Ardi tidak menjawab perkataan Livino, kini raut wajah yang semakin kecewa dengan perkataan Livino. Ria dan Yoga ikut bengong atas perkataan Livino
" Aku yakin kau salah paham dengan perkataanku, kau hanya anak ingusan mencoba bermain-main denganku." Batin Livino
" Kalau kau tidak percaya tanyakan saja dengan istrimu, apa kau pernah tidur dengan Livino, pasti jawaban istrimu iya pernah berkali-kali." Ucap Livino masih dengan senyum sinisnya
Ardi masih tidak menjawab perkataan dari Livino, pikiran Ardi sudah tidak karuan, bukan karena masalah keperawanan, tapi karena istrinya sangat mencintai Livino
" Kenapa, apa kau menyesal menikahinya, jika kau tidak menginginkan Lisa langsung ceraikan Lisa, aku pasti akan menikahinya." Ucap Livino masih dengan senyum sinis
" Brengsek, aku tidak akan pernah menceraikan lisa, jangan pernah bermimpi kau akan mendapatkan istriku!." Bentak Ardi
Kini wajah putih Ardi sudah sangat merah, karena perkataan Livino
" Apa kau tidak menyesal kalau istrimu pernah tidur bersamaku?"
Livino masih senang memancing emosi Ardi, dirinya seperti mendapatkan mainan yang unik
" Tidak akan pernah menyesal, aku tidak mempermasalahkan istriku pernah tidur bersama siapa, karena semua orang pasti memiliki masalalu termasuk istriku."
" Jawaban ini yang ingin aku dengar dari mulutmu, setidaknya kau orang yang pantas untuk Lisa." Batin Livino
Ria sudah mengepalkan kedua tangannya dirinya sudah ingin menampar Livino, tapi sekuat tenaga untuk menahan amarahnya
" Sialan kau. Jadi kau ingin pergi ke Paris karena kau tidak ingin tanggung jawab yang telah kau perbuat, kau bilang kau tidak punya perasan tapi kau menidurinya dasar bajingan. Lisa saja bodoh kenapa tergoda oleh mahluk tampan bajingan seperti ini." Batin Ria
" Kenapa kau meninggalkan Lisa saat 5 tahun yang lalu. Jika kau sangat sayang pada istrimu?"
" Karena aku sangat mencintainya, aku tidak ingin istriku selalu memikirkan aku, aku ingin Lisa pokus kuliah, karena saat itu Lisa masih semester 2."
" Iya, tapi itu salahmu, karena kau memutuskan hubungan dengan Lisa, jadi sekarang Lisa hanya mencintaiku."
" Aku tidak akan pernah merelakan Lisa dengan kau, dan harus kau ingat aku ini suaminya."
" Baik. Jika kau seperti itu, kita bersaing sehat, apa kau bisa mendapatkan cinta Lisa lagi, aku juga ingin tau, sampai kapan kau akan bertahan dengan Lisa yang tidak pernah mencintaimu, sedangkan aku sudah jelas bisa mendapat lkan hati Lisa, karena aku adalah kekasih kecilnya bahkan sampai sekarang Lisa masih mencintaiku."
Livino makin semangat memancing emosi Ardi
" Baik, lihat saja nanti, aku pasti bisa mendapatkan hati Lisa lagi."
Livino tau, Ardi salah paham atas perkataannya tadi untuk itu masih ingin membuat Ardi emosi
" Ingat baik-baik. Jika Lisa hamil itu anakku." Ucap Livino masih dengan senyum sinis
Ardi sudah akan melayangkan pukulan lagi, tapi langsung di tahan oleh Yoga
" Apa kau gila. Jika kau memukulnya lagi, kau pasti akan mendapatkan masalah baru."
Ardi menatap tajam yang tidak bisa di artikan pada Livino
" Jika kau menidurinya lagi, aku pastikan kau akan aku habisi!." Bentak Ardi
Ardi langsung pergi dari tempat Livino
" Maafkan teman saya, tolong jangan tuntut masalah tadi." Ucap Yoga sambil menunduk
" Hahaha, kau pergi sana, siapa juga yang akan mempermasalahkan bocah ingusan seperti dia." Jawab Livino sambil tertawa
Lalu Yoga langsung mengikuti Ardi yang lebih dulu pergi. Tinggal Ria dan Livino. Setelah Ardi dan Yoga pergi Ria langsung berbicara
" Jadi kau pergi karena tidak ingin beranggung jawab?"
" Apa yang kau maksud?"
" Kenapa kau bertanya balik dasar brengek, kenapa kau memanfaatkan keadaan, apa karena Lisa membuat mu berharga!." Bentak Ria
" Hahaha, jadi kau juga salah paham, apa yang kau pikirkan?"
" Maksud Kaka apa?" Tanya Ria dengan raut wajah yang bingung
" Kau memikirkan apa sampai memanggilku brengsek, apa kau memikirkan hal mesum?" Tanya Livino sambil tersenyum
Ria garuk-garuk kepala yang tidak gatal tanpa menjawab pertanyaan dari Livino
" Ria, aku dan Lisa hanya tidur itu pun kejadiannya sudah 14 tahun yang lalu, saat masih anak-anak, apa kau memikirkan hal mesum?" Tanya Livino masih tersenyum
Wajah Ria langsung merah
"Bodoh, apa yang aku pikirkan." Batin Ria
" Sudah, lebih baik kau pulang sudah malam, jangan pernah memikirkan hal mesum lagi." Suruh Livino yang menahan senyumnya karena dirinya tau, Ria sangat malu
" Aku pikir Kaka telah melakukan sesuatu bersama Lisa, aku minta maaf kak, karena sudah bilang Kaka brengsek,apa perlu aku kompres?"
" Tidak perlu sekarang sudah malam, meskipun rumahmu jaraknya hanya 5 menit, tapi takut terjadi gosip yang tidak di inginkan."
" Baiklah kak."
Ria langsung berjalan sambil menepuk jidatnya.
" sial, kenapa aku salah paham tanpa bertanya, sangat memalukan." Batin Ria
...****************...
Ardi turun dari mobil masih dengan amarahnya lalu dirinya langsung masuk ke dalam rumah
" Ardi." panggil Ardian
" Yah, kenapa belum tidur?"
" Sini, Ayah ingin bicara."
" Iya yah."
Ardi berjalan mendekati Ayahnya, dirinya langsung duduk di sisi Ayahnya
" Ardi, apa kau sangat mencintai Lisa?"
" Ayah, kenapa bertanya tentang itu, Ardi sangat mencintai Lisa, Ardi tau pernikahan kita sekarang seperti dua orang asing yang harus satu atap, tapi jika Ardi harus melepaskan seperti dulu, Ardi minta maaf yah, Ardi tidak bisa, sudah cukup 5 tahun ini berpisah."
" Baiklah nak, kalau ini memang keputusanmu, Ayah selalu mendukungmu keputusan apa yang kau ambil."
" Iya Ayah terimakasih, kalau begitu Ardi ke kamar dulu."
" Iya nak."
Ardi berjalan menaiki tangga. Lisa yang mendengar suara sandal langsung berdiri lalu dirinya duduk di sofa. Ardi lalu masuk ke dalam kamarnya, dirinya langsung masuk ke dalam kamar mandi, tapi masih ingat perkataan Livino lalu dirinya langsung keluar lagi berjalan mendekati istrinya. Ardi menatap tajam pada istrinya
" Apa kau pernah tidur bersama Livino?"
" Iya, aku pernah tidur bersama Livino."
Ardi bertanya lagi walaupun sudah di jawab
" Benar kau pernah tidur dengannya?"
" Iya, berkali-kali tapi."
Lisa belum melanjutkan pembicaraan. Ardi sudah membentaknya
" Diam, aku tidak butuh penjelasan!." Bentak Ardi
" Apa yang sebenarnya Ardi maksud." Batin Lisa
Ardi menarik istrinya langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang
" Mari kita lakukan."
Ardi menindih istrinya langsung mencium bibirnya dengan kasar
Plakk!!
Tamparan keras itu mengenai pipi Ardi. Lisa langsung menangis
" Kenapa kau menapar aku, apa kau takut kalau kau sudah tidak perawan?"
Lisa langsung turun dari ranjang, dirinya duduk di samping ranjang. Tubuh Lisa mulai gemetar
" Apa yang Ardi maksud, kenapa semarah itu, bukannya tadi bertanya hanya tidur, kenapa sampai berbicara seperti itu, bahkan ciuman pertamaku juga tadi kau yang melakukannya, kenapa aku seperti gadis murahan di matamu." Batin Lisa
" Kenapa diam!" Bentak Ardi
Lisa masih tidak menjawab. Kepalanya menyandarkan di sisi ranjang dirinya langsung menunduk takut. Karena Lisa tidak menjawab Ardi semakin marah. Membanting seluruh barang yang ada di dalam kamarnya
Brukk, Brukk, Brukk.
Seluruh barang itu di jatuhkan oleh Ardi. Air mata Lisa semakin deras, badan Lisa semakin gemetar melihat kelakuan suaminya yang tidak bisa mengontrol emosinya sendiri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Neti Jalia
10 like dariku thor,hujani karyaku jg dgn like ya
*Hujan dibalik punggung
*suamiku Ceo ganas
2021-04-22
0
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
jejak hadir
2021-03-19
1
Nyai iia
"i will die in love"
dateng lagi bawa like neh, yuk saling dukung..
jangan lupa feed back dan tinggalkan jejaknya yak☺
2021-03-17
1