" Iya sayang, tadi yang bikin Lisa, memang kenapa, apa kekurangan selai kacang?"
" Tidak mah, buatan istri tercinta tentu sangat enak." Jawab Ardi sambil tersenyum pahit
"Apa yang sebenarnya Lisa lakukan padaku apa Lisa balas dendam padaku, aku hanya mencium sekilas, kenapa dari semalam aku terus di buat apes." Batin Ardi
" Apa mau aku buatkan lagi besok-besok sayang?" Tanya Lisa sambil mengedipkan mata
Ardi tidak menjawab pertanyaan istrinya dirinya terus memakan roti asin sambil terus berpikir dengan kelakuan istrinya
" Kenapa dia tidak pernah ada baiknya, sekalinya baik, aku terus di kerjain, anggap saja ini balasan di masa lalu." Batin Ardi
Lisa memutuskan bertanya lagi karena pertanyaan dirinya belum di jawab oleh suaminya
" Sayang ko tidak di jawab, mau tidak aku buatkan lagi roti selai kacang lagi besok-besok?"
" Mau sayang, kalau tiap hari juga mau sayang." Jawab Ardi sambil ngedipikan mata
Mirna yang melihat anak dan menantunya sudah mau berbicara dengan baik hanya tersenyum
" Terserah, kau mau mengasih aku banyak garam tidak masalah, selama kau mau berbicara denganku." Batin Ardi
Mirna yang melihat anak dan menantunya sangat akrab dirinya langsung membuka suara
" Sayang kapan kalian bulan madu?" Tanya Mirna sambil tersenyum
Ardi dan Lisa saling menatap. Lisa menatap tajam pada mata suaminya, sedangkan Ardi hanya tersenyum manis saat mendengar perkataan orang tuanya
" Kenapa pada saling menatap, bukannya jawab pertanyaan mamah?"
" Mah Ardi se."
Ardi baru juga mau bilang setuju Lisa sudah memotong pembicaraan suaminya
" Mah, suamiku tercinta, sedang sibuk di kantor, Lisa sebagai istri harus mengerti kesibukannya." Ucap Lisa sambil tersenyum sinis
" Heran, kenapa dia bisa tepat saat bilang se, kenapa dia bilang sedang, dari dulu Lisa tidak pernah kehilangan akal." Batin Ardi
" Sayang, bukankah kau setiap hari berangkat pukul 09.00 ?"
" Lisa, mau bertemu dengan teman mah."
" Oh, rupanya seperti itu."
" Iya mah, Lisa berangkat dulu ya mah."
" Iya sayang, hati-hati."
Lisa langsung berdiri lalu mendekati suaminya membisikkan sesuatu
" Habiskan rotinya sayang, roti buatan pertama istri tercinta."
Setelah mengucapkan kalimat itu Lisa langsung pergi keluar. Mirna tersenyum bahagia, melihat anak dan menantunya sangat mesra memanggil kata sayang. Tinggal Ardi dan Mirna di meja makan
" Sayang, mamah bahagia, melihat kalian memanggil suami tercinta, istri tercinta, serasa rumah ini sangat hangat, kau juga tau, mamah hanya menyukai gadis seperti Lisa, gadis cuek tapi berhati hangat."
" Mamah, ini anakmu, sudah di kerjain tiga kali berturut-turut, kau tidak tau saja, tapi aku sangat bahagia, meskipun Lisa keterlaluan, tapi setidaknya Lisa mau berbicara denganku." Batin Ardi
" Sayang, ko malah bengong, ngelamunin apa sih, apa tidak rela istri tercintamu pergi?" Tanya Mirna sambil tersenyum
" Ah, mamah, apaan sih." Jawab Ardi yang masih setia memakan roti asin
" Iya deh, tapi kau harus mencari waktu lubang untuk bulan madu, kenapa kau tidak serahkan dulu kerjaan kantor pada Yoga, kalian bisa bulan madu sepuasnya, pulang-pulang bawa mamah kabar gembira."
" kabar gembira apa mah?" Tanya Ardi yang tidak paham
" Apa lagi kalau bukan kabar mamah akan menimang cucu." Jawab Mirna masih dengan senyuman
" Mamah, aduh jangan ngarep cucu, aku menciumnya saja masih bisa di hitung, satu kali saat aku marah, dan tiga kali kemarin, hanya cium kening, pipi dan bibir sekilas saja sudah di kerjain habis-habisan, tapi aku sangat bahagia meski keterlaluan." Batin Ardi
" Sayang, kenapa melamun lagi, jawab dong pertanyaan mamah?"
" Iya mah, Ardi akan usahakan, tapi untuk beberapa bulan ini Ardi tidak bisa bulan madu, Ardi banyak kerjaan, jadi tolong mamah mengerti. Ardi sekarang sudah jadi CEO."
" Baiklah sayang, kalau kau ingin seperti itu mamah mengerti kau memiliki tanggung jawab di kantor."
" Maafin Ardi mah, Lisa tadi menolaknya. Lisa baru saja mau berbicara denganku, aku tidak ingin Lisa menjadi dingin lagi." Batin Ardi
" Mah, Ardi pergi ke kantor dulu."
" Iya sayang, hati-hati."
" Iya mah."
Ardi langsung melangkahkan kakinya keluar
" Ayo san."
" Baik, pak CEO."
Ardi dan Santi masuk mobil lalu langsung melajukan mobilnya untuk ke kantor
...****************...
Lisa langsung menghentikan mobilnya di depan rumah Diana, lalu Lisa langsung turun dari mobil yang sudah di tunggu oleh Diana dan Yoga. Diana langsung memeluk Lisa
" Lisa, aku sangat merindukanmu." Ucap Diana
" Sama, aku juga Diana, sudah 5 tahun kita tidak bertemu."
Lisa dan Diana setelah 1 menit melepaskan pelukannya
" Kenapa ada Yoga?"
" Ayo masuk Lisa, Kita berbicara di dalam saja."
Diana menarik tangan Lisa masuk. Lisa dan Diana duduk di sofa di ikuti oleh Yoga
" Lisa, kau mau minum apa?"
" air putih saja."
" Meti."
" Iya nona muda." Jawab Meti sambil membukukan badan
" Ambilkan air minum satu gelas untuk nona Lisa."
" Baik, nona muda."
Meti langsung berjalan ke dapur untuk mengambil air minum
" Kau belum menjawab pertanyaan aku, kenapa ada Yoga, bukankah Yoga harus masuk kantor?"
" Iya harusnya, tapi karena aku baru kembali ke Indonesia, jadi aku menyuruh Yoga untuk kesini karena aku sangat rindu."
" Ada hubungan apa kalian?"
" Tidak ada Lisa, Yoga dan aku hanya teman biasa tidak lebih, bagaimana kabarmu dan suamimu?"
" Kita baik-baik saja."
" Lis, sebenernya aku menyuruh Yoga kerumah, ingin menjelaskan di masalalu tentang Ardi yang memutuskan hubungan denganmu, Ardi memiliki alasan kenapa Ardi memutuskanmu, aku tidak ingin kesalah pahaman kalian terus berlanjut, satu lagi akhiri hubunganmu dengan Livino, aku sudah tau, Livino adalah kekasih kecilmu, tapi sekarang kau sudah memiliki suami."
" Diana, kau menyuruhku untuk melepaskan Livino, dan menesahatiku, apa yang mau kau jelaskan. Jika kau menyuruh aku untuk hal yang tidak jelas, untuk apa aku kesini."
" Lisa, kasih kesempatan kedua untuk Ardi dan dengarkan penjelasan aku, aku sebagai sahabatmu dan juga sahabat Ardi, aku ingin kalian seperti dulu, bercanda dan tertawa. Jika kau tidak ingin mendengar penjelasan aku, setidaknya kau mau mendengarkan, penjelasan Ardi."
" Diana, sudah tidak ada lagi tempat untuk Ardi, luka yang aku rasakan begitu sakit. Aku tidak ingin dengar penjelasan siapa pun karena setiap mengingat kejadian 5 tahun yang lalu hatiku sangat sakit dan satu lagi tentang Livino, aku tidak bisa menjauhi Livino. Livino adalah orang yang paling berharga dalam hidupku."
" Lisa, apa kau terlalu mencintai Livino, ingat Livino pergi selama 13 tahun, kenapa kau masih memafkannya, tapi untuk Ardi yang 5 tahun tidak ada tempat untuk Ardi."
" Ardi dan Livino berbeda, Ardi pergi memutuskan hubungan denganku tanpa satu kata pun aku tau, apa kesalahan aku, sedangkan Livino dulu pergi karena hak asuh anak jatuh pada Ayahnya, itu adalah alasan yang jelas."
Lisa tidak ingin memberi tau siapa sebenarnya Livino, bukan hanya Diana yang telah lama tinggal di luar kota, tapi Ria saja tidak tau, ada hubungan apa dirinya dengan Livino
" Lisa, saat kejadian itu, aku juga ada di sana." Ucap Yoga
" Tidak akan pernah dengar penjelasa dari siapa pun."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
pemula
20 bom like hadir kaa
SEMNGAATTT up bab nyaa
mampir ya kaa
salam"INTROVERT"
2021-04-29
1
Nyai iia
Selamat pagi author😊
semangat untuk berkarya☺
yuk saling dukung, jangan lupa tinggalkan jejalk ya☺
👍👍👍👍hadir
"i will die in love"
2021-03-29
0
👑Meylani Putri Putti
like lagi
2021-03-24
0