Ardi memegang kedua bahu Lisa sorot mata Ardi yang sudah penuh kecewa
" Kau bohong Lisa?"
" Apa menurutmu aku berbohong, lihatlah mataku apa kau menemukan kebohongan di mataku?"
" Apa kau ingat ini perkataan kau 5 tahun yang lalu saat aku masih polos." Batin Lisa
Ardi menatap mata Lisa dirinya tidak menemukan kebohongan, semua yang di ucapkan itu kenyataan, tapi Ardi masih tidak percaya
" Kau bohong Lisa, aku tau, aku cinta pertamamu."
Mata Ardi sudah mulai merah dirinya menahan air matanya. Lisa langsung menatap mata Ardi, meski dirinya sudah ingin mengeluarkan air mata
" Kau bilang aku bohong, kau tau, aku menjadi wanita dingin sebelum kita menjalin hubungan itu karena Livino meninggalkan aku, tapi Livino meninggalkan aku dengan alasan yang jelas, tidak seperti kau yang meninggalkan aku tanpa penjelasan apa pun langsung minta putus. Apa kau gila hah!." Bentak Lisa
" Lisa, Livino itu berasal dari Paris, sampai kapan kau akan berbohong kepadaku?" Tanya Ardi dengan lirih
" Apa kau mau mendengarkan cerita aku dengan detail?"
" Iya katakan semuanya."
" Aku mengenalnya 17 tahun yang lalu, tapi karena orang tuanya bercerai lalu hak asuh anak jatuh ke tangan Om Rian, terpaksa Livino ikut pergi ke Paris karena Om Rian berasal dari Paris, itu alasan yang jelas kenapa Livino meninggalkan aku."
" Kau bohong kau boleh membenciku, tapi jangan membohongi aku."
Mata Ardi mulai berkaca-kaca. Lisa melepaskan tangan Ardi yang ada di bahunya lalu dirinya berdiri langsung berjalan mendekati tasnya. Lisa mengambil dompetnya lalu membukanya dirinya mengambil 2 foto, dirinya langsung mendekati Ardi menyerahkan fotonya
" Lihat foto ini, kau pasti tau kamarku penuh dengan foto masa kecilku dengan seorang pria kecil yang sama, ini adalah foto aku bersama Livino."
Ardi mengambil foto itu. Dirinya ingat memang kamar Lisa penuh dengan foto masa kecilnya. Ardi langsung merobek-robek fotonya lalu dirinya langsung keluar dari kamarnya. Lisa setelah suaminya keluar langsung terduduk di bawah ranjang, dirinya langsung meteskan air mata yang dari tadi dirinya tahan. Ini pertama kalinya Ardi membentak Lisa, dari mereka menjalin hubungan hingga putus, tapi Ardi tidak pernah membentaknya
" Kau sangat bajingan Ardi, dulu kau meninggalkanku tanpa tau apa kesalahan aku, sekarang kau membentaku dan meminta penjelasan, apa kurang cukup saat itu aku seperti gadis bodoh berlutut di kakimu karena cinta, apa belum cukup membuat aku hampir gila karena kau. Kenapa aku harus mengenal bajingan sepertimu"
Ardi langsung menuruni tangga dirinya langsung mengambil kunci mobilnya lalu berjalan keluar sambil meneteskan air mata yang dari tadi ia tahan. Setelah masuk mobil Ardi merenung
" Lisa, apa aku pelampiasaamu dulu, aku pikir yang di katakan Ria benar, aku adalah cinta pertamamu, tapi ternyata bukan, bahkan kau di pertemukan kembali setelah 13 tahun berlalu, pantas saja kau mengambil cuti hanya untuk Livino, apa aku harus merelakan kau dan membiarkan kau bahagia dengan lelaki lain, tapi aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin lagi kehilanganmu, tapi aku harus bagaimana mempertahankan pernikahan kita." Batin Ardi
Ardi langsung menyalakan mobilnya pergi ke tempat Yoga. Mirna dan Ardian duduk di meja makan. Kedua orang tuanya tidak tau Ardi pergi dari rumah 15 menit lalu
" Yah, kenapa anak-anak belum turun?"
" Tidak tau mah, biasanya tidak seperti ini."
" Bi Minah." Panggil Mirna
Bi Minah mendekati Mirna
" Iya nyonya."
" Panggil tuan muda dan nona muda suruh makan."
" Tuan muda, pergi nyonya sekitar 15 menitan."
" Kemana Bi, bukankah tidak pernah keluar malam, apa berpakaian rapih?"
" Saya tidak tau nyonya, tuan muda tidak bilang apa-apa, tapi hanya memakai baju tidur nyonya."
" Kau panggil nona muda."
" Baik nyonya."
Bi Minah menaiki tangga menuju kamar Lisa
Tok-tok. Tok-tok
" Masuk."
Bi Minah masuk melihat ke bawah yang ada robekan foto. Lisa masih duduk di bawah ranjang dirinya langsung menghapus air matanya. Bi Minah melihat nona mudanya habis menangis
" Nona muda, kata nyonya suruh makan."
" Bi bilang sama mamah, saya tidak makan." Jawab Lisa dengan suara serak
" Baik nona muda."
Bi Minah langsung keluar dari kamar Lisa
" Saya pikir nona muda, tidak bisa menangis, ternyata dia juga seperti aku bisa menangis." Batin Bi Minah sambil menuruni tangga
Bi Minah sampai di dekat meja makan
" Nyonya, nona muda katanya tidak ingin makan."
" Bi, apa ada sesuatu dengan nona muda?"
Bi Minah langsung menunduk tidak menjawab pertanyaan majikannya
" Bi Minah, ceritakan apa melihat sesuatu di kamar nona muda?"
" Iya nyonya."
" Ceritakan."
" Nona muda, menangis."
" Bi Minah, melihat kamarnya berantakan atau tidak?"
" Tidak nyonya, hanya ada robekan foto di lantai."
" Bi Minah, ceritakan dengan jelas jangan sepotong-sepotong dong."
Mirna mulai kesal dengan Bi Minah
" Tadi tuan muda pergi dengan raut wajah kecewa, nona muda di kamar duduk di lantai dekat ranjang sambil menangis tadi saya lihat ada sobekan foto di lantai, foto anak kecil sekitar 9 tahun nyonya, tapi tidak terlalu jelas karena sudah tersobek-sobek ."
" Nah, kalau sekarang saya sudah jelas Bi, artinya mereka bertengkar, ngomong ko sepotong-sepotong."
" Iya nyonya, saya ke belakang dulu nyonya."
" Iya"
" Ayah, apa jalan kita dan orang tua Lisa salah, aku pikir Lisa masih menunggu Ardi, tapi sangat terlihat jelas di mata Ardi kalau Ardi masih sangat mencintai Lisa, aku sebagai orang tua begitu bodoh seandainya dulu tidak menyuruh Ardi untuk memutuskan Lisa, semuanya tidak akan seperti ini Ayah."
" Ayah mengerti mah, mamah hanya tidak ingin salah satu dari mereka menyakiti perasaannya, tapi ayah juga tidak pernah tau, kalau semuanya akan menjadi seperti ini."
" Ayah, apa bisa Ardi bertahan dengan sikap Lisa?"
"Ayah tidak tau mah."
" Aku melihat pernikahan mereka seperti ini, hati aku sangat sakit yah, apa lagi perubahan sikap Lisa, aku memang tidak pernah bertemu semenjak mereka putus, tapi aku pikir aku bisa seperti dulu dengan Lisa bisa ngobrol-ngobrol lalu berbelanja bareng, dan dulu Lisa juga sangat perhatian sama aku, tapi sekarang sapaan aku saja tidak di jawab."
" Mah, kita sebagai orang tua bisa apa, kita tidak boleh ikut campur dengan urusan mereka, apa lagi Ardi sangat mencintai Lisa, biarkan Ardi memilih jalannya sendiri, biarkan ardi menyelesaikan urusan rumah tangganya kita tidak perlu ikut campur."
" Aku tau maksud ayah, tapi apa kita sebagai orang tua tidak bisa mengayomi Lisa, aku yakin banyak sekalih kesalah pahaman yang terjadi di antara Lisa dan Ardi."
" Sudah mah, kita lihat saja siapa tau Ardi dan Lisa bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, harus bagaimana kita menaseti Lisa kalau bicara saja Lisa tidak mau."
" Iya ayah, tapi aku sebagai orang tua sangat ingin melihat mereka bahagia, kasihan Ardi yang tidak bisa memilih, melepaskan atau memperjuangkan, aku sangat ingat bagaimana Ardi berjuang untuk Lisa dulu, hingga sekarang Ardi tidak pernah berubah tetap mencintai Lisa."
" Sudah mah, Ardi pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri."
" Baiklah Ayah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
SyaSyi
bagus ceritanya..aku jadikan favorite juga karyamu
2021-06-30
1
pinnacullata pinna
aku kambek nih semangat ya
2021-05-02
1
💎"Bs"Najwa"FNT🐱
nyicil 10 like.
2021-04-17
1