Lepas Daniel menghambiskan sisa makanan Devita, Daniel berniat untuk langsung mengantarkan Devita pulang kerumah nya, tapi saat Daniel menoleh ke arah Devita, pandangan teduh Daniel di tunjukan saat melihat wajah Devita yang sudah tertidur lelap dengan tangan untuk bantalannya di atas meja.
"Apa aku terlalu lama makannya, sampai kau ketiduran seperti ini." Ucap daniel dengan suara kecil.
"Sungguh gadis yang cantik, apa tega aku membangunkan mu, sepertinya kau sangat lelah." Daniel terus berucap dengan tangan yang terus mengusap rambut hitam Devita.
Daniel perlahan membawa Devita ke gendongannya, dengan perlahan Daniel menuju kamar tamu yang tersedia tepat di samping kamar khusus dirinya, dengan gaya Bridal style sungguh membuat iri jika ada yang melihat nya.
Sampai di kamar yang di tuju, Daniel perlahan membaringkan tubuh mungil Devita dan menyelimutinya,
Daniel terkekeh karena melihat tidur Devita yang pulas, bahkan tidak merasa terganggu saat di gendong pun.
"Segitu lelahnya dirimu, hem." Daniel berjongkok untuk menyesuaikan tubuhnya untuk melihat wajah polos Devita.
"Selamat tidur calon pengantin ku." Daniel mendekatkan mukanya ke Devita dan 'Cup, Daniel mengecup kening Devita dengan mesranya.
setelah memastikan Devita tidur dengan nyaman dan aman, Daniel berlalu pergi, bahkan Daniel menaruh guling di sisi kiri kanan tubuh Devita, dengan alasan agar tidak jatuh, sungguh konyol.
Dia memasuki kemarnya sendiri dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket karena seharian berkutat dengan pekerjaan nya di tambah lagi harus berkelahi dengan brandal jalan yang ingin mencelakai Devita.
Satu persatu pakaian yang di tubuhnya di tanggalkan lalu mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower, sesekali bibir nya terangkat membentuk senyuman kala mengingat wajah polos Devita saat tertidur.
15 menit Daniel berada di kamar mandi akhirnya pria berdarah Inggris itu keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya menuju Walk in closet untuk berpakaian.
Setelah berpakaian ia berniat untuk segera tidur, tapi niatannya di urungkan karena mengingat Devita yang sedang tertidur di kamar sebelah.
"Aku harus mengeceknya kembali." Daniel berlalu ke luar kamar, menuju kamar sebelah.
Ceklek.
Daniel berjalan dengan perlahan agar suara langkah kakinya tidak mengganggu Devita yang sedang terlelap itu.
"Bahkan tidur pun, wajah mu semangkin menggemaskan," Gumamnya.
"Apa aku tidur disini saja ya, ah nanti Vita mengira aku ini mesum, bagaimana kalau di sofa saja, aah iya di sofa." Daniel terus bergumam, dan mengambil bantal dari kasur Devita dan mengambil selimut dari dalam lemari dan Daniel menuju sofa yang ada di sebrang ranjang tempat Devita tidur.
"Selamat malam, Vita." tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Daniel pun terlelap.
.
Cahaya matahari yang menembus celah gordeng jendela mengganggu tidur cantiknya Devita, perlahan ia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan pandangnya, Devita melihat sekelilingnya yang nampak asing di matanya.
"Aku dimana? Kok aku bisa tertidur disini?" Devita mengingat-ingat kenapa dia bisa berada di kamar yang bukan kamarnya.
"Apa ini kamar Tuan Jas itu." Devita mengingat kalau tadi malam sebelum dia terlelap dia sedang makan di meja makan bersama Pria yang di panggil nya si Tuan Jas.
Mata Devita tertuju ke arah sofa, dan melihat seorang Pria sedang tertidur dengan lelapnya.
"Ah benar, bodoh sekali aku bisa ketiduran saat di meja makan, memalukan," Gumamnya.
"Dan apa dia juga yang membawa ku sampai ke kamar ini, berarti dia menggendong ku juga, Astaga kenapa tidur ku sangat lelap sekali, sampai di angkat pun tak berasa." Devita terus merutuki kecerobohan nya, bahkan Kepalanya saja sampai di pukul-pukul kecil oleh tangannya sendiri.
Daniel mengerjapkan matanya dan melihat ke arah ranjang, alisnya berkerut tatkala melihat Devita yang sedang memukuli kepalanya sendiri.
"Heey kau kenapa, ada apa dengan kepala mu." Ucap Daniel dengan lembut.
Devita mematung dan perlahan menoleh ke arah suara serak khas orang bangun tidur.
"Tuan Jas, apa aku menganggu tidur mu, Maaf kan aku." lirihnya.
Daniel menuju ranjang Devita, dan duduk di depan Devita.
"Tidak, kau tidak mengganggu tidur ku, apa kepala mu sakit." Daniel mengusap kepala yang tadi dipukuli Devita sendiri.
"Ti-tidak Tuan, Tuan kenapa tadi malam tidak membangunkan aku saja?" tanya Devita dengan suara kecil.
"Bagaimana aku tega membangunkan tidur mu yang sangat lelap itu," jawabnya.
"Tuan, aku harus segera pulang, ap Tuan bisa meminjamkan ku ponsel untuk memesan taxi online, ponsel ku habis kuota," Devita berucap sedikit takut, bahkan menatap langsung ke wajah Daniel pun tidak berani.
Daniel terkekeh geli karena mendengar ucapan Devita yang di anggap sangat menggemaskan di telinga nya.
"Biar saya antar saja ya, saya tidak memiliki aplikasi semacam itu, kau mandi lah, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita." setelah berucap, ia langsung berlalu pergi keluar kamar.
"Mandi, tapi pakaian ku"..
" Ah mandi saja lah, nanti aku akan memakai pakaian ini lagi saja," Devita berlalu ke kamar mandi.
20 menit Devita berada di kamar mandi, akhirnya keluar juga. Devita melihat ke arah ranjang yang sudah ada beberapa pakaian baru beserta dalamannya.
Mukanya memerah melihat dalaman yang bahkan memang ukurannya.
"Bagaimana bisa dia tau ukuran dalaman ku," gumanya.
Devita mengambil pakain berbahan kaos dan celana jeans serta dalemannya yang satu set, dan kembali ke kamar mandi untuk mengganti lagi pakainnya.
Setelah selesai mengganti pakaian nya, Devita keluar kamar dan menuruni anak tangga, hidungnya mencium bau aroma masakan yang menggugah selera.
Devita pergi ke arah dapur, dan benar saja seorang pria yang sudah berpakain rapih sedang menyiapkan sarapan dan menuangkannya ke piring, terlihat masakan itu seperti nasi goreng.
"Hey kau sudah selesai, mari sarapan, aku sudah menyiapkannya." Ucapan Daniel menyadarkan lamunan Devita.
Devita menghampiri meja makan dan duduk jauh dari tempat duduk Daniel.
"Kenapa jauh sekali, kemarilah, aku tak akan memakan mu kok." ujarnya.
Devita pindah tempat duduk ke kursi sebelah Daniel.
"Tu-tuan yang masak ini." entah keberanian dari mana, Devita berani menanyakan itu.
"Iya ini aku yang memasak, kalau bukan diriku memangnya siapa lagi, apa kau melihat ada orang lain disini?" ..
"Tidak ada,"..
"Ya itu kau tau, ya sudah makanlah, keburu dingin,"..
Setelah keduanya menyelesaikan sarapannya, mereka berlalu keluar, dan saat ini mereka sudah berada di jalan dengan Daniel lah yang membawa mobilnya, Zen?? Zen sebenarnya sudah tiba tadi saat Devita masih di kamarnya, tapi Daniel memerintahkan Zen agar pergi ke kantor duluan.
"Kau akan pulang atau kemana?" Tanya Daniel dengan mata yang masih terfokus ke arah jalan.
"Bisa antarkan aku ke Kampus?" tanya Devita dengan takut.
"Baiklah." Hanya itu jawaban Daniel, bahkan Daniel tidak bertanya dimama letak kamus itu berada.
Mobil Daniel berhenti di sebuah kampus yang sangat terkenal di kota itu, Bukannya Devita turun dia malah mandang Daniel dengan rasa penasaran.
"Tuan, bagaimana kau tau aku berkuliah disini?" tanyanya.
"Sial, kenapa aku seceroboh ini," gerutunya dalam hati.
"Emm ya hanya feeling saja, ya kau berkuliah dimana lagi kalau bukan disini, di kota ini hanya ada 2 kampus jadi aku feeling nya disini." Alasan yang sangat signifikan.
Devita hanya manggut-manggut, dan bersiap untuk turun, Saat Devita berniat turun, tangan Devita di cekal pelan dengan Daniel.
"Tunggu, emmm bisa tidak kau menemaniku membeli Jas yang sama persis seperti Jas yang kau tumpahkan jus waktu itu," ucapan Daniel sungguh asal bahkan spontan.
"Apa Jas yang kemarin rusak Tuan? Maafkan aku tuan, aku akan menggantinya." Pucuk di cinta ulam pun tiba, itu lah yang ada di fikiran Daniel.
"Iyah kau harus bertanggung jawab, lepas kau selesai dengan urusan mu di kampus, hubungi aku di nomor ini." Daniel menyerahkan sebuah kartu nama pada Devita, dan Devita pun menerimanya.
"Baiklah, kalau gitu aku pamit, dan terimakasih sudah memberi tumpangannya." Devita keluar dari dalam mobil dan masuk ke area kampus itu.
Bersambung.
Tbc
Sembali menunggu ini Up, kaka kaka bisa membaca karya ku yang lainnya 😊😊😊.
Tinggalkan like Rate dan votenya ya ka😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Arin
hah dasar si Daniel,modusny itu loh....🤭
2022-10-01
0
zero
agak sedikit kaku,dan terkadang menemukan sedikit salah penulisan selebihnya lumayan
2022-09-18
0
Iiq Rahmawaty
org² mah abis batre , ini mh abis kouta😂😂
blum gajian ya vit jd blum beli kouta🤣
2022-01-06
1