Pagi hari Lisa langsung bangun. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07.30. Lisa langsung lari menuruni tangga langsung menyambar kunci mobil
"Gawat-gawat aku kesiangan."
Lidia yang melihat anaknya buru-buru langsung bertanya
" Sayang kau mau kemana dengan memakai baju tidur?"
" Buru-buru mah, Lisa ada perlu pagi ini."
Lisa langsung lari ke mobil. Menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi
" Ya Tuhan mudah-mudahan aku masih bisa melihat Ardi untuk terakhir kalinya." Batin Lisa
Setelah menempuh perjalanan 47 menit Lisa sampai di bandara dirinya langsung memarkirkan mobilnya lalu langsung turun. Lisa melihat dari kejauhan dirinya tidak ingin menapakan wajahnya, dirinya melihat orang yang di cintainya sedang berbicara dengan orang tuanya. Lisa tetap fokus melihat pria itu. Tanpa peduli dengan penampilan dirinya yang hanya memakai baju tidur dan bando kelinci. Semua orang melihat Lisa dengan tatapan sangat aneh
" Gadis cantik, tapi sepertinya sedikit Gila." Ucap orang yang lagi hamil sambil mengelus-elus perut buncitnya
Lisa mendengar itu lalu dirinya menyadari kalau belum melepaskan bando kelincinya
" Ya Tuhan, sepertinya aku memang sudah gila. Bagaimana mungkin aku ke Bandara dengan rambut yang berantakan. Ah terserah." Batin Lisa sambil terus melihat Ardi
Ardi melihat jam tangannya yang sudah menujukan pukul 08.30.
" Apa dia benar-benar membenciku, sampai tidak datang. Aku ingin sekalih melihatmu terakhir kalinya, aku sangat takut saat aku kembali ke Indonesia kau sudah menikah." Batin Ardi
Mirna melihat anaknya seperti menunggu seseorang dirinya langsung bertanya
" Sayang, apa kau menunggu seseorang?"
" Tidak mah."
" Sayang. Jika memang Lisa jodohmu pasti kalian akan bersama lagi. Mamah tau, kau sangat mencintainya, tapi harus ingat dengan usiamu yang masih sangat muda."
" Mah, Ardi mengerti maksud mamah." Jawab Ardi dengan raut wajah yang sangat kecewa
" Ya sudah, kau masuklah, sebentar lagi pesawatnya akan berangkat."
" Iya mah, kalau begitu Ardi pamit dulu."
" Iya sayang."
Ardi langsung memeluk ibunya sambil meteskan air matanya, dirinya bukan hanya berat meninggalkan ibunya, tapi rasa kekecewaan itu juga ada, orang yang dirinya cintai bener-bener tidak datang. Setelah melepaskan pelukannya. Ibunya mengusap air mata yang ada di pipi Ardi
" saya tau, kau sedih karena mantan kekasihmu tidak datang, dan tidak memberimu semangat." Batin Mirna
Ardi berjalan sambil menarik kopernya dirinya masih meneteskan air matanya. Setelah Ardi sudah tidak terlihat lagi. Lisa langsung terduduk lemas, air mata yang dari tadi di tahan sudah tidak bisa di tahan lagi langsung membasahi wajah cantiknya
" Ya Tuhan. Apa dia akan kembali lagi padaku. Aku sangat mencintainya. Aku sudah datang sesuai yang kau inginkan. Apa kau akan melupakanku kak." Batin Lisa
Setelah pikirannya sudah tenang Lisa langsung berdiri lalu langsung berjalan dengan kaki yang lemas. Lisa mengingat kembali kenangan manis bersama kekasihnya. Seorang Gadis kecil usia 6 tahun itu menghampiri Lisa yang berjalan seperti tidak tau arah
" kaka cantik, apa kau sakit?" Tanya Laura sambil memegang tangan kanan Lisa
" Tidak dek." Jawab Lisa
Ibu Gadis kecil itu menghampiri Lisa
" Nona, maafkan kelancangan anak saya."
" Tidak apa-apa bu." Jawab Lisa sambil tersenyum
" Kaka cantik, kenapa kau memakai baju tidur seperti anak-anak?" Tanya Laura lagi
Lisa langsung berjongkok di depan Gadis kecil itu.
" Tadi Kaka buru-buru, jadi Kaka tidak sempat mengganti baju."
Gadis kecil itu mengusap air mata Lisa memakai kedua tangannya
" Kaka jangan menangis, Kaka sudah besar kenapa menangis. Laura saja yang masih kecil tidak nangis."
" Jadi namanya Laura. Nama yang sangat cantik seperti orangnya."
" Iya kaka, nama aku Laura, nama Kaka siapa?"
" Nama Kaka, Lisa."
"Apa tidak ada nama lengkapnya?"
" Nama lengkap Kaka, Lisa Ayunda."
" Wah nama yang cantik. Kaka juga sangat cantik, hanya saja Kaka menangis dan rambut Kaka berantakan jadi Kaka terlihat kumel."
Ibu paru baya itu minta maaf lagi karena ucapan anaknya
" Nona, sekali lagi saya minta maaf atas perkataan anak saya."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum
" Ayo nak, kita pulang."
Ajak ibu itu pada anak Gadis kecilnya karena takut anaknya akan berbicara sembarangan lagi
"Baik mah."
Gadis kecil itu langsung mencium kening Lisa
" Kaka jangan sedih lagi ya, pulangnya harus hati hati."
" Ya Tuhan, Gadis di hadapan ku sangat dewasa sekali. Dia bisa menangkan ku, sedangkan aku di tinggalkan olehnya, aku seperti sudah gila." Batin Lisa
Laura langsung bersuara lagi karena perkataannya tidak di jawab
" Kaka ko tidak di jawab?"
Lisa langsung sadar dari lamunannya saat mendengar suara Laura
" Iya sayang, Kaka berterimakasih karena Laura sudah membuat Kaka tenang." Jawab Lisa sambil membelai rambut Laura
" Tidak apa-apa kak, kalau begitu Laura pamit dulu kak."
"Iya Laura, hati-hati yah dek, jadi anak baik kalau sudah dewasa nanti." Jawab Lisa masih membelai rambut Laura
" Iya kaka cantik."
Setelah Gadis itu pergi. Lisa melanjutkan jalan kembali menuju parkiran. Setelah sampai di mobil dirinya langsung masuk mobil. Lisa menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi
" Kau bajingan kak, kau benar-benar bajingan!."
Air mata Lisa l langsung membasahi pipinya lagi. Setelah 27 menit Lisa sampai di tempat yang Lisa tuju. Lisa langsung turun dengan langkah kaki yang lemas. Di sini adalah tempat yang selalu Lisa dan Ardi habiskan berdua. Lisa melihat sekelilingnya dengan sangat kecewa, dirinya mengingat kembali tentang kekasihnya yang akan melamarnya di usia dirinya 23 tahun
" Kau bajingan Ardi. Aku sangat membencimu!." Teriak Lisa
Lisa mengambil ponsel lalu dirinya melihat foto mantan kekasihnya yang sedang tersenyum ceriah sambil memegang tangan dirinya
" kau membuatku jatuh cinta, tapi kau yang meninggalkan aku, tanpa sepatah kata pun aku tau, apa kesalahanku. Kau tau, aku sudah seperti orang gila, apa kau tidak bisa merasakan itu!." Terik Lisa masih meteskan air mata
Setelah mengeluarkan unek-uneknya Lisa langsung masuk mobil lagi untuk pulang. Karena pikiran Lisa mulai tenang dirinya menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, tapi tetap saja air matanya masih membasahi pipi cantiknya. Setelah menempuh perjalanan 31 menit Lisa sampai di rumah. Lisa turun dari mobil dengan raut wajah kecewa, dirinya berjalan dengan langkah kaki yang lemas memasuki rumah. Lidia melihat anaknya berjalan seperti penuh kecewakan dirinya langsung mendekati anaknya
" Sayang ada apa nak?" Tanya Lidia dengan kuatir
" Tidak apa-apa mah, Lisa hanya lelah, kalau begitu Lisa masuk kamar dulu."
" Iya sayang."
Lisa menaiki tangga dengan pelan-pelan, karena tenaganya sudah terkuras habis
Lidia terus melihat anaknya yang jalan menaiki tangga
"Apa kau karena Ardi nak, ini memang keputusan yang bener yang di ambil oleh Ardi. Ardi hanya tidak ingin kau selalu menunggunya. Ardi hanya ingin kau menjalani hidupmu tanpa memikirkannya." Batin Lidia
Lisa langsung duduk di atas ranjang. Dirinya melihat sekeliling kamarnya yang banyak sekalih foto-foto Ardi bersama dirinya. Lisa langsung bangun dari ranjang dirinya langsung membuang semua foto yang bersama Ardi
" Dasar kau bajingan kak."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
hiatus
dukung karya ku juga yaa thoor, judulnya 'What Happens When You Die'
mari saling mendukung thoor
2021-08-24
0
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
aleena menjadi kak😍😍
2021-07-24
0
sariz07
sedih 😔
2021-04-30
1