Perkara Panggilan

Sepulang kuliah Devita sudah stand by di depan gedung Universitasnya terlihat Dia sedang menunggu seseorang, tiba-tiba seorang pria datang langsung merangkulnya.

'' Pulang bareng yuk,'' ajak Jonathan.

'' Maaf Jo, aku sudah punya janji dengan seseorang,'' tolak Devita secara halus.

Terlihat sekali Jo merasa kecewa karena ajakannya untuk kesekian kalinya tertolak lagi, dengan kilat Jo merubah ekspresi mukanya dari kecewa dengan biasa, memberikan senyumnya dengan terpaksa.

''Ya sudah tak apa, Mungkin lain kali.'' ucap Jo masih dengan tangan yang merangkul Devita.

'' Maaf ya Jo, bener deh kali ini aku benar-benar ada janji dengan seseorang, nanti lain kali deh kita pulang bareng, oke.'' ucap Devita menghibur Jo.

'' Iya aku selalu menunggu waktu itu, ngomong-ngomong kamu nungguin siapa?'' Joo bertanya dengan mata yang mengedar mencari seseorang yang di tunggu Devita.

''Sepertinya sih belum datang, cuman nggak tahu deh,'' jawabnya.

Jo dan Devita hanyut dengan canda guraunya, pergerakan kasar dari tangan yang menghempas tangan Jo yang berada di pundak Devita, membuat keduanya menoleh ke arah samping.

Muka yang datar dengan Tatapan yang tajam Menghujam ke arah Jonathan.'' Jngan kau coba menyentuh Vita, atau tanganmu akan terpisah dari tempatnya.'' ucapan yang membuat pendengar merinding terlontar dari bibir seorang Daniel Carroll.

Jo menatap heran, Apa maksud dari ucapannya? pikirnya, mata mereka saling menatap menyiratkan Persaingan di antara keduanya.

Devita yang ada di tengah-tengah mereka merasakan Hawa menyeramkan dari tatapan keduanya,

'' Jo aku duluan yeah.'' Devita langsung menarik tangan Daniel tanpa menunggu jawaban Jo, karena tidak ingin ada persitegangan yang akan mengundang perhatian banyak orang.

Emosi Daniel seakan sirna karena genggaman lembut dari tangan Devita. senyuman tipis Terlukis indah di bibir Daniel.

" Genggamlah terus tanganku Vit.'' ucapan Daniel membuat Devita langsung melepaskan tangannya dari tangan Daniel. raut wajah Daniel langsung berubah muram.

'' Kenapa dilepas?'' tanya Daniel.

'' Maaf Tuan kalau saya sudah lancang.'' Ucap Devita dengan Lirih.

'' Aku tidak keberatan, walau kau menggenggam tanganku sampai seumur hidupmu.'' Seakan tidak ingin terhanyut dalam ucapan Daniel, Devita langsung mengalihkan pembicaraan nya.

'' Tuan, acara pernikahan rekan bisnis Tuan kapan?'' pertanyaan Devita membuat Daniel tersenyum karena Daniel sangat tahu, Devita bertanya seperti itu hanya untuk mengalihkan pembicaraan.

M**enggemaskan.

'' Iya sudah, jika kau masih malu- malu.'' Ucap Daniel, Devita memalingkan wajahnya karena menahan tawanya.

''T**uan jass ini, selalu saja bergurau,'' Batinnya.

Daniel berjalan mendahului Devita yang masih terpaku di tempat, saat sudah berada di samping mobil dan ingin membuka pintu, Daniel menoleh ke kirinya untuk mencari Devita.

'' Kenapa masih disitu?" teriak Daniel.

Devita yang masih melamun, langsung tersadar dengan teriakan Daniel.

''Eeh iya Tuan." Devita menuju mobil Daniel.

.

Mereka sudah di dalam mobil dan kali ini Daniel tidak memakai jasa Zen untuk menyetir, entah kerasukan apa, hari ini Daniel melonggarkan jadwal Zen, tentu asisten itu senang karena belum pernah Zen diberi hari leha-leha dengan Daniel.

'' Tuan, Tuan Zen kemana?'' pertanyaan sepele Devita membuat Daniel memuramkan wajahnya.

''Apa kau merindukan nya? sampai kamu menanyakan seseorang yang tidak ada disini.'' Ujar Daniel dengan muka datarnya.

''Tidak Tuan, saya hanya menanyakan nya saja.''jawabnya.

''Zen, saya liburkan.'' Ucap Daniel dengan mode dingin.

Devita hanya menganggukkan kepalanya.

Mobil Daniel melaju dengan cepat, sampai di suatu butik Daniel memarkirkan mobil nya tepat di depan pintu kaca.

''Ayok turun,'' ajaknya.

Devita yang masih memperhatikan sekitarnya dan berpikir, untuk apa dirinya di bawa ke ini.

''Iya Tuan,''..

Devita dan Daniel berjalan beriringan, setiap langkah keduanya selalu mendapatkan tatapan heran para orang yang berada di dalam butik.

Bukan hanya tatapan heran, ada juga yang menatapnya iri, karena mereka menganggap Devita adalah wanita beruntung yang bisa berjalan beriringan dengan adik dari sang pemilik butik ini.

''Selamat datang Tuan Muda Daniel, ada yang bisa saya bantu?'' tanya Fadillah pengurus butik itu.

''Carikan gaun yang cocok untuk nya, dan satu lagi carikan yang istimewa." Ucap Daniel.

''Baik Tuan, mari Nona.'' Fadillah berjalan memimpin ke suatu jejeran lemari kaca yang menyimpan gaun-gaun mewah dan istimewa, Devita berjalan dengan canggung.

''Bagaimana kalau yang ini Nona?'' tanya Fadillah menunjukan gaun berwarna merah marun dengan Belahan tajam di dadanya.

''Maaf ka, itu terlalu terbuka.'' jawaban Devita membuat Fadillah tersenyum tipis.

Fadillah berjalan lagi dengan Devita yang membuntut di belakang nya.

''Kalau yang ini?'' Tanya Fadillah lagi, dengan menunjukkan gaun berwarna biru tanpa lengan dan berbentuk kemben.

Devita membelalak melihatnya, dia pun menggeleng dengan senyum kakunya.

Dengan sabarnya Fadillah terus menunjukkan gaun-gaun koleksi butik yang di beri nama CR Boutique itu.

Sudah 8 gaun yang di tunjukkan Fadillah, tapi Devita tidak ada yang di rasa cocok untuk dia kenakan, dan sampai ke Lemari kaca yang paling pojok dengan desain yang paling sederhana dari gaun-gaun sebelumnya, Devita menunjuknya.

''Saya mau yang itu.'' Ucap Devita dengan senyum manisnya menunjuk ke gaun yang berwarna Nude yang sangat cocok jika di padukan di kulit putih nya.

''Sungguh selera yang standar.'' Gumam sala satu karyawan butik.

Bagaimana karyawan itu tidak berpandangan seperti itu, pasalnya. Gaun yang di pilih Devita memang sangat sederhana dengan panjang selutut dan desain sedikit mute di dada dan panjang tangan yang seperempat tapi tidak menghilangkan kesan girlnya.

Daniel menghampiri Devita, karena Daniel merasa heran, hanya memilih gaun sampai hampir setengah jam.

''Sudah ketemu yang cocok?'' Tanya Daniel, Devita mengangguk dan menunjuk ke arah gaun yang masih ada di lemari kaca di unung ruangan.

Daniel tersenyum dengan pilihan Devita. ''Sungguh wanita yang sederhana, pandangan wanita pencinta harta tidak ada di dirinya.'' Gumam Daniel.

''Ambilkan Pilihannya, dan rias dia.'' titah seorang Daniel.

''Baik Tuan, mari Nona.'' Ucap Fadillah menunjukkan jalan ke arah ruang ganti khusus.

Devita yang belum mengerti masih berdiri mematung dengan wajah polosnya.

''Hey kenapa melamun, sudah sana.'' tegur Daniel menyadarkan lamunan Devita.

''Iyah.''..

''Apa yang sedang di lamunkannya, tiada hari tanpa melamun.'' Gumam Daniel setelah Devita berlalu mengikuti langkah Fadillah.

Tiga puluh menit lamanya Daniel menunggu di sofa dengan menyibukkan diri sendiri dengan ponselnya.

Tag

Tag

Tag

Suara pijakan sepatu berhils bersahutan.

Daniel menoleh ke asal suara yang berasal dari arah Devita tadi berlalu.

Mata Daniel terpaku dengan keindahan yang di lihatnya, Penampilan Devita bagaikan Dua orang yang berbeda. karena penampilan Devita dengan riasan natural dan rambut yang di hias dengan jepit bunga sangat kontras dengan penampilan Devita yang terkesan cuek dengan penampilan.

Para karyawan dan pengunjung butik sama terpakunya dengan penampilan Devita, mata mereka seakan tersihir untuk diam tanpa berkedip.

Devita yang merasa di perhatikan beberapa orang merasa gugup, rona merah menghiasi pipi cuby nya.

''Tuan jangan pandang aku seperti itu.'' ucapan Devita membuat Daniel tersadar dengan keterpanahnya.

''Aah iyah maaf.'' Daniel terkekeh dan bangkit dari duduknya menghampiri Devita yang masih berdiri di tempatnya.

Devita sama terpanahnya pasalnya Devita melihat Daniel dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya, memakai kemeja hitam dengan Jass yang berwarna senada dengan gaun yang di pakai Devita terkesan serasi jika di lihatnya.

'' Amazing, sudah siap?" ..

Devita mengangguk ragu.

''Tidak usah gugup di pesta nanti, dan aku pinta panggil aku jangan memakai embel-embel Tuan, bisa?'' pinta Daniel.

''Lalu aku memanggilnya dengan sebutan apa?'' pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir tipis Devita.

''Bagaimana panggil dengan nama saja?'' tanya Daniel.

''Tidak Tuan, saya tidak terbiasa.'' Tolak Devita dengan halus.

''Maka biasakanlah, atau kau mau memanggil ku dengannya, Sayang.'' Goda Daniel.

''Iih apah sih,'' lirih Devita.

''Ya sudah, maka dari itu biasakanlah memanggil ku dengan nama ku saja, Daniel.'' Ucapnya.

''Tapi Tuan.''..

''Daniel.'' ucap Daniel mengingatkan.

Devita mengigit bibir bawahnya, Devita tidak tau dengan dia mengigit bibirnya seperti itu membuat Daniel langsung salah tingkah.

Para karyawan menyaksikan interaksi Daniel dengan Devita yang begitu hangat, yang mereka tau Daniel adalah manusia terdingin dan tersombong di muka bumi ini.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Tuubanasukha

Tuubanasukha

pangil mas aja....

2021-04-11

2

Yantidianurhasyanti

Yantidianurhasyanti

panggil sayang🤗☺️☺️ tuan jass memang ngarep ..tapi apa vita g peka sih sama godaan tuan jass nya😇😁😁

2021-03-30

3

Desy Puspita

Desy Puspita

Ansyem serem amaat tangannya mau di lepas. Lu kata berbiii😭😭 Daniel Bebek emang suka ngadi".

Jo sama aku aja deh, kamu sih ngapain pakek mepet sama 🧚‍♀🧚‍♀.Bgitu ya pas denger suara Vita dia jadi manut nurut begitu.

Dih pegawainya minta getok tuh, asli wkwk. Ahaay kode di panggil sayang itu Vitaa masa kgak ngarti😂😂

2020-12-14

7

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Perkenalkan Tokoh Utama
3 Memikirkan.
4 Pencuri
5 Tertidur
6 Menjadi Assisten Pribadi
7 Dunia Tidak Adil
8 AMARAH DANIEL CARROL.
9 SAKIT.
10 SAKIT 2
11 PULANG KEMANA?
12 Apartemen
13 Rencana Picik
14 Perkara Panggilan
15 KONDANGAN.
16 Mimpi Kenyataan, Buruk
17 Rencana Daniel
18 Mengubur Perasaan
19 Peringatan Daniel
20 Sikap Hangat Daniel
21 Meminta Di Antarkan
22 Pulang ke Mansion
23 Tuan dan Nona Koffie
24 Hadiah Daniel u/ Kemal
25 Berkunjung
26 Kehilangan
27 Penyesalan
28 Pelampiasan
29 Hiburan Sesaat
30 Halusinasi yang NYATA
31 Ini Bukan Mimpi
32 Pusat Perhatian
33 Survei Tempat
34 Cemburu
35 Album yang Usang
36 Author update
37 Berkunjung ke rumah Sahabat
38 Kejutan Malam
39 Hati yang Bahagia
40 Bermula Salah Kirim Chat
41 Meluruskan
42 Dinar pulang ke Mansion
43 Sifat Jahil Daniel
44 Di Balik Keceriaan (Kemal)
45 Tersinggung
46 Pacar Dadakan
47 Di Tinggal
48 Jangan Ganggu milik Daniel
49 Tidak ada yang Tidak mungkin
50 Kawanan Singa
51 Goncangan Mental
52 Game PlayStation
53 Berbelanja
54 Mencoba Tegar
55 Cemburu yang Terselubung
56 Salah Mengira (Kemal)
57 Curhatan Zen
58 Siapa Seseorang Itu????
59 Dua Tujuan yang Berbeda
60 Di Bawanya Devita
61 Aksi Daniel
62 CCTV YANG TERHAPUS
63 Pertanyaan Jebakan
64 Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65 Setetes Air mata Kerinduan
66 Datang nya Daniel
67 Calon Mertua
68 Lamunan Puspa
69 Ketulusan Daniel
70 Malam yang Sendu
71 Sifat turunan
72 Jet lag
73 Pertemuan yang Tak Terduga
74 Sikap dingin Daniel
75 Makam
76 Hujan
77 Dari Hati ke Hati
78 Mengelilingi Kota Jakarta
79 Diner AirMata
80 Yes I Will
81 Cemburu nya Daniel
82 Menduga-duga
83 Masih Flashback
84 Lumayan Kepo
85 Kandang Singa
86 Panik, (Tuan Carroll)
87 INSIDEN
88 Rekaman yang Hilang
89 Hukuman bagi Penghianat
90 Pacar pura-pura
91 Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92 Keinginan Ayah
93 Cerita di balik Semuanya
94 Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95 Nafsu Daniel
96 Dada Yang Sesak
97 Makan siang bersama Ayah
98 Salah Paham
99 Tamu tak di Undang
100 Pembicaraan Puspa dan Kemal
101 Perasaan gugup Kemal
102 Berbeda dari Biasanya
103 Ucapan Pedas seorang Daniel
104 Sarapan Bersama
105 Sisi lain dari Devita
106 Manusia Salju
107 Sedikit Lagi
108 KetidakSengajaan Membuat Luka
109 Senyum dalam Luka
110 PENGUMUMAN
111 D E J A V U
112 Terbongkar Sudah
113 TRANSFUSI
114 Nomor Pilisi
115 Bonus untuk Nadia
116 Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117 Jangan Terlalu percaya diri!!
118 Bujukan Puspa
119 Sisi Iblis Zen
120 Siapa dia? (Amaira)
121 Sebagian Pekerjaan
122 Aneh
123 Mimpi yang Indah
124 PENYUSUP
125 KEPERCAYAAN
126 Pancaran Kebahagiaan
127 Kembali nya Sang Pujaan
128 Sikap Gentle Daniel
129 SKANDAL
130 Linda yang Cuek
131 Mencoba Menerima Kenyataan
132 Lembah Duka karena Cinta
133 Tamu di Siang Bolong
134 Karma Seorang Pendosa
135 Menuju Jam Baik
136 P E R T U N A N G A N
137 Paniknya Seorang Zen
138 P I N G I T
139 Berusaha Untuk JUJUR
140 Menuju Hari H
141 Haru di Hari Suci Pernikahan
142 Kecanggungan Devita
143 Gaun Malam
144 Hanya rasa Kemanusiaan
145 Kelelahan (salah mengira)
146 H A S R A T
147 Mr, Monster
148 Terjaga karena Berontakan
149 Pengakuan Menyakitkan
150 Tamparan Keras
151 Salah Sangka
152 T I B A
153 PENYATUAN
154 Merasa Bersalah
155 Sakit dalam Kenyataan
156 Mengertilah
157 Ibu?
158 Kesambet Pohon Mangga
159 Love Yang Meresahkan
160 Roda Berputar
161 Kesempatan
162 Aib Bagiku
163 Rencana Piknik
164 Di Cuekkin
165 Dia Saudari ku
166 Apa yang Terjadi??
167 Istri??
168 Truth or Dare
169 Nona Dugong
170 Dosen Pembimbing
171 Dilema Reno
172 Kelakuan Aneh Devita
173 Paniknya Daniel
174 Haru Bahagia
175 Di Acuhkan
176 Siapa Linda?
177 Kepergian Linda
178 Terlambat
179 Perasaan dan Pikiran
180 Ngidamnya Devita
181 Kegilaan Daniel
182 UNGKAPAN Tersembunyi
183 Tau akan Posisi
184 Tiada Arti
185 Debaran Aneh
186 Perasaan Gelisah
187 I C U
188 Dua Monster
189 Kejahilan Dinar
190 Jurus Jitu mengunci mulut
191 Tidak Ada Harapan
192 Egois
193 Pergi untuk selamanya
194 Mendung kan Berganti
195 Pengakuan
196 Aku Harus Ikhlas
197 Perjuangan yang Tersembunyi
198 Kekasih????
199 Menjilat Ludah Sendiri?
200 Dekapan yang Berarti
201 Kejutkan di setiap Tindakan
202 Tidak Menyangka
203 Flashback
204 Tindakan Zen
205 Mangga Muda
206 Merindu
207 Zen_Linda
208 Acara Pertunangan
209 Kaka dari 2 Adiknya
210 Boutique
211 Seperti Satu orang yang Sama
212 Salah Menyikapi
213 Happy night
214 Perasaan yang Sirna
215 Bertamu di Pagi hari
216 TANGIS HARU SEMUA ORANG
217 DAVID GUETTA CARROLL
218 Harapan Dinar
219 Pertanyaan Chloe
220 Si Otong
221 Akhir dari Sebuah Cerita
222 EXTRA PART (DINAR)
223 EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224 EXTRA PART (MISI RENO)
225 EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226 EXTRA PART ( USAHA RENO )
227 EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228 SEKIAN
229 SPEAK UP
230 PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231 GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA
Episodes

Updated 231 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Perkenalkan Tokoh Utama
3
Memikirkan.
4
Pencuri
5
Tertidur
6
Menjadi Assisten Pribadi
7
Dunia Tidak Adil
8
AMARAH DANIEL CARROL.
9
SAKIT.
10
SAKIT 2
11
PULANG KEMANA?
12
Apartemen
13
Rencana Picik
14
Perkara Panggilan
15
KONDANGAN.
16
Mimpi Kenyataan, Buruk
17
Rencana Daniel
18
Mengubur Perasaan
19
Peringatan Daniel
20
Sikap Hangat Daniel
21
Meminta Di Antarkan
22
Pulang ke Mansion
23
Tuan dan Nona Koffie
24
Hadiah Daniel u/ Kemal
25
Berkunjung
26
Kehilangan
27
Penyesalan
28
Pelampiasan
29
Hiburan Sesaat
30
Halusinasi yang NYATA
31
Ini Bukan Mimpi
32
Pusat Perhatian
33
Survei Tempat
34
Cemburu
35
Album yang Usang
36
Author update
37
Berkunjung ke rumah Sahabat
38
Kejutan Malam
39
Hati yang Bahagia
40
Bermula Salah Kirim Chat
41
Meluruskan
42
Dinar pulang ke Mansion
43
Sifat Jahil Daniel
44
Di Balik Keceriaan (Kemal)
45
Tersinggung
46
Pacar Dadakan
47
Di Tinggal
48
Jangan Ganggu milik Daniel
49
Tidak ada yang Tidak mungkin
50
Kawanan Singa
51
Goncangan Mental
52
Game PlayStation
53
Berbelanja
54
Mencoba Tegar
55
Cemburu yang Terselubung
56
Salah Mengira (Kemal)
57
Curhatan Zen
58
Siapa Seseorang Itu????
59
Dua Tujuan yang Berbeda
60
Di Bawanya Devita
61
Aksi Daniel
62
CCTV YANG TERHAPUS
63
Pertanyaan Jebakan
64
Apa yang salah?? (Puspa Kinara)
65
Setetes Air mata Kerinduan
66
Datang nya Daniel
67
Calon Mertua
68
Lamunan Puspa
69
Ketulusan Daniel
70
Malam yang Sendu
71
Sifat turunan
72
Jet lag
73
Pertemuan yang Tak Terduga
74
Sikap dingin Daniel
75
Makam
76
Hujan
77
Dari Hati ke Hati
78
Mengelilingi Kota Jakarta
79
Diner AirMata
80
Yes I Will
81
Cemburu nya Daniel
82
Menduga-duga
83
Masih Flashback
84
Lumayan Kepo
85
Kandang Singa
86
Panik, (Tuan Carroll)
87
INSIDEN
88
Rekaman yang Hilang
89
Hukuman bagi Penghianat
90
Pacar pura-pura
91
Perasaan yang Dipermainkan (Kemal)
92
Keinginan Ayah
93
Cerita di balik Semuanya
94
Kesalah Pahaman yang Terselesaikan
95
Nafsu Daniel
96
Dada Yang Sesak
97
Makan siang bersama Ayah
98
Salah Paham
99
Tamu tak di Undang
100
Pembicaraan Puspa dan Kemal
101
Perasaan gugup Kemal
102
Berbeda dari Biasanya
103
Ucapan Pedas seorang Daniel
104
Sarapan Bersama
105
Sisi lain dari Devita
106
Manusia Salju
107
Sedikit Lagi
108
KetidakSengajaan Membuat Luka
109
Senyum dalam Luka
110
PENGUMUMAN
111
D E J A V U
112
Terbongkar Sudah
113
TRANSFUSI
114
Nomor Pilisi
115
Bonus untuk Nadia
116
Perasaan Lega (Sang Pendonor)
117
Jangan Terlalu percaya diri!!
118
Bujukan Puspa
119
Sisi Iblis Zen
120
Siapa dia? (Amaira)
121
Sebagian Pekerjaan
122
Aneh
123
Mimpi yang Indah
124
PENYUSUP
125
KEPERCAYAAN
126
Pancaran Kebahagiaan
127
Kembali nya Sang Pujaan
128
Sikap Gentle Daniel
129
SKANDAL
130
Linda yang Cuek
131
Mencoba Menerima Kenyataan
132
Lembah Duka karena Cinta
133
Tamu di Siang Bolong
134
Karma Seorang Pendosa
135
Menuju Jam Baik
136
P E R T U N A N G A N
137
Paniknya Seorang Zen
138
P I N G I T
139
Berusaha Untuk JUJUR
140
Menuju Hari H
141
Haru di Hari Suci Pernikahan
142
Kecanggungan Devita
143
Gaun Malam
144
Hanya rasa Kemanusiaan
145
Kelelahan (salah mengira)
146
H A S R A T
147
Mr, Monster
148
Terjaga karena Berontakan
149
Pengakuan Menyakitkan
150
Tamparan Keras
151
Salah Sangka
152
T I B A
153
PENYATUAN
154
Merasa Bersalah
155
Sakit dalam Kenyataan
156
Mengertilah
157
Ibu?
158
Kesambet Pohon Mangga
159
Love Yang Meresahkan
160
Roda Berputar
161
Kesempatan
162
Aib Bagiku
163
Rencana Piknik
164
Di Cuekkin
165
Dia Saudari ku
166
Apa yang Terjadi??
167
Istri??
168
Truth or Dare
169
Nona Dugong
170
Dosen Pembimbing
171
Dilema Reno
172
Kelakuan Aneh Devita
173
Paniknya Daniel
174
Haru Bahagia
175
Di Acuhkan
176
Siapa Linda?
177
Kepergian Linda
178
Terlambat
179
Perasaan dan Pikiran
180
Ngidamnya Devita
181
Kegilaan Daniel
182
UNGKAPAN Tersembunyi
183
Tau akan Posisi
184
Tiada Arti
185
Debaran Aneh
186
Perasaan Gelisah
187
I C U
188
Dua Monster
189
Kejahilan Dinar
190
Jurus Jitu mengunci mulut
191
Tidak Ada Harapan
192
Egois
193
Pergi untuk selamanya
194
Mendung kan Berganti
195
Pengakuan
196
Aku Harus Ikhlas
197
Perjuangan yang Tersembunyi
198
Kekasih????
199
Menjilat Ludah Sendiri?
200
Dekapan yang Berarti
201
Kejutkan di setiap Tindakan
202
Tidak Menyangka
203
Flashback
204
Tindakan Zen
205
Mangga Muda
206
Merindu
207
Zen_Linda
208
Acara Pertunangan
209
Kaka dari 2 Adiknya
210
Boutique
211
Seperti Satu orang yang Sama
212
Salah Menyikapi
213
Happy night
214
Perasaan yang Sirna
215
Bertamu di Pagi hari
216
TANGIS HARU SEMUA ORANG
217
DAVID GUETTA CARROLL
218
Harapan Dinar
219
Pertanyaan Chloe
220
Si Otong
221
Akhir dari Sebuah Cerita
222
EXTRA PART (DINAR)
223
EXTRA PART (DI JODOHKAN)
224
EXTRA PART (MISI RENO)
225
EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)
226
EXTRA PART ( USAHA RENO )
227
EXTRA PART (Sebuah Postingan)
228
SEKIAN
229
SPEAK UP
230
PROMOSI KARYA SEASON BERIKUTNYA
231
GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!