Lisa langsung memarkirkan mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam apartemen
" Hai kak." Sapa Lisa sambil tersenyum
" Iya sayang, main masuk saja kenapa tidak bilang dulu?" Tanya Livino sambil tersenyum
" Memang ada wanita di sini kak?"
" Mana mungkin, selain kau siapa lagi yang masuk kesini, kenapa wajahmu cemberut sayang?"
" He."
" Iya gimana sayang, suami yang di jodohkan dengan kau, apa dia tampan?"
" Haha, bajingan."
" Sembarangan kalau berbicara."
" Kapan kau kembali ke Indonesia kak?" Tanya Lisa langsung mengalihkan pembicaraan
" Tidak tau, Kaka sudah tinggal di sana dan Kaka juga sebagai dokter, tidak mungkin bisa sering kesini."
" Apa akan seperti 13 tahun yang lalu kak?"
wajah Lisa kini sudah berubah menjadi kecewa
" Sayang, Kaka janji tidak akan seperti 13 tahun yang lalu, iya saat itu kau juga tau, hak asuh Kaka jatuh pada tangan papah."
" Besok jam berapa Kaka berangkat?"
" Jam 07.00 Kaka mengambil penerbangan jam 08.00."
" Baiklah besok aku akan menemui Kaka di bandara."
" Iya, tapi wajah cantiknya jangan cemberut." Ucap Livino sambil membelai rambut Lisa
Lisa langsung memeluk Livino
" Apa kau tau, dulu aku orang yang sangat ceriah, tapi karena kau meninggalkanku, aku menjadi wanita dingin, aku kembali ceriah karena kenal Ardi, tapi dia minta putus." Jawab Lisa masih memeluk Livino. Hingga tidak terasa air matanya membasahi pipi
" Maafkan Kaka, andaikan orang tua Kaka tidak bercerai kita tidak akan berpisah." Jawab Livino masih sambil membelai rambut Lisa
Setelah sudah tenang Lisa melepaskan pelukannya. Livino mengusap air mata yang ada di pipi Lisa
" Sudah jangan menangis, sudah menikah masih saja cengeng."
" Tentu saja aku menangis, kau terlalu cepat kembali ke Paris."
" Tapi Kaka sudah 1 tahun di sini."
" Iya Kaka, sampai kapan terus menghindar dari mamah Kaka, apa Kaka masih membencinya, karena mementingkan karirnya?"
" Sayang, seandainya saja mamah memilih papah, bukan karirnya, papah tidak akan memilih bercerai."
" Kak, semua orang memiliki kesalahan di masa lalu, kasih kesempatan kedua untuknya, untuk memperbaiki semuanya."
" Sayang, siapa suamimu?" Tanya Livino yang mengalihkan pembicaraan
" Memang aku punya berapa mantan kak?
" Satu, Ardi."
" Kenapa Kaka bertanya, mamah menjodohkan aku dengan pria bajingan itu."
" Tidak salah sayang?"
" Kak, aku tau kau mengalihkan pembicaraan, aku bukan anak kecil lagi kak, semua orang memiliki kesempatan kedua."
" Apa kau masih mencintai Ardi?"
" Kak, kenapa Kaka mengalihkan pembicaraan lagi."
Wajah Lisa kini cemberut karena kesal dengan Livino
" Iya, mamah memilih karirnya pergi meninggalkan keluarga. Ardi memilih kuliahnya lalu putus dengan kau, Apa kau mengasih kesempatan kedua?"
" Tidak, kita sudah dua hari menikah, tapi aku bahkan bicara saja tidak sudi kak."
" tentu saja, kau sudah tau jawabannya sayang, Kaka tidak bisa beri kesempatan kedua untuk mamah, Kaka hanya punya papah, lihatlah Kaka sekarang menjadi dokter kulit terkenal, atas dukungan papah, atas seijin papah."
" Aku ngerti kak."
" Apa kau mengambil cuti sayang?"
" Iya kak, ayo kita jalan Kaka. Jangan di apartemen terus dari tadi."
" Kemana sayang?"
" Nonton bioskop."
" Malas sayang, Kaka besok harus berangkat."
" Ayolah kak aku mohon."
Lisa memasang wajah memohon sambil menggoyangkan tangan kanan Livino
" Berapa umurnya masih saja seperti anak-anak?"
" He, 8 tahun." Jawab Lisa sambil tersenyum
" Ya sudah Kaka ganti baju dulu sayang."
" Kenapa harus ganti baju, apa Kaka akan mencari wanita?"
" konyol, lalu Kaka pergi ke bioskop hanya memakai baju rumahan memang sayang tidak malu?" Tanya Livino sambil cengengesan
" Tidak, ngapain harus rapi nanti yang ada Kaka nanti di culik tante-tante cantik."
" Tidak apa-apa yang penting bukan istri orang."
" Dasar mesum."
" Kaka ganti celana dulu, lepasin tanganmu."
" Aku ikut kak."
Livino langsung menyentil jidat Lisa
" Sakit tau."
" Sayang, kau ternyata lebih mesum."
Livino langsung berdiri lalu berjalan masuk ke dalam kamar sambil tersenyum. Livino selesai mengganti pakaian
" Ayo sayang."
" Kaka, apa kau akan mencari wanita dengan tampilan setampan ini?"
" Sudah jangan bertanya terus nanti Kaka berubah pikiran mau?"
Lisa langsung langsung berdiri
" Ayo kak." Ajak Lisa memasang wajah ceriah kembali
Lisa dan Livino langsung masuk ke dalam mobil lalu melaju ke tempat yang di tuju
...****************...
Ardi dan Santi setelah habis bertemu dengan orang yang akan bekerja sama dengan perusahaannya dirinya memutuskan untuk makan
" Santi, makan saja dulu sekarang sudah sore."
" Baik pak CEO."
" pilihlah menumu sendiri." Suruh Ardi sambil menyerahkan buku menunya
" Baik pak CEO." Jawab Santi mengambil buku menunya
Santi dan Ardi memesan makanan. Lisa dan Livino setelah menonton bioskop dirinya langsung ke restoran yang sama dengan Ardi. Lisa masih bergelayut manja di lengan Livino. Banyak orang yang melihat kemesraan keduanya
" Lihat mereka sangat serasi ya, sama-sama seorang dokter, satunya terkenal dokter tampan, satunya lagi terkenal dokter cantik dan dingin." Ucap ibu itu
" Iya, mereka memang sangat serasi, apa lagi dokter Lisa, ternyata dia sangat manja dengan pacarnya." Jawab ibu satunya
Livino menarik kursi untuk Lisa
" Silahkan tuan putri."
Lisa langsung duduk sambil tersenyum
"Mau pesan apa sayang?"
" Apa saja terserah Kaka."
" Spaghetti jamur tiram mau?" Tanya Livino masih tersenyum
Lisa hanya mengangguk karena dirinya tau orang yang di hadapannya sangat suka dengan spaghetti jamur tiram
" Pelayanan" Panggil Livino
" Iya, tuan muda."
" Spagetti jamur tiram dua sama jus jeruk dua."
" Baik, tuan muda." Jawab pelayanan itu sambil melirik Lisa lalu langsung pergi
" Hebat ya dokter Lisa bisa mendapatkan dokter tampan yang terkenal." Ucap waitress
" Haha, siapa juga yang tidak tergoda dengan dokter Lisa yang cantik." Jawab waitress satu lagi sambil tertawa
Lalu pelayanan itu membawa makanan langsung menaro di meja
" Silahkan tuan, nona." Ucap pelayanan dengan ramah lalu langsung pergi
Livino dan Lisa makan sambil ngobrol keduanya terlihat bahagia. Ardi melihat istrinya dari tadi sudah mengepalkan tangannya dirinya ingin sekalih memukul pria yang bersama istrinya. Livino dan Lisa tidak tau kalau ada Ardi di restoran itu. Livino mengusap sisa makanan di bibir Lisa dengan menggunakan tangannya tanpa tisu
" Berapa umurmu sayang, masih saja ada sisa makanan?"
" 8 tahun."
Livino dan Lisa masih makan sambil mengobrol, senyum keduanya tidak pernah pudar. Tatapan mata Ardi tidak pernah berpaling masih melihat kemesraan istrinya dengan pria lain
" Ya Tuhan, Lisa terlihat sangat bahagia." Batin Ardi
Santi melihat apa yang pak CEO lihat. Mata Santi membulat sempurna setelah melihat siapa yang dirinya lihat. Seorang Gadis cantik tersenyum ceriah sambil makan dengan kekasihnya
"Ada hubungan apa pak CEO sama nona Lisa, kenapa tatapan pak CEO sangat menyeramkan." Batin Santi
" Santi Ayo pulang." Ajak Ardi menjadi lebih dingin dan tatapan mata yang tajam
" Baik pak CEO."
Santi mengikuti Ardi yang lebih dulu keluar. Pikiran Santi sudah tidak karuan. Tatapan mata dan suaran Ardi, membuat Santi takut. Setelah di mobil Ardi merenung
" Bukan hanya tidak ingin berbicara denganku, ternyata Lisa masih berhubungan dengan kekasihnya." Batin Ardi
Lisa dan Livino setelah makan dirinya langsung pulang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Nyai iia
hadir dengan like
feed back yak😁
"i will die in love"
2021-03-08
1
pinnacullata pinna
btw aku mampir Dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏
2021-03-03
1
pinnacullata pinna
rada bingung makan dirinya maksudnya gmn ya thor?
2021-03-03
1