Ardi sampai di depan rumah Yoga dirinya langsung memarkirkan mobilnya lalu turun dengan langkah kaki yang lemas. Ardi langsung menekan bel rumah Yoga
Ting tong
pelayanan Yoga langsung membuka pintu
" Eh tuan muda, mari masuk"
" Iya Bi"
" Malam Om."
" Eh nak Ardi, masuk saja ke kamar, Yoga ada di kamar."
" Baik om."
Ardi menaiki tangga lalu langsung masuk ke dalam kamar Yoga. Yoga sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya
" Serius banget."
" Tumben, anak mamih malam-malam keluar ada apa, kenapa muka kau di tekuk begitu, apa tidak di kasih jatah sama istrimu?" Tanya Yoga yang masih sibuk dengan laptopnya
Ardi langsung menutup laptop Yoga
" Apa sih, ini buat besok kalau tidak selesai memang kau mau tanggung jawab?"
" Kau kira aku menghamili anak orang suruh tanggung jawab, lagian sekarang yang menjadi CEO aku." Jawab Ardi dengan senyum sinis
" Sombong, kau kira dalam kerjaan ada hal sahabat,kerjaan ya kerjaan sahabat ya sahabat, cepat katakan ada apa?"
Yoga langsung menatap mata sahabatnya
" Bagaimana aku harus mempertahankan hubungan, aku sangat mencintai dia, apa aku harus merelakan dia bahagia dengan pria lain?"
" Ardi, aku sebagai sahabat tidak bisa memilih, tapi harus ingat kau sudah menikah, aku tau, kau mungkin sudah memiliki kekasih baru, tapi jangan kecewakan kedua orang tuamu, ingat Lisa itu mantanmu, apa kau yakin sudah tidak menyukai Lisa?"
Ardi langsung mendorong kening Yoga memakai telunjuknya
" Kau gila, aku hanya menasehati, aku hanya tidak ingin kau menyesal."
" Kau bahkan tidak tau permasalahannya, tapi kau menasehati aku bukannya kau yang gila."
" Salahku di mana?"
" Salahmu tidak menanyakan siapa wanita yang aku sukai."
" Baik, aku akan dengarkan."
" Apa kau tau, tentang Livino?"
" Ini kenapa menyangkut pautkan Livino, aku makin tidak mengerti maksudmu apa?"
" Apa kau tau, tentang dokter Livino, apa dia benar asli Indonesia."?
" Iya, dia memang asli Indonesia, tapi kenapa kau bertanya tentang dia?"
" Ceritakan yang kau tau."
" Baiklah, Livino anak dari tuan Rian dan nyonya Livia, tentu kau tau bukan, penari balet terkenal, tapi dia bercerai sekitar 13 tahun yang lalu, itu juga kalau tidak salah intinya mereka bercerai, hak asuh Livino jatuh pada tuan Rian, tuan Rian asli Paris, itu kenapa Livino tinggal di Paris."
" Apa Livino tinggal dengan ibunya di Indonesia?"
" Livino tinggal di apartemen."
" Apa kau tau, apartemennya di mana?"
" Iya tau, tapi ada apa Ardi?"
" Antarkan aku ke sana."
Ardi langsung berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar di ikuti oleh Yoga
" Apa Lisa masih memiliki hubungan dengan Livino." Batin Yoga
Ardi dan Yoga masuk mobil lalu langsung melakukan mobilnya ke tempat Livino
...****************...
Ria yang mendengar Livino akan pergi ke Paris dirinya langsung ke tempat Livino, karena berdekatan dengan apartemen Livino
Ting tong
Livino langsung membuka pintu
" Ria, masuk."
" Iya ka."
Ria mengikuti Livino lalu mereka duduk di sofa
" Ada apa Ria?"
" Apa kaka akan pergi ke Paris?"
" Iya, kenapa?"
" Kaka tega meninggalkan Lisa?"
" Aku ingin Lisa dan Ardi seperti dulu, aku yakin mereka banyak kesalah pahaman biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri."
" Jadi Kaka pergi bukan karena kerjaan?"
" Bukan, aku memang pergi untuk kebaikan mereka."
" Kak itu foto yang sama di kamar Lisa?" Tanya Ria sambil menunjuk foto
" Itu foto kecilku bersama Lisa."
" Bagaimana kalau Lisa tau Kaka pergi karena alasan ini?"
" Lisa tidak akan membenciku."
" Iya, Lisa bilang Kaka adalah orang yang paling berharga dalam hidupnya, jadi tidak mungkin Lisa marah, tapi Lisa pasti sangat mencintai Kaka, terlihat jelas setiap dengan Kaka, Lisa selalu manja dan terus tersenyum, aku sebagai sahabat hanya ingin melihatnya bahagia, aku tidak ingin setelah Kaka pergi dia seperti dulu, saat di tinggalkan pergi oleh ardi."
" Tidak akan seperti itu, kau tenang saja,aku tau maksudmu."
" Apa Kaka tidak ada perasaan dengan Lisa."
" Hahaha, kau terlalu konyol, apa Lisa tidak membicarakan tentang aku." Jawab Livino sambil tertawa
" Tidak menjelaskan apa pun, hanya menjelaskan kalau Kaka sangat berharga bagi Lisa."
Ardi sampai di apartemen Livino di ikuti Yoga
Ting tong. Ting tong. Ting tong.
Livino jalan mendekati pintu
" Apa dia gila menkan bel berkali-kali." Ucap Livino dirinya langsung membuka pintu
Ardi langsung melayangkan pukulan pada wajah Livino
Brukk
Livino tersungkur ke dalam ruangan. Ardi membangunkan Livino dengan memegang kerah bajunya lalu melayangkan pukulan lagi
Brukk
Ria langsung lari menghampiri Livino
" Kak apa kau tidak apa-apa?'
" Aku tidak apa-apa."
" Apa yang Lisa katakan kenapa suaminya semarah ini." Batin Livino
" Ada apa?" Tanya Livino yang pura-pura tidak tau siapa pria di depannya
" Jauhi istriku!." Bentak Ardi
Yoga bingung dengan perkataan sahabatnya dirinya hanya melihat adegan mereka
" Siapa istrimu?" Tanya Livino masih pura-pura tidak tau
" Lisa, aku suaminya."
" Hahaha, jadi kau orang yang meninggalkan Lisa, terus kenapa marah padaku, bukankah tidak masuk akal." Ucap Livino sambil tertawa
" Jika kau masih mendekati istriku, aku tidak akan segan-segan menghabisi mu." Ucap Ardi dengan suara datar
" apa yang Lisa katakan ini orang apa macan yang siap menerkam." Batin Livino
" Jangan diam, ancamanku tidak main-main!." Bentak Ardi
" Kau tau, istrimu mengambil cuti karena aku, itu artinya istrimu terlalu sayang padaku." Jawab Livino sambil tersenyum sinis
" Jika kau coba-coba menyentuh seujung kuku pun, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu."
Livino makin memancing emosi Ardi
" Hahaha, kau tau, dari pagi hingga siang istrimu di apartemen aku, jelas tau bukan, jika hanya dua orang di apartemen itu ngapain saja, kau pria dewasa pasti paham." Jawab Livino sambil tertawa
Ardi makin marah sama ucapan Livino dirinya langsung melayangkan pukulan lagi
Brukk.
" Ardi, jangan terus memukulnya, bagaimana jika kau di tuntut dan masuk penjara bagaimana?" Tanya Yoga yang baru buka suara
" Diam kau."
" Iya aku memang sedang memancing emosinya agar dia masuk penjara lalu aku akan menikah Lisa." Jawab Livino masih dengan senyum sinis
" Brengsek kau!" Bentak Ardi masih dengan aura datar
" Ardi, apa kau gila, kau memukul Livino berkali-kali, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ria
" Diam kau, aku tidak ada urusan dengan kau!." Bentak Ardi
" Kau jangan pernah menggangu istriku lagi, apa kau mengerti!" Bentak Ardi
" Tidak salah kau menyalahkan aku, istrimu yang ke apartemen aku, itu artinya dia sangat mencintai aku, aku menjalin hubungan dengan Lisa sudah lebih lama dari kau, harusnya aku yang marah."
" Aku peringatkan kau harus menjauhi istrinya. Jika kau masih memegang tangan istriku, ancaman aku ini berlaku."
" Hahaha, kau itu suaminya, tapi kau belum tentu seperti aku." Jawab Livino sambil tertawa
" Apa maksudmu?"
" Kau tau, aku pernah tidur bersama Lisa berkali-kali, dari ujung rambut hingga ujung kaki aku sudah tau, sedangkan kau suaminya belum tentu tau, tubuh istrimu seperti apa, karena Lisa tidak sudi di sentuh oleh pria seperti kau."
" Aku yakin kau salah paham." Batin Livino
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Seirioss
aku mampir lgi thorr,smngat truss thorr 😊
2021-05-11
1
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like hadir
2021-03-19
1
Nyai iia
"i will die in love"
dateng lagi bawa like neh, yuk saling dukung..
jangan lupa feed back dan tinggalkan jejaknya yak☺
2021-03-16
0