Hari ini Lisa mengambil cuti. Pagi hari sudah rapih, memakai Dress mini sebawah lutut dengan rambut terurai, wajah yang ceria karena akan menemui orang yang sangat berharga bagi dirinya. Lisa keluar dari kamar. Bi Ira yang sedang ngelap-ngelap melihat Nona mudanya menatap kagum dengan kecantikannya
"Bi." Panggil Lisa
Bi Ira tidak menjawab masih menatap kagum dengan kecantikan nona mudanya
" BiBi."
" Iya nona muda."
" Kau yang merapihkan kamar Ardi?"
" Iya nona muda."
" kau boleh merapihkan seluruh ruangan kamarnya, tapi jangan merapihkan barang-barang saya, termasuk baju kotor saya, saya tidak suka ada orang yang menyentuh barang-barang saya." Ucap Lisa dengan suara datar dan tatapan mata tajam
" Iya nona muda."
Bi Ira langsung menunduk. Tidak berani lagi melihat Gadis cantik yang ada di hadapannya. Suara Lisa yang sangat datar dan tatapan mata yang tidak bisa di artikan, membuat Bi Ira bergidik ngeri dengan orang yang ada di hadapannya. Setelah selesai bicara Lisa langsung menuruni tangga. Bi Ira mengelus dadanya sendiri
" Nona muda, sangat cantik, tapi wajahnya memiliki aura dingin, suara datar, tatapan tajam seperti ingin memangsaku hidup-hidup, tidak buat kesalahan saja suaranya seperti itu, apa lagi membuat kesalahan pasti aku mati."
" Bi Ira, jaga bicaramu."
" Pagi tuan muda, maafkan kelancangan saya, saya tidak bermaksud untuk menjelekkan sikap nona muda." Bi Ira kini menunduk takut karena berbicara sebarangan
" Bi, istri saya memang seperti itu, jadi Bi Ira jangan sampai melakukan kesalahan terhadap nona muda."
" Baik tuan muda."
Ardi langsung menuruni tangga
" Rumor Nona muda ternyata benar, memiliki wajah cantik, tatapan mata tajam, suara datar, aku bekerja di sini sudah 11 tahun, tapi baru kali ini ada orang yang sangat aku takuti hanya dengan suaranya, ko aku malah berbicara sendiri sih bukannya kerja." Bi Ira melanjutkan kerjaannya lagi
"Pagi menantu mamah yang cantik, sini sayang sarapan."
Lisa mendekati meja makan tanpa menjawab sapaan dari mertunya. Ardi turun dari tangga. Ardi sudah dengar sapaan orang tuanya pada istrinya, hati Ardi makin sakit, bahkan sapaan orang tuanya saja tidak di jawab sama sekali
" Pagi mah, Ayah kemana mah?"
" Iya sayang, Ayahmu sudah pergi lebih dulu, sekarang kau tau, Ayah di perusahaan cabang."
" Iya mah."
Mereka sarapan tanpa suara hanya ada dentingan sendok yang terdengar. Lisa tetap menunduk. Ponsel Lisa bergetar. Lisa membaca pesan itu, dirinya langsung berdiri. Mirna mencoba bertanya lagi karena Lisa sudah berdiri
" Sayang, kenapa tidak di lanjutkan sarapannya, memang buru-buru.?"
" Mau jalan"
Lisa langsung melangkahkan kakinya keluar rumah. Mirna sedikit lega karena menantunya mau menjawab pertanyaan dirinya meski hanya 2 kata
Tinggal Ardi dan Mirna di meja makan
" Mah, Ardi bener-bener minta maaf, tidak bisa mendidik istri Ardi dengan benar, Ardi juga bingung dengan sikapnya, dia bukan Gadis seperti dulu saat jaman SMA, dia memang orang yang datar, tapi masih ada senyum meski sekilas, tapi sekarang Ardi juga seperti orang asing di mata Lisa."
" Ardi, mamah tidak pernah menyalahkanmu, atau menyalahkan Lisa, mamah yakin suatu saat Lisa bisa seperti dulu."
" Ya sudah Ardi berangkat dulu."
" Iya sayang."
Ardi jalan keluar yang sudah di tunggu Santi
" Pagi pak CEO."
" Iya."
Santi membuka pintu mobil untuk Ardi. Langsung melaju ke kantor. Santi menyetir sambil melihat kaca spion dirinya melihat atasannya seperti banyak masalah. Setelah 30 menit Santi dan Ardi sampai di kantor. Ardi turun di ikuti Santi. Semua karyawan menunduk. Santi membuka pintu lift. Setelah keluar dari lift Santi membuka pintu untuk atasannya. Ardi langsung duduk dirinya langsung fokus dengan kerjaannya
Tok, tok.
" Masuk."
masuklah seorang wanita cantik, seksi dengan jalan berlenggak lenggok
" Pak CEO, ini laporan yang anda minta."
" Iya, kau boleh keluar." Jawab Ardi masih fokus dengan laptopnya tanpa melihat orangnya
" Iya."
Keyla memasang wajah kesal karena pak CEO tidak melihat sama sekali. Santi tersenyum melihat tingkah Keyla. Ardi melihat berkas yang di serahkan Keyla masih banyak yang salah
" Tunggu."
Keyla langsung kembali lagi ke depan Ardi
" Laporan ini masih banyak yang salah, buat ulang laporannya, dan periksa yang teliti." Suruh Ardi sambil menyerahkan laporannya lagi
" Baik pak CEO."
Keyla mengambil laporannya dirinya langsung berjalan keluar. Ardi melirik ke sekretarisnya
" Tunggu, kemari sebentar."
" Iya pak CEO."
" Apa kau tidak bisa, memakai baju yang rapih?"
" Iya, bisa pak CEO."
" Ingat jangan sampai terulang lagi, kau boleh memakai rok mini lagi dan baju jangan terlalu ketat. Saya bukan hanya kerjaan yang bagus, tapi penampilan juga harus di siplin. Jika peraturan saya tidak suka, kau boleh angkat kaki dari kantor ini."
" Baik pak CEO."
" Kau boleh keluar."
" Iya pak CEO."
Keyla keluar dari ruangan Ardi sambil mendengus kesal
" Baru kali ini ada yang tidak suka padaku, sangat menarik, banyak orang tergila-gila padaku, karena tampilanku yang seksi, apa dia tidak suka wanita? Ah sial ngapain juga aku berbicara sendiri gara-gara CEO dingin itu."
"Santi."
" Iya pak CEO."
" Bilang sama karyawan, jangan menggunakan baju ketat, jangan pakai rok seatas lutut. Jika ada yang tidak suka dengan aturan baru, kau boleh memecatnya, selama saya masih menjadi CEO di kantor ini."
" Baik pak CEO."
Santi berjalan keluar. Setelah menutup pintu, dirinya berhenti sebentar
" Apa dia tidak tertarik dengan wanita?"
Santi langsung berjalan lagi
" Semuanya tolong kumpul."
Mereka berkumpul
" Saya dapat peraturan baru dari pak CEO, kalian jangan menggunakan baju ketat, dan rok harus sebawah lutut."
Semua tertuju pada Keyla dan Aurel yang selalu memakai baju ketat dan rok seatas lutut
" Apa dia tidak salah?" Tanya Aurel
" Tidak ini peraturan baru. Jika tidak suka, kalian boleh angkat kaki dari kantor ini, itu saja yang ingin saya katakan, kau bisa lanjutkan pekerjaan masing-masing."
Hanya Aurel yang masih diam
" Aurel, kau kenapa?"
" Gila pak CEO tampan, tapi seleranya aneh, semua wanita selalu ingin tampil seksi, agar di sukai banyak orang, tapi dia ingin rapih, kira-kira seperti apa seleranya?"
" Ngawur kau, turuti saja kalau masih ingan bekerja di kantor ini."
" Baik Santi."
Aurel langsung berjalan ke tempat kerjanya. Santi masuk ke ruangan Ardi kembali
" Kau sudah katakan yang saya suruh?"
" Sudah pak CEO."
" Baiklah."
Ardi kembali fokus dengan laptopnya. Santi menatap atasannya dengan tatapan aneh
" Apa dia tidak suka wanita, tunggu seingat aku kemarin pak CEO berbicara malam pertama, tapi siapa yang jadi istrinya." Batin santi
" Santi ingat, Saya atasanmu, kenapa kau menatapku hah?"
" Saya minta maaf pak CEO, saya tidak bermaksud menatap anda"
" Kerja yang benar. Jika tidak ingin saya pecat, meskipun kau sudah 3 tahun bekerja jadi asisten Ayah saya, tapi sekarang saya atasanmu." Ucap Ardi dengan suara datar
" Tolong jangan pecat saya pak CEO, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini." Jawab Santi sambil menundukkan kepalanya
" Baik, tapi jika di ulangi lagi tanggung akibatnya."
" Terimakasih pak CEO."
" Iya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
IF
Kasian Ardi di kacangin. Lisa speak up dong...
2021-04-19
1
ɳσҽɾ
Aku dan Like sudah mampir.
Semangat ...
Sweet regards from 🌹 Dilema 🌹
2021-03-27
2
Mommy_Asya
Aku hadir dengan 7 like thor.
Semangat 💪 Salam hangat dari "Aku (tetap) Milikmu"
2021-03-26
1