Tertidur
6
Menjadi Assisten Pribadi
7
Dunia Tidak Adil
8
AMARAH DANIEL CARROL.
9
SAKIT.
10
SAKIT 2
11
PULANG KEMANA?
12
Apartemen
13
Rencana Picik
14
Perkara Panggilan
15
KONDANGAN.
16
Mimpi Kenyataan, Buruk
17
Rencana Daniel
18
Mengubur Perasaan
19
Peringatan Daniel
20
Sikap Hangat Daniel
21
Meminta Di Antarkan
22
Pulang ke Mansion
23
Tuan dan Nona Koffie
24
Hadiah Daniel u/ Kemal
25
Berkunjung
26
Kehilangan
27
Penyesalan
28
Pelampiasan
29
Hiburan Sesaat
30
Halusinasi yang NYATA
31
Ini Bukan Mimpi
32
Pusat Perhatian
33
Survei Tempat
34
Cemburu
35
Album yang Usang
36
Author update
37
Berkunjung ke rumah Sahabat
38
Kejutan Malam
39
Hati yang Bahagia
40
Bermula Salah Kirim Chat
41
Meluruskan
42
Dinar pulang ke Mansion
43
Sifat Jahil Daniel
44
Di Balik Keceriaan (Kemal)
45
Tersinggung
46
Pacar Dadakan
47
Di Tinggal
48
Jangan Ganggu milik Daniel
49
Tidak ada yang Tidak mungkin
50
Kawanan Singa
51
Goncangan Mental
52
Game PlayStation
53
Berbelanja
54
Mencoba Tegar
55
Cemburu yang Terselubung
56
Salah Mengira (Kemal)
57
Curhatan Zen
58
Siapa Seseorang Itu????
59
Dua Tujuan yang Berbeda
60
Di Bawanya Devita
61
Aksi Daniel
62
CCTV YANG TERHAPUS
63
Pertanyaan Jebakan
64
Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65
Setetes Air mata Kerinduan
66
Datang nya Daniel
67
Calon Mertua
68
Lamunan Puspa
69
Ketulusan Daniel
70
Malam yang Sendu
71
Sifat turunan
72
Jet lag
73
Pertemuan yang Tak Terduga
74
Sikap dingin Daniel
75
Makam
76
Hujan
77
Dari Hati ke Hati
78
Mengelilingi Kota Jakarta
79
Diner AirMata
80
Yes I Will
81
Cemburu nya Daniel
82
Menduga-duga
83
Masih Flashback
84
Lumayan Kepo
85
Kandang Singa
86
Panik, (Tuan Carroll)
87
INSIDEN
88
Rekaman yang Hilang
89
Hukuman bagi Penghianat
90
Pacar pura-pura
91
Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92
Keinginan Ayah
93
Cerita di balik Semuanya
94
Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95
Nafsu Daniel
96
Dada Yang Sesak
97
Makan siang bersama Ayah
98
Salah Paham
99
Tamu tak di Undang
100
Pembicaraan Puspa dan Kemal
101
Perasaan gugup Kemal
102
Berbeda dari Biasanya
103
Ucapan Pedas seorang Daniel
104
Sarapan Bersama
105
Sisi lain dari Devita
106
Manusia Salju
107
Sedikit Lagi
108
KetidakSengajaan Membuat Luka
109
Senyum dalam Luka
110
PENGUMUMAN
111
D E J A V U
112
Terbongkar Sudah
113
TRANSFUSI
114
Nomor Pilisi
115
Bonus untuk Nadia
116
Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117
Jangan Terlalu percaya diri!!
118
Bujukan Puspa
119
Sisi Iblis Zen
120
Siapa dia? (Amaira)
121
Sebagian Pekerjaan
122
Aneh
123
Mimpi yang Indah
124
PENYUSUP
125
KEPERCAYAAN
126
Pancaran Kebahagiaan
127
Kembali nya Sang Pujaan
128
Sikap Gentle Daniel
129
SKANDAL
130
Linda yang Cuek
131
Mencoba Menerima Kenyataan
132
Lembah Duka karena Cinta
133
Tamu di Siang Bolong
134
Karma Seorang Pendosa
135
Menuju Jam Baik
136
P E R T U N A N G A N
137
Paniknya Seorang Zen
138
P I N G I T
139
Berusaha Untuk JUJUR
140
Menuju Hari H
141
Haru di Hari Suci Pernikahan
142
Kecanggungan Devita
143
Gaun Malam
144
Hanya rasa Kemanusiaan
145
Kelelahan (salah mengira)
146
H A S R A T
147
Mr, Monster
148
Terjaga karena Berontakan
149
Pengakuan Menyakitkan
150
Tamparan Keras
151
Salah Sangka
152
T I B A
153
PENYATUAN
154
Merasa Bersalah
155
Sakit dalam Kenyataan
156
Mengertilah
157
Ibu?
158
Kesambet Pohon Mangga
159
Love Yang Meresahkan
160
Roda Berputar
161
Kesempatan
162
Aib Bagiku
163
Rencana Piknik
164
Di Cuekkin
165
Dia Saudari ku
166
Apa yang Terjadi??
167
Istri??
168
Truth or Dare
169
Nona Dugong
170
Dosen Pembimbing
171
Dilema Reno
172
Kelakuan Aneh Devita
173
Paniknya Daniel
174
Haru Bahagia
175
Di Acuhkan
176
Siapa Linda?
177
Kepergian Linda
178
Terlambat
179
Perasaan dan Pikiran
180
Ngidamnya Devita
181
Kegilaan Daniel
182
UNGKAPAN Tersembunyi
183
Tau akan Posisi
184
Tiada Arti
185
Debaran Aneh
186
Perasaan Gelisah
187
I C U
188
Dua Monster
189
Kejahilan Dinar
190
Jurus Jitu mengunci mulut
191
Tidak Ada Harapan
192
Egois
193
Pergi untuk selamanya
194
Mendung kan Berganti
195
Pengakuan
196
Aku Harus Ikhlas
197
Perjuangan yang Tersembunyi
198
Kekasih????
199
Menjilat Ludah Sendiri?
200
Dekapan yang Berarti
201
Kejutkan di setiap Tindakan
202
Tidak Menyangka
203
Flashback
204
Tindakan Zen
205
Mangga Muda
206
Merindu
207
Zen_Linda
208
Acara Pertunangan
209
Kaka dari 2 Adiknya
210
Boutique
211
Seperti Satu orang yang Sama
212
Salah Menyikapi
213
Happy night
214
Perasaan yang Sirna
215
Bertamu di Pagi hari
216
TANGIS HARU SEMUA ORANG
217
DAVID GUETTA CARROLL
218
Harapan Dinar
219
Pertanyaan Chloe
220
Si Otong
221
Akhir dari Sebuah Cerita
222
EXTRA PART (DINAR)
223
EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224
EXTRA PART (MISI RENO)
225
EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226
EXTRA PART ( USAHA RENO )
227
EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228
SEKIAN
229
SPEAK UP
230
PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231
GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!