Ardi keluar dari kamar mandi dirinya langsung mendekati istrinya. Ardi menatap wajah istrinya yang sedang tertidur pulas
" Apa kau sangat ingin kita bercerai, apa kau sangat mencintai Livino. Lisa, aku tidak bisa kehilanganmu lagi, mungkin dulu dan sekarang kau menggapa aku egois, tapi aku tidak peduli itu, dari saat kau SMA hingga sekarang aku tetap mencintaimu." Batin ardi
Ardi lalu berjalan keluar dari kamarnya
" Bi Ira."
" Iya tuan muda."
" Bilang sama nyonya, saya dan nona muda tidak makan malam, nona muda sudah tidur."
" Baik tuan muda."
Bi Ira langsung menuruni tangga. Ardi masuk lagi ke dalam kamarnya. Ardi mengambil bantal untuk tidur di sisi istrinya. Ardi tidak peduli walaupun sempit, dirinya merebahkan tubuhnya di sisi istrinya, hingga dirinya ikut tertidur. Bi Ira sampai di dekat meja makan
" Nyonya, tuan muda dan nona muda tidak makan."
" Kenapa Bi." Tanya Mirna sedikit kuatir karena melihat menantunya tadi sore wajahnya sangat pucat
" Nona muda sudah tidur nyonya."
" Oh, iya Bi."
" Saya permisi dulu nyonya."
" Iya Bi."
Bi Ira langsung melangkahkan kakinya ke dapur
" Mah, apa mereka bertengkar lagi?" Tanya Ardian sangat kuatir
" Ayah, tidak perlu kuatir seperti itu, sepertinya tidak." Jawab Mirna sambil tersenyum
" Kenapa mamah terus tersenyum dari sore hingga sekarang senyum manis mamah tidak pudar?" Tanya Ardian dengan sedikit bingung pada istrinya
" Tadi sore Lisa menjawab sapaan aku sambil tersenyum manis padaku, itu kenapa aku sangat bahagia yah, semoga saja ini awal perubahan sikap Lisa lagi, aku sangat kangen dengan Lisa yang dulu."
" Oh, seperti itu mah." Jawab Ardian sambil tersenyum
Ardian menatap wajah istrinya, walaupun sedang makan senyuman istrinya tidak pernah pudar
" Mirna, memang sangat sayang dengan Lisa, dari Ardi belum memiliki hubungan dengan Lisa, Mirna sudah menyukai Lisa, semoga saja mereka bisa bertahan dengan pernikahannya, Ardi dan Lisa semoga di beri kemudahan untuk menyelesaikan masalahnya." Batin Ardian
...****************...
Pagi hari Lisa bangun lebih dulu, karena merasa ada tangan di pinggangnya. Lisa langsung melihat di sisinya ternyata ada suaminya yang tertidur pulas sambil memeluk dirinya
" Bajingan kenapa kau tidar denganmu!." Bentak Lisa sambil mendorong suaminya ke lantai
Ardi lalu bangun dirinya langsung menatap istrinya dengan tatapan bingung
" Hey, bajingan jangan macem-macem kau." Ucap Lisa sambil menarik selimut untuk menutup dadanya karena dirinya panik tidak menyadari masih memakai baju
" Apa yang kau lakukan pagi-pagi?" Tanya Ardi, dirinya lupa kalau tidur di sofa bersama istrinya
" Kalau kau tidak tidur di sofa, mana mungkin aku mendorongmu, apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Lisa sambil menatap tajam pada suaminya
" Aku lupa, kalau tidur di sofa bersamanya." Batin Ardi
" Sepertinya semalam aku melakukan sesuatu padamu, hingga aku tertidur." Jawab Ardi sambil tersenyum
Lisa langsung membuka selimutnya
" Sukurlah aku masih utuh." Ucap Lisa sambil mengelus dadanya sendiri
" Apa yang kau pikirkan, apa kau menginginkan aku melakukan sesuatu?" Tanya Ardi sambil tersenyum manis
" Tidak ada." Jawab Lisa
wajah Lisa mulai merah karena malu. Ardi langsung berdiri dirinya menatap istrinya dengan tatapan tajam. Lisa yang di tatap suaminya dirinya langsung menunduk. Ardi mencium bibir istrinya sekilas, lalu dirinya langsung berjalan ke dalam kamar mandi
" Dasar kau bajingan!." Teriak Lisa sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam
" Ingat jangan lupa bajingan ini suamimu." Jawab Ardi masih tersenyum
" Jangan pernah berharap kau menjadi suamiku, dasar mesum!."
" Hahaha, sepertinya kau lupa juga, kalau kita sudah menikah." Jawab Ardi sambil tertawa
" Ingat, pernikahan kita hanya status jadi jangan berharap kau menjadi suamiku." Ucap Lisa dengan ketus
" Terserah, yang jelas pernikahan kita sah di mata negara dan di hadapan tuhan." Jawab Ardi
Ardi lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi, dirinya langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, senyuman manisnya di bibir Ardi tidak pernah pudar. Setelah 15 menit Ardi keluar dari kamar mandi langsung melihat istrinya yang masih membaringkan tubuhnya. Ardi mendekati istrinya lalu dirinya langsung berjongkok
" Apa kau sakit?" Tanya Ardi sambil memegang kening istrinya
" Jangan sentuh aku bajingan, aku ini seorang dokter, tentu aku bisa merawat tubuhku sendiri." Jawab Lisa dengan ketus
" Mandi sana, apa kau mengambil cuti lagi hari ini?"
" Mau aku mengambil cuti mau tidak itu urusanku."
" Apa kurang lama aku menciummu, hingga kau berbaring lagi, apa ingin aku cium lagi?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya dirinya langsung lari ke kamar mandi
Bruk..
Lisa menutup pintu dengan kencang, lalu langsung menyalakan shower untuk membasih tubuhnya
" Apa kau gila Ardi, sampai kapan kau akan mempertahankan pernikahan yang tidak jelas ini, aku tidak pernah tau, sampai kapan bekas luka hatiku hilang, setiap melihat wajahmu, aku selalu melihat kejadian 5 tahun yang lalu." Batin Lisa
" Lisa, walaupun jawabanmu itu tidak enak di dengar, setidaknya sekarang kau mau menjawab pertanyaan aku, kau jangan pernah berpikir bisa lepas dari pernikahan ini, karena kau cinta pertama dan terakhirku, hingga 8 tahun ini bahkan aku tetap mencintaimu." Batin Ardi
Setelah 15 menit Lisa keluar dari kamar mandi. Lisa langsung berdanda. Ardi masih setia menunggu istrinya. Setelah dandan, Lisa mengambil tasnya lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya keluar, tapi langkahnya terhenti saat Ardi berbicara
" Tunggu, aku menunggumu dari tadi, kau tidak ingin mengajak aku?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya dirinya langsung berjalan lagi keluar kamar
" Pagi nona muda." Sapa Bi Ira sambil menunduk, tapi dirinya tetap sedikit melirik karena wajah nona mudanya tidak pernah bosan untuk di lihat
" Pagi juga Bi." Jawab Lisa sambil tersenyum
Lisa langsung menuruni tangga. Bi Ira yang mendengar sapaannya di jawab langsung melihat nona mudanya sambil tersenyum
" Pertama kali aku melihat senyum nona muda, sangat menggoda, pantas saja tuan muda tergila-gila, ternyata kalau tersenyum sangat luar biasa."
Ardi yang mendengar perkataan pelayanannya ikut tersenyum. Bi Ira belum menyadari kalau tuan mudanya sudah ada di belakangnya
" Bi, kalau berbicara jangan sendirian." Ucap Ardi sambil tersenyum
" Pagi tuan muda, maafkan kelancangan saya tuan muda, saya hanya kagum dengan kecantikan dan senyum nona muda." Jawab Bi Ira sambil menunduk
Ardi menjawab dengan anggukan kepala, lalu dirinya langsung menuruni tangga mengikuti istrinya
" pagi sayang." Sapa Mirna pada menantunya
" Pagi juga mah." Jawab Lisa lalu langsung duduk
" Pagi mah, Pagi ayah." Sapa Ardi sambil menggeser kursi untuk duduk
" Pagi juga sayang." Jawab Mirna
Ardian hanya menggunakan kepala sebagai jawaban. Mirna dan Ardian yang melihat wajah anak dan menantunya ceriah saling menatap. Mirna akan mengambilkan sarapan untuk menantunya
" Mah biar Lisa saja."
Lisa langsung mengambil piring yang sudah di pegang mertuanya
" Baiklah sayang."
Ardi makan sambil terus menatap Lisa. Lisa seperti biasa makan hanya menunduk. Mirna dan Ardian makan masih saling menatap keduanya sangat bahagia melihat wajah anak dan menantunya ceriah. Ardi setelah selesai langsung berdiri
" Mah, yah Ardi berangkat dulu."
" Iya sayang, kau hati-hati." jawab Mirna
" Iya nak." Jawab Ardian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
penahitam (HIATUS)
Kerenn Thor ....
Salam dari karyaku 'About Love'
2021-04-15
1
Aysel
mangatzzz thorrrrr
2021-04-02
1
D'randra_15
3 like👍 semangat thor💪
2021-03-24
1