Sudah seminggu Ardi melewati hari-hari bersama Lisa. Tadi siang adalah hari di mana dirinya wisuda, dan malam ini Ardi akan memutuskan hubungan dengan Lisa. Ardi berjalan kaki untuk menemui Lisa. Setelah sampai di tempat itu Ardi berhenti sejenak dirinya menatap Gadis yang duduk di bangku taman yang sedang menunggu dirinya. Karena dirinya besok harus pergi ke Inggris
" Aku benar-benar tidak sanggup untuk bicara dengan Lisa. Aku sangat takut Lisa akan sangat benci aku." Batin Ardi
Lisa melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB
" Kenapa Kaka belum sampai, dan ada apa sudah malam seperti ini Kaka ingin bertemu denganku. Apa ada sesuatu, memang perubahannya selama 1 minggu ini sangat berbeda." Batin Lisa
Ardi yang melihat Lisa melihat jam tangannya dirinya langsung berjalan mendekati Lisa dan duduk di samping Lisa
" Cinta, aku minta maaf, sudah malam seperti ini menyuruh kau untuk datang."
Lisa menatap wajah Ardi
" Tidak masalah ko kak, tapi apa ada yang mau Kaka bicarakan?"
"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
Ardi berhenti bicara dan menatap Gadis yang ada di hadapannya
" kenapa susah sekali ingin menjelaskan padamu, Lisa apa kau akan sangat membenciku nanti." Batin Ardi
Lisa menatap wajah Ardi, dirinya menunggu apa yang akan di bicarakan Ardi. Ardi membuang nafasnya dengan pelan-pelan. Badan yang sudah mulai gemetar karena orang yang ada di hadapannya adalah orang yang sangat berharga bagi dirinya
" Aku besok akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan S2. Aku mau kita putus."
"Apa Kaka becanda?"
Lisa menatap mata Ardi dengan tatapan tidak bisa di artikan. Karena Ardi diam Lisa bertanya lagi
"Apa Kaka becanda?"
" Lihatlah Aku, apa menurutmu aku becanda."
Lisa menatap mata ardi dirinya tidak menemukan ke bohongan
" Apa salahku kak?"
" Kau memang tidak bersalah, tapi ini ke inginanku, Aku tidak ingin terbebani, Aku ingin fokus kuliah." Jawab Ardi sambil menunduk. Tidak bisa lagi menatap Gadis yang ada di hadapannya
"Apa menurutmu, aku ini hanya sebuah beban, Alasan itu tidak cukup untukku."
wajah cantik Lisa mulai merah, dirinya berusaha manahan air matanya.
" Tidak, tapi ini permintaanku. Aku tidak bisa menjelaskan apa salahmu."
Lisa langsung memeluk Ardi. Ardi diam tidak merespon pelukan Lisa. Ardi sekuat tenaga untuk menahan air matanya, agar Lisa mengerti ke inginan dirinya
" Aku mohon jangan tinggalkan aku, kau bisa pergi ke Inggris, aku akan menunggu mu. Jika memang di sana sibuk, kau bisa mengirim pesan padaku tidak perlu menelponku, bagiku itu sudah cukup."
Setelah Ardi tidak merespon pelukannya Lisa langsung melepaskannya, dirinya menatap mata ardi dengan penuh pertanyaan
" Aku harap perkataanku ini tidak perlu di ulangi, kau harusnya tau, aku akan lama di Inggris."
" Kak, aku bisa menunggumu, jangankan 4 tahun, 10 tahun aku siap, selama kau tidak memutuskan aku. 1 tahun ini kita jalani bersama-sama, tapi pada akhirnya kau meninggalkanku, kau terlalu egois kak."
Ardi menatap wajah Lisa sudah mulai mengeluarkan air matanya.
" Ya Tuhan, sakit sekalih perasaan aku saat melihat Gadis yang aku cintai menangis. Memang benar aku sangat egois, tapi ini untuk kebaikan kita. Aku tidak ingin membuat dirimu menunggu untuk aku, karena aku sangat mencintaimu." Batin Ardi
Karena Ardi tidak menjawab pertanyaan dari Lisa, dirinya langsung berlutut. Lisa tidak peduli harga dirinya yang Lisa pedulikan adalah orang yang di cintainya
" Aku mohon jangan putusin aku. Aku tau, seperti ini sangat hina, tapi aku tidak peduli. Aku sudah terlanjur mencintaimu."
Ardi tidak membangunkan Gadis yang ada di hadapannya. Tubuh Ardi sudah mulai gematar dan ingin menangis, tapi sekuat tenaga dirinya menahan air matanya.
" Maafkan aku."
Lisa langsung bangun setelah mendengar perkataan dari Ardi, dirinya masih meteskan air matanya, pipi cantik Lisa berubah menjadi merah, raut wajah yang sangat kecewa
" Apa hanya maaf yang bisa kau ucapkan?"
Ardi tidak merespon pertanyaan Lisa. Dada Ardi sudah mulai sesak, melihat orang yang di cintainya menangis di hadapannya. Lisa memutuskan bertanya lagi karena pertanyaan dirinya tidak di jawab
" Apa ini watak aslimu. Setelah aku mencintaimu, bahkan kau tidak sedikit pun sedih di hadapanku. Apa cintamu hanya manis di bibir?"
" Kau tidak perlu tau, dan tidak perlu bertanya harusnya kau sudah tau jawabannya." Jawab Ardi dengan suara dingin. Sebenarnya hati Ardi sudah ingin menangis
" Apa 1 tahun bagimu tidak ada artinya, lalu
untuk apa selama 2 tahun kau berjuang untuk aku. Apa aku yang terlalu bodoh menerimamu. Apa kau hanya menganggap aku sebagai mainan?"
" Lisa pertanyaan kau itu terlalu banyak yang jelas ini permintaan aku."
Lisa menghapus air mata di pipinya dengan kasar
" Baik. Jika ini permintaan kau. Aku akan turuti, mungkin memang benar aku yang terlalu bodoh. Mencintai orang sepertimu."
" Semoga kau bisa menemukan orang yang pantas untukmu, bisa menjagamu dengan baik." Ucap Ardi tetap menujukan sikap dingin di hadapan Lisa
" Kau tidak perlu berdo'a untuk aku. Aku tau yang terbaik untukku. Tidak perlu bersikap manis, perkataan mansimu sudah tidak ada gunanya lagi."
" Baiklah, terserah kau saja Lisa."
Lisa mencoba tersenyum manis di bibirnya. Walaupun sangat sakit di hatinya, tapi Lisa tidak ingin lagi memohon pada Ardi, karena dirinya sudah tau, keputusan Ardi tidak pernah bisa di ganggu gugat
" Baiklah kak, aku sangat berterimakasih, karena kau sudah mencintaiku selama ini."
Lisa melepaskan kalung yang Ardi berikan. Lalu langsung memegang tangan Ardi dan mengasih kalung itu di tangan Ardi
" Kalau begitu Lisa pamit kak sudah malam."
Lisa sudah mengganti panggilan Aku dengan kata Lisa. Deg, detak jantung Ardi semakin kencang. Hati Ardi berasa teriris-iris, mendengar perkataan kekasihnya, tapi dirinya tetap menjaga sikapnya
" Iya hati-hati."
" Iya kak."
Lisa masih menjawab dengan senyum manis di bibirnya. Lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya untuk pulang
" Tunggu, bisa kau datang di bandara besok pukul 08.00 pagi, aku ingin melihatmu untuk terakhir kali."
Lisa menghentikan langkahnya karena Ardi berbicara lagi
" Aku berharap, aku tidak pernah melihat bajingan sepertimu lagi."
Lisa menjawab tanpa berbalik badan. Lalu dirinya langsung melanjutkan langkah kakinya. Lisa langsung meneteskan air mata lagi, setelah dari tadi dirinya tahan karena mencoba untuk tersenyum. Ardi setelah melihat kekasihnya pergi, dirinya langsung terduduk lemas di tanah. Air mata yang dari tadi di tahan, kini sudah membasahi pipinya.
" Maafkan aku, aku tidak pernah sedikitpun berniat untuk menyakitimu. Hatiku juga sangat sakit, saat melihat kau menangis, tapi ini mungkin yang terbaik untuk kita. Aku berharap kita bisa bersama lagi."
Yoga yang dari tadi sudah ada di belakang Ardi langsung membuka suara
" Apa kau gila, memutuskan Lisa, kau berjuang selama 2 tahun dan sekarang kau minta putus, tapi kau juga menangis?"
Ardi hanya melirik tidak menjawab perkataan dari sahabatnya. Yoga yang melihat Ardi diam saja dirinya langsung membangunkan ardi
" Ayo kita pulang."
Yoga menuntun Ardi untuk pulang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Anggi Dita M
bahasanya baku banget pake kata "kau" kenapa gk kata "kamu" jadi rada gimana gitu bacanya
2023-01-14
0
hiatus
aku baru mampir thor hehe semangattt
2021-08-24
0
Aumy Re
mau baca maraton dulu 😁
2021-07-31
0