BAB 16 Tangisan Livino

Ardi bangun dari duduknya lalu melihat istrinya yang masih makan sambil menunduk. Ardi mendekati istrinya lalu dirinya langsung mencium kening istrinya sekilas. Lisa langsung menengok pada suaminya dirinya menatap mata suaminya dengan tatapan tajam yang tidak bisa di artikan

" Dasar ba."

Lisa melirik ke ibu mertua dan ayah mertuanya. Mirna dan Ardian hanya tersenyum melihat anak dan menantunya

" Sayang, hati-hati bawa mobilnya dan jangan lupa makan siang." Ucap Ardi sambil tersenyum manis pada istrinya

" Sial, kenapa bajingan ini mengambil kesempatan di depan kedua orang tuanya, aku sudah tersenyum manis begini, kalau marah karena ciuman tidak mungkin, siap-siap saja apa yang akan aku lakukan nanti malam." Batin Lisa

" Sayang, kenapa tidak jawab?" tanya Ardi

Dert...deret..

Ponsel Lisa berbunyi. Lisa tidak menjawab perkataan suaminya dirinya langsung lari keluar setelah membaca pesan dari Ria. Ardi yang melihat istrinya lari dirinya langsung mengikuti istrinya. Lisa langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dirinya pergi ke apartemen Livino

" Santi, Ayo ikuti mobil Lisa."

" Baik, pak CEO."

Santi terus mengikuti kemana perginya mobil Lisa. Setelah 17 menit Lisa sampai dirinya langsung turun lalu berjalan masuk ke dalam apartemen Zx. Santi juga memberhentikan mobilnya

" Santi, kau di sini saja."

" Baik pak CEO."

Ardi langsung berjalan mengikuti istrinya masuk ke dalam apartemen

" Ada apa prsedir mengikuti nona Lisa, jangan-jangan nona Lisa istrinya, tapi tidak mungkin, jika istrinya mana mungkin pak CEO merelakan nona Lisa dan dokter Livino bermesraan." Batin Santi

Lisa mendekati Livino yang bertengkar dengan ibunya. Lisa melihat Livino sudah menetes air mata dirinya langsung memeluk Livino

" Sayang, kenapa kau ada di sini?" Tanya Livino dengan suara serak

" Aku kesini karena tidak ingin kalian bertengkar."

Livia diam sambil meneteskan air matanya. Setelah 1 menit Livino dan Lisa melepaskan pelukannya

" Kak, kasih kesempatan padanya." Ucap Lisa sambil menghapus air mata di pipi Livino memakai ke dua tangannya

" Tidak, untuk apa dia kesini, bukankah dulu dia membuang aku seperti sampah, apa ada waktu buat aku tidak, hanya papah yang menemaniku." Jawab Livino masih meteskan air matanya

" Livino, kasih mamah kesempatan untuk menjadi ibumu yang baik, jika kau menginginkan mamah berhenti dari karir mamah, mamah siap, tolong jangan benci mamah." Ucap Livia dengan lirih

" Apa mamah, jangan pernah berharap kau menjadi mamah aku, kau hanya wanita asing buatku. Jika kau tidak egois, aku tidak akan pernah pergi ke Paris!." Bentak Livino

Lisa menatap Livia dengan kasihan

" Tante maafkan Lisa, yang tidak pernah bisa menaseti kak Livino." Batin Lisa

" Kak, setiap orang memiliki kesempatan kedua, tolong Kaka jangan seperti ini." Ucap Lisa sambil memegang kedua tangan Livino

" Sayang, jika kau membelanya lebih baik kau pergi dari apartemen ini."

Deg, detak jantung Lisa sangat kencang, ini pertama kalinya Livino menyuruh Lisa pergi

" Aku harus berbuat apa agar kau mengerti kak, aku ingin kau mengakui tante sabagai mamah." Batin Lisa

Air mata Livia semakin deras, ini memang kesalahan Livia karena memilih karirnya dari pada rumah tangganya dulu, bahkan dirinya mengabaikan anak dan suaminya hanya untuk karir. Livia langsung berlutut di kaki Livino

" Livino, mamah mohon tolong maafkan mamah, katakan dengan cara apa agar mamah bisa menebus kesalahan di masalalu."

" Meski kau berlutut di hadapanku, aku tidak akan pernah memaafkanmu, kau ingat saat aku merindukanmu, menelponmu puluhan kali, bahkan kau tidak mengangkatnya, alasan apa yang bisa kau berikan sekarang, sibuk atau apa, jika memang sibuk apa tidak ada waktu untuk menelpon balik setelah selesai."

Air mata Livino semakin deras dirinya mengingat kenangan masalalunya. Dulu dirinya seperti sampah yang tidak di anggap, sekarang wanita di hadapannya ingin di akui sebagai ibunya. Deg, detak jantung Lisa sangat kencang, pikiran dirinya mulai tidak karuan, dirinya melihat peristiwa ini mengingatkan dirinya saat berlutut dengan pria yang kini menjadi suaminya

" Kenapa semakin sakit hatiku saat melihat adegan ini." Batin Lisa

" Tante, kasih kak Livino waktu untuk menenangkan pikirannya, aku tau, tidak mudah untuk menerimanya lagi, karena posisi kak Livino, aku sudah merasakannya."

" Diam, aku tidak akan pernah mengakuinya. Jika kau masih ingin aku mengakuinya, kau pergi dari apartemenku!." Bentak Livino

Lisa langsung meneteskan air matanya

" Kak, tolong jangan pernah mengusir aku. aku hanya ingin menemanimu." Ucap Lisa dengan lirih

Livino langsung memeluk Lisa, seperti pria kecil Livino menyadarkan kepalanya di dada Lisa. Lisa membelai rambut Livino dengan lembut

" Tante tolong pergi dari sini, biarkan kak Livino istirahat."

" Baiklah Lisa, tolong jaga Livino."

" Tante tenang saja."

Livia keluar dari apartemen masih meneteskan air matanya. Livino langsung terduduk di lantai sambil menangis. Lisa juga ikut duduk di lantai

" Kak, aku paham perasaan Kaka, tapi jangan usir aku dari apartemen, biarkan aku menemanimu di sini." Ucap Lisa dengan lirih

Livino menjawab dengan anggukan kepala. Lisa membangunkan Livino lalu dirinya langsung memapah Livino masuk ke dalam apartemen Livino. Livino duduk di sofa sambil menyadarkan kepalanya di dada Lisa. Setelah beberapa menit pikiran Livino mulai tenang lalu dirinya langsung mengangkat kepalanya. Livino menatap mata Lisa

" Sayang, karena kau sudah ada di sini, Kaka ingin membicarakan tentang Ardi, kenapa dia meninggalkanmu dulu."

" Kak, hubunganku bersama Ardi sudah tidak ada, tidak perlu ada yang di jelasin lagi. Jika Kaka meminta aku bertemu di restoran 99 hanya untuk membicarakan Ardi, jangan membuang waktu aku kak, aku sebagai dokter, aku selalu di tunggu banyak pasien, yang jelas tidak ada lagi tempat untuk Ardi, aku tau kau pasti membelanya."

" Tidak sayang."

" Lisa sampai kapan membenci Ardi, kau bahkan tidak ingin mendengar penjelasan aku, aku hanya ingin kau tau, Ardi memutuskanmu agar kau fokus belajar." Batin Livino

" Kak, kenapa kau ingin menceritakan tentang bajingan itu, aku sudah ingin terlepas dari pernikahan ini, tapi kau tidak memahami aku." Batin Lisa

Setelah Lisa tidak keluar-keluar dari apartemen Livino. Ardi langsung berjalan keluar apartemen. Pikiran Ardi tidak karuan dirinya mengingat tentang kejadian 5 tahun yang lalu

" kenapa melihat kejadian tadi, dadaku sangat sesak, kenapa aku melihat Lisa yang berlutut tadi." Batin Ardi

Ardi sampai di parkiran

" Ayo Santi kita pergi ke kantor." ajak Ardi dengan wajah murung

" Baik pak CEO."

Santi dan Ardi masuk mobil lalu langsung melajukan mobilnya ke kantor. Ardi menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, setelah melihat peristiwa tadi pikiran dirinya sudah tidak karuan. Santi melihat atasannya dengan tatapan kosong, dirinya menyetir sambil sedikit takut. Jika mengingat kejadian kemarin, saat atasannya marah-marah

" Semoga saja pak CEO tidak memarahiku, kemarin untung saja ada pak Yoga, aku harus menyiapkan mental yang kuat agar tidak takut pada pak CEO yang tiap hari wajahnya selalu dingin." Batin Santi

Setelah menempuh perjalanan 37 menit Santi dan Ardi sampai. Ardi turun di ikuti oleh Santi. Setelah masuk ke dalam ruangannya Ardi langsung duduk sambil merenung

Terpopuler

Comments

Nyai iia

Nyai iia

Selamat pagi author😊
👍👍👍 hadir...

feed back nya ditunggu ya😊
"i will die in love"

2021-03-26

0

👑Meylani Putri Putti

👑Meylani Putri Putti

2like langsung

2021-03-16

0

Sang Dewi

Sang Dewi

mampir lagi ka

2021-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh dan Cerita
2 BAB 1. Putus
3 BAB 2. Di tinggal pergi
4 BAB 3. Menikah
5 BAB 4. Pergi ke kantor
6 BAB 5. Pindah rumah mertua
7 BAB 6. Peraturan baru
8 BAB 7 Bertemu Livino
9 BAB 8. Bertengkar
10 BAB 9. Menceritakan masalalu
11 BAB 10 Ke apartemen Livin
12 BAB 11. Salah Paham
13 BAB 12 Tidak jadi pergi
14 BAB 13 Kecewa
15 BAB 14 Surat perjanjian
16 BAB 15 Senyuman pagi
17 BAB 16 Tangisan Livino
18 BAB 17 Di tinggal Livino
19 BAB 18 Tiga kecupan tiga balasan
20 BAB 19 Bertemu Diana
21 BAB 20 Memikirkannya
22 BAB 21 Menjadi rasa manis
23 BAB 22 Memeluk erat
24 BAB 23 Ke bahagiaan pagi
25 BAB 24 Kecewa
26 BAB 25 Ke jujuran Ardi
27 BAB 26 Mulai jujur
28 BaB 27 Di rumah
29 BAB 28 Pertama kali masak
30 BAB 29 Di kamar
31 BAB 30 Masih ragu
32 BAB 31 Gelisah
33 BAB 32. Gagal
34 BAB 33. Mengantar Lisa
35 BAB 34. Tentang Livino
36 BAB 35. Curhat
37 BAB 36. Saling jujur
38 BAB 37. Obrolan di kamar
39 BAB 38. Lapar
40 BAB 39. Ke Jujuran Mirna
41 BAB 40. Gagal lagi
42 BAB 41. Jemput Intan
43 BAB 42. Ulet bulu
44 BAB 43. seperti 7 tahun
45 BAB 44. Menahan Amarah
46 BAB 45. 7-8 Hari
47 BAB. 46. Suapin
48 BAB 47. Berangkat
49 BAB 48. Visual. Fota tidur
50 BAB 49. Diana
51 BAB 50. Pulang
52 BAB. 51. Salah paham
53 BAB 52. Keras kepala
54 BAB 53. Egois
55 BAB 54. Mirna
56 BAB 55. Nasehat Mamah
57 BAB 56. Ingin memiliki satu kisah cinta
58 BAB 57. Dia bukan anak kandungku
59 BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!
60 BAB 59. Aku tidak peduli dengan kartu ATM
61 BAB 60. Aku minta maaf mah
62 BAB 61. Cerita sekaligus nasehat
63 BAB 62. Memang tidak boleh kesini?
64 BAB 63. Aku minta maaf kak
65 BAB 64. Yoga, aku minta maaf
66 BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu
67 BAB 66. Aku Sangat mencintainya
68 BAB 67. Kuatir
69 BAB 68. Apa tidak lupa sesuatu?
70 BAB 69. Apa kau sedangan menghindariku?
71 BAB. 70. Aku buru-buru
72 BAB 71. Curhatan Intan
73 BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku
74 BAB 73. Mabuk
75 BAB 74. Bingung
76 BAB 75. Berapa banyak kekasih yang kau miliki
77 BAB 76. Pergi ke moll
78 BAB 77. Lisa mabuk
79 BAB 78 panggilan dari kekasihmu
80 BAB 79. Laporan dari rumah sakit
81 BAB 80. Lanjutkan nanti malam
82 BAB 81. Kaka...!
83 BAB 82. Munafik
84 BAB. 83
85 BAB 84. Mau aku gendong?
86 BAB 85. Itu mah anu mah
87 BAB 86. Apa mau aku paksa?
88 BAB 87. Kaka sangat merindukanmu
89 BAB 88. Yoga, boleh aku memelukmu
90 BAB. 89 Menangis
91 BAB 90. Apa hubungannya denganku?
92 BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk
93 BAB 92. Tapi apa sayang?
94 BAB 93. Apa ini roti buatan pertama?
95 BAB 94. Tunggu
96 BAB 95. I Love you Yoga
97 BAB 96. Menemui Yoga
98 BAB 97. Gagal di mengungkapkan
99 BAB 98. Ungkapkan hati Intan
100 BAB 99. Ungkapkan hati yoga
101 BAB 100. Mencicipinya
102 BAB 101. Dasar pelit
103 BAB 102 Kebahagiaan Intan
104 BAB 103. ulang tahun Ardi
105 BAB 104. Salah paham
106 BAB 105. Buka amplop
107 BAB 106. Berpelukan
108 BAB 107. Mengakhiri hubungan
109 BAB 108. Permintaan Intan
110 BAB 109. Masa lalu Veronica
111 BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga
112 BAB 111. Jujur
113 BAB 112. Tangisan Herman
114 BAB 113. Perjodohan
115 BAB 114. Pasrah
116 BAB 115. Serigala tanpa bulu
117 BAB 116. Domba kecil
118 BAB 117. Mommy sayang
119 BAB 118. Calon keponakan
120 BAB 119. Papih sayang
121 BAB 120. Bertemu
122 BAB 121. Sandiwara Mey
123 BAB 122. Mengajak kabur
124 BAB 123. Meneolak untuk kabur
125 BAB 124. Pagi calon suamiku
126 BAB 125. Menikah
127 BAB 126. Tangisan Bahagia
128 BAB 127. Minta maaf
129 BAB 128. Suamiku
130 BAB 129. Ciuman
131 BAB 130. Ciuman pagi hari
132 BAB 131. Pulang
133 BAB 132. Tidur siang
134 BAB 133. Lelah Menunggu
135 BAB 134. Ngidam
136 BAB 135. Sate kambing
137 BAB 136.
138 BAB 37. Nasehat mamah
139 BAB 138. Mengantar mamah
140 BAB 39. Arga
141 BAB 140. Kemarahan Lisa
142 BAB 141. Tangisan Lisa
143 BAB 142. Bertengkar
144 BAB 143. Mirna minta maaf
145 BAB 144. Menujuk Lisa
146 BAB 145. Bertemu Ria
147 BAB. 146 Menesahati Lisa
148 BAB 147. Mencari Lisa
149 BAB 148. Kemarahan Lidia
150 BAB 49. Menasehati
151 BAB 150. CCTV
152 BAB 151. Di rumah Ria
153 BAB 152. Memaafkan
154 BAB 153 Ketakutan Ria
155 BAB 154. Mirna
156 BAB 155. Rencana Arga
157 BAB 157. Di hotel
158 BAB 158. Dandi
159 BAB 158. Rahma
160 BAB 159 Romi dan Jenni
161 BAB 160. Menerima foto
162 BAB 161. Menerima video
163 BAB 162. Terharu
164 BAB 163. Selalu salah
165 BAB 164 Ulat
166 BAB 165. Kedatangan Mirna
167 BAB 166. Ancaman Jenni
168 BAB 167. Ancaman Arga
169 BAB 168. Masa lalu Jenni
170 BAB 169. Keputusan Jenni
171 BAB 170. Permintaan Romi
172 BAB 171. Orang bayaran
173 BAB 172. Rem blong
174 BAB 173. Masuk rumah sakit
175 BAB 174. Datang ke rumah sakit
176 BAB 175. Menyesal
177 BAB 176. Ternyata Livino
178 BAB 177. Arga minta maaf
179 BAB 178. Memafkan Arga
180 BAB 179. Jenni terluka
181 BAB 180. Foto Sunmei Larissa
182 BAB 181. Dokter Calista
183 BAB 182. Lioni
184 BAB 183. Berbicara sendiri
185 BAB 184. Jenni menangis
186 BAB 185. Sadar
187 BAB 186. Aku adalah Sunmei
188 BAB 187. Ingin lebih dari sahabat
189 BAB 188. Di tolak
190 BAB 189. My Honey
191 BAB 190. Seperti kekasih
192 BAB 191. Nyonya muda YX
193 BAB 192. Di taman
194 BAB 183. Jenni pulang
195 BAB 194. Arga dan Lioni
196 BAB 195. Bandara
197 BAB 196. Penjelasan Argantara
198 BAB 197. Setuju
199 BAB 198. Saya kekasih Jenni
200 BAB 199. Mari kita menikah Jen
201 BAB 200. Lingsih Group
202 BAB 201. Kecewa
203 BAB 202. Tidak Sudi
204 BAB 203. Setuju
205 BAB 204. Masakan Jenni
206 BAB 205. Nasehat Romi
207 BAB 206. Buku harian
208 BAB 207. Di terima
209 BAB 208. Lamaran
210 BAB 209. Menika
211 BAB 210. (END)
Episodes

Updated 211 Episodes

1
Pengenalan tokoh dan Cerita
2
BAB 1. Putus
3
BAB 2. Di tinggal pergi
4
BAB 3. Menikah
5
BAB 4. Pergi ke kantor
6
BAB 5. Pindah rumah mertua
7
BAB 6. Peraturan baru
8
BAB 7 Bertemu Livino
9
BAB 8. Bertengkar
10
BAB 9. Menceritakan masalalu
11
BAB 10 Ke apartemen Livin
12
BAB 11. Salah Paham
13
BAB 12 Tidak jadi pergi
14
BAB 13 Kecewa
15
BAB 14 Surat perjanjian
16
BAB 15 Senyuman pagi
17
BAB 16 Tangisan Livino
18
BAB 17 Di tinggal Livino
19
BAB 18 Tiga kecupan tiga balasan
20
BAB 19 Bertemu Diana
21
BAB 20 Memikirkannya
22
BAB 21 Menjadi rasa manis
23
BAB 22 Memeluk erat
24
BAB 23 Ke bahagiaan pagi
25
BAB 24 Kecewa
26
BAB 25 Ke jujuran Ardi
27
BAB 26 Mulai jujur
28
BaB 27 Di rumah
29
BAB 28 Pertama kali masak
30
BAB 29 Di kamar
31
BAB 30 Masih ragu
32
BAB 31 Gelisah
33
BAB 32. Gagal
34
BAB 33. Mengantar Lisa
35
BAB 34. Tentang Livino
36
BAB 35. Curhat
37
BAB 36. Saling jujur
38
BAB 37. Obrolan di kamar
39
BAB 38. Lapar
40
BAB 39. Ke Jujuran Mirna
41
BAB 40. Gagal lagi
42
BAB 41. Jemput Intan
43
BAB 42. Ulet bulu
44
BAB 43. seperti 7 tahun
45
BAB 44. Menahan Amarah
46
BAB 45. 7-8 Hari
47
BAB. 46. Suapin
48
BAB 47. Berangkat
49
BAB 48. Visual. Fota tidur
50
BAB 49. Diana
51
BAB 50. Pulang
52
BAB. 51. Salah paham
53
BAB 52. Keras kepala
54
BAB 53. Egois
55
BAB 54. Mirna
56
BAB 55. Nasehat Mamah
57
BAB 56. Ingin memiliki satu kisah cinta
58
BAB 57. Dia bukan anak kandungku
59
BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!
60
BAB 59. Aku tidak peduli dengan kartu ATM
61
BAB 60. Aku minta maaf mah
62
BAB 61. Cerita sekaligus nasehat
63
BAB 62. Memang tidak boleh kesini?
64
BAB 63. Aku minta maaf kak
65
BAB 64. Yoga, aku minta maaf
66
BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu
67
BAB 66. Aku Sangat mencintainya
68
BAB 67. Kuatir
69
BAB 68. Apa tidak lupa sesuatu?
70
BAB 69. Apa kau sedangan menghindariku?
71
BAB. 70. Aku buru-buru
72
BAB 71. Curhatan Intan
73
BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku
74
BAB 73. Mabuk
75
BAB 74. Bingung
76
BAB 75. Berapa banyak kekasih yang kau miliki
77
BAB 76. Pergi ke moll
78
BAB 77. Lisa mabuk
79
BAB 78 panggilan dari kekasihmu
80
BAB 79. Laporan dari rumah sakit
81
BAB 80. Lanjutkan nanti malam
82
BAB 81. Kaka...!
83
BAB 82. Munafik
84
BAB. 83
85
BAB 84. Mau aku gendong?
86
BAB 85. Itu mah anu mah
87
BAB 86. Apa mau aku paksa?
88
BAB 87. Kaka sangat merindukanmu
89
BAB 88. Yoga, boleh aku memelukmu
90
BAB. 89 Menangis
91
BAB 90. Apa hubungannya denganku?
92
BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk
93
BAB 92. Tapi apa sayang?
94
BAB 93. Apa ini roti buatan pertama?
95
BAB 94. Tunggu
96
BAB 95. I Love you Yoga
97
BAB 96. Menemui Yoga
98
BAB 97. Gagal di mengungkapkan
99
BAB 98. Ungkapkan hati Intan
100
BAB 99. Ungkapkan hati yoga
101
BAB 100. Mencicipinya
102
BAB 101. Dasar pelit
103
BAB 102 Kebahagiaan Intan
104
BAB 103. ulang tahun Ardi
105
BAB 104. Salah paham
106
BAB 105. Buka amplop
107
BAB 106. Berpelukan
108
BAB 107. Mengakhiri hubungan
109
BAB 108. Permintaan Intan
110
BAB 109. Masa lalu Veronica
111
BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga
112
BAB 111. Jujur
113
BAB 112. Tangisan Herman
114
BAB 113. Perjodohan
115
BAB 114. Pasrah
116
BAB 115. Serigala tanpa bulu
117
BAB 116. Domba kecil
118
BAB 117. Mommy sayang
119
BAB 118. Calon keponakan
120
BAB 119. Papih sayang
121
BAB 120. Bertemu
122
BAB 121. Sandiwara Mey
123
BAB 122. Mengajak kabur
124
BAB 123. Meneolak untuk kabur
125
BAB 124. Pagi calon suamiku
126
BAB 125. Menikah
127
BAB 126. Tangisan Bahagia
128
BAB 127. Minta maaf
129
BAB 128. Suamiku
130
BAB 129. Ciuman
131
BAB 130. Ciuman pagi hari
132
BAB 131. Pulang
133
BAB 132. Tidur siang
134
BAB 133. Lelah Menunggu
135
BAB 134. Ngidam
136
BAB 135. Sate kambing
137
BAB 136.
138
BAB 37. Nasehat mamah
139
BAB 138. Mengantar mamah
140
BAB 39. Arga
141
BAB 140. Kemarahan Lisa
142
BAB 141. Tangisan Lisa
143
BAB 142. Bertengkar
144
BAB 143. Mirna minta maaf
145
BAB 144. Menujuk Lisa
146
BAB 145. Bertemu Ria
147
BAB. 146 Menesahati Lisa
148
BAB 147. Mencari Lisa
149
BAB 148. Kemarahan Lidia
150
BAB 49. Menasehati
151
BAB 150. CCTV
152
BAB 151. Di rumah Ria
153
BAB 152. Memaafkan
154
BAB 153 Ketakutan Ria
155
BAB 154. Mirna
156
BAB 155. Rencana Arga
157
BAB 157. Di hotel
158
BAB 158. Dandi
159
BAB 158. Rahma
160
BAB 159 Romi dan Jenni
161
BAB 160. Menerima foto
162
BAB 161. Menerima video
163
BAB 162. Terharu
164
BAB 163. Selalu salah
165
BAB 164 Ulat
166
BAB 165. Kedatangan Mirna
167
BAB 166. Ancaman Jenni
168
BAB 167. Ancaman Arga
169
BAB 168. Masa lalu Jenni
170
BAB 169. Keputusan Jenni
171
BAB 170. Permintaan Romi
172
BAB 171. Orang bayaran
173
BAB 172. Rem blong
174
BAB 173. Masuk rumah sakit
175
BAB 174. Datang ke rumah sakit
176
BAB 175. Menyesal
177
BAB 176. Ternyata Livino
178
BAB 177. Arga minta maaf
179
BAB 178. Memafkan Arga
180
BAB 179. Jenni terluka
181
BAB 180. Foto Sunmei Larissa
182
BAB 181. Dokter Calista
183
BAB 182. Lioni
184
BAB 183. Berbicara sendiri
185
BAB 184. Jenni menangis
186
BAB 185. Sadar
187
BAB 186. Aku adalah Sunmei
188
BAB 187. Ingin lebih dari sahabat
189
BAB 188. Di tolak
190
BAB 189. My Honey
191
BAB 190. Seperti kekasih
192
BAB 191. Nyonya muda YX
193
BAB 192. Di taman
194
BAB 183. Jenni pulang
195
BAB 194. Arga dan Lioni
196
BAB 195. Bandara
197
BAB 196. Penjelasan Argantara
198
BAB 197. Setuju
199
BAB 198. Saya kekasih Jenni
200
BAB 199. Mari kita menikah Jen
201
BAB 200. Lingsih Group
202
BAB 201. Kecewa
203
BAB 202. Tidak Sudi
204
BAB 203. Setuju
205
BAB 204. Masakan Jenni
206
BAB 205. Nasehat Romi
207
BAB 206. Buku harian
208
BAB 207. Di terima
209
BAB 208. Lamaran
210
BAB 209. Menika
211
BAB 210. (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!