Devita merasa aneh dengan sikap Daniel yang tiba-tiba berubah, pandanga Daniel tadi tertuju ke arah tempat lain dari mereka duduk, Devita berusaha mencari tahu, apa yang di lihat si Tuan jas itu sampai mood nya berubah buruk, tapi yang di lihat hanya ada beberapa orang di kursi dan meja masing-masing, dari yang tua sampai yang muda pun ada disana.
Devita pun pergi menyusul Daniel, matanya mencari sosok Daniel.
"Sudah selesai makan mu?" Tanya Daniel yang sudah berada di belakang Devita.
"Astaga, Tuan kau mengejutkan ku." Ucap Devita.
"Mari saya antar pulang." Sikap Daniel kembali ke seperti semula bertemu dengan Devita, tak ada senyum bahkan wajahnya menunjukkan tak ada expresi sama sekali.
"Tua jas kenapa ya, sebenarnya apa sih yang di lihatnya," batin Devita.
Selama di perjalanan, Daniel maupun Devita hanya diam membisu, suasana di dalam mobil hening, bahkan Daniel pun tidak bertanya dimana Devita tinggal, sampai mobil pun berhenti di sebuah Rumah mewah nan megah.
"Sebenarnya Tuan Jas ini siapa sih, kok tau tempat aku tinggal," batin Devita.
"Turun, kok masih disini." Suara barinton milik Daniel mengejutkan Devita yang sedang melamun.
"Tuan dari mana anda tau, kalau saya tinggal disini?" Dengan keberanian yang di paksakan akhirnya pertanyaan itu terlontarkan.
"Sudah jangan banyak tanya, kamu mau turun atau mau saya bawa ke Apartemen saya lagi." Ucapnya masih dengan mode ketus.
"Tidak, tidak. baik saya akan turun, terimakasih sudah mengantarkan saya." Devita turun dengan tergesa-gesa, sampai di depan pelataran rumah, Devita di hadang dengan wanita paru baya dengan penampilan yang sangat glamour.
Semula Daniel ingin menancapkan gasnya tapi niatnya terurungkan karena penasaran dengan Devita yang sedang di hadang seorang wanita parubaya itu.
Buku-buku tangan Daniel memerah karena meremat kemudi dengan sangat kuatnya, Daniel seakan sedang menahan amarah, saat melihat Devita di perlakukan yang tidak semestinya.
Ya Daniel melihat Devita sedang di jambak rambutnya, sampai terlihat Dari mata Daniel, Devita menahan sakit, hanya air mata yang bisa dia keluarkan, bahkan melawan pun tidak.
Daniel memutuskan untuk turun dari mobil dan memasuki pelataran rumah mewah itu.
"LEPASKAN GADIS ITU!!" Ucap Daniel dengan suara tinggi.
Wanita parubaya itu reflek melepaskan tangannya yang bersarang di tambut indah milik Devita.
Matanya memicing karena melihat kedatangan Daniel yang belum di kenalnya.
"Siapa kau berani-beraninya memasuki pelataran rumah ku tanpa izin, dan mau ikut campur pula, Hah." Ucap ketus wanita itu.
"Siapa saya, tidak penting. Yang saya mau anda meminta maaf pada gadis yang di sebelah anda." Ucap dingin Daniel. Matanya beralih melihat Devita yang sedang tertunduk dengan isakan kecil yang terdengar ke telinga Daniel.
"Heh, Jangan ikut campur masalah keluarga kami," ketus Wanita itu.
"Ck, persetan dengan nama keluarga, bahkan anda memperlakukan keponakan anda sendiri seperti babu." ucapan Daniel membuat Wanita itu melebarkan matanya karena terkejut, dan Devita yang semula tertunduk langsung mengangkat kepalanya karena ucapan Daniel.
"Siapa pemuda ini? dari mana dia tau Devita itu keponakan ku." dalam hati wanita itu bertanya-tanya.
"Dia memang babu disini, jadi memang sepantasnya dia diperlukan seperti itu." ucapnya.
Devita menoleh ke arah tantenya berdiri, ada tatapan kecewa di matanya, ya wanita itu adalah istri dari Omnya Santos Asbet yang bernama Sari Asbet.
Daniel menangkap pandangan kecewa Devita terhadap Tantenya.
Daniel berdecak kesal, dan berjalan mendekati 2 wanita berbeda usia itu.
"Ikut aku." Ajak Daniel dengan memandang wajah Devita yang basah karena airmata.
"Ti-tidak Tuan, saya tidak akan kemana-mana," lirih Devita setelah melihat wajah sang Tante yang menyeramkan.
Daniel melihat wajah yang ketakutan itu, dia mengerti, kenapa Devita menolak ikut dengan nya.
"Baiklah, terserah dirimu saja."..
"Dan kau wanita tua," lanjut nya, memanggil Sari dengan sebutan wanita tua.
Mata Sari melotot tak terima, jika dirinya dibilang 'Tua'.
"Kalau anda ingin tau siapa saya, bertanya lah pada si Tua Bangka Santos Asbet suami mu itu, siapa Daniel Carroll." Ucap Daniel dengan sangat dingin.
"Dan satu lagi, sedikit saja saya tau anda menyakitinya lagi, saya jamin kelurga anda akan menyesal." Setelah mengucapkan kata ancaman, Daniel berlalu pergi dari pelataran rumah mewah itu dan berlalu dengan mobilnya.
Setelah Daniel meninggalkan keduanya, Sari langsung menatap wajah Devita dengan tatapan tajam, dan tangan nya bergerak untuk menjambak rambut Devita lgi.
"Aaakkhh
teriakan Devita karena rambutnya kembali di jambak.
"Dari mana kau kenal dengan pria kurang ajar itu, Hah!!" pekik Sari.
Devita hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Hah sudahlah, bertanya pada anak sialhan seperti mu tidak ada gunanya." Sari menhempaskan tangannya dengan kasar, terlihat Devita sampai terhuyung karena hempaskan tangan tantenya.
Sari berlalu meninggalkan Devita yang tengah menangis.
"Siapa Pemuda itu berani-beraninya mengatai ku Tua, ah aku haru lebih rajin perawatan," gerutunya sambil berjalan.
Devita yang masih menangis bukan karena merasakan sakit di kepalanya, melainkan, Devita merasa dunia ini tak adil terhadapnya, setelah orang tuanya meninggalkan nya, kehidupannya seakan berubah menjadi neraka nyata.
"Mamah, Ayah kenapa waktu itu kalian tidak mengajak ku saja, agarvaku tidak merasakan siksaan batin seperti ini." Gimamnya dengan isakan yang sangat pilu.
Perlahan Devita berjalan menuju pintu yang berada di samping rumah mewah itu.
Disinilah tempat Devita tidur makan dan mandi , tempat yang sempit dengan kamar mandi di dalamnya dan hanya tembok sebatas leher untuk menjadi penghalangnya.
Miris memang, pemilik asli dari Rumah Mewah yang di tinggali nya, di perlakukan layaknya seorang babu.
Devita menjatuhkan tubuhnya di sebuah kasur lantai yang sebenarnya tak lagi layak terpakai.
"Tuhan kenapa kau pilih kasih terhadap diri ini, apa salah ku di masa lalu, sampai dunia yang semula ku anggap Syurga ini berubah menjadi Neraka nyata untuk ku." gumamnya meratapi apa yang di rasakan nya.
Lelah menangis akhirnya Devita tertidur dengan isakan yang terdengar pilu.
Di ruang keluarga, Dua orang wanita berbeda usia itu sedang berbincang.
"Sayang, kau kenal dengan nama Daniel Carroll?" Tanya Sari pada anaknya, Chloe Asbet.
"Seperti tidak asing Mih, memangnya kenapa Mih?" jawab Chloe dengan pertanyaan lagi.
"Tadi si gadis sial itu sedang Mamih beri hukuman, tapi Pria yang mengaku bernama Daniel Carroll itu membela nya dengan sok pahlawan." Ucap nya.
"Siapa kau bilang tadi?" tanya seorang pria parubaya yang ternyata Santos Asbet, yang baru saja pulang dari kantor.
"Suami ku, kau sudah pulang," tanya Sari.
"Iyah, tadi kau menyebut nama siapa?" tanyanya lagi.
"Oh ya, kau kenal dengan nama Dani Carroll?" Pertanyaan Sari membuat Santos melebarkan matanya.
"Kau berurusan dengan Tuan Daniel Carroll, Jawab aku!!" bentaknya.
"Kau kenapa, aku hanya bertanya saja?"..
" Jawab aku!! dari mana kau tau Tuan Daniel Carroll?" tanya Santos lagi.
Sari pun menceritakan apa yang terjadi tadi, setelah mendengar istri nya berbicara, Santos terlihat gusar dan panik.
"Memangnya siapa Daniel Carroll itu Pih?" tanya Chloe penasaran.
"Beliau adalah orang terpandang, dan dia pemegang saham paling banyak di perusahaan kita, bahkan aku berhutang banyak dengan perusahaan nya." jelas Santos dengan raut wajah panik.
Penjelasan Santos membuat Sari dan Chloe tercengang.
"Terus kita harus bagaimana, suamiku." Tanya Sari yang ikut panik.
"Kita tunggu jatuhnya kita saja," pasrah Santos.
"Ini semua karena anak sialan itu," gumam Sari menyalahkan Devita.
"Mamih benar, ayo mah hukum anak sialan itu." Timpal Chloe memanasi.
Sari dan Chloe berjalan menuju kamar Devita.
Rupanya ancaman seorang Daniel Carroll tidak membuat mereka takut.
Tbc..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
2023-09-25
0
Iiq Rahmawaty
😭😭😭😭
2022-01-06
0
Endang Purwati
kok nyesek yaaa...baca part ini...bukan karena Vita dijambak...tapi lbihbke tempat tinggal Vita yg menyedihkan...😥😥😥😥
othor iiihhhh...jahat amat Vita di tempatkan di situ...😥😥🙈🙈
2021-07-10
1